Anda di halaman 1dari 42

SANITASI DAN HIGIENE

disampaikan pada acara


WORKSHOP CPKB BAGI PELAKU USAHA DI BIDANG KOSMETIK

1
PENDAHULUAN

SANITASI : PERALATAN dan FASILITAS

HIGIENE : PERSONALIA dan KELENGKAPAN


PAKAIAN KERJA
TUJUAN

1. Menghilangkan semua sumber potensial


kontaminan

2. Mencegah kontaminasi silang di semua


area

3. Mencegah campur baur


PRINSIP PEMBERSIHAN (2)
 Kegiatan pembersihan dilakukan sedemikian rupa sehingga tercegah
terjadinya kontaminasi (material dan produk).

 Pelaksanaa pembersihan :
 “deep cleaning”,
 “housekeeping cleaning”, dan
 “maintenance cleaning”.

 Semua bahan pembersihan dan sanitasi diberi label identitas yang jelas
dan disimpan terkunci, berjauhan dari area pengolahan dan gudang
penyimpanan .

 Peralatan dan piranti pembersihan tersedia dan siap untuk digunakan.


Peralatan pembersihan dirawat dan disimpan sehingga tidak
mengkontaminasi produk atau peralatan.
KEMANFAATAN
Untuk personnel :
 Menghindari resiko yang dapat berpengaruh terhadap
kesehatan karyawan .

Untuk produk :
 Mencegah kontaminasi terhadap produk
 Mempertahankan standard yang tinggi terhadap kualitas
produk

Untuk perusahaan :
 Menghemat biaya, menghindari pengerjaan ulang dan
penolakan
 Menghindari keluhan konsumen
 Menghindari potensi penarikan produk

Untuk konsumen:
 Mendapatkan kualitas produk yang aman dan bermutu
HIGIENA DASAR
Higiena personel pada umumnya merupakan
elemen utama dalam istilah “higiena”
berdasarkan alasan yang nyata.

Bakteri yang menyebabkan penyakit atau


pencemaran dapat dibawa dan ditularkan pada
permukaan dan produk oleh operator yang
menangani produk kosmetik .
PERSYARATAN UMUM
Semua karyawan yang kontak langsung dengan produk
mematuhi aturan higiena sedemikian rupa pada saat bekerja
guna melindungi produk dari kontaminasi. Metoda untuk
menjaga kebersihan antara lain mencakup :

1. Memakai pakaian pelindung yang sesuai dengan kegiatan yang


dilakukan untuk melindungi terhadap kontaminasi

2. Merawat kebersihan diri yang memadai

3. Mencuci tangan dengan bersih (dan melakukan sanitasi bila


diperlukan untuk mencegah kontaminasi dari mikroorganisme
yang tidak diinginkan )

4. Bila menggunakan sarung tangan dalam nenangani produk,


pertahankan kondisi kebersihan dan sanitari nya

5. Bila diperlukan , gunakan tutup kepala atau pelindung rambut


yang efektif , tutup jengot , dengan cara yang baik dan benar
Karyawan harus didorong utk selalu menerapkan
praktek kebersihan diri setiap saat.

Karyawan harus sehat dan mampu melaksanakan


tugas yang diberikan.

Pemeriksaan kesehatan secara teratur harus


dilakukan pada setiap karyawan yang terlibat dalam
proses manufaktur
selama proses penerimaan pegawai
setiap periode tertentu
mandi secara teratur setiap hari
 menyikat gigi
 mencuci tangan
sebelum masuk ke area
produksi
setelah dari toilet
setelah makan
setelah merokok
PANDUAN PENCUCIAN TANGAN
1.Basahi tangan 4. Bilas tangan
dengan air dengan air
mengalir mengalir

2.Gunakan sabun 5. Keringkan tangan


pada tangan dengan kertas tissu
dan jari. atau alat pengering
pada 32-60 C .
3.Bila diperlukan
gunakan sikat 6. Jangan lagi sentuh
untuk sesuatu. Bila tidak
membersihkan dapat dihindari,
kuku ulangi No1 - 5
SERAGAM YANG TEPAT
Semua karyawan yang berhak
memasuki ruang produksi harus
melaksanakan higiena diri termasuk
memakai pakaian seragam , tutup
kepala dan tutup kaki yang sesuai.
Utk mencegah kontaminasi silang,
operator tidak diperkenankan utk
pindah dari satu area ke area yang
lain yang membuat produk yang
berbeda .
DESAIN PAKAIAN SERAGAM
Operator harus menggunakan pakaian
seragam yang bersih sesuai dengan
tugas yang dilaksanakan.

