Anda di halaman 1dari 41

PSAK 48 (revisi 2009)

Penurunan Nilai Aset


IAS 36: Impairment

Slide by : Dr. Ratna Wardani


Tujuan dan Ruang Lingkup

 Tujuan PSAK 48 ini adalah untuk menetapkan:


 prosedur-prosedur yang diterapkan entitas
agar aset dicatat tidak melebihi jumlah
terpulihkannya. PSAK 48
Par 1
 Aset dikatakan melebihi jumlah terpulihkannya
jika jumlah tercatat aset melebihi jumlah yang
akan dipulihkan melalui:
• penggunaan atau
• penjualan aset.

2
Tujuan dan Ruang Lingkup

 PSAK 48 ini diterapkan untuk akuntansi penurunan nilai terhadap semua


aset, kecuali :
1. Persediaan (lihat PSAK 14: Persediaan); PSAK 48 Par 2
2. aset yang timbul dari kontrak konstruksi (lihat PSAK 34: Akuntansi
Kontrak Konstruksi);
3. aset pajak tangguhan (lihat PSAK 46: Akuntansi Pajak Penghasilan);
4. aset yang timbul dari imbalan kerja (lihat PSAK 24: Imbalan Kerja);
5. aset keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 55: Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran;
6. Properti investasi yang diukur pada nilai wajar (lihat PSAK 13: Properti
Investasi);
7. biaya akuisisi tangguhan, dan aset tidak berwujud, yang timbul dari hak
kontraktual penanggung berdasarkan kontrak asuransi yang termasuk
dalam ruang lingkup PSAK 28: Kontrak Asuransi; dan
8. aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang diklasifi kasikan sebagai
dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang
Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan.

3
Tujuan dan Lingkup PSAK 48

 PSAK 48 ini berlaku untuk aset keuangan yang


dikelompokkan sebagai investasi dalam
 entitas anak  PSAK 4: Laporan Keuangan
Konsolidasian dan Laporan Keuangan
Tersendiri;
 ventura bersama  PSAK 12: Bagian
Partisipasi Dalam Ventura Bersama
 entitas asosiasi  PSAK 15. Investasi pada
Entitas Asosiasi

4
Tujuan dan Lingkup PSAK 48

 PSAK 48 ini tidak berlaku untuk:


 aset keuangan yang termasuk dalam ruang
lingkup PSAK 55, dan
 properti investasi yang diukur pada nilai wajar
sesuai PSAK 13.
 Namun demikian, PSAK 48 ini berlaku untuk:
 aset yang dicatat pada jumlah revaluasian (yaitu
nilai wajar) sesuai dengan Pernyataan lain,
seperti model revaluasi dalam PSAK 16: Aset
Tetap.

5
Konsep & Istilah Penting

 Uji Penurunan Nilai


 Rugi Penurunan Nilai  Impairment Test
 Jumlah Tercatat  Impairment Losses
 Jumlah Terpulihkan  Carrying Amount
 Jumlah Tersusutkan  Recoverable Amount
 Nilai Pakai  Depreciable Amount
 Nilai Wajar dikurangi Biaya  Value in Use
Penjualan  Fair Value less Costs to Sell
 Unit Penghasil Kas (UPK) (FV-C2S)
 Biaya Pelepasan  Cash Generating Unit (CGU)
 Aset Korporat  Costs of Disposal
 Goodwill  Corporate Assets
 Goodwill

6
Pengertian Penurunan Nilai (Impairment)

 Penurunan nilai dari aset merupakan suatu


kondisi dimana nilai tercatat dari aset (carrying
amount) melebihi jumlah terpulihkan
(recoverable amount).
 Secara periodik perusahaan harus mereview
ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai (test
of impairment). Jika terdapat indikasi, maka
perusahaan harus menaksir recoverable
amount dari aset tersebut

7
Pendekatan Umum dari Pengukuran
Penurunan Nilai

 Apabila perusahaan memiliki indikasi penurunan nilai


(setelah dilakukan pengujian terhadap indikasi impairment),
maka perusahaan akan mengakui adanya rugi penurunan
nilai (Impairment Loss) ketika carrying amount dari aset
lebih tinggi dari recoverable amount.
 Rugi penurunan nilai adalah suatu jumlah yang merupakan
selisih lebih nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas
atas jumlah terpulihkannya.

