Anda di halaman 1dari 10

Rosi Cahyaning Wulan 160341606081

Teny Yasinta Kusumadewi 160341606052


Prinsip transformasi
ditunjukkan sebagai DNA pada
tahun 1944 oleh hasil
eksperimen Avery, MacLeod,
dan McCarty.

Prinsip transformasi yang


Hasil dari eksperimen
melibatkan penggunaan enzim
menetapkan bahwa informasi
yang mendegradasi atau
genetik pada pneumococci ada
menurunkan DNA, RNA, atau
pada DNA.
protein.
DNA yang sangat murni dari
pneumococci tipe IIIS hadir Pada percobaan yang dilakukan DNA
dengan pneumococci tipe IIR. yang sangat murni dari sel tipe IIIS
diobati dengan:
1. deoxyribonuclease (Dnase yang
mendegradasi atau menurunkan
DNA)
2. ribonuklease (Rnase yang
mendegradasi atau menurunkan
RNA)
3. protease (yang menurunkan
Hanya Dnase yang memiliki protein) dan kemudian diuji
untuk kemampuan
efek pada aktivitas tranforming mentransformasi tipe IIR sel
dari preparasi DNA, perlakuan menjadi tipe IIIS.

tersebut menghilangkan semua


aktivitas transformasi.
Jadi Segmen DNA dalam
kromosom pneumococci yang membawa
informasi informasi genetik yang
menentukan sintesis kapsul tipe III yang
secara fisik diintegrasikan ke dalam
kromosom sel penerima tipe IIR melalui
proses rekombinasi tertentu yang terjadi
selama transformasi
Virus yang menginfeksi bakteri banyak
digunakan peneliti untuk mempelajari genetika molekul.
Pada tahun 1952, Alfred Hershey dan Martha Chase
menemukan bahwa DNA adalah materi genetik pada
bakteriofag T2 yang menginfeksi bakteri Escherichia
coli.
Bakteriofag T2, yang menginfeksi
Escherichia coli terdiri dari sekitar 50%
DNA dan sekitar 50% protein.

Hershey-Chase menunjukkan→DNA
memasuki sel, sedangkan sebagian besar
protein diabsorbsi ke bagian luar sel.

Menyiratkan bahwa informasi genetik


dalam DNA diperlukan untuk reproduksi
virus.

Dasar percobaan Hershey-Chase → DNA


mengandung fosfor tetapi tidak ada
sulfur, sedangkan protein mengandung
sulfur, tetapi tidak ada fosfor.
Hershey-Chase → memberi label :

Percobaan (1) DNA fag dengan


pertumbuhan dalam media
mengandung isotop radioaktif dari
fosfor, 32P sebagai pengganti isotop
normal 31P.

Percobaan (2) lapisan protein fag


dengan pertumbuhan dalam media
mengandung radioaktif sulfur,
sebagai pengganti isotop normal 35S.
Partikel fag T2:

DNA berlabel 32P diinfeksi dalam sel E. coli


→ diblender dan disentrifus→ditemukan
semua radioaktif terdapat dalam sel bakteri
dan tdk dlm mantel = DNA virus masuk
dalam sel inang & protein tetap diluat sel.

DNA berlabel 35S diinfeksi dalam sel E. coli


→diblender dan disentrifus →ditemukan
sebagian besar radioaktivitas dapat dilepas
dari sel tanpa mempengaruhi produksi
progeni fag.
Karena progeni virus diproduksi di dalam
sel, hasil Hershey - Chase mengindikasi
bahwa informasi genetik langsung
menyintesis kedua molekul DNA & lapisan
protein dari progeni virus harus ada dalam
DNA parental.
Percobaan Hershey-Chase tidak
memberikan bukti jelas bahwa bahan
genetik dari fage T2 adalah DNA.

Sebagian besar 35S (protein) ditemukan


diinjeksi ke dalam sel inang dengan DNA.

Dengan demikian, seseorang dapat


berpendapat bahwa sebagian kecil protein
fag ini mengandung informasi genetik.