Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 7

3TA04

MEMBER

A.FATIHUR RIZQI

ANDI TENRIO AFIF MAHDI D

DONNY ARIO GALING

SISTEM DRAINASE
PENDAHULUAN

Kondisi topografi wilayah Kecamatan Ponorogo mempunyai tinggi permukaan tanah dari permukaan laut (DPL) relatif l
ebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di wilayah kabupaten tersebut yaitu kurang dari 100 m. Kecamatan Ponor
ogo termasuk dataran yang sangat landai. Kecamatan Ponorogo letaknya yang lebih rendah dari daerah sekelilingnya, m
aka Kecamatan Ponorogo dilewati aliran air yang datang dari daerah yang lebih tinggi elevasinya seperti sungai Keyang
timur dan selatan, sungai Slahung dari arah selatan dan sungai Sungkur dari arah barat. Akhirnya muara ketiga sungai te
rsebut bertemu di sungai Sekayu.

Muara dari ketiga sungai tersebut bertemu pada posisi yang dapat dikatakan hampir satu titik di badan sungai yang mem
punyai kemiringan dasar relatif landai dan kondisinya berbelok-belok, maka apabila hujan turun terjadi di daerah hulu d
engan intensitas cukup besar maka aliran hujan dengan segera akan terkonsentrasi di pertemuan ketiga sungai tersebut.
Akibatnya bisa dikatakan akan terjadi akumulasi debit yang sangat besar dan apabila sungai Sekayu tidak mampu meng
alirkan dengan segera maka dapat dipastikan aliran akan meluap dari tebing sungai dan menggenangi daerah sekitarnya.

SISTEM DRAINASE
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
a. Metode observasi
Metode observasi adalah pengamatan dan pencatatan sesuatu objek denga
n sistematika fenomena yang diselidiki.

b. Metode dokumentasi
Metode dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara meminta data
yang telah ada sebelumnya.

c. Metode literature atau kepustakaan


Literature yang dimaksud yaitu dari buku yang diperoleh, dari perpustaka
an pribadi dan dari internet. Data-data dan teori-teori atau temuantemu
an sebelumnya.
SISTEM DRAINASE
EVALUASI SISTEM DRAINASE
Evaluasi saluran digunakan untuk mengetahui besar debit yang dapat ditampung saluran dengan dimensi yang ad
a (eksisting). Kapasitas saluran drainase aman terhadap debit rencana jika kapasitas saluran drainase yang ada (ek
sisting) lebih besar dari debit rancangan/ rencana hasil perhitungan, apabila kapasitas saluran drainase yang ada l
ebih besar dari debit rencana maka saluran drainase masih layak dan tidak diperlukan perubahan dimensi saluran.
Contoh :
Analisa dan cek saluran Primer Kali Kategan ruas P0- P10, jika kapasitas saluran (Qsal) = 60,2768352, debit
total (Qtot) = 6,8207400. Penyelesaian :
Analisa = (Qsal) - (Qtot)
= 60,2768352 - 6,8207400
= 53,4560952 (Aman)
Evaluasi kapasitas saluran drainase primer eksisting
disajikan pada Tabel 1.1 dan saluran sekunder
eksisting disajikan pada Tabel 1.2.

SISTEM DRAINASE
TABEL 1.1
Q yang membeb
Q Pengamatan Q saluran eksisti
Saluran Ruas ani saluran m3/d
m3/detik ng m3/detik
etik
P0 -P10 6,8207400 5,1317167 60,2768352

P11 – P17 11,7975170 7,5206996 32,8381232


Primer kali Kateg
P18 – P20 17,9438553 15,9198181 24,2249541
an
P21 – P28 23,1351426 21,6617658 50,5271929

P29 – P40 23,5890426 23,2974239 22,9974538

P0 – P8 3,3912944 2,4828919 12,8957576

P9 – P15 4,2041730 3,610035 18,6987146


Primer kali Mung
P16 – P21 5,0005503 4,7272755 4,0992344
kungan
P22 – P28 9,3563416 9,6769270 24,8248949

P29 – P35 10,1457773 10,8816255 9,6469072

SISTEM DRAINASE
TABEL 1.2
Q yang membe
Q Pengamatan Q saluran eksis
Saluran Ruas bani saluran m
m3/detik ting m3/detik
3/detik

