Anda di halaman 1dari 103

UV –Vis Spectroscopy

Cahaya adalah radiasi


elektromagnetik
Dualisme cahaya
.
• Cahaya sebagai gelombang (kuantum):
dapat diuraikan, refraksi, difraksi,
polarisasi.
• Cahaya sebagai partikel (foton):
Penjelasan fenomena absorpsi dan
emisi.
RADIASI ELEKTROMAGNETIK
(R E M)
Daerah UV 100-350 nm, daerah Visibel (Vis) 350-750 nm

Wavelength range in
Name Abbreviation
nanometres
Near NUV 400 nm - 200 nm
UVA, long wave, or black light 400 nm - 320 nm
UVB or medium wave 320 nm - 280 nm
UVC, short wave, or germicidal Below 280 nm
Far or vacuum FUV, VUV 200 nm - 10 nm
Extreme or deep EUV, XUV 31 nm - 1 nm
l, nm
Violet 400-420
Indigo 420-440
Blue 440-490
Green 490-570
Yellow 570-585
Orange 585-620
Red 620-780
SPEKTRUM UV - VIS
UV Spectroscopy

Promosi e akan terjadi dari “the highest occupied molecular


orbital (HOMO) ke “the lowest unoccupied molecular orbital
(LUMO),hasilnya adalah spesi dalam keadaan tereksitasi.

s* Unoccupied levels
p*
Energy Atomic orbital Atomic orbital
n
Occupied levels
p
s
Molecular orbitals

8
Spektrometer: alat yang dapat menghasilkan spektrum
yang diperoleh dari sinar dengan panjang tertentu,

Fotometer: adalah alat yang memiliki fungsi untuk


mengukur intensitas cahaya yang diserap maupun yang
diteruskan.

Spektrofotometer: merupakan alat yang digunakan


untuk mengukur energi secara selektif apabila energi
tersebut diteruskan, direfleksikan, atau diemisikan
sebagai panjang gelombang.
Spektrofotometer UV-VIS merupakan alat untuk mengukur
serapan sinar ultra violet atau sinar tampak oleh suatu
materi dalam bentuk larutan sesuai hukum Lamber-Beer
(hubungan antara serapan cahaya dengan konsentrasi zat
dalam larutan):

A = - log T = εb c = log (I/Io)

A = absorban,
T = transmitan,
Ε = absortivitas molar (Lcm-1.mol-1),
b = panjang sel (cm),
c = konsentrasi zat (mol/L).
Io= Insentisitas cahaya yang diberikan pada λ tertentu
I = intensitas yang ditransmisikan (setelah melalui larutan)
• Penyerapan sinar akan menyebabkan transisi energi
• Baik pada orbital ikatan atau orbital pasangan bebas dan
orbital bukan ikatan.
• l = ukuran perbedaan tingkat energi
• Ikatan sigma = 120-200 nm
• > 200 nm: orbital p, orbital d dan orbital p
• Manfaat spektro UV-Vis adalah kemampuannya mengukur
jumlah ikatan rangkap/konjugasi aromatik
Spektrum absorpsi memberikan informasi panjang
gelombang dengan absorban maksimum suatu senyawa,
digunakan untuk membuat kurva standar.
Warna yang diserap adalah warna komplementer dari
warna yang teramati. Larutan berwarna memiliki serapan
maksimum pada warna komplementernya. Contohnya
adalah, hijau memiliki warna komplementer merah dan
akan menyerap pada 700 nm.
Warna Komplementer
Gabungan dua macam warna atau lebih
sehingga menghasilkan warna putih, misalnya:
Merah + hijau = putih
•Sesuai lingkaran Brewster
Dari tabel berikut jelaslah bahwa molekul yang menyerap
cahaya di daerah 200 - 800 nm adalah molekul yang
memiliki elektron pi dan hetero atoms yang memilki
pasangan elektron non bonding.

