Anda di halaman 1dari 28

KURIKULUM

2004 DAN 2006


KELOMPOK 8:
1. Maya Bekti NA (15312241038)
2. Ika Desiariani (15312241041)
3. Albertus Yogi Triantoro (15312241053)
Kurikulum Berbasis Kompetensi
th 2004
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan suatu
konsep kurikulum yang menekankan pada
pengembangan dan penguasaan kompetensi bagi pesert
didik melalui Kegiatan dan pengalaman sesuai standar
nasional yang telah ditetapkan. Pendidikan mengacu
pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan
perangkat kompetensi yang telah ditentukan.
Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep
kompetensi dalam kurikulum KBK:

1. Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa


melakukan sesuatu dalam berbagai konteks.
2. Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui
siswa untuk menjadi kompeten.
3. Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcomes)
yang menjelaskan hal - hal yang dilakukan siswa
setelah melalui proses pembelajaran.
4. Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus
didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar
yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur.
• Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada:
1. hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri
peserta didik melalui serangkaian pengalaman
belajar yang bermakna,
2. keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai
dengan kebutuhannya
Inti dari KBK atau kurikulum 2004

Menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk


melakukan (kompetensi) tugas -tugas tertentu sesuai
dengan standar performance yang telah ditetapkan
Terletak pada empat aspek utama, yaitu :
1) kurikulum dan hasil belajar,
2) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah,
3) kegiatan belajar mengajar, dan
4) evaluasi dengan penilaian berbasis kelas.
Alasan Munculnya Kurikulum 2004

Sejalan dengan visi pendidikan yang


mengarahkan pada dua pengembangan, yaitu
untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan
kebutuhan masa datang, maka pendidikan di
sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk
paket-paket kompetensi.
ALASAN MUNCULNYA
KURIKULUM 2004
A. Masalah
1. Mutu pendidikan rendah.
• Pendidikan diselenggarakan untuk kepentingan
penyelenggara
• Pembelajaran bersifat pemindahan isi
• Aspek afektif diabaikan
• Diskriminasi penguasaan wawasan
• Teks atau buku acuan dianggap segalanya.
2. Keanekaragaman Kondisi Peserta didik
• Setiap peserta didik adalah unik
• Anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil
• Dunia anak adalah dunia bermain
• Usia anak adalah usia paling kreatif
Ciri ciri KBK
Depdiknas (2002)
• Menekankan ketercapaian kompetensi siswa (individu &
klasikal)
• Berorientasi pada hasil belajar & keberagaman
• Pendekatan & metode bervariasi
• Multi sumber belajar yang edukatif
• Penilaian menekankan pada proses dan hasil dalam upaya
penguasaan/pencapaian kompetensi
• Pembelajaran konstruktivistik
B. Tantangan

• Globalisasi
• Sumber daya alam
• Otonomi daerah
KELEBIHAN KBK

1. Mengembangkan kompetensi-kompetensi siswa pada


setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan
penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri
2. Guru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang
disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah/daerah
masing-masing
3. Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap
aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi
dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik
KELEBIHAN KBK

4. Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented).


KBK bersifat alamiah (konstekstual), karena berangkat berfokus dan
bermuara pada hakekat peserta didik untuk mengembangkan berbagai
kompetensi sesuai dengan potensinya masing-masing. Dalam hal ini peserta
didik merupakan subjek belajar dan proses belajar berlangsung secara
alamiah dalam bentuk bekerja dan mengalami berdasarkan standar
kompetensi tertentu, bukan transfer pengetahuan (transfer of knowledge).
KELEBIHAN KBK
5. Penggunaan pendekatan dan metode belajar serta sumber belajar
yang bervariasi
6. Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa
untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal,
dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten
7. Mengembangkan kompetensi-kompetensi peserta didk pada
setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan
penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri.
8. Ada bidang-bidang studi atau mata pelajaran tertentu yang dalam
pengembangannya lebih tepat menggunakan pendekatan
kompetensi, terutama yang berkaitan dengan ketrampilan
Alasan Berakhirnya Kurikulum
1. Kurangnya sumber manusia yang potensial dalam menjabarkan KBK
dengan kata lain masih rendahnya kualitas sorang guru, karena dalam
pelaksanaan KBK masih terdapat guru yang kurang memahami apa
kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran.
2. Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun, padahal
indikator sebaiknya disusun oleh guru, karena guru yang paling
mengetahui tentang kondisi peserta didik dan lingkungan.
3. Konsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan
standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga menyulitkan guru
untuk merancang pembelajaran secara berkelanjutan
4. Paradigma guru dalam pembelajaran KBK masih seperti kurikulum-
kurikulum sebelumnya yang lebih pada teacher oriented
KTSP
tahun 2006
Kurikulum 2006 / KTSP
Tujuan KTSP ini meliputi tujuan pendidikan
nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan
potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh
sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk
memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan
kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Tujuan
Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi
satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB,
SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam penyusunan
dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan
pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.
Latar Belakang diganti
• Sudah tidak sesuai perkembangan zaman.
• Pada KBK terjadi penyeragaman kurikulum, mengabaikan potensi keunggulan lokal
• Konsep KBK belum dipahami secara benar oleh guru.
• Draft kurikulum yang terus-menerus mengalami perubahan.
• Perubahan kurikulum dilakukan untuk menjawab tantangan zaman yang terus
berubah agar peserta didik mampu bersaing di masa depan.
• Alasan lain dilakukannya perubahan kurikulum adalah kurikulum sebelumnya
dianggap memberatkan peserta didik. Terlalu banyak materi pelajaran yang harus
dipelajari oleh peserta didik, sehingga malah membuatnya terbebani.
• Belum adanya panduan strategi pembelajaran yang mumpuni (mayoritas masih
berbasis materi), yang bisa dipakai pegangan guru ketika akan menjalankan tugas
instruksional bagi siswanya.
Ciri – Ciri Kurikulum 2006