8
Pendekatan Umum dari Pengukuran
Penurunan Nilai

Akumulasi
Carrying Penyusutan dan
Nilai Aset Akumulasi Rugi
Amount
Penurunan Nilai

Nilai Wajar Recovered


dikurangi Biaya through sale
Recoverable Penjualan
Amount 
Nilai tertinggi
Recovered
through use
Nilai Pakai

9
Pendekatan Umum dari Pengukuran
Penurunan Nilai

10
Identifikasi aset yang mungkin mengalami
Penurunan Nilai Aset
 Pada setiap akhir periode pelaporan, suatu entitas harus menilai
apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai.
 Jika terdapat indikasi tersebut, entitas mengestimasi jumlah terpulihkan
aset tersebut.
 Terlepas apakah terdapat indikasi penurunan nilai, untuk aset
tidak berwujud tertentu dan goodwill, entitas harus
 Minimal setahun sekali, melakukan pengujian penurunan
nilai (impairment test) dengan membandingkan nilai
tercatatnya dengan jumlah terpulihkannya.
• Aset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas
• Aset tidak berwujud yang belum digunakan
• Goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis

11
Identifikasi aset yang mungkin mengalami
Penurunan Nilai Aset

 Dalam menilai apakah terdapat indikasi bahwa aset mungkin mengalami


penurunan nilai, entitas harus mempertimbangkan, minimum, hal-hal
berikut ini:
 Informasi dari sumber-sumber eksternal PSAK 48 par 12
• Perubahan signifikan Nilai pasar
• Perubahan signifikan teknologi, pasar, ekonomi dan lingkup hukum
• Perubahan suku bunga
• Jumlah tercatat aset neto enttitas melebihi kapitalisasi pasarnya

 Informasi dari sumber-sumber internal


• Bukti keusangan atau kerusakan fisik aset
• Perubahan signifikan atas penggunaan, penghentian dan masa manfaat
aset
• Bukti internal mengindikasikan bahwa kinerja ekonomi aset lebih buruk
dari yang diharapkan.

12
Pengukuran Jumlah Terpulihkan

 Ketika terdapat indikasi bahwa terdapat penurunan nilai suatu aset


pada setiap periode pelaporan atau bilamana terdapat aset tidak
berwujud atau goodwill yang merupakan subyek pengujian penurunan
nilai secara tahunan, entitas disyaratkan harus mengukur jumlah
terpulihkan aset tersebut.
 PSAK 48 mendefinisikan jumlah terpulihkan suatu aset sebagai
jumlah yang lebih tinggi antara:

Fair Value Less Costs to Sell dan Nilai pakai (Value in Use)

adalah jumlah yang dapat adalah nilai sekarang dari


dihasilkan dari penjualan suatu taksiran arus kas yang
aset atau unit penghasil kas dalam diharapkan akan diterima
transaksi antara pihak-pihak yang atau unit penghasil kas.
mengerti dan berkehendak bebas
tanpa tekanan, dikurangi biaya
pelepasan aset.
13
Pengukuran Jumlah Terpulihkan

Nilai wajar dikurangi Biaya Penjualan (Fair Value Less Costs to Sell)
 Bukti Terbaik
 adalah harga dalam suatu perjanjian penjualan yang mengikat yang
dibuat dalam suatu transaksi antara pihak-pihak yang independen,
disesuaikan dengan biaya tambahan yang dapat dikaitkan secara
langsung dengan pelepasan aset.
 Apabila tidak terdapat perjanjian penjualan yan mengikat namun aset
diperdagangkan di pasar aktif
 Berdasarkan harga pasar aset dikurangi biaya pelepasan aset tersebut.
 Apabila tidak terdapat perjanjian penjualan yang mengikat atau pasar aktif
untuk aset
 Berdasarkan pada informasi terbaik yang ada untuk menggambarkan
jumlah yang dapat diperoleh entitas, pada akhir periode pelaporan, dari
pelepasan aset pada nilai wajar dikurangi biaya pelepasan