Gugus yang mengabsorbsi dengan karakteristik tersebut


disebut chromophores

Ausokrom adalah gugus yang tidak dapat menyerap


radiasi, tetapi dapat menggeser panjang gelombang
maksimum atau meningkatkan є max
Definisi

• Kromofor: suatu sistem yg menyebabkan terjadi warna


Kromofor: selang-seling antara ikatan tunggal dan rangkap
• Auksokrom: substituen kromofor menghasilkan pergeseran
merah
• Auksokrom: gugus yg memiliki elektron bebas
Instrumen
Single-beam UV/vis
Spectrophotometer
Instrumen
Double beam UV/vis
Spectrophotometer
Sampel ditempatkan dalam sel transparan
(cuvette).
• Common solvents and cutoffs:
acetonitrile 190
chloroform 240
cyclohexane 195
1,4-dioxane 215
95% ethanol 205
n-hexane 201
methanol 205
isooctane 195
water 190
UV Spectroscopy

Chromophores
Substituent Effects
General – Substituents may have any of four effects on a chromophore
i. Bathochromic shift (red shift) – a shift to longer l; lower energy

ii. Hypsochromic shift (blue shift) – shift to shorter l; higher energy

iii. Hyperchromic effect – an increase in intensity

iv. Hypochromic effect – a decrease in intensity

Hyperchromic

e Hypsochromic Bathochromic
Hypochromic

200 nm 700 nm

23
PERGESERAN lmaks SPEKTRUM UV-Vis
Hiperchromic

Hipsochromic Batochromic
(Blue shift) ( Red shift )

Hipochromic

190
Structure Determination

Pengaruh gugus substituen dapat dihitung dari observasi


empiris dari struktur terkonjugasi

Perhitungan ini dikenal sebagai Woodward-Fieser Rules


yang dipergunakan pada tiga chromophores:
1. Conjugated dienes
2. Conjugated dienones
3. Aromatic systems

25
A. Dienes
1. General Features
Untuk acyclic butadiene, dua conformers yang
mungkin – s-cis dan s-trans

s-trans s-cis

Conformer s-cis berada pada energi potensial yang


lebih tinggi dari conformer s-trans; oleh karena itu
HOMO electrons sistem terkonjugated sedikit yang
pindah/jump ke LUMO – lower energy, longer
wavelength

26
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
1. General Features
Dua transisi p  p* yang dapat terjadi untuk butadiene Y2  Y3* dan
Y2  Y4*
Y4 *
175 nm –forb. 175 nm
Y3 *
217 nm 253 nm
Y2
s-trans s-cis
Y1

Transisi Y2  Y4* tidak dipelajari karena:


• Energi transisinya teramati berada diluar daerah UV – 175
nm

• Untuk konformasi s-trans yang lebih disukai, transisi ini


forbidden/peluangnya kecil
Transisi Y2  Y3* teramati sebagai absorption kuat

27
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
1. General Features
Transisi Y2  Y3* teramati sebagai suatu intense absorption/absorpsi
kuat (e = 20,000+) based pada 217 nm teramati dalam region UV

Dimana band tidak dipengaruhi oleh solvent dan sifat bathochromic dan
hyperchromic dipengaruhi oleh alkyl substituents dan conjugation

Contoh:

lmax = 217 253 220 227 227 256 263 nm

28
Structure Determination
A. Dienes
2. Woodward-Fieser Rules
Woodward dan the Fiesers secara khusus mempelajari
terpene dan steroidal alkenes dan substituents yang
mirip dan bentuk struktur diprediksi secara empiris
untuk meramalkan panjang gelombang dengan tingkat
energi yang paling rendah pada transisi elektronik p 
p*

29
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
2. Woodward-Fieser Rules - Dienes
Aturan dimulai dengan nilai dasar/base value untuk lmax chromophore
yang akan teramati:

acyclic butadiene = 217 nm

Konstribusi incremental dari substituents dijumlahkan pada base value


dari kelompok:
Group Increment
Extended conjugation +30
Each exo-cyclic C=C +5
Alkyl +5
-OCOCH3 +0
-OR +6
-SR +30
-Cl, -Br +5
-NR2 +60 30
Tabel Woodward untuk sistem induk diena terkonyugasi

