Anda di halaman 1dari 42

Kebijakan Perencanaan Pengembangan

Pendidikan Tinggi di Indonesia

Dadang Sudiyarto
Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi


Kementerian Pendidikan Nasional

13 Oktober 2011
DASAR PERENCANAAN PENGEMBANGAN
PENDIDIKAN TINGGI
Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP, 2005-2025)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM, 2010-2014)

Rencana Strategis Pembangunan Pendidikan Nasional


(Renstra Kemdiknas) Tahun 2010-2014.

Rencana Strategis Pendidikan Tinggi Tahun 2010-2014

Rencana Strategis
Perguruan Tinggi
RPJMN PRIORITAS NASIONAL
RPJP (2005 -2025)

RPJM 4
(2020-2024)
RPJM 3 Mewujudkan
RPJM 2 (2015-2019) masyarakat
RPJM 1 (2010-2014) Indonesia yang
Memantapkan pem- mandiri, maju, adil,
(2005-2009) bangunan secara dan makmur melalui
Memantapkan menyeluruh dengan percepatan
penataan kembali menekankan pem- pembangunan di
Menata Kembali bangunan berbagai bidang
NKRI, membangun NKRI,
meningkatkan keunggulan kom- dengan menekankan
Indonesia yang petitif perekonomian terbangunnya
aman dan damai, kualias SDM,
membangun yang berbasis struktur
yang adil dan SDA yang tersedia, perekonomian yang
demokratis, kemampuan iptek,
memperkuat daya SDM yang kokoh berlandaskan
dengan tingkat berkualitas, serta keunggulan
kesejahteraan saing
perekonomian. kemampuan Iptek kompetitif
yang lebih baik.

RPJMN 2005-2024, Undang- Undang No. 17 Tahun 2007


3
TAHAPAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL
Fokus Fokus
Internal Eksternal
VISI 2025 INSAN INDONESIA CERDAS & KOMPETITIF
PERIODE 2005-2009 2010-2014 2015-2019 2020-2024
TEMA Peningkatan Penguatan Daya Saing DayaSaingInterna
Kapasitas & Pelayanan Regional sional
Modernisasi

TIGA PILAR PEMBANGUNAN PENDIDIKAN:


1. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan;
2. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran
pendidikan; dan
3. Peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra
publik pengelolaan pendidikan.

Sumber: Renstra Kemendiknas


TAHAPAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL
Fokus Internal Fokus Eksternal
VISI 2025 INSAN INDONESIA CERDAS & KOMPETITIF
PERIODE 2005-2009 2010-2014 2015-2019 2020-2024
TEMA Peningkatan Penguatan Daya Saing DayaSaingInternas
Kapasitas & Pelayanan Regional ional
Modernisasi

Visi Kemdinas 2014:


“Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional
untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif “
Misi Depdiknas 2010-2014 (MISI 5K):
M1. Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan
M2. Meningkatkan Keterjangkauan Layanan Pendidikan
M3. Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan
M4. Meningkatkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan Pendidikan
M5. Meningkatkan Kepastian/Keterjaminan Memperoleh Layanan Pendidikan
Sumber: Renstra Kemendiknas
FOKUS PEMBANGUNAN PENDIDIKAN
Tahun 2010-2014

...pembangunan pendidikan diarahkan untuk menghasilkan insan Indonesia


cerdas dan kompetitif melalui peningkatan ketersediaan, keterjangkauan,
kualitas dan relevansi, kesetaraan dan kepastian memperoleh layanan
pendidikan... 5 PRIORITAS
PROGRAM
PERCEPATAN PENINGKATAN
Pendidikan 5 JUMLAH DOSEN S3 DAN DAYA
SAING PT
AKADEMIK
PT
4 PENINGKATAN AKSES DAN MUTU
PENDIDIKAN VOKASI.
6 | Rembuk Nasional Depdiknas | 9. Februar 2018

