Anda di halaman 1dari 29

SOSIALISASI

PERIZINAN BAGI IKM

ILI CARLI, SH
INDUSTRI adalah

seluruh bentuk kegiatan ekonomi


yang mengolah bahan baku dan/atau
memanfaatkan sumber daya industri
sehingga menghasilkan barang yang
mempunyai nilai tambah atau manfaat
lebih tinggi, termasuk jasa industri
Pasal 3 Permenperin 11/2014

Industri
Industri kecil menengah

yaitu industri yaitu industri dengan


nilai investasi lebih
dengan nilai
besar dari Rp.
investasi paling 500.000.000,- atau
banyak Rp. paling banyak
500.000.000,- tidak 10.000.000.000,-
termasuk tanah dan tidak termasuk tanah
bangunan tempat dan bangunan
usaha tempat usaha.
PERIZINAN BAGI INDUSTRI KECIL
PENGUSAHA MODAL < 500 Juta

Perizinan Dasar :
- Izin Lokasi Non Perizinan :
- IPPT - TDP
- IMB - TDG
- Izin Gangguan ( HO )
- SIUP

Izin Usaha Industri


PERIZINAN BAGI INDUSTRI MENENGAH
PENGUSAHA MODAL > 500 Juta

Perizinan Dasar: Non Perizinan :


- Izin Lokasi -TDP
- IPPT -TDG
Perizinan PM :
- IMB
IZIN PRINSIP PM
- Izin Gangguan
- SIUP
Buat LKPM

IZIN USAHA INDUSTRI PM


PERIZINAN PENANAMAN MODAL
PERKA BKPM NO.14, 15 TAHUN 2015

1. Izin Prinsip :
a. Izin Prinsip Penanaman Modal
b. Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal
c. Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal
d. Izin Prinsip Penggabungan Penanaman Modal

2. Izin Usaha :
a. Izin Usaha berbagai sektor usaha
b. Izin Usaha Perluasan berbagai sektor usaha
c. Izin Usaha Perubahan berbagai sektor usaha
d. Izin Usaha Penggabungan berbagai sektor usaha

6
Izin prinsip penanaman modal
 Izin prinsip penanaman modal adalah izin dari pemerinth,pemda
provinsi, pemda kabupaen / kota yang wajib dimiliki dalam rangka
memulai usaha.
 Memulai usaha adalah kegiatan pendirian usaha baru dlm rangka
PM / Perubahan kepemilikan saham dari PMDN menjadi PMA dan
sebaliknya/perpindahan lokasi usaha untuk perusahaan PMDN di
luar kewenangan pemerintah.

 Izin prinsip penanaman modal khusus industri


perusahaan dapat memiliki lebih dari satu izin prinsip
dengan beberepa lokasi usaha dan bidang usaha / jenis
produksi berbeda.

 Izin prinsip penanaman modal selain industri :


perusahaan yang bergerak dibidang usaha selain
industri hanya memiliki satu izin prinsip.
Persyaratan Izin prinsip penanaman modal

- Formulir Permohonan bermaterai Rp. 6.000,--


- Rekaman KTP.
- Rekaman Akta Pendirian perusahaan dan Perubahan
- Rekaman Pengesahan Anggaran Dasar Perusahaan
dan persetujuan/pemberitahuan atas perubahan dari
Menteri Hukum dan HAM
- Sketsa Rencana lokasi (Desa,Kecamatan,Kabupaten)
- Rekaman NPWP perusahaan;
- Surat Pernyataan bhw rencana lokasi terletak dlm
kawasan peruntukan industri sesuai Tata Ruang
Wilayah
- Surat Kuasa bermaterai Rp. 6.000,-- jika mewakilkan

Masa berlaku Izin Prinsip sama dengan Jangka Waktu


Penyelesaian Proyek yang ditetapkan dalam izin Prinsip
Izin prinsip PERLUaSAN
penanaman modal
Izin prinsip perluasan penanaman modal adalah izin
prinsip yang wajib dimiliki perusahaan untuk
memulai kegiatan dalam rangka perluasan usaha

Perluasan usaha untuk penanaman modal selain di


bidang usaha industri adalah kegiatan penambahan
bidang usaha / peningkatan kapasitas produksi yang
dilaksankan baik di lokasi yang sama atau lokasi
berbeda dgn pelaksanaan kegiatan PM sebelumnya.