14
Pengukuran Jumlah Terpulihkan

Nilai Pakai (Value in Use)

Nilai pakai adalah nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan
akan diterima atau unit penghasil kas
– Elemen-elemen berikut harus diperhitungkan dalam penghitungan nilai
pakai aset:
a) estimasi arus kas masa depan yang diharapkan entitas akan diperoleh
dari aset;
b) ekspektasi mengenai kemungkinan variasi dari jumlah atau waktu arus
kas masa depan tersebut;
c) nilai waktu uang, diwakili oleh suku bunga pasar bebas risiko yang
berlaku;
d) harga untuk menanggung ketidakpastian yang melekat pada aset
e) faktor-faktor lain, seperti ilikuiditas, yang akan dipertimbangkan oleh
pelaku pasar dalam menilai arus kas masa depan yang diharapkan
entitas akan diperoleh dari aset tersebut.

15
Pengukuran Jumlah Terpulihkan

Pengestimasian nilai pakai suatu aset meliputi


langkah-langkah berikut:
(a) mengestimasi arus kas masuk dan arus kas
PSAK 48
keluar di masa depan dari pemakaian aset Par 31
tersebut dan pelepasannya pada akhirnya;
(b) menerapkan tingkat diskonto yang tepat atas
arus kas masa depan tersebut.

16
Pengukuran Jumlah Terpulihkan

Some restrictions on the basis for Basis for Estimates of


cash flow projections as follows: Future Cash Flows
1. based on reasonable and supportable
assumptions
2. based on most recent financial budgets/forecasts approved by management.
3. Not include future cash flows expected to arise from future restructurings
4. based on these budgets/forecasts can only cover a maximum period of five
years, unless a longer period can be justified.
5. beyond the period covered by the most recent budgets/forecasts can only
use a steady or declining growth rate for subsequent years, unless an
increasing rate can be justified.
6. The growth rate used for the extrapolated projections cannot exceed the
long-term average growth rate for the products, industries, or country or
countries in which the entity operates, or for the market in which the asset is
used, unless a higher rate can be justified.

17
Pengukuran Jumlah Terpulihkan

Komposisi Estimasi Arus Kas Masa Depan (par 39)

(a) proyeksi arus kas masuk dari penggunaan aset;


(b) proyeksi arus kas keluar yang diperlukan untuk
menghasilkan arus kas masuk dari penggunaan aset
(termasuk arus kas keluar untuk menyiapkan aset agar
dapat digunakan) dan dapat dikaitkan secara langsung,
atau dialokasikan dengan dasar yang layak dan
konsisten, pada aset; dan
(c) Arus kas neto, jika ada, yang akan diterima (atau
dibayarkan) untuk pelepasan aset pada akhir masa
manfaatnya.

18
Pengukuran Jumlah Terpulihkan

Arus Kas Masa Depan Valuta Asing

• Arus kas masa depan diestimasi dalam satuan


mata uang ketika akan dihasilkan dan PSAK 48
kemudian didiskonto menggunakan suatu Par 54
tingkat diskonto yang tepat untuk satuan mata
uang tersebut.
• Entitas mentranslasikan nilai sekarang dengan
menggunakan tingkat pertukaran spot pada
tanggal penghitungan nilai pakai.

19
Pengukuran Jumlah Terpulihkan

Tingkat diskonto ditetapkan atas dasar Tingkat Diskonto


tingkat diskonto sebelum pajak yang
menggambarkan penilaian pasar kini dari:
(a) nilai waktu uang; dan
(b) risiko spesifik atas aset dimana PSAK 48
estimasi arus kas masa depan belum Par 56
disesuaikan.
Tingkat diskonto ini diestimasi
Tingkat diskon ini adalah tingkat
dari salah satu:
pengembalian yang disyaratkan investor jika • Tingkat diskonto implisit
seandainya mereka hendak memilih suatu pada transaksi pasar kini
investasi yang menghasilkan arus kas terhadap aset sejenis atau
dengan jumlah, waktu dan profil risiko yang • Rata-rata tertimbang
sama dengan yang entitas harapkan akan biaya modal entitas yang
dihasilkan dari aset tersebut. tercatat di bursa efek
yang memiliki aset sejenis

