Anda di halaman 1dari 37

 Lebih dari 40% pasien sirosis hepatis asimptomatik dan

sering ditemukan pada waktu pemeriksaan rutin


kesehatan atau autopsi.
 Di seluruh dunia sirosis menempati urutan ketujuh
penyebab kematian.
 Kejadian di Indonesia menunjukkan bahwa pria lebih
banyak dari wanita (2,1:1) dengan usia rata-rata 44 tahun.
 Beberapa laporan rumah sakit umum pemerintah di
Indonesia secara keseluruhan prevalensi sirosis adalah
3,5% dari seluruh pasien yang dirawat di bangsal penyakit
dalam atau rata-rata 47,4% dari seluruh pasien penyakit
hati yang dirawat di bangsal.
 Dengan mengetahui mortalitas dan morbiditas serta
tingkat keparahan sirosis hepatis maka diperlukan
pencegahan baik primer, sekunder maupun tersier
terhadap pasien sirosis hepatis.
 Nama : Ny. M
 Jenis kelamin : Perempuan
 Umur : 44 tahun
 Tempat tanggal lahir: Karawang, 03 April 1968
 Alamat : Kamurang 11, RT 004 RW 006 Kel. Jatimulya
 Kec. Pedes, Karawang, Jawa Barat
 Agama : Islam
 Suku : Sunda
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Pendidikan : Tidak bersekolah
 Status pernikahan : Sudah menikah
 Tanggal masuk : Minggu, 26 September
2017

Keluhan utama :
Perut yang makin membesar sejak 5 minggu
SMRS

Keluhan tambahan :
Bengkak di kedua kaki sejak 3 minggu SMRS
 Pasien datang ke IGD RSUD Karawang dengan keluhan perut
yang semakin lama semakin membesar sejak 5 minggu SMRS.
Awalnya perut terasa penuh dan begah, namun lama kelamaan
semakin nyeri di seluruh perut. Menurut pengakuan pasien,
bengkak di perut menjalar ke kedua kaki sejak 3 minggu SMRS.
Keluhan perut membesar dan bengkak di kedua kaki ini
membuat pasien susah beraktivitas, terutama dalam berdiri dan
berjalan. Riwayat bengkak di mata dan wajah disangkal keluarga
pasien. Keluhan muntah darah segar atau muntah berwarna
hitam disangkal pasien. Mual juga tidak dirasakan, hanya nafsu
makan yang makin lama makin memburuk. Keluhan seperti ini
baru dirasakan pertama kali.

 Keluhan tidak disertai dengan batuk berdahak, tidak ada riwayat


minum obat selama 6 bulan atau obat TBC Paru. Keluhan
keringat dingin saat malam hari dan meriang saat malam hari
disangkal. BAK dan BAB normal seperti biasa tidak ada kelainan.
 Riwayat penyakit hati sebelumnya (-),riwayat
kuning (-), riwayat Diabetes Mellitus tipe 2 (-
), riwayat hipertensi (-), riwayat penyakit paru
(-), riwayat penyakit jantung (-), riwayat
penyakit ginjal (-), riwayat keganasan (-).
 Riwayat keluhan serupa (-), riwayat Diabetes
Mellitus tipe 2 (-), riwayat hipertensi (-),
riwayat penyakit paru (-), riwayat penyakit
jantung (-), riwayat penyakit ginjal(-), riwayat
keganasan (-).
 Belum pernah berobat untuk keluhan ini.
namun sering meminum jamu-jamuan dan
obat warung jika sedang merasa sakit.
 Pasien tinggal di rumah bersama suami dan
keluarga yang lain. Rumah padat penduduk.
Pasien makan makanan di rumah, jarang
untuk membeli makanan di luar. Air bersih
untuk mandi dan cuci dengan air sumur.
Pasien cukup bersih. Pasien tidak merokok,
tidak mengkonsumsi obat-obatan, NAPZA
ataupun alkohol. Dulunya sebelum sakit,
pasien mengaku mengonsumsi jamu untuk
kesehatan dan obat warung jika merasa
demam atau batuk.
 Pasien tidak bekerja, mendapat uang dari
suami. Uang untuk kebutuhan sehari-hari
dirasa cukup dari penghasilan suami. Pasien
berobat dengan BPJS.
 Status Generalis