Perluasan usaha untuk penanaman modal di bidang


usaha industri adalah peningkatan kapasitas produksi
untuk jenis produk yang sama, lebih besar dari 30%
kapasitas produksi yg telah diizinkan dan dilaksankan
di lokasi yg sama dgn pelaksanaan kegiatan PM
sebelumnya.
Izin prinsip PERUBAHAN penanaman modal
Izin prinsip perubahan penanaman modal adalah izin prinsip
yang wajib dimiliki perusahaan dalam rangka legalisasi
perubahan rencana atau realisasi penanaman modal yang
telah ditetapkan sebelumnya.

Perubahan meliputi perubahan :


- Nama Perusahaan - Rencana Investasi
- Alamat Perusahaan - Modal perseroan
- NPWP - Sumber Pembiayaan
- Lokasi proyek - Penyertaan dlm modal
- Ketentuan Budang Usaha - Luas tanah
- Jenis dan Kapasitas Produksi - Tenaga Kerja Indonesia
- Pemasaran & perkiraan nilai ekspor
- Rencana jangka waktu penyelesaian proyek

Izin prinsip perubahan penanaman modal dapat berlaku sebagai


penyesuaian jika terjadi ketidaksesuaian izin dengan permohonan
yg disampaikan perusahaan atas kekeliruan dari PTSP
Izin prinsip Penggabungan penanaman modal

Izin prinsip penggabungan penanaman modal adalah izin prinsip


yang wajib dimiliki oleh perusahaan hasil penggabungan ,untuk
melaksanakan bidang usaha perusahaan hasil penggabungan

Hal – hal yang perlu diperhatikan :


1. Perusahaan yg akan melakukan penggabungan harus telah memiliki izin usaha
2. Dalam hal perusahaan yg akan melakukan penggabungan masih memiliki IP, IP
Perluasan yg belum memiliki izin usaha , maka perusahaan yg meneruskan
kegiatan dapat mengajukan permohonan IP, IP Perluasan atas proyek tsb.
3. Dalam perusahaan yg meneruskan kegiatan masih memiliki IP/IP Perluasan yg
belum memiliki IU , dpt langsung ditampung dlm IP Penggabungan Prusahaan.
4. Perusahaan yg akan melakukan penggabungn hrs mematuhi ketentuan
peraturab perundang – undangan yg terkait dgn PT, larangan praktek monopoli
dan persaingan usaha tdk sehat.
5. IP penggabungn perusahaan hrs ditindaklanjuti dgn pembuatan akta
pengabungn beserta pengesahan dri Kemenkumham paling lama 1 tahun sejak
diterbitkannya IP penggabungan.
IZIN USAHA PM
Memulai Produksi/Operasi : saat dimana
perusahaan PM telah siap untuk
Izin usaha : melakukan prosuksi/operasi
izin yang wajib
dimiliki perusahaan
untuk memulai
pelaksanaan kegiatan Siap produksi : kondisi dimana minimal
80% mesin utama telah terpasang di
produksi/operasi yang lokasi proyek
menghasilkan barang
/jasa, kecuali
ditentukan lain oleh
peraturan perundang -
undangan Siap operasi : kondisi dimana perusahaan
selain industri telah menyiapkan sarana
dan prasrana
Sektor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Sektor Perdagangan

Sektor Pariwisata
IZIN USAHA
Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral
untu berbagai
Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan
sektor usaha
Sektor Pertanian

