Anda di halaman 1dari 24

PENEMUAN

PENDERITA MALARIA
TUJUAN PEMBELAJARAN
• Tujuan Pembelajaran Umum:
Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu
melakukan penemuan penderita malaria.
• Tujuan Pembelajaran Khusus:
Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu
melakukan:
– Active Case Detection (ACD)
– Passive Case Detection (PCD)
– Mass Fever Survey (MFS)
– Malariometric Survey (MS)
– Mass Blood Survey (MBS)
– Surveilans migrasi
– Survey kontak (contact survey)
Pengertian Penemuan
penderita
Penemuan penderita (case detection) adalah
kegiatan rutin maupun khusus dalam
pencarian penderita malaria melalui
pengambilan spesimen darah/sediaan darah
(SD) dan pemeriksaan lainnya terhadap orang
yang menunjukkan gejala klinis malaria.

(Sumber: Pedoman Penemuan Penderita, Ditjen PP-PL, 2006)


Menemukan penderita
malaria

• Berdasarkan gejala klinis yang


timbul

• Berdasarkan laboratorium:
- Mikroskopik malaria
- Rapid Diagnostic Test (RDT)
Jenis penemuan penderita

RUTIN

KHUSUS (SURVEI)
Jenis penemuan penderita
RUTIN :

• Passive Case Detection (PCD)


- Di yankes setiap jam kerja
- Penderita datang → anamnesa & pemr
fisik → pemr lab malaria

Negatif Positif

Penyakit lain OAM


Jenis penemuan penderita
RUTIN :
• ACD
- Penemuan penderita oleh JMD /
Kader secara kunjungan rumah.
- Kunjungan rumah :
Desa HCI : 2 minggu sekali kunjungan rumah
API > 5 ‰
Desa MCI : 1 bulan sekali kunjungan rumah
API 1 < 5 ‰
Desa LCI : 1 bulan sekali kunjungan dusun
API < 1 ‰
- POSMALDES
Jenis penemuan penderita
KHUSUS (SURVEI) :

• Survei Kontak
• Mass Fever Survei
• Malariometric Survei
• Mass Blood Survei
• Surveilans Migrasi
Survei Kontak
• Pengertian :
Merupakan bagian dari kegiatan penyelidikan epidemiologi
atas penderita malaria yang ditemukan positif

• Tujuan :
Untuk mengetahui apakah kasus positif yang ditemukan telah
menularkan penyakitnya pada orang yang tinggal serumah
atau tinggal berdekatan dengan rumah penderita

• Metode :
Melakukan pengambilan SD dari penghuni 5 rumah di sekitar
rumah penderita (+ 25 orang)
Surveilans Migrasi
• Sasaran :
Orang-orang yang menunjukkan gejala klinis malaria yang
baru datang dari daerah endemis, kegiatan ini dilakukan
terutama di desa yang reseptif dan diketahui penduduknya
banyak melakukan migrasi ke daerah endemis malaria

• Metoda :
Pengambilan SD terhadap penduduk dengan gejala malaria
klinis, bila positif diberikan pengobatan anti malaria

• Waktu :
Sesuai dengan jadwal Juru Malaria Desa atau setiap hari
kerja UPK dengan memperhatikan pola musim migrasi
penduduk
3. Mass Fever Survey (MFS)

Mass Fever Survey (MFS)