Tidak berlaku untuk : sistem terkonyugasi


silang
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
2. Woodward-Fieser Rules - Dienes
For example:

Isoprene - acyclic butadiene = 217 nm


one alkyl subs. + 5 nm
222 nm
Experimental value 220 nm

Allylidenecyclohexane
- acyclic butadiene = 217 nm
one exocyclic C=C + 5 nm
2 alkyl subs. +10 nm
232 nm
Experimental value 237 nm

33
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
3. Woodward-Fieser Rules – Cyclic Dienes
Dua jenis cyclic dienes, dengan base values yang berbeda yaitu :

Heteroannular (transoid): Homoannular (cisoid):

e = 5,000 – 15,000 e = 12,000-28,000


base lmax = 214 base lmax = 253

Increment sama dengan tabel acyclic butadienes dengan penambahan


couple :
Group Increment
Additional homoannular +39
Where both types of diene
are present, the one with
the longer l becomes the
base 34
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
3. Woodward-Fieser Rules – Cyclic Dienes

Contoh abietic vs. levopimaric acid:

C OH C OH
O O

abietic acid levopimaric acid

35
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
3. Woodward-Fieser Rules – Cyclic Dienes
For example:
1,2,3,7,8,8a-hexahydro-8a-methylnaphthalene
heteroannular diene = 214 nm

3 alkyl subs. (3 x 5) +15 nm

1 exo C=C + 5 nm
234 nm

Experimental value 235 nm

36
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
3. Woodward-Fieser Rules – Cyclic Dienes

heteroannular diene = 214 nm

4 alkyl subs. (4 x 5) +20 nm


1 exo C=C + 5 nm
C OH
O
239 nm

homoannular diene = 253 nm

4 alkyl subs. (4 x 5) +20 nm


1 exo C=C + 5 nm
C OH
O
278 nm
37
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
3. Woodward-Fieser Rules – Cyclic Dienes
Kesalahan yang mungkin terjadi dalam memprediksi panjang gelombang:
R

Senyawa ini memiliki tiga exocyclic


double bonds; Ikatan yang ditandai anak
panah adalah exocyclic pada kedua
cincin

Senyawa ini bukan heteroannular diene;


gunakan base value untuk acyclic diene

Sama dengan atas, senyawa ini bukan


homooannular diene; gunakan base value
untuk acyclic diene

38
UV Spectroscopy

Structure Determination
A. Dienes
2. Woodward-Kunh Rules
Woodward dan Fieser secara khusus mempelajari terpene dan
steroidal alkenes dan substituents yang mirip dan bentuk struktur
diprediksi secara empiris untuk meramalkan panjang gelombang
dengan tingkat energi yang paling rendah pada transisi elektronik
p  p* untuk senyawa kurang dari 4 ikatan rangkap
terkonjugednya.
Untuk ikatan terkonjugated lebih dari 4/sistem poliene
terkonjugated maka aturan maka dapat dipergunakan aturan
Woodward-Kunh

Persamaan : l = 114 + 5M + n(48,0 -1,7n)- 16,5 Rend – 10 Rexo


e = (1,74 x 104)n
n = Jumlah ikatan rangkap terkonjugated
M = Jumlah alkil atau substituent pada sistem terkonjugated
Rendo = Jumlah cincin dengan ikatan rangkap endoyclic pada sistem
terkonjugated
Rexo = Jumlah cincin dengan ikatan rangkap exocyclic 39
PERPANJANGAN IKATAN RANGKAP
TERKONYUGASI
UV Spectroscopy

