Anda di halaman 1dari 11

PERUNDINGAN KOLEKTIF DAN HUBUNGAN BURUH

SABILA SHERIDAN (C2C017018)


DINDA SEKAR PARAMITHA (C2C017009)
SUSI AZIZ ROSTIKOWATI (C2C017036)
Pengertian :
• Serikat Pekerja/ Serikat Buruh • HUBUNGAN BURUH menurut
adalah Undang-Undang No. 13 Tahun
• organisasi yang dibentuk dari, 2003 tentang Ketenagakerjaan
oleh, dan untuk pekerja/buruh pasal 1 disebutkan :
baik di perusahaan maupun di Hubungan Kerja adalah
luar perusahaan, yang bersifat hubungan antara pengusaha
bebas, terbuka, mandiri, dengan pekerja/buruh
demokratis, dan bertanggung berdasarkan perjanjjan kerja,
jawab guna memperjuangkan, yang mempunyai unsur
membela serta melindungi hak pekerjaan, upah dan perintah.
dan kepentingan
pekerja/buruh serta
meningkatkan kesejahteraan
pekerja pekerjaan/ buruh dan
keluarganya
TUJUAN HUBUNGAN BURUH BAGI PIHAK MANAJEMEN, BURUH DAN
MASYARAKAT

Manajemen :
Fokus penanganan individu bergeser menjadi penanganan kelompok

Buruh :
Evektivitas perundingan, karena adanya kekuatan dan pengaruh untuk
membuat suara pekerja di dengar, serta untuk mempengaruhi perubahan di
tempat kerja

Masyarakat :
Perselisihan antara manajemen dan serikat dapat diselesaikan melalui
perundingan kolektif dan bukan adu fisik di jalanan
Tujuan Hubungan Buruh Bagi Pihak
Manajemen
Tujuan manajemen : • Gangguan akibat
• mengendalikan biaya pemogokan
buruh • Hubungan yang tidak
• Meningkatkan selaras dengan pekerja
produktifitas dengan Strategi Manajemen
terus menerus memeriksa menyikapi Serikat :
upah dan tunjangan * Melalui syarat dan
Kekhawatiran manajemen ketentuan kerja tertentu
terhadap Serikat : yang menarik dan adil
• Biaya tunjangan dan upah bagi pekerja atau buruh
yang naik sehingga pekerja/buruh
tidak merasa dirugikan
Tujuan Serikat Buruh Bagi Pihak Buruh
• Pada UU No. 21 tahun 2000 c. Sebagai sarana menciptakan
Pasal 4 ayat 1 hubungan industrial yang
• Untuk mencapai tujuan harmonis, dinamis, dan
tersebut, serikat buruh berkeadilan sesuai
berfungsi : peraturan perundangan
a. Sebagai pihak pembuatan yang berlaku
perjanjian kerja bersama d. Sebagai sarana penyalur
dan penyelesaian aspirasi dalam
perselisihan industrial, memperjuangkan hak dan
b. Sebagai wakil kepentingan anggotanya
buruh/pekerja dalam
lembaga yang bekerja
sama dibidang ketenaga
kerjaan
Dampak Lingkungan Hukum Terhadap Hubungan Buruh
• Jejaring aturan di • Contoh :
Indonesia: • UUD 1945 pasal 27 “ tiap-
- UUDN RI 1945 tiap warga negara berhak
- Undag-Undang atas penghidupan yang
- Keputusan Presiden dan layak bagi kemanusiaan”
Intruksi presiden • UU No.13 th 2003
- Peraturan Mentri dan tentang Ketenagakerjaan
Keputusan Mentri • UU no. 21 th 2000
- Peraturan gubernur dan tentang
Keputusan Gubernur Serikatpekerja/serikat
buruh
• Kepres 107 th 2004
tentang dewan
pengupahan
Strategi Baru Buruh dan manajemen
• Ada tanda-tanda transformasi umum menuju
hubungan kerja yang semakin akur. Transformasi ini
memiliki 2 tujuan dasar:
– Meningkatkan keterlibatan individu dan kelompok kerja
dalam mengatasi hubungan tidak akur dan meningkatkan
komitmen, motivasi dan kecakapan pemecahan masalah
dari karyawan
– Mengorganisir ulang kerja sehingga aturan kerja
terminimalisir, sementara fleksibilitas pengelolaan orang
dimaksimalkan.
• Tujuan ini sangat penting terutama bagi perusahaan
yang ingin segera menggeser produksi sebagai respon
perubahan pasar dan permintaan pelanggan.
Pola –pola dalam hubungan manajemen dan buruh
menggunakan pendekatan biasa dan transformasional
HASIL DARI HUBUNGAN BURUH
• Usaha Manajemen  mengendalikan biaya,
meningkatkan produktivitas, meningkatkan
kualitas
• Usaha Serikat  meningkatkan upaya,
meningkatkan tunjangan, pemegang kendali
aturan kerja
• Masing-masing pihak berusaha menghindari
konflik :
– Pemogokan
– Kesenjangan upah dan tunjangan
– Produktivitas
– Profit dan saham
Perbedaan hubungan serikat
di Sektor Publik dengan sektor
swasta
• Dengan berkembangnya • Berbeda di sektor swasta,
globalisasi pasar, biaya buruh keanggotaan serikat di sektor
publik mengaamin
dan produktivitas akan terus perkembangan di era 1960-
menjadi tantangan utama. 1970-an dan tetap stabil 1980-
Dengan globalisasi pasar an. 36% dari karyawan
berarti bahwa barang, jasa pemerintah adalah anggota
dan produksi akan terus serikat. Perubahan dalam
kerangka hukum turut
bergerak bebas antar batas berkontribusi terhadap
internasional. perkembangan serikat di sektor
publik. Salah satu tahap awalnya
adalah pemberlakuan aturan
perundingan kolektif di thn 1959
bagi pegawai negeri.