Anda di halaman 1dari 51

Seminar Laporan

Praktek Kerja Lapangan

Rahayu Akbari W | 151121057


Robi Sabili | 151121062

D3 Teknik Konstruksi Sipil


Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Bandung
Proyek Paket Preservasi
Rehabilitasi Bandung-Jatinangor-
Sumedang
Tinjauan Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi Dinding Penaha Tanah
(Jatinangor-Bts Kota Sumedang 75
m Km33+650, kanan)
TINJAUAN UMUM
PROYEK

TINJAUAN
PELAKSANAAN PROYEK

PERMASALAHAN &
SOLUSI

KESIMPULAN & SARAN


LATAR BELAKANG PROYEK
DATA UMUM PROYEK

 Pemilik Proyek : Direktorat Jenderal Bina Marga


Kementrian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat
 Lokasi Penanganan : Ruas Jalan Nasional Kota Bandung,
Kabupaten Bandung, Prov Jawa Barat.
 waktu pelaksanaan : 311 Hari kalender
 kontraktor pelaksana : PT DIRGANTARA YUDHA ARTHA
 konsultan supervisi : PT.ANUGRAH KRIDA PRADANA,
PT.DELTA TAM WAJA CORPORA,
PT.LAKSANA DESAIN DAYA CIPTA
(KSO)
DATA TEKNIS PROYEK
Pada Ruas Jalan Nasional Kota Bandung, Kabupaten
Bandung, Provinsi Jawa Barat, ada beberapa penanganan
diantaranya yaitu : Rehabilitasi jalan sepanjang 3,58 km,
pemeliharaan rutin jalan sepanjang 44,85 km, pemeliharaan rutin
jembatan sepanjang 585,90 m, dan penanganan longsoran
sebanyak 4 titik yaitu pada lokasi :
 Jatinangor-bts. Kota Sumedang 100 m (km. Bdg 32+800, kanan)

 Jatinangor-bts. Kota Sumedang 30 m (km. Bdg 33+500, kanan)

 Jatinangor-bts. Kota Sumedang 75 m (km. Bdg 33+650, kanan)

 Jatinangor-bts. Kota Sumedang 65 m (km. Bdg 33+950, kanan)

Peta lokasi penanganan Longsoran dapat dilihat sebagai berikut :


LOKASI PENANGANAN LONGSORAN
DATA TEKNIS DILAPANGAN
Dari beberapa penanganan longsoran, penulis mengambil
tinjauan yaitu pada penanganan longsoran pada lokasi jatinangor-
bts. Kota Sumedang 75 m (km. Bdg 33+650, kanan). Penanganan
longsoran yaitu dengan membangun Konstruksi Dinding penahan
tanah (DPT), data teknis perencanaan pelaksanaan pekerjaan
Dinding penahan tanah km. Bdg 33+650 dilapangan sebagai
berikut :
 Pondasi Dinding Penahan : Bore Pile
 Panjang Dinding Penahan : 75 meter
 Tinggi Dinding Penahan : 6 meter
 Type Dinding Penahan : Kantilever
 Mutu beton Bore pile : K 250
 Mutu beton Dinding penahan : K 350
 Timbunan : timbunan biasa dan pilihan
 Stabilitas lereng dinding penahan : Soil Nailing
ADMINISTRASI & PENDANAAN

 No. Kontrak : KU.03.03/KTR/PK2MB/2017


 Tanggal Kontrak : 21 Februari 2017
 Sifat Kontrak : Unit Price
 Nilai Proyek : Rp. 49,964,021,270.00,-
 Sumber Dana : APBD 2017
 Masa Kontrak : 311 hari kalender
Gambar-gambar kondisi
lapangan
Struktur Organisasi Proyek

SATKER PELAKSANA
JALAN NASIONAL

PPK 2

KONTRAKTOR KONSULTAN

PENGAWAS
Struktur Organisasi PPK2
Struktur Organisasi Konsultan
Struktur Organisasi Kontraktor
TINJAUAN PELAKSANAAN

Pada pelaksanaan pekerjan konstruksi


dinding penahan tanah (DPT) terdapat
rangkaian pekerjaan utama yang diikuti saat
Praktek Kerja Lapangan yaitu sebagai berikut :
1. Pekerjaan Persiapan

2. Pekerjaan Konstruksi Dinding Penahan


Tanah
3. Pekerjaan Timbunan
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Konstruksi DPT
Persiapan alat & bahan

Bar Bender Bar Cutter Genset

Concrete truk mixer Concrete Alata Bantu


Vibrator
2. Pekerjaan Konstruksi DPT

Beton Segar Multi Plex


Kaso-kaso

Pipa PVC

Besi Tulangan
D13 & D19

Tali Kawat
Bekisting Besi
2. Pekerjaan Konstruksi DPT
Fabrikasi Tulangan & Acuan Perancah
2. Pekerjaan Konstruksi DPT
Pemasangan Tulangan
2. Pekerjaan Konstruksi DPT
Pemasangan Acuan Perancah Pada Lantai
Telapak
2. Pekerjaan Konstruksi DPT
Pengecoran Lantai Telapak
2. Pekerjaan Konstruksi DPT
Pemasangan Acuan Perancah Pada Dinding
Vertikal
2. Pekerjaan Konstruksi DPT
Pengecoran Dinding Vertikal
2. Pekerjaan Konstruksi DPT
Finishing
3.Pekerjaan Timbunan
Persiapan alat dan bahan
Stemper
Kuda