P0 - P20 0,6595347 0,7484033 1,5389635

Sekunder Kali
Tambak P21 - P31 1,2555223 1,9188106 2,0548904
Kemangi

P32 - P40 1,8382242 2,8138916 1,8081730

SISTEM DRAINASE
PEMBAHASAN
Berdasarkan evaluasi kapasitas saluran drainase primer c. Primer Kali Mungkungan ruas P29-P35 dengan
pada Tabel 4.23 dan evaluasi kapasitas saluran drainase sek kapasitas saluran sebesar 9,6469072 m3/det, debit
under pada Tabel 4.24 didapat beberapa ruas saluran tidak
mampu menerima debit rancangan, yaitu : rancangan yang ada sebesar 10,1457773 m3/det,
a. Primer Kali Kategan ruas P29-P40 dengan sedangkan berdasarkan pengamatan lapangan
kapasitas saluran sebesar 22,9974538 m3/det, debit diperoleh debit 10,8816255 m3/det.
rancangan yang ada sebesar 23,5890426 m3/det, d. Sekunder Kali Tambak Kemangi ruas P32-P40
sedangkan berdasarkan pengamatan lapangan dengan kapasitas saluran sebesar 1,8081730
diperoleh debit 23,2974239 m3/det. m3/det, debit rancangan yang ada sebesar
b. Primer Kali Mungkungan ruas P16-P21 dengan 1,8382242 m3/det, sedangkan berdasarkan
kapasitas saluran sebesar 4,0992344 m3/det, debit pengamatan lapangan diperoleh debit 2,8138916
rancangan yang ada sebesar 5,0005503 m3/det, m3/det.
sedangkan berdasarkan pengamatan lapangan
diperoleh debit 4,7272755 m3/det.

SISTEM DRAINASE
REKOMENDASI
Rekomendasi terhadap pembahasan diatas adalah dengan rehabilitasi saluran eksisting. Hal ini
dilakukan dengan cara :
a. Pelebaran saluran, dengan mempertimbangkan daerah sekitarnya, jika masih memungkinkan untuk
dilakukan pelebaran saluran.
b. Penambahan kedalaman saluran, kedalaman saluran seiring dengan waktu bisa terjadi
pendangkalan. Jika saluran tersebut tidak terjadi pendangkalan, namun saluran tersebut masih
meluap maka perlu dilakukan penambahan kedalaman saluran.
c. Perubahan struktur saluran, perubahan struktur saluran seminimal mungkin dilakukan, karena
dengan perubahan struktur akan memakan biaya yang besar.

SISTEM DRAINASE
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat di c. Primer Kali Mungkungan ruas P16-P21 dengan
berikan kesimpulan sebagai berikut : kapasitas saluran sebesar 4,0992344 m3/det, debit
a. Lokasi genangan sementara di beberapa titik rancangan yang ada sebesar 5,0005503 m3/det,
wilayah Kota Ponorogo yang disebabkan kapasitas sedangkan berdasarkan pengamatan lapangan
saluran tidak mampu dalam menampung debit diperoleh debit 4,7272755 m3/det. Penyempitan
rancangan yang ada. dimensi saluran pada ruas ini menyebabkan
b. Primer Kali Kategan ruas P29-P40 dengan kapasitas saluran tidak mampu menampung debit
kapasitas saluran sebesar 22,9974538 m3/det, debit yang ada dan menyebabkan efek back water.
rancangan yang ada sebesar 23,5890426 m3/det,
sedangkan berdasarkan pengamatan lapangan
diperoleh debit 23,2974239 m3/det. Penyempitan
dimensi saluran pada ruas ini menyebabkan
kapasitas saluran tidak mampu menampung debit
yang ada dan menyebabkan efek back water.

SISTEM DRAINASE
d. Primer Kali Mungkungan ruas P29-P35 dengan e. Sekunder Kali Tambak Kemangi ruas P32-P40
kapasitas saluran sebesar 9,6469072 m3/det, debit dengan kapasitas saluran sebesar 1,8081730
rancangan yang ada sebesar 10,1457773 m3/det, m3/det, debit rancangan yang ada sebesar
sedangkan berdasarkan pengamatan lapangan 1,8382242 m3/det, sedangkan berdasarkan
diperoleh debit 10,8816255 m3/det. Penyempitan pengamatan lapangan diperoleh debit 2,8138916
dimensi saluran pada ruas ini menyebabkan m3/det. Penyempitan dimensi saluran pada ruas in
kapasitas saluran tidak mampu menampung debit i menyebabkan kapasitas saluran tidak mampu
yang ada dan menyebabkan efek back water. menampung debit yang ada dan menyebabkan
efek back water.

SISTEM DRAINASE
SARAN

Berdasaran pembahasan di atas, maka dapat diberikan beberapa saran untuk perencanaan sistem
drainase sekunder sebagai berikut:
a. Perencanaan dimensi saluran disesuaikan dengan daerah pengaliran (cathment area) yang
mempengaruhi saluran tersebut.
b. Perencanaan dimensi saluran harus disesuaikan dengan perubahan tata guna lahan seiring
pertumbuhan penduduk tahun yang akan datang.
c. Melakukan perawatan rutin meliputi usaha untuk mempertahankan kondisi atau fungsi saluran/
sistem tanpa ada bagian yang diubah atau diganti.
d. Melakukan perawatan berkala meliputi usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi sistem,
tanpa ada bagian yang diubah atau diganti dan dilakukan secara berkala.
e. Melakukan usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran drainase.

SISTEM DRAINASE
THANK YOU
SISTEM DRAINASE