Structure Determination
B. Enones
1. General Features
Carbonyls, mempunyai dua transisi elektronik utama yaitu:

p* Transisi p  p* di allowed dengan e


yang tinggi tetapi berada diluar UV

Transisi n  p* adalah forbidden dan


n
dengan e yang rendah, tetapi masih bisa
teramati

41
UV Spectroscopy

Structure Determination
B. Enones
1. General Features
Untuk subsitusi auxochromic pada carbonyl, hypsochromic shifts teramati
untuk transisi n  p* (lmax):
O

H
293 nm Hal ini terjadi dengan adanya induktif
penarik elektron oleh atom O, N or halogen
O dari carbonyl carbon –ini menyebabkan
CH3 279 n-electrons pada carbonyl oxygen menjadi
bertahan/terperisai dengan kuat.
O
235
Cl Perlu diperhatikan, hal ini berbeda dari
pengaruh auxochromic terhadap p  p*
O
214 yang memperpanjang conjugation dan
NH2
menyebabkan bathochromic shift
O
204 Pada kebanyakan kasus, bathochromic shift
O
ini tidak cukup menghasilkan transisi p  p*
O teramati dalam daerah UV
204
OH
42
UV Spectroscopy

Structure Determination
B. Enones
1. General Features
Sebaliknya, jika sistem C=O terconjugated baik band n  p* dan
p  p* akan terjadi bathochromically shifted

beberapa hal yang perlu diperhatikan:


i. Pengaruhnya akan ke transisi p  p*

ii. Jika rantai terconjugated cukup panjang, intensistas


band p  p* yang lebih tinggi akan overlap dan
menghilangkan/ drown out band n  p*

iii. Pergeseran transisi n  p* tidak dapat diprediksi

Alasan tersebut, aturan empirical Woodward-Fieser untuk


terconjugated enones, transisi p  p* diallowed untuk intensitas
yang lebih tinggi

43
UV Spectroscopy

Structure Determination
B. Enones
1. General Features
Efek tersebut dapat dilihat pada MO (Orbital Molekul) diagram untuk
conjugated enone:
Y4 *

p* p*
Y3 *

n n

Y2

p p
Y1
O O

44
UV Spectroscopy

Structure Determination
b a d g b a
B. Enones
b C C C d C C C C C
2. Woodward-Fieser Rules - Enones O O

Group Increment
6-membered ring or acyclic enone Base 215
nm
5-membered ring parent enone Base 202
nm
Acyclic dienone Base 245
nm

Double bond extending conjugation 30


Alkyl group or ring residue a, b, g and higher 10, 12, 18
-OH a, b, g and higher 35, 30, 18
-OR a, b, g, d 35, 30, 17,
31
-O(C=O)R a, b, d 6
-Cl a, b 15, 12
-Br a, b 25, 30
45
-NR b 95
UV Spectroscopy

Structure Determination
B. Enones
2. Woodward-Fieser Rules - Enones
Aldehydes, esters dan carboxylic acids mempunyai base values yang
berbeda dari ketones

Unsaturated system Base Value


Aldehyde 208
With a or b alkyl groups 220
With a,b or b,b alkyl groups 230
With a,b,b alkyl groups 242

Acid or ester
With a or b alkyl groups 208
With a,b or b,b alkyl groups 217
Group value – exocyclic a,b double +5
bond
Group value – endocyclic a,b bond +5
in 5 or 7 membered ring
48
UV Spectroscopy

Structure Determination
B. Enones
2. Woodward-Fieser Rules - Enones
Tidak seperti conjugated alkenes, solvent memberi effect on lmax Enones
Pengaruh tersebut dijelaskan oleh aturan Woodward-Fieser

Solvent correction Increment


Water +8
Ethanol, methanol 0
Chloroform -1
Dioxane -5
Ether -7
Hydrocarbon -11

49
UV Spectroscopy

Structure Determination
B. Enones
2. Woodward-Fieser Rules - Enones
Beberapa examples – Perlu diingat senyawa ini lebih komplek dari dienes
cyclic enone = 215 nm
O 2 x b- alkyl subs. (2 x 12) +24 nm
239 nm

