Anda di halaman 1dari 11

PENTINGNYA NILAI – NILAI SEJARAH

UNTUK MEREKONTRUKSI
INDONESIA RAYA

Anggota:

OLIVIA INDAH P 15304241024


FAZHA SEFIRA CAHYA RESTI 15304241033
Pentingnya Mengenal Sejarah
Bangsa yang bijak ialah bangsa yang mengenal
sejarahnya. Sejarah itu berulang kembali, hal
yang pernah trjadi di masa lampau suatu saat
akan terjadi kembali di masa mendatang dengan
variasi yang berbeda.
Manusia yang bijak ialah manusia yang belajar
dari masa lalu dan tidak mengulangi kesalahan
pendahulunya.
NILAI SEJARAH ???
Pengertian Sejarah
• Ada tiga arti sejarah yang disebutkan dalam kamus KBBI, yakni :
(1) Asal-usul (keturunan) silsilah
(2) Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau;
riwayat; tak sekadar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu sebagai
masalah.
(3) Jika dipadankan menjadi “cerita sejarah” maka berarti pengetahuan
atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi di
masa lampau; ilmu sejarah.

• Muhammad Yamin: ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil


penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan
kenyataan

• Moh. Hatta: Sejarah bukan sekedar kejadian masa lampau, tetapi


pemahaman masa lampau yang didalamnya mengandung berbagai
dinamika, mungkin berisi problematik pelajaran bagi manusia berikutnya.
Materi sejarah sesuai dengan Permen Diknas no 22 tahun
2006:

1. Mengandung nilai-nilai kepahlawanan, keteladanan,


kepeloporan, patriotisme, nasionalisme, dan semangat
pantang menyerah.
2. Memuat khasanah mengenai peradaban bangsa-bangsa,
termasuk peradaban bangsa Indonesia.
3. Menanamkan kesadaran persatuan dan persaudaraan serta
solidaritas untuk menjadi perekat bangsa dalam menghadapi
ancaman disintegrasi bangsa.
4. Berguna untuk menanamkan dan mengembangkan sikap
bertanggung jawab dalam memelihara keseimbangan dan
kelestarian lingkungan hidup.
Tujuan Pembelajaran Sejarah
Pada dasarnya ada 2 tujuan pembelajaran sejarah ,
yaitu :
• tujuan yang bersifat ilmiah akademik sebagaimana
disajikan dalam pendidikan profesional di perguruan
tinggi
• tujuan pragmatis yang digunakan sebagai sarana
pendidikan dijenjang pendidikan dasar dan
menengah-
Dalam Permen Diknas No 22 tahun 2006 mengenai STANDAR ISI UNTUK
SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH, disebutkan bahwa tujuan
pembelajaran sejarah yaitu :

Membangun kesadaran tentang pentingnya waktu dan tempat yang


merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan.

Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan terhadap peninggalan sejarah


sebagai bukti peradaban bangsa Indonesia di masa lampau.

Menumbuhkan pemahaman terhadap proses terbentuknya bangsa Indonesia


melalui sejarah yang panjang dan masih berproses hingga masa kini dan masa
yang akan datang.

Menumbuhkan kesadaran dalam diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia


yang memiliki rasa bangga dan cinta tanah air.
Nilai Strategis Pembelajaran Sejarah
• Memiliki peran strategis di dalam
menanamkan nilai-nilai di dalam diri anak
sehingga memiliki kesadaran terhadap
eksistensi bangsanya.
• Menyadarkan anak atau membangkitkan
kesadaran sejarahnya.
• Merupakan bagian dari usaha penanaman
nilai-nilai yang fungsional untuk menanamkan
pengetahuan.
Manfaat Pengetahuan Sejarah
• Memperluas pengalaman-pengalaman
manusiawi
• Dapat memungkinkan seseorang untuk dapat
memandang sesuatu secara keseluruhan
• Memiliki peran dalam pembentukan identitas
dan kepribadian bangsa
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa
hukum Zaskia Gotik, Sunan Kalijaga
menuturkan, jika kliennya lebih baik dibina
dan diberi pengetahuan soal rasa
nasionalisme, bukan malah dilaporkan
kepolisi.
Sunan menilai, apa yang dilakukan Zaskia
bukan karena unsur kesengajaan. Melainkan
karena ia tidak sengaja dan tidak tahu apa
yang ditulisnya itu telah melecehkan negara.
"Ini tidak hanya dialami seorang Zaskia
Gotik. Kenapa orang yang berpendidikan
tinggi malah melaporkan. Seyogyanya Zaskia
diberi somasi kecaman media, bukan
dilaporkan," ujar Sunan.
"Kalau nggak ngerti didorong masuk penjara
gimana? apa ngga ironis? Ketika salah,
harusnya dirangkul untuk dibina dan
diperbaiki," lanjutnya di kantor Himpunan
Advokat Muda Indonesia (HAMI), Kawasan
Cideng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/3/2016).
TERIMA KASIH