Sektor Perindustrian

Sektor Kesehatan

Sektor Komunikasi dan Informatika

Sektor Kelautan dan Perikanan

Sektor Pendidikan dan Kebudayaan

Sektor Ketenagakerjaan

Sektor Perhubungan
CATATAN Izin Usaha :
1. IU diterbitkan terpisah untuk setiap sektor atau bidang usaha
tertentu sesuai ketentuan peraturan sektoral
2. Perusahaan dengan IP yang mencantumkan lebih dari 1
bidang usaha selain bidang usaha industri harus
mengajukan IU secara bersamaan . Bila tidak bersamaan
batal.
3. Perusahaan yang memiliki IP bidang industri lebih dari 1
jenis produk dan atau memiliki lebih dari 1 lokasi proyek
dapat mengajukan IU scara bertahap sesuai ketentuan
peraturan sektoral
4. Atas jenis produk dan atau kegiatan industri di lokasi proyek
sebagaimana (3) yang belum diterbitkan IU, IP masih tetap
berlaku sebagai dasar pelaksanaan kegiatan usahanya.
SYARAT IZIN USAHA :
1. Formulir Permohonan bermaterai Rp. 6.000,--
2. Rekaman KTP
3.Rekaman perizinan yang dimiliki berupa Pendaftaran/ Izin Prinsip/ Surat
Persetujuan Penanaman Modal/ Izin Usaha/Izin Dinas/Kementerian terkait;
4.Rekaman akta pendirian dengan pengesahan dari Kemenkumham serta akta
perubahannya dengan persetujuan/pemberitahuan perubahannya;
5.Rekaman NPWP perusahaan;
6.Rekaman bukti penguasaan tanah dan/atau bangunan
7.Rekaman dokumen dan persetujuan/pengesahan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL) atau Surat Pernyataan Kesanggupan
Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL);
8.Rekaman Izin Lingkungan bg perusahaan yg tlh memiliki AMDAL dan UKL-UPL
9.Rekaman Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) triwulan terakhir;
10.Rekapitulasi jenis dan kapasitas produksi, investasi dan sumber pembiayaan
dari izin-izin usaha yang pernah dimiliki
11.Uraian Proses Produksi yang mencantumkan jenis bahan bakudan dilengkapi
dengan alir/flowchart
12.Rekomendasi dari Tim Teknis bila di persyaratkan.
13.Surat kuasa bermaterai cukup untuk pengurusan permohonan yang tidak
dilakukan secara langsung oleh pemohon / direksi perusahaan
IZIN USAHA PERLUASAN untuk berbagai sektor usaha : izin
yang wajib dimiliki perusahaan untuk memulai pelaksanaan
kegiatan produksi / operasi yang menghasilkan barang / jasa
atas pelaksanaan perluasan usaha, kecuali ditentukan lain oleh
peraturan perundang – undangan sektoral.

IZIN USAHA PERUBAHAN untuk berbagai sektor usaha :


izin yang wajib dimiliki oleh perusahaan , dalam rangka
legalisasi terhadap perubahan realisasi penanaman
modal yg telah ditetapkan sebelumnya.

IZIN USAHA PENGGABUNGAN PERUSAHAAN untuk


berbagai sektor usaha : izin yang wajib dimiliki oleh
perusahaan hasil penggabungan dalam rangka memulai
pelaksanaan kegiatan produksi/operasi untuk
menghasilkan barang / jasa.
Ijin Lokasi
Perda No.4 th 2009
Izin Lokasi :
diberikan pada perorangan atau badan dlm rangka
penanaman modal sbg izin pemindahan hak dan untuk
mengunakan tanah tersebut guna usaha penanaman
modal

 Rencana peruntukan sesuai dengan RTRW


 Retribusi GRATIS
 Luas Lahan Lebih dari 1 ha di BPPTPM
 Luas Kurang dari 1 ha di BPN
1. Perda No.13 tahun 2009 tentang IMB
2. Perda No 1 tahun 2015 tentang Bangunan Gedung
3. Kep Bupati No. 503/406/2011 tentang standar harga bangunan
DASAR HUKUM IZIN GANGGUAN
1. PERDA NO.3 Tahun 2009 tentang Retribusi Izin
Gangguan
2. Perbup No.18 Tahun 2014 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Penyelenggaraan dan Tata Cara
Pemungutan Retribusi Izin Gangguan

