Anda di halaman 1dari 17

Rerangka Konseptual dan Pengembangan Hipotesis

Disusun Oleh
Kelompok 3

1. Elfa Fitrika DH (14.0102.0009)


2. Eka Ferranika I (14.0102.0053)
3. Shela Yoanita (14.0102.0079)

14 Akuntansi A
Kerangka konseptual

Kerangka konseptual berdasarkan beberapa ahli yaitu :


1. Sapto Haryoko dalam Iskandar (2008:54) menjelaskan secara teoritis model
konseptual variabel-variabel penelitian, tentang bagaimana pertautan teori-teori
yang berhubungan dengan variabel-variabel penelitian yang ingin diteliti.
2. Iskandar (2008:55) mengemukakan bahwa dalam penelitian kuantitaif, kerangka
konseptual merupakan suatu kesatuan kerangka pemikiran yang utuh dalam
rangka mencari jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah penelitian
yang menjelaskan tentng variabel-variabel, hubungan antara variabel-variabel
secara teoritis yang berhubungan dengan hasi penelitian terdahulu yang
kebenarannya dapat diuji secara empiris.
Landasan Pemilihan Kerangka
Konseptual

Pemilihan kerangka konseptual yang tepat pada sebagian besar penelitian


ditentukan oleh beberapa landasan, yaitu :
1. Landasan pertama berpikir deduktif; analisis teori, konsep, prinsip, premis
yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.
2. Landasan kedua berpikir induktif ; analisis penelusuran hasil penelitian orang
lain yang mendahului yang terkait dengan masalah dan tujuan penelitian.
3. Landasan ketiga adalah merumuskan permasalahan dan penetapan .
Tahap Penyusunan Kerangka Konseptual

1. Seleksi dan definisi konsep (logika berpikir untuk mencoba menjelaskan


atau atribut dari masalah yang akan diteliti) .
2. Mengembangkan pernyataan hubungan.
3. Mengembangkan konsep dalam gambar / kerangka.

Kerangka konseptual mengelaborasi tentang :


1. Hubungan antara variabel
2. Teori yang mendasari hubungan tersebut
3. Sifat dan arah dari hubungan tersebut
contoh
Hipotesis
Pengertian menurut beberapa ahli tentang hipotesis :
• Menurut Prof Dr. S. Nasution definisi hipotesis adalah pernyatan tentatif
yang merupakan dugaaan mengenai apa saja yang kita amati dalam usaha
untuk memahaminya (Nasution:2000)
• Kerlingger (Dalam Suhardi Sigit,1992) mengatakan bahwa suatu hipotesis
adalah suatu pernyataan pendugaan, suatu proposisi sementara mengenai
hubungan antara dua atau lebih fenomena atau variabel.
• Murdick (dalam Suhardi Sigit, 1992) menyatakan bahwa hipotesis
merupakan penjelasan sementara (provisional explanation) mengenai
suatu fenomena atau merupakan solusi tentatif terhadap suatu masalah.
Fungsi Hipotesis Kriteria Rumusan Hipotesis

1.Menjadi Arah Penellitian 1. Hipotesis disusun secara seksama.


2.Rumusan Hipotesis Memperjelas 2. Kalimat hipotesis adalah kalimat
Tujuan pernyataan
3.Memberi Batasan Ruang Lingkup 3. Rumusan hipotesis penelitian
Penelitian sederhana dan tegas.
4.Memberikan penekanan konsentrasi 4. Hipotesis disusun berdasarkan
peneliti. asumsi.
5. Hipotesis : Kalimat saden,
Antiseden, dan konsekuen
6. Hipotesis penelitian dibatasi
sumberdaya.
Jenis-jenis Hipotesis

Hipotesis Kerja dan


hipotesis Nol

Hipotesis mayor Hipotesis


dan Hipotesis hubungan dan
minor hipotesis
perbedaan
Hipotesis Kerja dan hipotesis Nol
Menurut konsep hipotesis hipotesis penelitian dibagi menjadi hipotesis
kerja dan hipotesis nol.
1. Hipotesis kerja atau hipotesis alternatif atau hipotesis asli
Hipotesis kerja adalah pernyataan riil suatu gejala dalam hubungan
variabel penelitian. Hiotesis ini menyebutkan adanya hubungan atau
perbedaan “antara variabel yang satu dengan variabel lainnya .
2. Hipotesis nol
Hipotesis nol merupakan pernytaan untuk menguji secara analisis
kuantitatif dengan perhitungan secara statistik. Hipotesis nol tersebut
menyebutkan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara variabel yag satu
dengan variabel lainnya.
Contoh Hipotesis Kerja dan Hipotesis Nol

