Anda di halaman 1dari 10

ANALISA SARINGAN

AGREGAT HALUS DAN


KASAR
TUJUAN

• Menentukan gradasi agregat kasar dan agregat halus yang


memenuhi spesifikasi
• Menentukan proporsi agregat halus dan agregat kasar yang
memenuhi gradasi agregat gabungan berdasarkan Road
Note No. 4 dengan besar butir maksimum 20 mm.
ALAT DAN BAHAN

Splitter Timbangan Cawan Kotak Oven


Pengering

Ayakan Mesin Kuas


Standar Penggetar
PROSEDUR PENGUJIAN
I. Analisa ayak Agregat Halus
1. Masukan agregat dari sisa ayakan 2. Kemudian taruh susunan ayakan yang telah diisi
yang ada di PAN ke dalam ayakan dengan agregat halus tersebut di atas vibrator atau
seperti pada gambar gambar berikut : penggetar dan getarkan selama 15 menit.

2,36
1,18
0,60
0,30
0,15
0,75
<0,75
PAN
4. Hitung persentase berat agregat yang 3. Setelah 15 menit, ambil susunan ayakan tadi
tertahan terhadap berat totalnya kemudian timbang berat yang tertahan di
masing-masing ayakan.
II. Analisa ayak Agregat Kasar

1. Siapkan semua alat dan bahan yang akan


25,00
digunakan.
20,00
Agregat 14,00
10,00
2. Masukan agregat ke dalam ayakan dengan ukuran 5,00
sebagai berikut PAN

3. Kemudian ayak dengan cara manual yaitu dengan


menggunakan tangan

4. Kemudian timbang agregat kasar yang tertahan di


masing-masing ayakan.

5. Hitung persentase berat agregat yang tertahan


terhadap berat totalnya.
DATA DAN PERHITUNGAN
Data hasil percobaan
Analisa ayakan agregat halus
Analisa ayakan agregat kasar
Tabel 1. Spesifikasi Gradasi Agregat Halus Menurut BS 882-92

Ukuran Presentase Lolos Kumulatif

ayakan Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4

(mm) Min Max Min Max Min Max Min Max

10,00 100 100

5,00 89 100 100 100 100 100 100 100

2,36 60 100 60 100 65 100 80 100

1,18 30 100 30 90 45 100 70 100

0,60 15 100 15 54 25 80 55 80

0,30 5 70 5 40 5 48 5 70

0,15 0 15 0 0 0 0 0 0
Tabel 2. Spesifikasi Gradasi Agregat Kasar Menurut BS 882-92
Ukuran Presentase Lolos Kumulatif
ayakan Nominal 40 mm Nominal 20 mm Nominal 14 mm Nominal 10 mm
(mm) min Max Min Max Min Max Min Max
50,00 100 100
37,50 85 100 100 100
20,00 0 25 85 100 100 100
14,00 0 70 85 100 100 100
10,00 0 5 0 25 0 50 85 100
5,00 0 5 0 10 0 25
2,36 0 5
1,18
0,60
0,30
0,15
FM 7,00 6,95 6,00 5,95 6,00 5,90 6,00 5,70
Perhitungan

Dalam kondisi asli agregat kasar memenuhi spek BS 882-92 Nominal 20 mm

Besar Butir Maksimum = 37.50 mm

Besar Nominal Ayakan = 20,0 mm


∑ #25−∑#14−∑#0+∑#0,6+∑#1,18+∑#2,36+∑#5+∑#10+∑#20
FM =
100

100+99,28+99,03+98,81+98,48+97,83+96,32+92,24+12,25
=
100

FM = 7,94
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡
Prosen tertahan : 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑥100%

Tertahan kumulatif : a+b=c

c+d=e

e+f =g…

Lolos kumulatif : 100 – tertahan kumulatif


KESIMPULAN

Berdasarkan data dan grafik hasil percobaan analisa


ayakan di laboratorium uji bahan dapat disimpulkan bahwa
agregat kasar masuk kedalam gradasi SPEK BS 882-92 dengan
ukuran nomimal single-sized 20 mm dan tanpa ditreatment
dengan nilai fine modulus sebesar 6,932 sedangkan agregat halus
tidak masuk kedalam SPEK BS 882-92. Agar masuk kedalam
SPEK, dilakukan treatment dengan membuang agregat dari
ayakan 5,00, maka didapatkan hasil bahwa agregat halus pada
praktikum termasuk coarse grading SPEK BS 882-92 dengan fine
modulus sebessar 3,150.