Anda di halaman 1dari 16

JURNAL READING

“α-Lipoic Acid Treatment Improves Vision-


Related Quality of Life in Patients with
Dry Age-Related Macular Degeneration”
Yuan Tao,Pengfei Jiang,Yuhua Wei,Ping Wang, Xiaoling Sun and Hong Wang
Tohoku J. Exp. Med., 2016, 240, 209-214 α-Lipo

Maulidiyah Richa Fadlun


1102012155

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MATA


PERIODE 7 AGUSTUS - 9 SEPTEMBER 2017
REVIEW JURNAL
ABSTRAK

Latar Belakang :
• Degenerasi makula terkait usia (AMD) tipe kering menempati 90% kasus
AMD, ditandai dengan pembentukan drusen di bawah retina dan kerusakan
sel pancaran cahaya yang lambat di makula, yang menyebabkan hilangnya
penglihatan sentral secara bertahap. Karena stres oksidatif berperan dalam
patogenesis AMD kering, α-lipoic acid (LA) yang memiliki sifat
antioksidan dipilih, dan pengaruhnya terhadap marker anti oksidatif dan
kualitas visual pada pasien dengan AMD kering dinilai.

Metode :
• Sebanyak 100 pasien AMD kering (60-83 tahun) secara acak dimasukan ke
dalam kelompok perlakuan LA (n = 50) dan kelompok kontrol plasebo (n =
50). Kami mengukur aktivitas serum superoxide dismutase (SOD), marker
penting pertahanan antioksidan, ketajaman visual terkoreksi paling baik
(BCVA), sensitivitas kontras, dan Kualitas Penglihatan Mutu Versi Cina
(CLVQOL) sebelum dan sesudah intervensi LA atau plasebo. Koefisien
korelasi pearson dihitung untuk mengeksplorasi hubungan antara nilai
sensitivitas kontras dan skor CLVQOL.
REVIEW JURNAL
ABSTRAK

Hasil :
• Terdapat peningkatan aktivitas serum SOD yang signifikan secara
statistik setelah diberikan intervensi LA. Skor CLVQOL meningkat
secara signifikan setelah pengobatan LA. Sensitivitas kontras yang
diukur pada frekuensi spasial menengah dan rendah secara signifikan
lebih tinggi setelah mendapatkan perlakuan LA. Skor CLVQOL
berkorelasi positif dengan sensitivitas kontras pada frekuensi spasial
rendah (3 cyc / degree) pada kelompok perlakuan LA.

Kesimpulan :
• Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan LA
meningkatkan kualitas hidup terkait penglihatan pada pasien dengan
AMD kering dengan meningkatkan aktivitas antioksidan. Dengan
demikian, LA bisa dianggap sebagai terapi yang menjanjikan untuk
pengobatan AMD.
PENDAHULUAN
• Degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah penyakit mata yang umum dan
menyebabkan kerusakan pada makula, yang merupakan titik kecil di dekat pusat
retina dan bertanggung jawab atas penglihatan tajam dan sentral.

• Prevalensi tinggi → penyebab utama kehilangan penglihatan pada populasi lansia.

• Disfungsi mitokondria pada epitel pigmen retina (RPE) yang disebabkan oleh
stres oksidatif memainkan peran penting dalam pengembangan AMD

Atrofik
Tipe Kering
90% kasus
AMD
Neovaskular
Tipe Basah
10% kasus
α-asam lipoat (LA) adalah sebuah antioksidan biologis yang terdapat
di mitokondria sebagai kofaktor penting untuk beberapa kompleks
enzim mitokondria termasuk dehidrogenase piruvat dan α-ketoglutarat
dehidrogenase.

LA dapat menghasilkan efek anti-oksidatif tidak langsung dengan


meningkatkan aktivitas ligase γ-glutamil-lisis (GCL) yang
mengendalikan sintesa glutathione (GSH), dan enzim fase II lainnya
yang berkontribusi terhadap detoksifikasi senyawa xenobiotik.

LA efektif dalam melindungi sel RPE terhadap disfungsi mitokondria


akibat kerusakan akibat oksidan secara in vitro.
• Saat ini tidak ada obat yang efektif untuk pasien AMD → upaya untuk
memperlambat atau menghentikan perkembangan AMD melalui suplementasi
antioksidan sangat penting.

• Superoksida dismutase (SOD) mengkatalisis penurunan superoksida menjadi


oksigen dan hidrogen peroksida dan berfungsi sebagai pertahanan tubuh yang
paling kuat di hampir semua sel dengan sifat anti-oksidatifnya.

Tujuan Penelitian

Untuk mengevaluasi manfaat LA pada pasien AMD kering dengan


menganalisis aktivitas SOD serum, ketajaman penglihatan dan
kualitas hidup terkait sebelum dan sesudah pengobatan LA, dan
memberikan bukti untuk aplikasi klinis.
BAHAN DAN METODE
Study subjects and intervention
• 100 pasien (60-83 tahun) dengan AMD tipe kering direkrut antara Mei 2014
dan Mei 2015 dari Departemen Oftalmologi di RS Qilu di Universitas
Shandong.
• Tidak menderita diabetes atau hipertensi yang dapat mempengaruhi fungsi
retina.
• Kejernihan lensa dan media okuler tetap transparan.
• Tidak ada riwayat keluarga dengan glaukoma.
• TIO normal dan C/D ≤ 0,4.
• Tidak ada miopia tinggi, uveitis dan ablasi retina yang dapat mempengaruhi
fungsi makula.
• Status merokok semua pasien tidak berubah sebelum dan sesudah perawatan.
• Kelompok perlakuan (n =50) → menerima oral kapsul LA (0,2 g sehari,
Jiangsu Wanhe Pharmaceuticals Co., Ltd.) selama 3 bulan.
• Kelompok kontrol,(n =50) → menerima vitamin C secara oral (1,0 g setiap
hari, Tianjin Pharmaceuticals Group Co, Ltd) selama 3 bulan.
• Semua subjek menghadiri kunjungan tindak lanjut (follow-up) setiap bulannya.
Quality control
• Dikembangkan praktik klinis uji coba standar untuk pelatihan terpadu para peneliti,
termasuk formulir laporan, pemeriksaan fisik pasien, proses penilaian, input data dan
tindak lanjut (follow-up) selama penelitian berlangsung. Pemantauan berkala
dilakukan oleh petugas pengendali mutu.