20
Pengakuan Rugi Penurunan Nilai

 Jika, dan hanya jika, nilai terpulihkan aset lebih kecil dari
nilai tercatatnya, PSAK 48
– nilai tecatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai Par 59-60-
terpulihkan. 61
– Penurunan tersebut adalah rugi penurunan Nilai.
• Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laporan laba rugi,
– Kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai
dengan standar lain (Contoh PSAK 16: Aset Tetap)
• Setiap rugi penurunan nilai aset revalusian diperlakukan
sebagai penurunan revaluasi sesuai standar lain tersebut.
 diakui dalam pendapatan komprehensif lain, sepanjang
kerugian penurunan nilai tidak melebihi jumlah surplus
revaluasi untuk aset yang sama
 rugi penurunan nilai atas aset revaluasian mengurangi surplus
revaluasi untuk aset tersebut
21
Pengakuan Rugi Penurunan Nilai
Contoh

Melody Beauty Shop performed an impairment review on some assets


on . While the freehold land was stated at fair value with a revaluation
surplus of $5,000, other assets were stated at cost less accumulated
depreciation or amortization.
The result of the impairment review is summarised below:

Fair value less Carrying


costs to sell Value in use amount
Freehold land, at fair value $ 21,200 $ 22,000 $ 30,000
Intangible asset, at 820 650 900
amortised cost
Machinery, at depreciated 2,100 1,800 3,000
cost

Ascertain the impairment loss and prepare the required journal entries.

22
Pengakuan Rugi Penurunan Nilai Solusi Contoh

By using the information on hand, the assets of Melody Beauty Shop should have
the following impairment losses:
Recoverable Carrying Impairment
amount amount loss
Freehold land, at fair value $ 22,000 $ 30,000 $ 8,000
Intangible asset, at amortised cost 820 900 N/A
Machinery, at depreciated cost 2,100 3,000 900

While there was a revaluation surplus of $5,000 for freehold land, part of the
impairment loss for the freehold land can be recognised in the revaluation surplus.
Then, the journal entries for the recognition of impairment losses should be:
Dr Revaluation surplus $ 5,000
Profit or loss ($8,000 - $5,000) 3,000
Cr Freehold land $ 8,000
To recognise the impairment loss on freehold land.
Dr Profit or loss 900
Cr Machinery $ 900
To recognise the impairment loss on machinery.
23
Unit Penghasil Kas (UPK)

 Jumlah terpulihkan dari suatu aset


individual tidak dapat ditentukan jika:
(a) nilai pakai aset tidak dapat diestimasi mendekati PSAK 48
nilai wajarnya dikurangi biaya penjualan (contoh, Par 67
apabila arus kas masa depan dari penggunaan
aset tidak dapat diestimasi menjadi tak berarti);
dan
(b) aset tidak menghasilkan arus kas masuk yang
independen dari kelompok aset lain.
 Dalam kasus ini, nilai pakai dan, jumlah PSAK 48
terpulihkan, dapat ditentukan hanya untuk Lihat Par 67:
Contoh
Unit Penghasil Kas Aset.

24
Unit Penghasil Kas

 Jika tidak mungkin untuk mengestimasi


jumlah terpulihkan aset individual, entitas
menentukan nilai terpulihkan dari unit PSAK 48
penghasil kas yang mana aset tercakup Par 66, 68:
Contoh
(aset dari unit penghasil kas = UPK).
 Definisi Unit penghasil kas aset adalah
kelompok terkecil dari aset yang termasuk
aset tersebut dan menghasilkan arus kas
masuk yang independen dari arus kas
masuk dari aset atau kelompok aset lain.

25
Unit Penghasil Kas

 Jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas adalah jumlah


yang lebih tinggi antara nilai wajar unit penghasil kas
dikurangi biaya penjualan dan nilai pakainya.
 Jumlah tercatat dari unit penghasil kas:
PSAK 48
(a) mencakup hanya jumlah tercatat dari aset-aset yang Par 74-76
dapat diatribusikan langsung, atau dialoksikan
dengan dasar yang layak dan konsisten, ke unit
penghasil kas dan akan menghasilkan arus kas
masuk yang digunakan dalam menentukan nilai
pakai unit penghasil kas; dan
(b) tidak mencakup jumlah tercatat dari setiap liabilitas
yang diakui, kecuali jumlah terpulihkan dari unit
penghasil kas tidak dapat ditentukan tanpa
mempertimbangkan liabilitas tersebut.