Keadaan Umum
 Kesan sakit : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos mentis
 Keadaan lain : Anemis (-), ikterik (-),sianosis (-), dyspnoe (-), oedem (+)
Data Antopometri
 BB : 75 kg
 TB : 155 cm
 IMT : tidak bisa dinilai
 Kesan gizi : -
 Tanda Vital
 Tekanan darah : 120/80 mmHg
 Nadi : 101 x/menit, kuat, isi cukup, ekual kanan dan kiri, regular
 Napas : 20 x/menit
 Suhu : 36,8˚C (diukur dengan thermometer)
 SpO2 : 98% (tidak memakai nasal kanul)

 Kepala : Normocephali, kelainan pada kepala (-)


 Rambut : Hitam, distribusi tidak merata dan tidak mudah dicabut
 Wajah : Wajah simetris, luka/jaringan parut (-), malar rash (-)
 oedem pipi (-)

 Mata
- Oedem palpebra : (-/-)
- Konjungtiva anemis : (+/+)
- Ikterik : (-/-)
- Pupil : Isokor

 Telinga
- Bentuk : Normotia
- Nyeri tarik aurikula : Tidak ada
- Nyeri tekan tragus : Tidak ada
- Liang telinga : Lapang
 Hidung  Lidah
- Bentuk : Simetris - Normoglosia
- Tidak ada atrofi papil lidah
- Sekret : Tidak ada
- Coated tongue (-)
- Mukosa hiperemis : Tidak ada
- Napas cuping hidung : Tidak ada  Tenggorokan
- Deviasi septum : Tidak ada - Dinding posterior faring tidak
hiperemis
- Uvula letak ditengah
 Bibir
- Tonsil T1 T1
- Mukosa berwarna merah - Tidak hiperemis
- Tidak kering
- Tidak sianosis.  Leher
- Tidak ada pembesaran
Kelenjar Getah Bening dan
 Mulut
tiroid, buffalo humo (-)
- Tidak terdapat trismus - JVP 5+2cm
- Gusi tidak pucat
- Oral hygiene baik
 Inspeksi : Bentuk dada normal, petechie (-), gerak dinding dada
statis dan dinamis simetris, tipe pernapasan
thorakoabdominal, pulsasi ictus cordis tidak terlihat.
 Palpasi : Pernapasan simetris, vokal fremitus simetris, ictus cordis
teraba di ICS V medial dari linea midclavicularis sinistra.
 Perkusi : Hemitoraks kanan dan kiri sonor, batas paru dan hepar
setinggi ICS VI linea midclavicularis dekstra, batas paru
dan lambung setinggi ICS VIII linea axillaris anterior
sinistra.
Batas jantung kanan setinggi ICS IV linea parasternal
dekstra, batas jantung kiri setinggi ICS V medial dari
linea midclavicularis sinistra, batas atas jantung setinggi
ICS II linea parasternalis sinistra.
 Auskultasi : Suara napas vesikuler +/+, ronki -/-, wheezing -/-
Bunyi jantung I dan II reguler, gallop (-), murmur (-)
Abdomen Kelenjar Getah Bening

Inspeksi
Preaurikuler
 Perut cembung, tens ascites (+) Tidak teraba membesar
 benjolan (-), Postaurikuler
 tidak dijumpai adanya efloresensi Tidak teraba membesar
pada kulit perut,kulit keriput (-), Submandibula
venektasi (-),
Tidak teraba membesar
 gerak dinding perut saat bernapas Supraclavicula
simetris
Tidak teraba membesar
Axilla
Auskultasi Tidak teraba membesar
Bising usus 4x/menit Inguinal
Tidak teraba membesar
Perkusi
Sifting dullness (tidak bisa dinilai),
Redup

Palpasi
- Distensi (+)
- undulasi (+)
- Nyeri tekan di seluruh lapang perut
- Turgor tidak bisa dinilai
- Hepar dan lien tidak teraba
• Inspeksi : Simetris, tidak terdapat kelainan
pada bentuk tulang, edema (+/+) pada
ekstremitas bawah, tidak tampak hiperemis,
sianosis (-)
Ekskremitas • Palpasi : Capillary filling time < 2 detik,
akral hangat pada keempat ekstremitas,
edema pretibial (+/+) pitting, tidak teraba
hangat, nyeri tekan (-).

