Anda di halaman 1dari 12

UVEITIS POSTERIOR

Anatomi Uvea
• melibatkan fundus posterior
sampai vitreous base
(vitreous, retina, dan nervus
optik)
• Retinitis  inflamasi pada
retina
• Choroiditis  inflamasi pada
koroid
• Vasculitis  inflamasi pada
vena, arteri atau keduanya
Definisi
• Uveitis posterior meliputi renitis, choroiditis dan
retinal vaskulitis.
• Beberapa peradangan berasal dari retina atau koroid
tetapi sering ada keterlibatan keduanya 
retinochoroiditis dan chorioretinitis.
Etiologi
• Toxoplasma
• Sifilis
• Sarkoidosis
• Herpes simplex
• CMV
• Tuberculosis
• Endoftalmitis
• Riwayat trauma
• Riwayat autoimun
Tanda dan Gejala
• Penglihatan buram  bila mengenai sentral
makula
• Floaters
• Fotofobia
• Tidak nyeri
• Vitreous keruh
• Retinitis  dapat bersifat fokal (soliter) atau
multifocal.
• Karakterisasi lesi aktif terdapat “whitish retinal
opacities” dengan batas yang tidak jelas 
edema.
• Saat lesi membaik batas menjadi jelas.
• Koroiditis  biasanya tidak menyebabkan
vitritis jika tidak melibatkan retina, pada
koroiditis ditandai dengan nodul kuning
• Vaskulitis  dapat terjadi sebagai kondisi primer atau sebagai
fenomena sekunder yang berdekatan dengan fokus retinitis.
• Vena lebih sering terjadi
Tatalaksana
- Pada uveitis posterior diberikan steroid tahanan terhadap outflownya.
sistemik atau steroid yang disuntikan ke
dasar orbita atau ke dalam ruang subtenon.
- Antibiotik atau antivirus spesifik
- Penggunaan kortikosteroid sistemik jangka
panjang  risiko peningkatan tekanan pada
mata (glaukoma).
- Sekitar 35-40% populasi bereaksi terhadap
terapi steroid topikal atau sistemik 3 minggu
 tekanan intraokular tinggi.
- Peningkatan deposit mucopolysaccharides
dalam jaring trabekular  meningkatkan