Experimental value 238 nm

R
cyclic enone = 215 nm
extended conj. +30 nm
b-ring residue +12 nm
d-ring residue +18 nm
O exocyclic double bond + 5 nm
280 nm

Experimental 280 nm

50
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
1. General Features
Walaupun cincin aromatic dan chromophores sering dipelajari,
absorptions dari berbagai transisi electronic yang timbul komplek

benzene mempunyai enam p-MOs, 3 terisi/filled p, 3 tak terisi/unfilled p*

p6*

p4* p5*

p2 p3

p1
51
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
1. General Features
Empat macam kemungkinan HOMO-LUMO transisi p  p* pada panjang
gelombang yang dapat diobaservasi/ observable wavelengths
(conjugation)

berdasarkan symmetry concerns and selection rules, transisi energi dasar


aktual/the actual transition energy states dari benzene diillustrasikan:
E1u
p6*
B1u
200 nm
p4* p5* (forbidden)
B2u

180 nm
260 nm (allowed)
p2 p3 (forbidden)
A1g
p1

52
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
1. General Features
Transisi yang allowed (e = 47,000) tidak teramati dalam range UV obs. -
180 nm, disebut primary band

Transisi yang forbidden (e = 7400) teramati jika pengaruh substituent


menggesernya ke obs. Region uv; disebut second primary band

Pada 260 nm merupakan transisi


yang forbidden (e = 230),
disebut secondary band.

Transisi ini secara cepat allowed


terhadap gangguan symmetry oleh
energi dasar vibrational,
overlap yang teramati disebut
fine structure

53
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
1. General Features
Pengaruh substitution, auxochromic, conjugation and
solvent dapat menyebabkan pergeseran wavelength
and intensity dari sistem aromatic seperti dienes and
enones

Pergeseran ini sulit untuk diprediksi – formulasi


empirical rulesnya menjadi tidak efektif (pengecualian
rules)

Aturan yang bisa dibuta adalah dengan


mengelompokkan substituent groups --

54
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
a. Substituents dengan Unshared Electrons
• Jika group diserang pada cincin menahan n electrons, dapat
menginduksi pergeseran ke primary dan secondary
absorption bands

• Non-bonding electrons mempengaruhi p-system resonance –


memperendah energy transition p  p*

• Semakin banyak pasangan elektran n/ n-pairs of electrons


akan memperbesar pergeseran/shifts
G G G G

55
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
a. Substituents dengan Unshared Electrons
• Adanya n-electrons memberikan kemungkinan transisi
n  p*

• Jika hal ini, electron berpindah dari G, menjadi kelebihan


electron pada orbital anti-bonding p* pada cincin

• Keadaan ini dikenal dengan charge-transfer excited state

G G G G
*
- *
*
*

56
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
a. Substituents dengan Unshared Electrons
• pH dapat mengubah sifat alami substituent group
• deprotonation oxygen memberikan lebih banyak tersedianya
n-pairs, lebih memperendah energi transisi
• protonation nitrogen mengeliminasi n-pair,
menaikkan energi transisi
Primary Secondary
Substitue lmax e lmax e
nt
-H 203.5 7,400 254 204
-OH 211 6,200 270 1,450
-O- 235 9,400 287 2,600
-NH2 230 8,600 280 1,430
-NH3+ 203 7,500 254 169
-C(O)OH 230 11,600 273 970
-C(O)O- 224 8,700 268 560 57
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
b. Substituents yang mampu berkonjugasi p
• Jika substituent adalah p-chromophore, maka dapat
berinteraksi dengan sistem p benzene

• Dengan benzoic acids, dapat menyebabkan pergeseran pada


primary and secondary bands

• Untuk ion benzoate, pengaruh kelebihan n-electrons dari


anion meredusi pengaruhnya sedikit

Primary Secondary
Substitue lmax e lmax e
nt
-C(O)OH 230 11,600 273 970
-C(O)O- 224 8,700 268 560