• Pihak sekolah diberikan kewenangan penuh untuk


mengembangkan dan mengimplementasikan
kurikulum.
• Setiap sekolah dapat mengelola dan mengembangkan
berbagai potensinya secara optimal dalam kaitannya
dengan implementasi KTSP.
Karakteristik
• Memungkinkan berkurangnya materi pembelajaran yang
banyak dan padat
• tersusunnya perangkat standar dan patokan kompetensi
yang perlu dikuasai oleh peserta didik
• Berkurangnya beban tugas guru yang selama ini sangat
banyak dan beban belajar siswa yang selama ini sangat
berat
• Terbukanya kesempatan bagi sekolah untuk
mengembangkan kemandirian sesuai dengan kondisi yang
ada di sekolah.
• KTSP menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik
secara individual maupun klasikal. Dalam KTSP peserta didik
dibentuk untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman,
kemampuan, nilai, sikap, dan minat yang pada akhirnya akan
membentuk pribadi yang terampil dan Mandiri
• KTSP berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan
keberagaman;
• penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan
metode yang bervariasi;
• sumber belajar bukan hanya guru, tetapi sumber belajar lainnya
yang memenuhi unsur edukatif;
• penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya
penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi (Kunandar 2007,
hlm. 138).
• Dalam KTSP hanya dideskripsikan standar
kompetensi dan kompetensi dasar. Guru sendiri yang
harus menentukan indikator dan materi pokok
pelajaran, disesuaikan dengan situasi daerah dan
minat peserta didik. Dalam KBK 2004 dideskripsikan
kompetensi dasar, dijabarkan indikator, dan bahkan
dipetakan pula materi pokok pelajaran
1. Komponen Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan
• Sebagaimana Panduan Penyusunan KTSP yang disusun oleh
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), KTSP ada empat
komponen, yaitu
(1) tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan,
(2) struktur dan muatan KTSP,
(3) kalender pendidikan, dan
(4) silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP
• (dikutip dari panduan penyusunan KTSP lengkap 2008, hlm.
148-151).
2. Struktur Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan

• Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran


yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan
pembelajaran.
• Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada
setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang
harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang
tercantum dalam struktur kurikulum.
• Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar
kompetensi lulusan.
• Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan
bagian integral dari struktur kurikulum
Kelebihan KTSP

• Mendorong terwujudnya otonomi dalam


menyelenggarakan pendidikan.
• Mendorong kepada guru, kepsek, pihak manajemen
sekolah untuk meningkatkan kreativitas dalam
penyelenggaraan progam pendidikan
• KTSP mengurangi beban belajar anak.
• Mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhan.
• Pengembangan kurikulum dilaksanakan secara
desentralisasi sehingga pemerintah dan masyarakat
sama sama menentukan standar pendidikan yang
dituangkan kurikulum.
Kelemahan KTSP

• Kurang SDM yang mampu menjabarkan KTSP


• Kurang ketersediaan KTSP sebagai kelengkapan
pelaksanaan KTSP
PERBEDAAN KURIKULUM 2004 Dan KTSP
(Sesuai PP No. 19 th 2005)
KURIKULUM 2006
ESENSI PERBEDAAN KURIKULUM 2004
(Sesuai PP No. 19 th 2005)
PENAMAAN Kurikulum 2004 atau KBK Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
MANAJEMEN Ujicoba, pemodelan dan MBS BSNP sebagai penyusun Standar Isi (Kerangka Dasar,
dilakukan oleh pusat (Direktiorat Stuktur kurikulum) sekolah mengembangkan dalam
dan Balitbang) kurikulum tingkat satuan pendidikan
KERANGKA DASAR memuat : memuat
DAN STRUKTUR a.Standar kompetensi a.Kelompok Mata Pelajaran
KURIKULUM b.Kompetensi dasar b.Struktur Kurikulum Tiap Jenjang
c.Indikator c.Standar kompetensi dan Kompotensi dasar
d.Materi pokok
PEMBELAJARAN Berbasis kompetensi, guru sebagai Berorientasi kompetensi, siswa sebagai pusat
fasilitator pembelajar
PELAKSANAAN Diberikan model-model (model Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum
silabus, . model pembelajaean, tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan:
model penilaian) dalam dokumen 1.Kerangka dasar kurikulum,
lengkap yang disusun pusat sebagai 2.Standar kompetensi,
acuan/pedoman di bawah supervisi dinas kab/kota (SD/MI, SMP/MTs,
PAKET A & B), dan/atau dinas provinsi (SMA, SMK,
PLB, PAKET C)