• Pengertian :
Adalah penemuan penderita malaria melalui survei yang ditujukan pada
seluruh penduduk daerah fokus dengan gejala demam, yang diikuti dengan
pemberian pengobatan anti malaria.
• Tujuan :
-Untuk konfirmasi di daerah2 yang semula tinggi kasusnya tapi sekarang rendah
-Memastikan adanya peningkatan kasus/KLB
• Sasaran :
Semua penderita demam yang ditemukan di dukuh yang melaporkan
peningkatan penderita malaria klinis
• Metoda :
Pengambilan SD / RDT terhadap semua penderita demam, diikuti pemberian
pengobatan terhadap penderita positif (MFT)
• Waktu :
- Sebelum puncak fluktuasi malaria (cegah KLB)
- Pada puncak fluktuasi malaria (kegiatan khusus)
- Konfirmasi KLB, bila ada dugaan terjadi KLB
Malariometrik Survey
a. Malariometrik Survey Dasar (MSD)
• Pengertian :
Adalah kegiatan pemeriksaan SD jari pada 100 anak kelompok
usia 0 – < 2 th & SD - limpa pada kelompok usia 2 – 9 th
• Tujuan :
Untuk mengukur tingkat endemisitas & prevalensi malaria pada
daerah yang belum tercakup kegiatan pemberantasan vektor
b. Malariometrik Survey Evaluasi (MSE)
• Pengertian :
Adalah kegiatan pemeriksaan SD jari pada 100 anak usia 0 – 9 th
• Tujuan :
Untuk mengukur dampak kegiatan pemberantasan vektor,
didaerah yang tidak dilakukan pemantauan parasit secara rutin
Pengukuran splenomegali dengan sistim Hackket
Keterangan gambar pembesaran limpa
• H 0 Limpa tidak teraba meskipun dengan pernapasan
dalam
• H 1 Limpa teraba pada pernapasan dalam
• H 2 Limpa teraba pada pernapasan biasa, tetapi
proyeksinya tidak melebihi garis horizontal yang
ditarik melalui pertengahan arcus costae hingga
umbilikus, yang diukur pada garis medio
klavikularis kiri
• H 3 Limpa teraba di bawah garis horizontal yang
melalui umbilikus
• H 4 Limpa teraba di bawah garis horizontal yang
melalui umbilikus tetapi tidak melewati garis
horizontal yang ditarik melalui pertengahan
umbilikus dan simfisis pubis
• H 5 Limpa teraba di bawah garis horizontal yang
ditarik melalui pertengahan umbilikus dan simfisis
pubis
Mass Blood Survey (MBS)
• Pengertian :
Adalah upaya penemuan penderita malaria disertai
pengobatan penderita malaria yang positif melalui
survei darah jari massal pada semua penduduk di
daerah fokus
• Tujuan :
- Pencarian penderita malaria di daerah endemisitas
tinggi yang sudah tidak menunjukkan adanya
gejala klinis yang spesifik pada masyarakat
- Menurunkan sumber penularan dengan melakukan
pengobatan radikal terhadap semua penderita
positif malaria
- Menemukan dan mengobati penderita malaria di
daerah yang belum terjangkau yan-kes
- Menemukan dan mengobati penderita malaria di
daerah yang sedang terjadi peningkatan kasus/KLB
• SASARAN PENDUDUK

• Penduduk semua golongan umur yang


ada di desa/kampung lokasi MBS dapat
diperiksa darah jarinya, minimal 80%
penduduk.
• Terutama golongan umur 0-9 tahun
diharapkan tercakup semua (untuk
menentukan angka PR%).
• Cara pelaksanaan :
Seluruh penduduk sasaran diambil SD nya &
diperiksa langsung di tempat, penderita positif
diberi pengobatan malaria

• Waktu :
1. Pada saat puncak kasus atau pada saat KLB
2. Pada keadaan tertentu (survei khusus)
• Metode :
1. Penentuan Lokasi
a.Lokasi ditentukan berdasarkan hasil
analisis data kasus puskesmas perdesa 3 – 5
tahun terakhir. Dipilih desa dengan kasus
malaria tertinggi.
b.Lokasi dapat pula ditentukan berdasarkan
laporan masyarakat dimana banyak
ditemukan penderita demam yang dicurigai
malaria.
c.Di daerah yang sedang terjadi KLB.
2. Pengambilan & Pemeriksaan darah
a. Rapid Diagnostic Test (RDT).
b. Mikroskopik.
c. Gabungan keduanya

3. Pengobatan penderita positif malaria


Penderita positif malaria langsung diobati ditempat
dengan pengobatan radikal menggunakan ACT &
Primakuin, kecuali untuk ibu hamil trimester 1
SAMPAI KETEMU LAGI...