Anda di halaman 1dari 30

PENYAKIT TROPIS

KELOMPOK 4

ARLITA
BEATRICIA INDRA JUNITA
CHUMAIRA ANINDA YUDINA
M. RIZKI ALFIAN
REZA JANUAR PERMANA
NOVIA APRILLIA
SITI KHADIJAH
WAHDATUR RAHMI ANNISA
DEFINISI

• Penyakit tropis merupakan penyakit yang


menjangkit pada area tropis
• Penyakit ini meliputi penyakit menular maupun
tidak menular
• Penyakit infeksi dan non infeksi
• Indonesia: tropis, multi ethnik, genetik, sosial budaya
FAKTOR YANG MEMPENGARUH
Lingkungan

Host Agen

Interaksi host, agen, dan lingkungan


LINGKUNGAN

• Lingkungan merupakan faktor penting yang


mempengaruhi keseimbangan antara host dan
agen
• Lingkungan terdiri dari faktor fisik dan non fisik.
• Lingkungan fisik meliputi:
• Keadaan geografis
• Kelembaban udara
• Temperatur
• Lingkungan tempat tinggal
AGEN

• Faktor agen penyebab penyakit:


• Bahan kimia, mekanik, stress (Psikologis), dan
biologis (infeksi bakteri, virus, parasit, atau jamur)

• Salah satu sifat agen penyakit adalah virulensi


• Virulensi merupakan kemampuan atau keganasan
suatu agen penyebab penyakit untuk
menimbulkan kerusakan pada sasaran
HOST

• Hal yang perlu diperhatikan tentang host meliputi:


• Karakteristik (umur, jenis kelamin, pekerjaan,
keturunan, ras, gaya hidup)
• Gizi atau daya tahan
• Pertahanan tubuh
• Kesehatan pribadi
• Gejala dan tanda penyakit
• Pengobatan
MEKANISME PENULARAN

1. Kontak Langsung (hubungan seks, kulit, varisela)


2. Udara (percikan ludah, dahak atau bersin)
3. Makanan dan Minuman
4. Vektor (nyamuk, pinjal, anjing, kucing, kera)
PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN
• Tindakan terpenting: memutus rantai penularan
(menghentikan kontak agen penyebab penyakit
dengan host)
• Menitikberatkan penanggulangan faktor resiko
penyakit (lingkungan dan perilaku)
JENIS PENYAKIT TROPIS

1. Penyakit Infeksi oleh Bakteri


(TBC, difteria, pertusis, tetanus neonatorum,
demam tifoid, kusta, pes, antraks, leptospirosis)
2. Penyakit Infeksi oleh Virus
(DBD, chikungunya, campak, hepatitis, rabies, HIV-
AIDS, varisela, flu burung, SARS, polio)
3. Penyakit Infeksi oleh Parasit
(malaria, cacing, filariasis)
INFEKSI BAKTERI

A. TBC (Tuberculosis)
• Penyebab: Mycobacterium tuberculosis & M.
bovis
• Ditularkan lewat udara saat pasien batuk atau
percikan ludah.
Infeksi Bakteri
B. Difteri
• adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh
corynebacterium diphteriae yang berasal dari
membrane mukosa hidung dan nasofaring, kulit
dan lesi lain dari orang yang terinfeksi
• Pencegahan:
Bayi = imunisasi DPT (difteria, pertusis dan tetanus)
Anak usia SD = vaksin DT (difteria, tetanus)
Infeksi Bakteri
C. Pertusis
• merupakan penyakit infeksi saluran nafas akut =
batuk rejan (anak)
• Penyebab: Bordetella pertussis (haemophilus
pertussis)
• Penularan melalui droplet
• Pencegahan : imunisasi
Infeksi Bakteri
D. Tetanus Neonatorum
• merupakan penyakit kekakuan otot (spasme) yang
disebabkan oleh eksotoksin dari Clostridium tetani
• Penularan melalui luka dalam akibat kecelakaan,
tertusuk, operasi, karies gigi, radang telinga tengah,
dan pemotongan tali pusat
• Pencegahan:
- Imunisasi aktif dengan toksoid
- Perawatan luka (dengan hidrogen peroksida)
- Persalinan yang bersih
Infeksi Bakteri
E. Demam Tifoid
• adalah infeksi akut pada saluran pencernaan
yg disebabkan oleh Salmonella typhi
• Penularan melalui air dan makanan
• Pencegahan: kebersihan makanan dan
minuman, sanitasi lingkungan
Infeksi Bakteri
E. Demam Tifoid
• adalah infeksi akut pada saluran pencernaan
yg disebabkan oleh Salmonella typhi
• Penularan melalui air dan makanan
• Pencegahan: kebersihan makanan dan
minuman, sanitasi lingkungan
Infeksi Bakteri
F. Kusta
• Angka kejadian di Indonesia: papua (6,5),
maluku (5,43) dan NAD (2,77) per 10.000
penduduk
• Penyebab: Mycobacterium leprae
Infeksi Bakteri
G. PES
• merupakan penyakit pada rodensia akibat terinfeksi
Yersinia pestis
• Penularan: tikus liar yg mengigit pinjal atau langsung
manusia, manusia yg terinfeksi digigit pinjal, droplet
• Pencegahan:
-Menempatkan kandang ternak di luar rumah
-Merekonstruksi rumah
-Membuat ventilasi
-Melapisi lantai dengan semen
-Melapor ke puskesmas bila banyak tikus mati
-Mengatur ketinggian tempat tidur (> 20 cm)
Infeksi Bakteri
H. ANTRAKS
• merupakan penyakit yang disebabkan oleh
Bacillus anthracis pada binatang ternak/buas
• Penularan:
-Kontak dengan kulit manusia yg lesi,
lecet/abrasi
-Mengkonsumsi daging yang terkontaminasi -
Menghisap spora di kandang hewan
-Digigit serangga yang baru menggigit hewan
infektif
Infeksi Bakteri
I. LEPTOSPIROSIS
• merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh
bakteri Leptospira interrogans
• Penularan:
-Kontak dengan air, tanah dan lumpur yang
tercemar bakteri
-Kontak dengan organ, darah dan urin hewan
terinfeksi
-Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi
INFEKSI VIRUS
A. Demam berdarah dengue (DBD)
• Disebabkan oleh virus dengue dari kelompok
Arbovirus B yang disebarluaskan oleh artropoda
• Vektor utama nyamuk Aedes aegypti dan Aedes
albopictus
Pencegahan:
a. Pembersihan jentik
- program pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
- larvasidasi
- menggunakan ikan (ikan kepala timah, capung,
sepat)
b. Pencegahan gigitan nyamuk
- menggunakan kelambu
- menggunakan obat nyamuk
- penyemprotan
INFEKSI VIRUS
B. CHIKUNGUNYA
• merupakan penyakit yang mirip dengan demam
dengue yang disebabkan oleh virus chikungunya
dab ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes africanus.
C. Campak
• Penyebabnya virus campak (Morbillivirus)
Penularan melalui droplet di udara oleh penderita
sejak 1 hari sebelum timbulnya gejala klinis sampai 4
hari sesudah ruam.
D. Hepatitis
• adalah penyakit radang hati yang disebabkan oleh
virus hepatitis (Picornavirus)
Ditularkan melalui makanan-minuman yang
terinfeksi, hubungan seksual .
INFEKSI VIRUS