Desain dari pakaian seragam harus tidak


mempunyai:
 bahan berserat
 kantong pada bagian atas pinggang.

Barang2 personal,misal berupa pensil,


pena atau thermomether, hendaknya
disimpan dalam saku atau kantung yang
terletak dibawah pinggang bila sedang
berada di area produksi .
PEMAKAIAN PENUTUP KEPALA YANG BAIK

Betul

Pria Wanita

Salah
PERALATAN KEAMANAN
Hindari kontak fisik langsung
dengan produk guna melindungi
produk dari kontaminasi .

Operator harus menggunakan Masker debu


perlengkapan keamanan bila bekerja
dengan bahan bahan berbahaya .

Masker asap

Sarung tangan Kacamata Penutup kumis/


jenggot
KONDISI SAKIT & LUKA TERBUKA
Personel yang sedang sakit atau
mempunyai luka terbuka yang
mungkin dapat memberikan resiko
merugikan terhadap produk, tidak
diperkenankan menangani bahan
awal, produk antara, atau produk
jadi sampai sehat kembali .
KARYAWAN DENGAN PENYAKIT
Karyawan hendaknya diberi
perintah atau didorong untuk
melaporkan ke atasan
langsungnya bila sedang sakit,
atau melihat suatu kondisi yang
dapat merugikan kualitas produk .
PERATURAN DI AREA PRODUKSI
 Dilarang menggunakan
cincin, giwang dan
perhiasan lain di area
produksi.

 Menyisir rambut hanya


diperbolehkan di ruang
locker.
 Dilarang menggunakan
bulumata palsu, kuku buatan
dan kelengkapan kecantikan
yang mungkin dapat jatuh ke
dalam produk.
DILARANG MAKAN, MINUM DAN MEROKOK
Kebijakan “dilarang makan”, “dilarang minum”
“dilarang merokok” dan “dilarang makan
permen karet” harus dilaksanakan dengan ketat .
Demikian juga “Dilarang meludah dilantai”.
Makanan tidak boleh disimpan di area Produksi,
Gudang atau Laboratorium.

No Eating,
No Drinking
No Smoking
SANITASI BANGUNAN
PRINSIP “GOOD HOUSEKEEPING”
Program pembersihan dan sanitasi thd ruangan, mesin dan peralatan
yang dirancang dengan baik, dilaksanakan dengan baik dan dipantau
dengan baik adalah sangat penting untuk mendapatkan suatu
standar higiena .
Pembersihan dan sanitasi saja
tidak menjamin standar higiena
di produksi . Higiena prosesing
serta higiena personel juga
merupakan faktor yang penting.
Bangunan dan fasilitas harus
dibangun sedemikain rupa
sehingga proses dan produk
yang bersih tidak tercampur
dengan yang kotor
Program pembersihan harus dilakukan secara berkala, tergantung dari
kebutuhan utk pembersihan di area tertentu. Persyaratan untuk
pembersihan harus dibuat terlebih dahulu sebelum mengembangkan
suatu program pembersihan .
DESAIN BANGUNAN (1)
Desain bangunan tergantung dari kegiatan manufacture.
Secara umum , semua area harus di desain sedemikian
rupa sehingga terhindar dari penumpukan kotoran dan
debu.
Fasilitas pabrik harus :
 menyediakan ruang yg cukup utk peralatan dan
penyimpanan bahan , serta untuk kegiatan perawatan
sanitasi dan keamananan utk produksi .
 menyediakan pencahayaan yang memadai, ventilasi
atau peralatan pengawas utk mengurangi kontaminasi.
 mempunyai program efektif utk pengendalian hama
program.
 periksa adanya hama dan penyebaran hama secara
berkala.
 bila perlu , sediakan saringan yang memadai atau alat
pelindung lain terhadap hama .
DESAIN BANGUNAN (2)
Bangunan dan fasilitas harus dibuat sedemikian rupa :
 Lantai, tembok dan langit 2 dibersihkan secara
memadai , selalu dalam keadaan bersih dan terawat
 Lantai harus keras , rata dan tidak berpori , miring
kearah saluran pembuangan air sehingga
memungkinkan pencucian dengan air.
 Lantai harus dijaga dalam kondisi yang akan
melindungi produk terhadap kontaminasi dan
mencakup penyimpanan yang baik utk peralatan ,
pembuangan sampah dan limbah .
 Saluran pembuangan harus dijaga seminimum
mungkin . Desain nya harus menghindari terjadinya
aliran balik . Saluran yang terbuka harus mudah
untuk dibersihkan dan disanitasi .
DESAIN BANGUNAN (3)
Sebagai tambahan :