58
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
c. Pengaruh donor Electron dan penarik electron
• Electron mempengaruhi/tidak mempengaruhi terhadap gugus
penyerang, kehadirannya menggeser absorpsi band utama/
the primary absorption band menjadi lebih panjang l

• Gugus penyerang penarik electron tidak mempengaruhi posisi


band absorpsi kedua/secondary absorption band

• Gugus donor electron/Electron-donating groups


meningkatkan l and e secondary absorption band

59
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
c. Pengaruh Electron-donating dan electron-withdrawing

Primary Secondary
Substituent lmax e lmax e
-H 203.5 7,400 254 204
Electron donating

-CH3 207 7,000 261 225


-Cl 210 7,400 264 190
-Br 210 7,900 261 192
-OH 211 6,200 270 1,450
-OCH3 217 6,400 269 1,480
-NH2 230 8,600 280 1,430
Electron withdrawing

-CN 224 13,000 271 1,000


C(O)OH 230 11,600 273 970
-C(O)H 250 11,400
-C(O)CH3 224 9,800
-NO2 269 7,800
60
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
d. Pengaruh Substitusi Gugus rangkap/ Di-substituted dan multiple
• Dengan substitusi aromatics rangkap:

• Jika kedua gugus electron donating penarik electron,


pengaruhnya memperkuat pengaruh gugus seolah-olah
sebagai substitusi cincin tunggal/mono-substituted ring

• Jika satu gugus penarik electro dan satu gugus lagi donor
electron dan satu sama lainnya pada posisi para- , besarnya
pergeseran lebih besar dari pengaruh penjumlahan kedua
gugus

• Consider p-nitroaniline:

O O
H2N N H2N N
O O

61
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
d. Pengaruh gugus disubstitusi rangkap dan multiple
• Jika kedua gugus tisak sama secara electonic berada pada
ortho- atau meta- satu sama lainnya, pengaruh biasanya
jumlah dari masing-masingnya (meta- no resonance; ortho-
steric hind.)

O R

62
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
d. Pengaruh gugus disubstitusi rangkap dan multiple
Parent Chromophore lmax
R = alkyl or ring 246
residue
R=H 250

O R R = OH or O-Alkyl 230
Substituent increment
G o m p
Alkyl or ring residue 3 3 10
-O-Alkyl, -OH, -O-Ring 7 7 25
G -O- 11 20 78
-Cl 0 0 10
-Br 2 2 15
-NH2 13 13 58
-NHC(O)CH3 20 20 45
-NHCH3 73
-N(CH3)2 20 20 85 63
UV Spectroscopy

Structure Determination
C. Aromatic Compounds
2. Substituent Effects
d. Aromatik berinti banyak/Polynuclear aromatics
• Jika jumlah cincin aromatik yang digabungkan
meningkat/bertambah, l untuk primary and secondary bands
juga meningkat

• Untuk sistem heteroaromatic spectranya menjadi complex


dengan bertambahnya transisi n  p* and pengaruh ukuran
cincin 64
1. KHOLES-4-EN-3-ON
b a d g b a
b C C C d C C C C C
O O

Induk =
215 nm
O Subtituen 2 x 12 = 24
Eksosiklik 1x5 = 5

λ maks (perhitungan) = 244


nm
λ maks (percobaan) = 441
nm
2. KHOLESTA-2,4,DIEN-6-ON
δ
δ Induk = 215 nm
Perpanjangan konyugasi = + 30
Komponen homoannular = + 39
Subtituen α, 1x10 = + 10
Subtituen δ, 1x18 = + 18

λ maks (perhitungan) = 312 nm


λ maks (percobaan) = 314 nm
3.STEROIDS

Induk 214 214 214


Alkil subst (5)x3 = 15 x3 = 15 x5 = 25
Eksosiklik(5) x1 = 5 x1 = 5 x3 = 15
Ekstrakonyugasi 0 0 x1 = 30
Homoannular (39) 0 x1 = 39 0