Baby Roller

Dump truck
Compactor /
Alat Bantu
Stemper Kodok
3.Pekerjaan Timbunan

Tanah laterit
Batuan berbutir
untuk kasar
halus
lapisan nilai
porus
cbr
cbrmin
min10%
6% (timbunan biasa)
pilihan)
3.Pekerjaan Timbunan
Pembersihan lahan yang akan di timbun
3.Pekerjaan Timbunan
Pengurugan
3.Pekerjaan Timbunan
Pekerjaan Pemadatan
3.Pekerjaan Timbunan
Pekerjaan Pemadatan
Pengawasan Dan
Pengendalian Mutu Projek
1. Pengawasan
Pengawasan dilakukan pada setiap pekerjaan,
khususnya pada pekerjaan Konstruksi DPT dan Timbunan,
pengawasan DPT terdiri dari pengawasan :
a. Pengecekan Tulangan yg sudah dipasang

b. Pengecekan pemasangan bekisting

Pengawasan pelaksanaan timbunan terdiri dari :


a. Penempatan timbunan tanah biasa dan pilihan

b. Pemasangan geotekstil

c. Pemadatan pada tiap lapisan


Pengawasan Dan
Pengendalian Mutu Projek
2. Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu ini bertujuan untuk memastikan
bahwa mutu dari setiap pekerjaan ataupun material yang
dipakai sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Pengendalian mutu pada pekerjaan konstruksi DPT adalah
sebagai berikut :
a. Pengujian slump tes

Pengujian Slump Test bertujuan untuk mengetahuai


kekentalan atau plastisitas beton segar dnegan megukur
penurunannya. Pengujian ini dilakukan di lapangan ketika
akan melakukan pengecoran. Nilai slump test ini memiliki
standar persyaratan tersendiri. Untuk pengecoran dinding
vertikal ini direncakanan 100±20 mm.
Pengawasan Dan
Pengendalian Mutu Projek
Apabila nilai slump test aktual di lapangan tidak memenuhi
nilai slump rencana makan pihak kontraktor maupun
konsultan pengawas dapat mereject beton yang telah
dipesan.
Pengawasan Dan
Pengendalian Mutu Projek
b. Uji kuat tekan
Benda uji yang dibuat berupa kubus berukuran
15x15x15 cm sebanyak 9 buah, akan diuji pada umur hari,
14 hari dan 28 hari. Pengujian kuat tekan ini akan
menentukan masuk atau tidaknya kekuatan tekan beton
rencana dengan kuat tekan aktual
Pengawasan Dan
Pengendalian Mutu Projek
Pengendalian mutu pada pekerjaan timbunan :
a. Pengujian material tanah timbunan di laboratorium (hasil
terlampir dalam laporan)
b. Pengujian sand cone
Untuk mengetahui kepadatan yang telah dicapai
dilapangan, harus dilakukan pengujian kepadatan di
lapangan. Salah satu metoda yang biasa dipakai untuk
pengujian kepadatan lapangan dengan menggunakan alat
uji Sand Cone. Pengujian Sand Cone ini dilakukan setelah
pengurugan dan dilakukan ketika proses pemadatan tanah.
Pengujian ini dilakukan perlayer / perlapis setiap
pemadatan.
Pengawasan Dan
Pengendalian Mutu Projek
Contoh hasil pengujian sand cone dilapangan pada tanggal
5 agustus 2017 :

Pengujian Sand Titik 1 Titik 2


Cone
(Gr/cc) (Gr/cc)

Kepadatan Kering 1,760 1,760


Maksimum
Pengawasan Dan
Pengendalian Mutu Projek
Pengawasan Dan
Pengendalian Mutu Projek
c. Pengujian kadar air dilapangan
Pengujian kadar air dilapangan ini menggunakan
alat speedy test. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui
kadar air dilapangan yang akan dibandingkan dengan
kadar air di laboratorium. Pengujian ini dilakukan bersama
pengujian sand cone dengan mengambil sampel tanah dari
pengujian sand cone. Hasil pengujian pada tanggal 5
agustus 2017sebagai berikut :
Pengujian Titik 1 Titik 2

Kadar Air 35.0 27.0


Keselamatan dan Kesehatan
Kerja
1. Pemasangan safety line
Keselamatan dan Kesehatan
Kerja
2. Penyediaan Alat Pelindung Diri

Contoh Pengaplikasian APD


Permasalahan Dan Solusi
Permasalahan teknis

Solusinya :
Menambah Pekerja lebih
banyak lagi agar pekerjaan
bisa lebih cepat waupun
Pekerjaan tanpa alat berat
Pembersihan Lahan