 Harus terdapat suatu prosedur tertulis utk pembersihan


dan sanitasi , menunjukkan siapa yang bertanggung
jawab terhadap pelaksanaannya , bahan yang
digunakan dan cara pelaksanaannya . Prosedur ini
harus sesuai dengan area yang akan di bersihkan .

 Harus terdapat suatu catatan tertulis dari kegiatan


pembersihan yang telah dilakukan .

 Harus terdapat perlindungan maksimum terhadap


masuknya serangga atau hewan lainnya . Khususnya
untuk area bongkar muat , diperlukan suatu proteksi
terhadap cuaca dan serangga terbang .
Sekat udara
PINTU & JENDELA TERTUTUP
• Fasilitas harus terawat dengan baik
utk menghindari adanya
kontaminasi masuk kedalam area
produksi .

• Pintu dan jendela di ruang


produksi harus selalu dalam X
keadaan tertutup . Saringan harus
dipasang pada jendela atau bagian
terbuka lainnya .
X
FASILITAS SANITASI
Setiap pabrik harus dilengkapi dengan fasilitas
sanitasi yang memadai , termasuk di dalamnya
tetapi tidak terbatas hanya pada :
a. Pasokan air
b. Pemipaan
c. Fasilitas toilet
d. fasilitaspencuciantangan
e. Pembuangan sampah
f. Fasilitas tukar baju atau locker
Yang harus mencukupi dalam jumlah,
memadai ukuran dan desainnya serta dipasang
dengan baik untuk dapat dilakukan proses
pencucian dan sanitasi.
Fasilitas Sanitasi
PASOKAN AIR & PEMIPAAN
 Air adalah sumber utama kontaminasi terhadap
produk .
 Pasokan air harus mencukupi utk kegiatan yang
dilakukan dan berasal dari sumber yang
memadai .
 Pemipaan harus mempunyai ukuran dan desain
yang memadai, serta dipasang dan dirawat
dengan cara yang memadai untuk dapat :
 mengalirkan air dengan kuantitas yang
cukup ke tempat yang dituju.
 mengalirkan dengan baik limbah buangan
cair dan air cucian kotor.
 menyediakan saluran buangan air dari lantai
disemua area
 yakinkan tidak ada aliran balik , atau koneksi
silang diantara sistem pemipaan .
Fasilitas Sanitasi
PENCUCIAN TANGAN & TOILET

Harus disediakan fasilitas toilet dan tempat cuci


tangan yang memadai dan berventilasi dengan
baik bagi karyawan. Fasilitas ini harus terpisah
dari area produksi
 Harus berada dalam keadaan bersih setiap saat .
 Terawat dengan baik
 Mempunyai pasokan air yang cukup.
 Disediakan sabun, alat pengering tangan atau kertas
 Digunakan dengan baik oleh karyawan .
Fasilitas Sanitasi
PEMBUANGAN SAMPAH

Bahan limbah harus dibuang kedalam wadah


yang sesuai dan dikumpulkan untuk dibuang
secara berkala keluar dari area produksi.
Pengumpulan sampah secara berkala &
tepat waktu
Wadah sampah harus selalu dalam
keadaan tertutup dengan baik .
Pembungkus makanan tidak boleh
dibuang kedalam wadah sampah yang ada
di arae produksi .
Jangan gunakan wadah pengiriman
produk sebagai tempat pembuangan
sampah .
Fasilitas Sanitasi
RUANG GANTI