SM PERCEPATAN PENINGKATAN

3
KUALIFIKASI AKADEMIK GURU KE
S1/D4, SERTIFIKASI, DAN RINTISAN
PENDIDIKAN PROFESI GURU
SMP

SD 2 PENUNTASAN PENDIDIKAN DASAR


SEMBILAN TAHUN.
TK Pendidikan
PAUD KARAKTER
1 PENINGKATAN AKSES & MUTU
PAUD
6
A
Rencana Strategis
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
2010 - 2014

7
SASARAN STRATEGIS PENDIDIKAN TINGGI

Visi
Kemdiknas • Terselenggarannya Layanan Prima Pendidikan Nasional untuk
(2010- Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif
2014)

Misi Kemdiknas • Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan (Availability)


• Memperluas Keterjangkauan Layanan Pendidikan (Affordability)
(2010-2014) • Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan (Quality)
• Mewujudkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan Pendidikan (Equity)
Misi 5K • Menjamin Kepastian Memperoleh Layanan Pendidikan (Assurance)

Motto :“Melayani Semua dengan Amanah”


8 | Rembuk Nasional Depdiknas | 9. Februar 2018

TUJUAN STRATEGIS
Tersedia dan Terjangkaunya Layanan Pendidikan Tinggi Berkualitas, Relevan, dan
Berdaya Saing Internasional

SASARAN
Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses Pendidikan Tinggi
STRATEGIS Bermutu, Berdaya Saing Internasional, Berkesetaraan Jender dan
DIKTI Relevan dengan Kebutuhan Bangsa dan Negara
RENSTRA PENDIDIKAN TINGGI
2010-2014

MISI TUJUAN

TERBANGUNNYA SISTEM DIREKTORAT JENDERAL


PENDIDIKAN TINGGI YANG MAMPU MENJALANKAN
TUGAS DAN FUNGSI LAYANAN PUBLIK SECARA
- REGULATOR SISTEM EFEKTIF DAN EFISIEN
VISI
PENDIDIKAN TINGGI
SECARA NASIONAL KETERSEDIAAN PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA
YANG BERMUTU DAN RELEVAN DENGAN
SISTEM - FASILITATOR, PENGUAT KEBUTUHAN PEMBANGUNAN NASIONAL
PENDIDIKAN (ENPOWER), SEHINGGA BERKONTRIBUSI SECARA NYATA
PEMBERDAYA KEPADA PENINGKATAN DAYA SAING BANGSA
TINGGI YANG
SEHAT DAN (ENABLER)
PERGURUAN KETERJANGKAUAN, KESETARAAN, DAN
BERMUTU,
9 | Rembuk Nasional Depdiknas | 9. Februar 2018

- PENYELARAS (SYSTEM KETERJAMINAN AKSES UNTUK MEMPEROLEH


MENGHASILKAN PENDIDIKAN TINGGI
INSAN BERIMAN, ALIGNING SISTEM
PENDIDIKAN TINGGI
BERTAQWA, DENGAN
CERDAS DAN PEMBANGUNAN (DUNIA PERGURUAN TINGGI YANG OTONOM DAN
TERAMPIL KERJA), DAN AKUNTABEL SEJALAN DENGAN UU NO. 20/2003
TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
- MELINDUNGI
KEPENTINGAN PUBLIK
DAN AKSES PT INTERAKSI PERGURUAN TINGGI DENGAN
MASYARAKAT YANG MENCERMINKAN HUBUNGAN
TIMBAL BALIK YANG SELARAS DAN SALING
MENGUNTUNGKAN
RENSTRA PENDIDIKAN TINGGI
2010-2014
TUJUAN

TERBANGUNNYA SISTEM DIREKTORAT


JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI YANG
1 MAMPU MENJALANKAN TUGAS DAN
FUNGSI LAYANAN PUBLIK SECARA
MISI EFEKTIF DAN EFISIEN
• REGULATOR SISTEM
VISI PENDIDIKAN TINGGI
SECARA NASIONAL
SISTEM • FASILITATOR, PENGUAT
PENDIDIKAN (ENPOWER),
PEMBERDAYA
TINGGI YANG
SEHAT DAN
(ENABLER) Kebijakan
PERGURUAN
10 | Rembuk Nasional Depdiknas | 9. Februar 2018