• Sawo matang, tidak tampak


sianosis, tidak tampak ikterik,
Kulit tidak tampak ruam, turgor kulit
kembali cepat < 2 detik.
PARAMETER HASIL NILAI RUJUKAN
HEMATOLOGI

Hemoglobin 10 g/dL 11,7 – 15,5


Eritrosit 3,9 x 106/µL 4,1 – 5,1
Leukosit 3,81 x 103/µL 4,4 – 11,3
Trombosit 129 x 103/µL 150 – 400
Hematokrit 32,7 % 35 – 47
MCV 84 fL 80 – 100
MCH 26 pg 26 – 34
MCHC 31 g/dL 32 – 36
RDW-CV 17,9 % 12,2 – 14,8
PARAMETER HASIL NILAI RUJUKAN

Natrium 136 mmol/L 134 - 143


Kalium 3,7 mmol/L 3,7 - 5,5
Chlorida 106 mmol/L 98,0 – 107,0
Glukosa darah
103 mg/dL 70 – 110
sewaktu
SGOT 66,5 U/L < 31,00
SGPT 9,5 U/L <33
Ureum 29,6 mg/dL 15,0 – 50,0
Kreatinin 0,82 mg/dL 0,50 – 0,90
Natrium 136 mmol/L 134 - 143
Kalium 3,7 mmol/L 3,7 - 5,5
 Diagnosis Kerja
 Sirosis Hepatis + Ascites Permagna

 Diagnosis Banding
 Peritonitis TB
 Sindrom Nefrotik
 Rawat inap
 IVFD Dextrose 5% 20 tpm
 Injeksi Lasix 2-1-0
 Tablet Spirononlakton 100 mg 3 x 1 tablet
 Tablet KSR 3x1 tab
 Tablet Curcuma 3x1 tab
 USG Abdomen
 Ad vitam : dubia ad malam
 Ad functionam : dubia ad malam
 Ad sanationam : dubia ad malam
Hari 4 tanggal 1 Oktober 2017
Pemberian syr Lactulac 1 x C1

Hari 5 tanggal 2 Oktober 2017


Pasien BAB Hitam dan diberi As. Tranexamat
3x500mg injeksi
 Hari 7 tgl 6 Oktober 2017
 Hasil HbsAg non reaktif

 Hari ke 12 dipulangkan
2.1 Dasar Diagnosis
Anamnesis
 Mudah lelah
 Anoreksia
 Berat badan menurun
Pemeriksaan Fisik
 Untuk mengetahui penyebab dari sirosis
hepatis
 USG
 MRI
 CT-Scan
 Pasien datang ke IGD RSUD Karawang dengan keluhan perut
yang semakin lama semakin membesar sejak 5 minggu SMRS.
Awalnya perut terasa penuh dan begah, namun lama kelamaan
semakin nyeri di seluruh perut. Menurut pengakuan pasien,
bengkak di perut menjalar ke kedua kaki sejak 3 minggu SMRS.
Keluhan perut membesar dan bengkak di kedua kaki ini
membuat pasien susah beraktivitas, terutama dalam berdiri dan
berjalan. Riwayat bengkak di mata dan wajah disangkal keluarga
pasien. Keluhan muntah darah segar atau muntah berwarna
hitam disangkal pasien. Mual juga tidak dirasakan, hanya nafsu
makan yang makin lama makin memburuk. Keluhan seperti ini
baru dirasakan pertama kali.

 Keluhan tidak disertai dengan batuk berdahak, tidak ada riwayat


minum obat selama 6 bulan atau obat TBC Paru. Keluhan
keringat dingin saat malam hari dan meriang saat malam hari
disangkal. BAK dan BAB normal seperti biasa tidak ada kelainan.
3.2 Temuan Pemeriksaan Fisik
 Kepala: dalam batas normal
 Leher: dalam batas normal.
 Thorax: dalam batas normal
 Abdomen: tampak buncit, tens ascites (+),
perkusi redup
 Ekstremitas atas dan bawah: edema tungkai
bawah +/+ pitting

 Vaksinasi Hepatitis A  acute hepar failure
dan Vaksinasi hepatitis B jika etiologi bukan
hepatitis B
 Menghindari alkohol
 Menghindari intake makanan dan minuman
yang mengandung Cu
 Fibroscan menentukan terdapat fibrosis atau
tidak pada pasien yang menderita hep B
 Non-selective beta blocker untuk mencegah
varises esofagus
 Antibiotik profilaksis untuk mencegah peritonitis
bakterial spontan
 Menghindari diuresis yang kuat dan obat
nefrotoksik untuk mencegah sindrom
hepatorenal
 Enoxaparin sebagai salah satu warfarin dengan
molekul yang kecil efektif mencegah trombosis
vena porta di pasien sirosis hepatis
 Jika ada varises  Ligasi
 USG abdomen untuk deteksi dini hepatoma