Fasilitas ganti pakaian atau locker yang


memadai harus tersedia di tempat yang
sesuai , untuk dapat digunakan sebagai
penyimpanan pakaian dan barang barang
milik karyawan

Barang pribadi
harus disimpan
dalam locker atau
laci .
KEUNTUNGAN GOOD HOUSEKEEPING
Suatu tempat kerja yang bersih mempunyai :
• Nilai yang tinggi dalam KUALITAS
• Nilai yang tinggi dalam PRODUKTIVITAS
• Menurunkan BIAYA
• Mengemat WAKTU
• Menjamin pengiriman yang EFISIEN
• Memberikan lingkungan yang SEHAT
• AMAN bagi karyawan yang bekerja di dalamnya
• Nilai yang tinggi dalam MORAL.

Before cleaning program After cleaning program


PERALATAN
SANITASI
PRINSIP SANITASI
 Prinsip utama utk sanitasi peralatan adalah sifat yang mudah
dibongkar atau dipindahkan ,untuk mempermudah pencucian
dengan bahan non korosif .
 Desain, jenis , ukuran dan pemasangan peralatan harus
sedemikian rupa sehingga dapat menghindari dan mencegah
kontaminasi selama penggunaan .
 Pada saat memilih dan membeli mesin , aspek higiene dari
produksi dan kemungkinan untuk pelaksanaan pembersihan dan
disinfeksi harus dipertimbangkan .
 Kontaminasi adalah sumber utama dari kegagalan produk
Karyawan dari bagian maintenance dan karyawan lain yang
terlibat dalam produksi harus memahami sifat merusak dari
kontaminasi dan menyadari keuntungan untuk menghilangkan
kontaminasi dari fasilitasnya
PRAKTEK PEMBERSIHAN
1. Kegiatan pembersihan harus dilakukan sedemikian rupa untuk
mencegah kontaminasi terhadap bahan dan produk .
2. Hanya bahan pembersih dan bahan sanitasi yang diijinkan
yang boleh digunakan untuk pembersihan .
3. Semua bahan pemebrsih dan bahan sanitasi harus diberi label
identifikasi dengan jelas dan disimpan dalam tempat yang
terkunci , berjauhan dengan area produksi atau penyimpanan
bahan lainnya.
4. Peralatan dan piranti pencucian disediakan serta siap untuk
digunakan.
5. Peralatan dan piranti harus dijaga kebersihannya .
6. Harus tersedia cara kerja pembersihan dan sanitasi tertulis utk
setiap peralatan dan piranti .
PROSEDUR PEMBERSIHAN
SOP tertulis harus dikembangkan , menerangkan tentang :
 Area, peralatan yg akan dibersihkan
 Prosedur pembersihan dan sanitasi utk setiap area ,
peralatan .
 Frekuensi pembersihan dan sanitasi seperti diantara dua
bets terpisah , pergantian dari satu produk ke produk
lainnya , penghentian kegiatan atau peralatan yang baru.
 Usaha untuk mengurangi kontaminasi dan penyebaran
mikroorganism .
 Operator yang ditugaskan untuk melakukan pembersihan
.
METODA PEMBERSIHAN
1. Foam: Foam dihasilkan oleh penambahan udara kedalam larutan detergent pada saat
disemprotkan pada permukaan yang akan dibersihkan .Pembersihan dengan foam
akan memperpanjang waktu kontak dari larutan kimia , memperbaiki pembersihan
dengan pengurangan daya mekanik dan suhu yang lebih rendah .
2. Tekanan tinggi :Pencucian dengan tekanan tinggi digunakan utk menaikkan daya mekanik ,
membantu menghilangkan kotoran . Dalam pemcuciantekanan tinggi deterjen kimia sering
digunakan dengan suhu yang tinggi untuk mendapatkan pembersihan kotoran lebih efektif .
3. Clean in Place (CIP): Pencucian CIP diguankan utk membersihkan permukaan bagian
dalam dari tangki dan pemipaan dari peralatan proses produk cair. Suatu larutan kimia
disirkulasikan melalui suatu tangki sirkuit dan atau pipa , kemudian dikembalikan ke
penampung sentral sehingga dapat digunakan kembali . Waktu , suhu dan daya
mekanik dimanipulasikan utk mendapatkan hasil pencucian yang maksimum.
4. Clean Out Of Place (COP): Pencucian COP digunakan utk membersihkan bagian
yang dapat dilepas dari suatu filler atau peralatan lain yang memerlukan pelepasan utk
dapat dicuci dengan baik . Bagian mesin yang dilepas diletakkan dalam suatu tangki
sirkulasi dan dicuci dengan menggunakan larutan kimia yang dipanaskan dan
pengadukan Parts removed for cleaning are placed in a circulation tank and cleaned
using a heated chemical solution and agitation.
5. Mechanical: Pencucian mekanik pada umumnya melibatkan penggunaan
suatu sikat , baik dengan tangan atau mesin – seperti misalnya penggosok
lantai .Pembersihan mekanik menggunakan gesekan utk membersihkan
kotoran .
FAKTOR YG MEMPENGARUHI PENCUCIAN