BERMUTU, • PENYELARAS (SYSTEM


MENGHASILKAN ALIGNING SISTEM
INSAN BERIMAN, MEREPOSISI DAN
PENDIDIKAN TINGGI MEREFORMASI STRUKTUR
BERTAQWA, DENGAN DAN FUNGSI DIREKTORAT
CERDAS DAN PEMBANGUNAN (DUNIA JENDERAL PENDIDIKAN
TERAMPIL KERJA), DAN TINGGI
• MELINDUNGI
KEPENTINGAN PUBLIK
DAN AKSES PT MENYIAPKAN DAN
MENYEMPURNAKAN
LANDASAN HUKUM
PENGEMBANGAN SEKTOR
PENDIDIKAN TINGGI YANG
KONDUSIF
RENSTRA PENDIDIKAN TINGGI
2010-2014 TUJUAN
KETERSEDIAAN PENDIDIKAN TINGGI
INDONESIA YANG BERMUTU DAN RELEVAN
DENGAN KEBUTUHAN PEMBANGUNAN
2 NASIONAL SEHINGGA BERKONTRIBUSI
SECARA NYATA KEPADA PENINGKATAN DAYA
SAING BANGSA

MISI
• REGULATOR SISTEM
VISI PENDIDIKAN TINGGI
Kebijakan
SECARA NASIONAL EKSPANSI KAPASITAS
SISTEM • FASILITATOR, PENGUAT
PENDIDIKAN (ENPOWER), DIVERSIFIKASI MANDAT DAN MISI PT
PEMBERDAYA
TINGGI YANG MENDORONG PT MENCAPAI POSISI TERBAIKNYA (SESUAI MISI)
(ENABLER)
SEHAT DAN PERGURUAN MENGEMBANGKAN SUMBERDAYA : SDM, SARANA PRASARANA,
11 | Rembuk Nasional Depdiknas | 9. Februar 2018

BERMUTU, • PENYELARAS (SYSTEM


KEUANGAN, INFORMASI, MANAJEMEN

MENGHASILKAN ALIGNING SISTEM


MENINGKATKAN KESELARASAN HASIL PERGURUAN TINGGI
DENGAN KEBUTUHAN MASYARAKAT
INSAN BERIMAN, PENDIDIKAN TINGGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN UNTUK MENGHASILKAN
BERTAQWA, DENGAN
LULUSAN YANG CERDAS, TERAMPIL, DAN BERKARAKTER

CERDAS DAN PEMBANGUNAN (DUNIA MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN LULUSAN

TERAMPIL KERJA), DAN MENGEMBANGKAN PUSAT UNGGULAN BERBASIS RISET


• MELINDUNGI
KEPENTINGAN PUBLIK PROGRAM STRATEGIS NASIONAL SECARA BERKELANJUTAN
DAN AKSES PT
MENINGKATKAN RELEVANSI RISET PERGURUAN TINGGI

INTERNASIONALISASI PENDIDIKAN TINGGI

MEMPERKUAT SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI

PERGURUAN TINGGI ASING UNTUK PERLUASAN AKSES DAN


PENINGKATAN KUALITAS
RENSTRA PENDIDIKAN TINGGI
2010-2014 TUJUAN
KETERJANGKAUAN, KESETARAAN,
3 DAN KETERJAMINAN AKSES UNTUK
MEMPEROLEH PENDIDIKAN TINGGI

MISI
• REGULATOR SISTEM
VISI PENDIDIKAN TINGGI Kebijakan
SECARA NASIONAL
SISTEM • FASILITATOR, PENGUAT MENINGKATKAN BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA
PENDIDIKAN (ENPOWER),
PENDIDIKAN

TINGGI YANG PEMBERDAYA MENDAYAGUNAKAN BERBAGAI SUMBER DAYA UNTUK


SEHAT DAN (ENABLER) MENINGKATKAN CAKUPAN BEASISWA DAN BANTUAN
BIAYA PENDIDIKAN
BERMUTU, PERGURUAN
12 | Rembuk Nasional Depdiknas | 9. Februar 2018