1. Adanya perbedaan produktivitas tenaga kerja pada sistem upah


harian dengan sistem bulanan ( Hipotesis kerja)
2. Tidak ada perbedaan produktivitas tenaga kerja pada sistem upah
harian dengan sistem bulanan (hipotesis nol)
3. Adanya hubungan yang kuat dan searah antara kepemimpinan
dengan prestasi kerja. ( Hipotesis kerja)
4. Tidak ada hubungan yang kuat dan searah antara kepemimpinan
dengan prestasi kerja (hipotesis nol)
Hipotesis hubungan dan hipotesis Perbedaan

Hipotesis berdasarkan penjenisan dibedakan menjadi dua yaitu


hipotesis hubungan dan hipotesis perbedaan.
1. Hipotesis hubungan adalah hipotesis yang menyatakan saling
hubungan antara variabel yang satu dengan yang lainnya yang
menunjukan suatu penelitian korelasional.
2. Hipotesis perbedaan adalah perbedaan antara variabel yang satu
dengan lainnya.
Contoh Hipotesis Korelasional maupun hipotesis
perbedaan
1. Biaya promosi pada industri farmasi berpengaruh terhadap
peningkatan volume penjualan.
2. Ada hubungan positif keadaan iklim organsasi terhadap prestasi
kerja karyawan.
3. Terdapat perbedaan tingkat partisipasi anggota KUD mandiri
dengan anggota KAU Non mandiri.
4. Adanya perbedaan produktivitas tenaga kerja pada ssitem upah
harian dengan sistem bulanan.
Hipotesis Mayor dan hipotesis Minor

Hipotesis berdasarkan pada hubungan antar hipotesis yang satu dengan


hipotesis yang lain :
1. Hipotesis mayor
Hipotesis mayor adalah pernyataan yang bersifat umum atau
hipotesis yang utama (induk), dengan demikian atau dibuktikan secara
lebih umum.
2. Hipotesis minor
Hipotesis minor adalah bagian yang lebih spesifik atau rinci dari
hipotesis induk dalam satu penelitian
Pengembangan Hipotesis
Menurut creswell parameter dalam menelaah literatur terdiri lima komponen yaitu
1. Bagian pendahuluan telaah literatur berisi pengenalan pokok bahasan dalam
telaah literatur dan sistem pembahasannya.
2. Telaaah literatur mengenai variabel-variabel independen terdapat lebih dari
satu variabel independen ( termasuk variable moderating atau variabel
intervening ). Telaah literatur harus dibatasi pada topik-topik yang relevan
dengan variabel independen.
3. Telaah literatur berkaitan dengan variabel-variabel dependen. Jika ada satu
macam variabel dependen perlu dipertimbangkan untuk menitikberatkan
telaah pada variabel dependen yang penting.
Lanjutan

4. Telaah literatur yang berkaitan hubungan antara variabel independen dan


variabel dependen (variabel moderating dan variabel intervening jika
ada). Bagian ini merupakan inti dari proses telaah literatur yang
mengebangkan hipotesis berdasarkan penalaran deduktif dari teori teori
yang dihasilkan oleh penelitian-penelitian sebelumnya. Literatur yang
ditelaah harus memberikan prospektif teori pada jawaban masalah atau
pertanyaanyang dinyatakan dalam rumusan hipotesis.
5. Bagian terakhir dari telaah literatur berupa rangkuman yang memberikan
penjelasan mengenai pokok bahasan yang penting dalam telaah literatur.
Telaah literatur merupakan merupakan sumber utama penyusunan
kerangka teoritas suatu penelitian.
Referensi

• Supardi.2005.MetodologiPenelitianEkonomidanBisnis.Yogyakarta:UII
Press
• Kuncoro, Mudrajad.2009. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi
Penerbit Erlangga. Jakarta.
• ndriantoro,Nur dan Bambang Supomo. 2011, ”Metodologi Penelitian
Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen”Edisi Pertama
BPFE,Yogyakarta