 Terdapat 4 faktor yang saling berkaitan


yang berpengaruh terhadap keseluruhan
proses pencucian .
 Pada saat merancang prosedur pencucian,
faktor ini harus dipertimbangkan dengan
baik :
• Waktu pencucian
• Suhu
• Bahan pencuci yang digunakan
• Daya mekanik
DASAR PENCUCIAN

Berikut ini adalah pertimbangan khusus


pada saat merancang suatu prosedur
pencucian dan sanitasi dari suatu peralatan
proses
a. faktor yang berpengaruh terhadap
pencucian (waktu, suhu, konsentrasi
bahan pencuci dan daya mekanik)
b. metoda pencucian
c. jenis kotoran yang akan dibersihkan
BAHAN PEMBERSIH
• Terdapat dua kelompok bahan pembersih :
 bahan pembersih asam dan
 bahan pembersih alkali

• Formulasi kimia utk bahan asam dan alkali dapat


bervariasi tergantung dari hal hal sbb :
 metoda pemberian bahan kimia
 metoda pencucian
 jenis peralatan proses yang akan dibersihkan
CATATAN PEMBERSIHAN
Buku pencatatan pembersihan dan sanitasi
untuk semua area manufaktur harus disimpan.

Pelaksana harus mencatat area / peralatan yang


dibersihkan dan disanitasi (bila diperlukan),
menanda tangani laporan dan dikonfirmasi oleh
orang lain yang memeriksa hasil pencucian dari
area / peralatan tersebut .
PRINSIP SANITASI
Tujuan utama dari suatu program pembersihan
adalah mengendalikan kegiatan mikroba. Walaupun
suatu program pembersihan yang memadai akan
mengangkat semua kotoran yang ada, tetapi hal
tersebut tidak akan merusak atau menghilangkan
semua mikroorganisme yang ada.
Hal ini memerlukan tahap kedua yang disebut
“Sanitasi”

Metoda sanitasi dapat dibedakan menjadi dua


kelompok :
1. Metoda disinfeksi non kimiawi
2. Metoda disinfeksi kimiawi,
KESIMPULAN
• Program pembersihan dan sanitasi untuk ruangan, mesin, peralatan
dan tempat bekerja yang dirancang, dilaksanakan dan dipantau dengan
baik adalah sangat penting untuk mendapatkan suatu standar higiena
yang tinggi.

• Pembersihan dan sanitasi saja tidak akan menjamin dicapainya suatu


standar higiena di produksi . Proses higiena maupun higiena personel
merupakan faktor yang sama pentingnya.

• Pekerjaan rutin yang dirancang dengan baik dapat menjamin suatu


standar kebersihan yang lebih baik selama prosesing .

• Higiena personel yang memadai menjamin keseluruhan proses


pembersihan. Penurunan standar pembersihan dapat terjadi bila mikro
organisme di pindahkan ke permukaan yang sudah dibersihkan dari
tangan yang tidak dicuci sebelum memulai prosesing .

41
Terima kasih atas perhatian Anda

Hama dan mikro organisme akan lari bila kita


melaksanakan kegiatan sanitasi dan higiena dengan baik