MEMPERBAIKI EKUITAS PENDIDIKAN TINGGI BAGI


MENGHASILKAN • PENYELARAS (SYSTEM MASYARAKAT DAN DAERAH YANG KURANG
INSAN ALIGNING SISTEM TERWAKILI

BERIMAN, PENDIDIKAN TINGGI OPTIMASI PERGURUAN TINGGI YANG

BERTAQWA, DENGAN DISELENGGARAKAN OLEH PEMERINTAH (TERMASUK


RESOURCE SHARING)
PEMBANGUNAN (DUNIA
CERDAS DAN OPTIMASI PERGURUAN TINGGI YANG
KERJA), DAN
TERAMPIL • MELINDUNGI
DISELENGGARAKAN OLEH MASYARAKAT (TERMASUK
RESOURCE SHARING)

KEPENTINGAN PUBLIK MENINGKATKAN DAYA TAMPUNG DAN MAHASISWA


DAN AKSES PT PENDIDIKAN VOKASI

MENINGKATKAN PERAN MASYARAKAT TERUTAMA


DUNIA USAHA DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM
MEMPERLUAS AKSES DAN KESETARAAN

MENINGKATKAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN


KOMUNIKASI
RENSTRA PENDIDIKAN TINGGI
2010-2014 TUJUAN
PERGURUAN TINGGI YANG OTONOM DAN
AKUNTABEL SEJALAN DENGAN UU NO.
4
20/2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN
NASIONAL

MISI
• REGULATOR SISTEM
VISI PENDIDIKAN TINGGI
SECARA NASIONAL
Kebijakan
SISTEM • FASILITATOR, PENGUAT
PENDIDIKAN (ENPOWER),
PEMBERDAYA MENDORONG PEMBANGUNAN
TINGGI YANG SISTEM KELEMBAGAAN MANDIRI
(ENABLER)
SEHAT DAN PERGURUAN
13 | Rembuk Nasional Depdiknas | 9. Februar 2018

BERMUTU, • PENYELARAS
MENGHASILKAN (SYSTEM ALIGNING MENYIAPKAN KERANGKA LEGAL
INSAN BERIMAN, SISTEM PENDIDIKAN PT MENJADI LEMBAGA OTONOM
BERTAQWA, TINGGI DENGAN DAN AKUNTABEL
CERDAS DAN PEMBANGUNAN (DUNIA
TERAMPIL KERJA), DAN
MENGUATKAN DAN
• MELINDUNGI MENYEHATKAN PERGURUAN
KEPENTINGAN PUBLIK TINGGI YANG OTONOM DAN
DAN AKSES PT AKUNTABEL

MEMBANGUN MUTU DAN


KAPASITAS PERGURUAN TINGGI
MELALUI PEMBINAAN DAN
KEMITRAAN
RENSTRA PENDIDIKAN TINGGI
2010-2014 TUJUAN
INTERAKSI PERGURUAN TINGGI
DENGAN MASYARAKAT YANG
5 MENCERMINKAN HUBUNGAN TIMBAL
BALIK YANG SELARAS DAN SALING
MISI MENGUNTUNGKAN

VISI • REGULATOR SISTEM


PENDIDIKAN TINGGI
SECARA NASIONAL
SISTEM
PENDIDIKAN
• FASILITATOR, PENGUAT
(ENPOWER),
Kebijakan
TINGGI YANG PEMBERDAYA
SEHAT DAN (ENABLER)
MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT
BERMUTU, PERGURUAN
14 | Rembuk Nasional Depdiknas | 9. Februar 2018

DALAM MEMBERIKAN KONTRIBUSI


MENGHASILKAN • PENYELARAS DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
INSAN (SYSTEM ALIGNING TINGGI
BERIMAN, SISTEM PENDIDIKAN
BERTAQWA, TINGGI DENGAN
MENINGKATKAN KONTRIBUSI
PEMBANGUNAN (DUNIA
CERDAS DAN PERGURUAN TINGGI PADA
KERJA), DAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT DAN
TERAMPIL • MELINDUNGI PENCAPAIAN MDGs
KEPENTINGAN PUBLIK
DAN AKSES PT
TARGET DAN CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