Pekerjaan Galian
Permasalahan Dan Solusi
Solisinya :
Permasalahan teknis pekerja
1. Memperbanyak
2. Pada saat menumpahkan tanah
2. Kontraktor tidak menyediakan
alat berat
urugan tidak hanya pada satu titik
excavator mini pada saat pekerjaan
timbunan yaitu untuk perataan tanah
pada saat pemadatan, sehingga
menyebabkan kurang efisiensinya
pekerjaan timbunan
Permasalahan Dan Solusi
3. Kurang efesiensinya alat untuk pengecoran,
dikarenakan medan longsoran yang cukup curam dan
ruas jalan yang sempit, sehingga pengecoran tidak
menggunakan concrete pump.
Solusi : Beton segar dari
Concrete truck
Pasang danmixer
gunakandisalurkan menggunakan
pipa / talang penyalur alat
bantu dengan
pipa baik,
pvc pastikan
/ talang penyalur,
kemiringan ataupunsehingga
menyebabkan
tinggi jatuh beton segar
keropos
sesuaidandengan berkurangnya
spek
kekuatan
danmutu beton
pastikan dikarenakan
sambungan dariterjadinya segregasi
pipa / talang
pada saat beton segar
penyalur disalurkan
tersebut melalui pipa yang
tidak bocor
dipasang tidak sesuai dengan semestinya.
Permasalahan Dan Solusi
4. Kekurangan beton segar pada saat
pengecoran lantai telapak, sehingga tidak
terisi semua dan inibanyaknya
1. Pemesanan mengakibatkan
beton tidak
akan menyatunya beton
segar harus sesuaipada
denganlantai telpak
tersebut volume yang akan di cor
2. Menghitung dengan baik
volume yang akan di cor.
Permasalahan Dan Solusi
Permasalahan non teknis
1. Kurangnya kesadaran pekerja akan
pentingnya Alat Pelindung Diri (APD)
disebabkan oleh kurangnya penyuluhan
danSolusinya
penekanan
: akan pentingnya
1. Lebih ditekankan lagi kepada pekerja diharuskannya
menggunakan alat pelindung
memakai alat pelindung diri. diri.
2. Harus adanya petugas K3 dilapangan untuk
mengawasi kesehatan keselamatan kerja para
pekerja
Permasalahan Dan Solusi
Permasalahan non teknis
2. Adanya oknum-oknum lembaga
swadaya masyarakat, media massa
maupun lembaga peradilan yang
tidak dapat bekerja sama dalam
proyek ini
Permasalahan Dan Solusi
Permasalahan non teknis
3. Kurangnya koordinasi pelaksanaan pekerjaan di
lapangan antara pelaksana dengan pemilik proyek,
yang menyebabkan tidak efesiensinya waktu
pengerjaan karena adanya perubahan rencana kerja
atau pegulangan pekerjaan.
Solusi pada permasalahan ini yaitu :
 Mengadakan rapat kerja sama di lapangan dengan
seluruh unsur-unsur pegawai proyek.
 Melakukan koordinasi dan komunikasi yang jelas
sebelum melanjutkan pekerjaan baru.
Kesimpulan & Saran
 KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa proyek tersebut merupakan proyek
pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan sarana lalu lintas yang
diharapkan meningkatkan kegiatan yang menggunakan transportasi
supaya lebih baik lagi. Dalam proyek ini terjadi hubungan kerja sama
antara unsur-unsur proyek yaitu Direktorat Jenderal Bina Marga
Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku pemilik
proyek, PT.Anugerah Krida Pradana, PT.Delta Tama WAja Corpora,
PT. Laksana Desain Daya Cipta (KSO) selaku konsultan pengawas
dan PT.Dirgantara Yudha Artha selaku Kontraktor Pelaksana. Salasatu
penanganan proyek ini dalah penanganan longsoran yaitu
dibangunnya konstruksi Dinding Penahan Tanah. adapun tahapan
pekerjaannya yang ditinjau yaitu, pekerjaan konstruksi dinding
penahan tanah. Pada penanganan longsoran ini terdapat beberapa
permasalahan teknis serta non teknis yang terjadi.
Kesimpulan & Saran
 SARAN
Berdasarkn hasil pengamatan selama PKL, dan dari berbagai
permaslahan yang kami temukan dilapangan, kami mempunyai saran
agar permasalahan yang telah terjadi tidak terulang kembali
kedepannya, yaitu :
1. semua orang yang terlibat secara langsung, maupun warga sekitar
yang tidak terlibat secara langsung pada proyek tersebut harus
mempunyai kesadaran dan kepedulian pada setiap pekerjaan di
proyek tersebut, karena proyek tersebut merupakan untuk
kepentingan dan kebaikan bersama
2. Menjalin komunikasi yang baik antara semua pihak, terutama pihak
yang berada dilingkungan sekitar proyek tersebut.
3. Melaksanakan setiap pekerjaan dengan baik dan sesuai dengan
spesifikasi.