26
Unit Penghasil Kas

Rugi penurunan nilai


• diakui untuk Unit Penghasil Kas
• jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan dari
unit tersebut (kelompok dari unit) lebih kecil PSAK 48
dari jumlah tercatatnya. Par 98
• dialokasikan untuk mengurangi jumlah tercatat
aset dari unit tersebut (kelompok dari unit)
dengan urutan sbb:
(a) pertama, untuk mengurangi jumlah tercatat Pertama,
atas setiap goodwill yang dialokasikan ke Goodwill
unit penghasil kas tersebut (kelompok dari
unit); dan
(b)selanjutnya, ke aset lain dari unit tersebut
Kemudian
(kelompok dari unit) dibagi pro rata atas
pro rata
dasar jumlah tercatat setiap aset di dalam
unit tersebut (kelompok dari unit).
27
Unit Penghasil Kas

Dalam mengalokasikan rugi penurunan nilai,


entitas tidak harus mengurangi jumlah tercatat PSAK 48
aset dengan jumlah yang tertinggi dari: Par 100

(a) nilai wajarnya dikurangi biaya untuk


menjual (jika ditentukan);
(b) nilai pakainya (jika dapat ditentukan); dan
(c) nol.

Jumlah rugi penurunan nilai yang semestinya


dialokasikan ke aset tersebut menjadi harus
dialokasikan pro rata ke aset lain dari unit
(kelompok dari unit).

28
Case Study 3: Impairment of CGU

Facts
An entity operates an oil platform in the sea. The entity has
provided the amount of $10 million for the financial costs
of the restoration of the seabed, which is the present
value of such costs. The entity has received an offer to
buy the oil platform for $16 million, and the disposal costs
would be $2 million. The value-in-use of the oil platform is
approximately $24 million before the restoration costs.
The carrying value of the oil platform is $20 million.
Required
 Is the value of the oil platform impaired?

29
Case Study 3: Impairment of CGU

Solution
The fair value less cost to sell of the oil platform is $14
million, being $16 million offered minus the disposal costs.
The value-in-use of the platform will be $24 million minus
$10 million, which is $14 million. The carrying amount of the
platform is $20 million minus $10 million, which is $10
million. Therefore, the recoverable amount of the cash-
generating unit exceeds its carrying amount, and it is not
impaired.

30
Unit Penghasil Kas
Example

• Bear Bull performed an impairment review on the CGU X, which has the
following assets on hand:
Carrying amount
Goodwill $ 1,000
Property, plant and equipment, at depreciated cost 3,000
Intangible assets, at amortised cost 2,000
Investment property, at depreciated cost 2,500
Financial assets, at fair value 1,070
Inventory, at cost 500
Trade receivables 1,300

Total 11,370

• After an impairment review, Bear Bull found that the recoverable amount of
CGU X is $8,000 and of the investment property is $2,000
• Calculate the impairment loss and allocate to the individual asset.

31
Unit Penghasil Kas
Example
Carrying Carrying
amount after Allocated amount after
impairment loss impairment loss impairment loss

Goodwill $ 1,000 $ (1,000) $ 0


Property, plant and equipment 3,000 (1,122) 1,878
Intangible assets 2,000 (748) 1,252
Investment property ($2,500 – $500) 2,000 - 2,000
Financial assets 1,070 - 1,070
Inventory 500 - 500
Trade receivables 1,300 - 1,300

Total 10,870 (2,870) 8,000

Firstly, the impairment loss reduces any amount of goodwill

Then, the residual loss is allocated to other non-current assets pro


rata based on the carrying amounts of those non-current asset.
32
Case Study 4

Facts
A cash-generating unit has these net assets:
$m
Goodwill 10
Property 20
Plant and equipment 30
60
The recoverable amount has been determined as $45
million.
Required
 Allocate the impairment loss to the net assets of the
entity.