PRIORITAS TUJUAN CAPAIAN TARGET TARGET


IKU DITJEN DIKTI
KEMENTERIAN STRATEGIS DIKTI 2010 2011 2014

4.1 • APK PT DAN PTA USIA 19-23 THN 24,67% 25.11% 30.0%
4.2 • RASIO KESETARAAN GENDER PT 108,9% 107.9% 104.0%
Terbangunnya Sistem
Direktorat Jenderal
4.3 • JUMLAH PT OTONOM 20 150 600
1 Pendidikan Tinggi yang
Efektif dan Efisien 4.4 • JUMLAH PT BEROPINI WTP 6 9 37
4.5 • PERSENTASE PRODI TERAKREDITASI 72 % 91% 100%
Ketersediaan Pendidikan
5K 2 Tinggi Indonesia yang
Bermutu dan Relevan 4.6 • PERSENTASE PRODI PT BERAKREDITASI
MINIMAL B 62 % 70,9% 80,0%
1. KETERSEDIAAN • JUMLAH PERGURUAN TINGGI MASUK TOP 500
2. KETERJANGKAUAN
4.7 DUNIA 4 5 11
3. KUALITAS / MUTU Keterjangkauan,
• RASIO MHS VOKASI : TOTAL MHS VOKASI DAN
4. KESETARAAN 3
Kesetaraan, dan
Keterjaminan Akses
4.8 S-1 18,7% 21% 30.0%
5. KEPASTIAN Untuk Memperoleh
• APK PRODI SAINS NATURAL DAN TEKNOLOGI
Pendidikan Tinggi 4.9 (USIA 19-23 TAHUN) 5,74% 5,0% 10,0%
4.10 • PERSENTASE DOSEN BERKUALIFIKASI S-2 62% 67.5% 94%
Mewujudkan Perguruan
4 Tinggi yang Otonom dan
Akuntabel 4.11 • PERSENTASE DOSEN BERKUALIFIKASI S-3 9,5% 10,5% 15,0%
4.12 • PERSENTASE DOSEN BERSERTIFIKAT 21.9% 36.0% 75.0%
Interaksi Perguruan Tinggi
Dengan Masyarakat yang
5 Mencerminkan Hubungan 4.13 • PERSENTASE DOSEN DG PUBLIKASI NASIONAL 17,2% 0,16% 0,19%
Timbal Balik yang Selaras
dan Saling Menguntungkan
• PERSENTASE DOSEN DENGAN PUBLIKASI
4.14 INTERNASIONAL 0,75% 0,5% 0,8%
4.15 • JUMLAH HAKI YANG DIHASILKAN 76 95% 150
• PERSENTASE MAHASISWA PENERIMA
4.16 BEASISWA 7,3% 15% 20%
PERKEMBANGAN APK PENDIDIKAN TINGGI
(Usia 19-23 Tahun)

Tahun
Komponen
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2010 *)

Penduduk Usia 19 - 23 21.190.000 21.184.100 21.174.900 21.171.200 21.170.300 21.184.000 19.844.485

Jumlah Mahasiswa 3.868.358 4.285.645 4.375.505 4.501.543 4.657.547 5.226.450 5.226.450

PTN 805.479 824.693 978.739 965.970 1.011.721 1.030.403 1.030.403

PTS 2.243.760 2.567.879 2.392.417 2.410.276 2.451.451 2.886.641 2.886.641

PTK 48.493 51.318 47.253 47.253 66.535 92.971 92.971

PTAI 508.545 518.901 506.247 556.763 503.439 571.336 571.336

UT 262.081 322.854 450.849 521.281 624.401 645.099 645.099

APK (%) 18,26% 20,23% 20,66% 21,26% 22,00% 24,67% 26,34%

*) CATATAN: PENDUDUK DARI BPS


Fokus Pembangunan Pendidikan
Tahun 2011 dan 2012
Percepatan Peningkatan Akses & Daya Saing Pendidikan
Tinggi
2011 2012
- Perluasan cakupan beasiswa miskin - Pengembangan
(BIDIK MISI) Community
- Pengembangan pusat-pusat College
penelitian aplikatif (untuk
mendukung pertumbuhan - Melanjutkan 2011
ekonomi)
- Revitalisasi PTS
- Pembukaan dan Penugasan Prodi
Baru
- Pengembangan PTN
POLA ALOKASI PENDANAAN
PERGURUAN TINGGI
2011-2014
LATAR BELAKANG
1 Misi Perguruan Tinggi