Izin Gangguan :
pemberian izin tempat usaha/ kegiatan kepada orang
pribadi atau badan dilokasi tertentu yg dpt menimbulkan
bahaya, kerugian, dan gangguan, tidak termasuk tempat
usaha/kegiatan yg telah ditentukan pemerintah pusat atau
pemerintah daerah
IZIN GANGGUAN ( HO )

Gangguan Lingkungan :
gangguan terhadap fungsi tanah, air tanah,sungai, laut, udara,
dan gangguan yang bersumber dari getaran dan /atau kebisingan

Gangguan thd Sosial Kemasyarakatan :


terjadinya ancaman kemerosotan moral dan atau ketertiban umum

Gangguan terhadap ekonomi :


ancaman terhadap penurunan produksi usaha masyarakat
sekitar dan atau penurunan nilai ekonomi benda tetap dan
benda bergerak yg berada disekitar lokasi usaha
Perbup No.18 Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Tata Cara Pemungutan Retribusi Izin gangguan
Pengusaha Wajib bayar:
RETRIBUSI HO TAHUNAN
IZIN GANGGUAN DAPAT
DICABUT
PERUBAHAN IZIN HO  Lokasi tempat Usaha tidak
sesuai dengan Tata Ruang
 Perubahan sarana usaha  Pemegang Izin melanggar
 Penambahan kapasitas syarat-syarat yang
usaha ditetapkan dalam surat Izin
 Perluasan lahan dan Gangguan
bangunan
 Perusahaan tidak dijalankan
 Perubahan waktu atau 6 bln berturut-turut
durasi operasi usaha
SIUP dan TDP
- Perda No. 2 tahun 2011 ttg SIUP
- Kep. Bupati Demak No.510.41/700 th 2015

PERSYARATAN :
1. Formulir Permohonan bermaterai Rp. 6.000,-
2. Rekaman Kartu Tanda Penduduk pemohon.
3. Rekaman Akta Notaris Pendirian Perusahaan;
4. Rekaman Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari
Menteri Kehakiman bagi Perseroan Terbatas;
5. Rekaman NPWP Perusahaan;
6. Rekaman HO/SITU bagi kegiatan usaha perdagangan yang
dipersyaratkan SITU atau( ketentuan Undang-Undang
Gangguan (HO);
7. Rekaman IMB
8. Rekaman izin Teknis yang terkait dengan bidang Usaha yang
dimohon
9. Surat pengantar domisili Usaha dari lurah diketahui
camat setempat
Keperluan : untuk mengurus SIUP di BPPTPM Kab. Demak
Keterangan : Bahwa yang bersangkutan benar-2 mempunyai
usaha di desa/Kecamatan tersebut .
10.Surat Kuasa jika mewakilkan bermaterai Rp. 6.000
IZIN USAHA INDUSTRI :
- Perda No. 21 th 2002 ttg Izin Usaha Industri
- Instruksi Bupati Demak No.326 th 2011 ttg Pelaksanaan
UU No.28 th 2009 ttg Pajak dan Ret daerah

PERSYARATAN :
1. Formulir Permohonan bermaterai Rp. 6.000,-
2. Rekaman Kartu Tanda Penduduk pemohon.
3. Rekaman NPWP
4. Rekaman akta pendirian Perusahaan dan perubahan (jika ada)
yang telah disahkan oleh instansi
( yang berwenang.
5. Rekaman Sertifikat tanah / tanda Bukti kepemilikan Tanah
6. Surat Pernyataan tidak keberatan dari tetangga
7. Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan
8. Rekaman Izin Lokasi
9. Rekaman Izin Mendirikan Bangunan
10. Rekaman Izin Gangguan HO
11. Surat Kuasa jika mewakilkan bermaterai Rp. 6.000,--
Terdepan dalam pelayanan perizinan dan PM