33
Case Study 4

Solution
Goodwill Property Plant Total
$m $m $m $m
Carrying value 10 20 30 60
Impairment loss (10) (2) (3) (15)
Carrying value after impairment - 18 27 45

34
Pembalikan suatu
Rugi Penurunan Nilai

 Dalam menilai apakah terdapat indikasi


bahwa rugi penurunan nilai yang telah
diakui pada periode-periode PSAK 48
sebelumnya untuk aset (selain Par 106
goodwill) mungkin tidak ada lagi atau
mungkin telah menurun, entitas
mempertimbangkan, minimal, indikasi
berikut ini:

1. Infomasi yang bersumber dari luar


2. Informasi yang bersumber dari dalam

35
Pembalikan suatu
Rugi Penurunan Nilai

 Rugi penurunan nilai yang telah diakui


dalam periode-periode sebelumnya PSAK 48
untuk aset selain goodwill harus dibalik Par 109
jika, dan hanya jika, terdapat
perubahan estimasi yang digunakan
untuk menentukan jumlah terpulihkan
atas aset tersebut sejak rugi penurunan
nilai terakhir diakui.
 jika kasusnya seperti ini, jumlah tercatat
aset, (ada pengecualian) dinaikkan ke
jumlah terpulihkannya.
 Kenaikan ini merupakan suatu
pembalikan rugi penurunan nilai
36
Pembalikan suatu
Rugi Penurunan Nilai –Aset Individu

 Jumlah tercatat aset yang meningkat (selain


goodwill), yang disebabkan pembalikan rugi
penurunan nilai, tidak boleh melebihi jumlah tercatat PSAK 48
(neto setelah amortisasi atau depresiasi) seandainya Par 112-114
aset tidak mengalami rugi penurunan nilai di tahun-
tahun sebelumnya.
 Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset (selain
goodwill) diakui segera dalam laba rugi, kecuali aset
disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan
Pernyataa lain (contohnya, model revaluasi di PSAK
16). Setiap pemulihan rugi penurunan nilai aset
revaluasian harus diperlakukan sebagai kenaikan
penilaian kembali sesuai dengan PSAK terkait.

37
Pembalikan suatu
Rugi Penurunan Nilai untuk UPK
 Pembalikan rugi penurunan nilai untuk suatu unit penghasil
kas dialokasikan kepada aset-aset dari unit (kecuali untuk
goodwill) pro rata dengan jumlah tercatat dari aseta setnya.
 Peningkatan dalam jumlah tercatat ini diperlakukan sebagai
PSAK 48
pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset individual dan
diakui sesuai dengan PSAK ini.. Par 117-118
 Dalam mengalokasikan pembalikan rugi penurunan nilai untuk
unit penghasil kas,jumlah tercatat aset tidak boleh dinaikkan
diatas nilai yang terendah dari:
(a) jumlah terpulihkan (jika ditentukan); dan
(b) jumlah tercatat yang telah ditentukan (amortisasi atau
depresiasi neto) seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
yang telah diakui untuk aset tersebut dalam periode
sebelumnya.
 Jumlah pemulihan rugi penurunan nilai yang sebaliknya telah
dialokasikan untuk aset tersebut harus dialokasikan pro rata
ke aset lain dari unit itu, kecuali untuk goodwill.

38
Pengungkapan

 Pengungkapan yang lebih ekstensif disyaratkan


 Pengungkapan tambahan utama termasuk:
 Informasi yang mendalam untuk setiap UPK
(atau kelompok UPK) yang memiliki nilai
tercatat goodwill atau aset tidak berwujud
dengan masa manfaat tidak terbatas, PSAK 48
Par 121-130
termasuk
• Asumsi utama dan pendekatan manajemen
yang digunakan untuk mengukur nilai
terpulihkan
• Periode dimana manajemen telah
memproyeksikan arus kas, tingkat
pertumbuhan, tingkat diskonto, ....
39
Main References

 Intermediate Accounting
Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley

 Standar Akuntansi Keuangan


Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI

 International Financial Reporting Standards – Certificate Learning


Material
The Institute of Chartered Accountants, England and Wales
TERIMA KASIH
Dwi Martani
Departemen Akuntansi FEUI
martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
08161932935 atau 081318227080

41