• Tridharma Perguruan Tinggi :


• Pendidikan
• Penelitian
• Pengabdian Kepada Masyarakat

2 Otonomi Perguruan Tinggi

Sarana Rektor untuk melaksanakan Kewajibannya


3
sesuai dengan Otonomi dan Kewenangannya
STRATEGI PENINGKATAN DIPA
PERGURUAN TINGGI

1 Pendanaan Berbasis Kepada Perencanaan PT

Pengalihan alokasi DIPA Dikti Kepada DIPA PT, dengan


2 memperhatikan:
• Peta Bidang Unggulan Setiap Perguruan Tinggi
• Peta Lemah Perguruan Tinggi
Unggulan Universitas mendapat tambahan anggaran agar
3 semakin kompetitif

Bidang Lemah Universitas namun harus dipertahankan


4 mendapat tambahan unggulan untuk mencapai “Standar”
USULAN ANGGARAN 2012 – 2014
DITJEN PENDIDIKAN TINGGI

Usulan Anggaran Perguruan Tinggi dan Kopertis mencakup:

1. Dokumen Rencana Program dan Kegiatan yang menggambarkan kebutuhan anggaran


untuk kurun waktu 3 tahun ke depan (2012, 2013 dan 2014). Kebutuhan anggaran
dirinci menurut Program, Kegiatan, dan Sumber Dana (Mengikat, Tidak Mengikat, dan
PNBP ), dengan memperhatikan:

• Program Unggulan, Program Reguler dan Program Baru dari Perguruan


a Tinggi/Kopertis

• Rencana Program dan Kegiatan dengan output yang jelas dan dapat diukur
• Output harus mengacu Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja
b Kegiatan (IKK) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Tahun 2010-2014
USULAN ANGGARAN 2012 – 2014
DITJEN PENDIDIKAN TINGGI

Dokumen Acuan Perencanaan PT dan Kopertis berupa :

2. : Dokumen Acuan:
• Rencana Strategis (Renstra) Perguruan Tinggi/Kopertis Tahun 2010-2014
a dengan mengacu pada RPJM 2010-2014 dan Renstra Kemdiknas 2010-2014

• Rencana Induk Pengembangan ( RIP ) sebagai Rencana Operasional dari


b Rencana Strategis Perguruan Tinggi/Kopertis Tahun 2010-2014.
ACUAN PENYUSUNAN ANGGARAN
TAHUN ANGGARAN 2012

• Rencana kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran


a 2012

• Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L)


b Tahun Anggaran 2012

• Peraturan Menteri Keuangan Tentang Petunjuk


c Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL

• Peraturan Menteri Keuangan Tentang Standar Biaya


d Tahun Anggaran 2012
KEBIJAKAN PELAKSANAAN
PINJAMAN LUAR NEGERI (LOAN )
Kecermatan penentuan target penarikan Dana
1 Pinjaman (Alokasi target dana pinjaman berdampak
pada berkurangnya alokasi Rupiah Murni)

2 Pemenuhan dana pendamping (RMP) dari PNBP

Perguruan Tinggi yang memperoleh Dana Pinjaman


3 Luar Negeri kurang prioritas mendapat alokasi
Rupiah Murni
INSENTIF DANA DIKTI ATAS PENERIMAAN
DANA PNBP

DANA
PNBP PNBP
DIKTI

PENERIMAAN
KONTRAK KERJA ALOKASI
PENERIMAAN
KECIL KONTRAK
KERJA
PENERIMAAN
BIAYA
ALOKASI
PENDIDIKAN
BESAR PENERIMAAN
BIAYA
PENDIDIKAN
KRITERIA ALOKASI ANGGARAN SARANA DAN
PRASARANA PERGURUAN TINGGI