Measurement of serum SOD activity


• Aktivitas SOD diukur dengan menggunakan xanthine-xanthineoxidase sebagai
generator superoksida. Data dinyatakan dalam satuan aktivitas per mililiter serum
(U/mL).

Chinese-Version Low Vision Quality of Life (CLVQOL) Questionnaire


• Sebagai instrumen yang valid untuk mengukur kualitas hidup pasien AMD dengan
reliabilitas dan validitas yang tinggi.
• Terjemahan bahasa inggris → Low Vision Quality of Life questionnaire (digunakan
untuk mengevaluasi perubahan kualitas hidup yang berkaitan dengan penglihatan).
• 25 item tertutup yang dinilai pada skala ordinal 5 poin → 5 (tidak ada masalah karena
penglihatan) dan 1 (kesulitan besar karena penglihatan) dalam kuesioner.
Measurement of best-corrected visual acuity (BCVA)
• BCVA dari semua pasien sebelum pengobatan atau 3 bulan setelah perawatan
diukur dengan grafik Snellen, sedangkan ketajaman visual Snellen diubah menjadi
unit logMAR.

Measurement of contrast sensitivity (CS)


• Sensitivitas kontras diuji dengan uji sensitivitas kontras CSV-1000 E. Tes
dilakukan setelah pasien disesuaikan dengan pencahayaan ruangan. Data
menyajikan pengukuran sensitivitas kontras pada 3, 6, 12, 18 siklus per derajat
(cpd).

Statistical analyses
• Data serum SOD, BCVA, CS dan CLVQOL dianalisis dengan ANOVA satu arah
(SPSS versi 21.0, Chicago, AS).
HASIL
Basic demographic information of recruited patients

Change of serum SOD, BCVA and CLVQOL


in dry AMD patients before and after treatment
HASIL
Changes of contrast sensitivity in dry AMD patients after treatment

Correlation of CLVQOL score and contrast sensitivity


DISKUSI
• Stres oksidatif merupakan salah satu faktor penting dalam etiologi AMD.
Cedera oksidatif pada mitokondria dapat menyebabkan kerusakan oksidatif dan
mengakibatkan disfungsi mitokondria yang berperan penting dalam pembentukan
AMD.
• Faktor usia tua, merokok, penerangan sinar biru dan tingkat antioksidan dari
makanan yang lebih rendah → menghasilkan kerusakan oksidatif yang disebabkan
oleh peningkatan stres oksidatif dan meningkatkan risiko AMD.
• AMD → peningkatan kadar serum dari marker stres oksidatif seperti peroksidasi
lipid dan pengurangan sistem pertahanan antioksidan. Kerentanan terhadap
peroksidasi lipid di retina sangat tinggi dan meningkat seiring bertambahnya usia di
daerah makula. Proses fagositosis RPE meningkatkan pembentukan stres oksidatif
dan menghasilkan sejumlah besar spesies oksigen reaktif endogen.

LA memberikan efek perlindungan untuk fungsi mitokondria melalui perbaikan


metabolisme mitokondria.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa LA menunjukkan aktivitas antioksidan yang


signifikan.

Bentuk teroksidasi dari LA menunjukkan aktivitas anti-oksidatif melalui pendinginan


langsung oksigen singlet, radikal hidroksil dan hidrogen peroksida.
Risiko pengembangan penyakit kronis meningkat seiring bertambahnya usia karena aktivitas
SOD menurun seiring bertambahnya usia.

Penurnan SOD pada tikus menyebabkan apoptosis sel RPE.

Dalam penelitian ini ditemukan bahwa setelah 3 bulan pengobatan oral LA terjadi
peningkatan aktivitas serum SOD yang signifikan pada pasien AMD kering →
menunjukkan peningkatan kemampuan tubuh untuk merespons kerusakan oksidatif.

Terlihat peningkatan yang signifikan dalam aktivitas SOD serum setelah suplemen LA
yang dikaitkan dengan peningkatan kualitas visual pasien AMD kering.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LA sebagai antioksidan yang efektif, bisa menjadi
salah satu cara yang menjanjikan untuk mencegah perkembangan kehilangan penglihatan di
AMD.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa skor CLVQOL
meningkat secara signifikan dengan pengobatan LA, dan
nilainya tidak terlalu signifikan pada kelompok kontrol.

Kami juga menemukan bahwa skor CLVQOL berkorelasi


positif dengan sensitivitas kontras pada frekuensi spasial
rendah (3 cyc / degree) pada pasien yang diobati dengan
LA. Hasil ini menunjukkan bahwa LA meningkatkan
sensitivitas kontras frekuensi rendah melalui efek
antioksidan dan dengan demikian meningkatkan skor
CLVQOL.
KESIMPULAN

Pengobatan dengan LA dapat secara signifikan


meningkatkan aktivitas SOD dan memperbaiki
kualitas visual pasien AMD tipe kering

LA dapat menjadi strategi efektif untuk mengurangi


kejadian atau meningkatkan pemulihan degenerasi
makula.