λ maks (perh) = 234 = 273 = 284


λ maks (perc) = 235 = 275 = 283

Lambert, J.B, et al, Organic Structural Spectroscopy, 1998, 305


4. ISOMER TRIENE

Induk 214 214 214


Alkil subst (5)x3 = 15 x4 = 20 x5 = 25
Eksosiklik(5) x1 = 5 x2 = 10 x3 = 15
Ekstrakony(30)x1 = 30 x1 = 30 x1 = 30
Homoannu (39)x1= 39 x1 = 39 x1 = 39

λ maks (perh) = 303 = 313 = 323


λ maks (perc) = 306 = 315 = 324
Lambert, J.B, et al, Organic Structural Spectroscopy, 1998, 306
DETEKTOR
VACUUM PHOTOTUBES
PHOTOMULTIPLIER TUBES (PMT)
PHOTO DIODE ARRAY (PDA)
DETEKTOR PHOTODIODE
PERBANDINGAN KINERJA KOMPONEN DAN
MATERIAL PADA INSTRUMEN SPEKTROSKOPI
INTERAKSI REM DENGAN SAMPEL
SETELAH MELALUI MEDIA
HUKUM BOUGER ( 1729 ) & LAMBERT ( 1760 )
“Intensitas REM yang diteruskan akan menurun secara
proporsional terhadap kenaikan tebal media “
HUKUM BEER
“Intensitas REM yang diteruskan akan menurun secara
proporsional terhadap konsentrasi yang mengabsorbsi”
HUKUM

T = I / Io = e -kbc
A= - log T = -log I / Io = log Io / I = e b c
Pada l maksimum diperoleh kepekaan yang
maksimal

lnm
Pada l maksimum deviasi terhadap hukum Beer kecil
(Turbid solution)

1. Dengan cara derivative


2. Dengan cara pengamatan 3l
(Three wavelength method)

A2

ΔA

A1

x A3
m n

l = 332 nm – 419,5 nm – 510 nm


Simple Simultaneous Equation (SSE)

Dua persamaan dengan dua bilangan yang tidak diketahui


AU
Absorbansi larutan yang mengandung 2 analit (A dan B) diukur
pada 2 λ yang berbeda yang berhubungan dengan spektrum
absorpsi maksimalnya. Absorbansi total pada λ1=0,678 dan
λ2=0,890
Untuk A, ε1=10 Lmol-1cm-1 dan ε2=1278 Lmol-1cm-1
Untuk B. ε1=104 Lmol-1cm-1 dan ε2=12 Lmol-1cm-1
B=1,00 cm
Berapa konsentrasi A dan B?
SEBAGAI DATA PENDUKUNG

Perhitungan lmaksimum
Kaidah Woodward
Kaidah Fieser & Kuhn
Tidak tergantung pada struktur molekul akan tetapi sangat
tergantung pada struktur elektronik molekul.
PERGESERAN lmaks SPEKTRUM UV-Vis

1. Perpanjangan ikatan rangkap


terkonyugasi.
2. Perpaduan khromofor dan auksokhrom.
3. Penambahan gugus fungsi/atom.
4. Polaritas pelarut.
5. Konsentrasi.
(Kaidah Fieser & Kuhn)
RED SHIFT

BLUE SHIFT
1. Kalibrasi panjang gelombang (l)
2. Kalibrasi skala AU/ %T
3. Kalibrasi arus gelap (dark current)
4. Kalibrasi intensitas sumber radiasi
(D2) dan stabilitasnya.
Kalibrasi l visible dengan Didymium glass filter
Kalibrasi l UV dengan uap benzena p.a

SBW= 2 nm SBW= 0,1 nm


ASTM : l memberikan 8 puncak absorban utama pada :
236,35 – 241,59 – 247,10 – 248,08 – 252,86 –
253,90 – 258, 90 – 259,98 (nm)
Kalibrasi skala AU dengan larutan KNO3 1%b/v

Kalibrasi pada skala AU yang lebih luas dipakai larutan K2CrO4 - KOH
Pemeriksaan intensitas sumber radiasi