Prinsip Alokasi investasi Fisik


• Bertahap dan Bergilir (Investasi Signifikan pada satu perguruan tinggi
untuk segera dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa)
Prinsip Alokasi biaya operasional
• Biaya operasional berbasis kinerja (Pendekatan alokasi didasarkan
pada jumlah mahasiswa dengan memperhatikan jenis program studi
dan perkembangan perguruan tinggi)
Prinsip Alokasi Umum
• Alokasi biaya Pendidikan Tinggi memperhatikan capaian kinerja tahun
sebelumnya (Capaian indikator kinerja dan penyerapan anggaran)
REFORMASI
PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

Permasalahan Saat Ini


Program disusun dengan pendekatan
input based

Program digunakan oleh beberapa


Kementrian Negara/Lembaga (K/L)

Program memiliki tingkatan yang sama


atau lebih rendah dibanding kegiatan

Program memiliki tingkat kinerja yang


terlalu luas

Program tidak terkait secara langsung


dengan kegiatan-kegiatannya.
REFORMASI
PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN
Bagan Arsitektur Program
STRUKTUR ORGANISASI STRUKTUR ANGGARAN STRUKTUR PERENCANAAN STRUKTUR MANAJEMEN
KEBIJAKAN KINERJA

SASARAN POKOK
FUNGSI PRIORITAS
(IMPACT)

INDIKATOR KINERJA
SUB-FUNGSI FOKUS PRIORITAS FOKUS PRIORITAS
(OUTCOME)

MISI/SASARAN/K/L
ORGANISASI
(IMPACT)

INDIKATOR KINERJA
ESELON 1A PROGRAM PROGRAM PROGRAM
(OUTCOME)

INDIKATOR KINERJA
ESELON 2 KEGIATAN KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM
(OUTCOME)

JENIS BELANJA
PERUBAHAN STRUKTUR ORGANISASI DAN KEGIATAN
DITJEN DIKTI KEMDIKNAS

SEMULA MENJADI
NO. NAMA SATKER KEGIATAN NO. NAMA SATKER KEGIATAN
DUKUNGAN MANAJEMEN DUKUNGAN MANAJEMEN DAN
SEKRETARIAT DITJEN
1 DAN PELAKSANAAN 1 SEKRETARIAT DITJEN DIKTI 1.1. PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS
DIKTI
TUGAS TEKNIS LAINNYA LAINNYA
PENGEMBANGAN RELEVANSI DAN
1.2.
EFISIENSI PENDIDIKAN TINGGI
LAYANAN TRIDHARMA DI PERGURUAN
1.3.
TINGGI
DIREKTORAT PENYEDIAAN LAYANAN DIREKTORAT KELEMBAGAAN PENYEDIAAN LAYANAN
2 2 2.1.
KELEMBAGAAN KELEMBAGAAN DAN KERJASAMA KELEMBAGAAN DAN KERJASAMA
PENYEDIAAN LAYANAN DIREKTORAT PENYEDIAAN LAYANAN
DIREKTORAT
3 AKADEMIK DAN 3 PEMBELAJARAN DAN 4.1. PEMBELAJARAN DAN KOMPETENSI
AKADEMIK
PROGRAM STUDI KEMAHASISWAA MAHASISWA
PENINGKATAN MUTU PRODI PROFESI
4.2. KESEHATAN DAN MUTU PENDIDIKAN
KESEHATAN
PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN
4.3.
POLITEKNIK
PENYEDIAAN DOSEN DAN
DIREKTORAT DIREKTORAT PENDIDIK DAN PENYEDIAAN DOSEN DAN TENAGA
4 TENAGA KEPENDIDIKAN 4 4.1.
KETENAGAAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEPENDIDIKAN BERMUTU
BERMUTU
DIREKTORAT PENGEMBANGAN
DIREKTORAT PENELITIAN
PENELITIAN DAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN
5 5 DAN PENGABDIAN KEPADA 5.1.
PENGABDIAN KEPADA PENGABDIAN KEPADA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
MASYARAKAT
MASYARAKAT MASYARAKAT
KETERKAITAN INDIKATOR KINERJA
DITJEN DIKTI DENGAN PT DAN KOPERTIS
MISI KERJA
KEMDIKNAS