E. RABIES
• adalah penyakit yang menyerang susunan
saraf pusat
Penyebab: virus yang berfamili Rhabdovirus
Ditularkan melalui anjing, kucing dan monyet
F. HIV-AIDS
• AIDS adalah suatu kumpulan gejala penyakit
kerusakan sistem kekebalan tubuh
Penyakit ini bukan bawaan tapi hasil penularan,
yang disebabkan oleh virus HIV
Penularan:
Cairan tubuh (darah, cairan genital, ASI), Ibu hamil,
jarum suntik, transfusi darah dan hubungan seksual.
INFEKSI VIRUS
Lanjutann...
• Pengobatan:
-Pengobatan suportif
-Penanggulangan penyakit oportunistik
-Pemberian antivirus
-Penangulangan dampak psikososial
• Pencegahan:
-Hindari hubungan seksual dg penderita AIDS,
pasangan berganti-ganti & pecandu narkotik
suntik
-Memberikan tranfusi darah hanya yg perlu
-Memastikan alat suntik steril
INFEKSI VIRUS

G. VARISELA
• adalah infeksi virus akut yang ditandai
dengan adanya vesikel pada kulit yang
sangat menular
chicken pox, cacar air, varisela zoster
Disebabkan oleh Herpesvirus varicellae
atau Human (alpha) herpes virus-3
Penularan melalui kontak langsung
(cairan vesikel) dan droplet
INFEKSI VIRUS
H. FLU BURUNG
• Penyebabnya virus Al (Orthomyxoviridae)
Penularan: udara dan skskret (kotoran, urin, ingus) unggas yang
terinfeksi
Pencegahan:
a. Peternak: gunakan masker, baju khusus, kacamata di
peternakan, batasi jumlah orang yang masuk, desinfeksi
orang, kendaraan, alat dan isolasi kandang & kotoran
b. Masyarakat umum: pilih daging yang segar, masak daging
min 80°C, telur 65°C, jaga kesehatan dan ketahanan tubuh
INFEKSI VIRUS

I. SARS
• Severe acute respiratory syndrome/sindrom
pernafasan akut berat adalah sindrom akibat
infeksi virus paru yang mendadak dengan
gangguan pernafasan
Penyebabnya Paramyxovirus
Penularan: melalui droplet pasien yg terinfeksi
Pencegahan:
-Mencegah penularan melalui udara, droplet
-Menggunakan masker buat penderita
-Perawatan penderita di ruang isolasi
INFEKSI VIRUS

J. POLIO
• adalah penyakit akut yang menyerang sistem
syaraf perifer karena virus polio (enterovirus)
Ditularkan antar manusia melalui rute oro-
fekal, sekret faring.
INFEKSI PARASIT

A. MALARIA
• disebabkan oleh parasit sporozoa (Plasmodium)
yang ditularkan melalui gigitan nyamuk
anopheles betina infektif
B. CACING
• Penyebab;
-Cacing tambang: Necator americanus,
Ancylostoma duodenale dan Ancylostoma
ceylonicum
-Cacing gelang: Ascaris lumbricoides
INFEKSI PARASIT

C. FILARIASIS
• adalah penyakit akut yang menyerang sistem
syaraf perifer karena virus polio (enterovirus)
Ditularkan antar manusia melalui rute oro-fekal,
sekret faring.
TERIMAKASIH