IKU
PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI

IKK IKK IKK


IKK IKK DUKUNGAN
PENYEDIAAN PENYEDIAAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN
PENYEDIAAN
LAYANAN DOSEN DAN PENELITIAN DAN DAN
LAYANAN
PEMBELAJARAN TENAGA PENGAB. KPD PELAKSANAAN
KELEMBAGAAN
DAN KOMPETENSI KEPENDIDIKAN MASYARAKAT TUGAS TEKNIS
DAN KERJA SAMA
MAHASISWA BERMUTU LAINNYA

IKK PERGURUAN IKK KOPERTIS IKK PERGURUAN


TINGI NEGERI TINGGI SWASTA
Format Usulan
Komponen Input
(Sesuai Surat Dirjen Dikti No. 229/D/T/2011)
Format Usulan
Komponen Input
1. Program : …………..
2. Kegiatan : …………..
3. IKU : …………..
4. IKK : …………..
5. Output : …………..
6. Komponen Input : …………..
A. Latar Belakang / Rasional
• Jelaskan argumentasi tentang mengapa usulan
Komponen Input ini adalah pilihan yang tepat untuk
menyelesaikan permasalahan.
• Jelaskan keterkaitan antara Program Renstra dan
Kegiatan.
• Jelaskan keterkaitan antara OUT PUT dengan IKU dan
IKK.
• Jelaskan bagaimana Komponen input atau output
yang direncanakan dapat menyelesaikan masalah.
B. Tujuan
• Uraikan tujuan yang ingin dicapai oleh
kegiatan daan Komponen Input ini.
• Sebutkan Output yang dikehendaki.
C. Komponen Input
• Jelaskan rincian, tahapan, dan langkah-
langkah mencapai output yang akan
dilaksanakan melalui beberapa komponen
input untuk menghasilkan output.
• Fokuskan pada pencapaian indikator kinerja
terkait.
D. Sumberdaya yang dibutuhkan
(Jenis Belanja)
• Jelaskan apakah Komponen Input ini baru atau
lanjutan. Jika lanjutan, uraikan Komponen
Input dan jenis belanja yang sudah
dilaksanakan sampai dengan tahun 2011.
Uraikan juga tahun kapan akan selesai.
• Jika Komponen Input baru, maka jelaskan
tentang sumberdaya dan dana yang
dibutuhkan untuk melakukan setiap setiap
komponen input tersebut.
Komponen Input
berdasarkan Jenis Belanja
Jenis Belanja (Rp.)* Sumber Biaya
Komponen
Tahun 2012 Output
Input Tidak
PNBP Mengikat
A B C D E ..dst Mengikat
Sub-Komponen
Input 1
Sub-Komponen
Input -n
Total

* Biaya Investasi diisi dengan, misal :


A: Beasiswa
B: Pengadaan Peralatan Laboratorium
C: dst.
E. Jadual Pelaksanaan
• Jadual ini merupakan tahapan pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan yang diuraikan dalam uraian
Komponen Input.
• Tentukan rincian jadual yang realistik untuk
pelaksanaan tiap komponen input.
Komponen Tahun 2012 (Bulan)
Input 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Sub-
Komponen
Input 1
Sub-
Komponen
Input -n
F. Indikator Kinerja
• Indikator Kinerja dimaksud sebagai alat ukur
pencapaian tujuan.
• Sebutkan target langsung dari setiap komponent
input pada akhir tahun.
• Sajikan baik Indikator Kinerja Utama, Indikator
Kinerja Kegiatan dan Output.
Kondisi Akhir Akhir Tahun 2011 Tahun 2012
Indikator
2010 Target Capaian Target Capaian
Indikator 1
Indikator -n
G. Keberlanjutan
• Jelaskan bagaimana komponen input ini
dapat terus berlanjut setelah investasi selesai.
• Implikasi finansial, alokasi sumberdaya dan
komitmen manajemen perlu dibahas.
H. Penanggung Jawab
• Jelaskan tentang siapa yang bertanggung
jawab terhadap pelaksanaan program ini.