Anda di halaman 1dari 12

PENGATURAN GIZI

Oleh : Fitria Nur Rahmi, S.Gz


KESEIMBANGAN ENERGI dan PENGELOLAAN
BERAT BADAN

Energi dapat diperoleh dari proses metabolisme zat gizi


utama yaitu karbohidrat, lemak dan protein.

Energi diperlukan untuk berbagai proses berikut :


• Membantu proses pertumbuhan dan mempertahankan
jaringan
• Proses mempertahankan suhu tubuh
• Gerakan otot tak sadar
• Gerakan otot sadar
Satuan Energi yang sering digunakan adalah kilokalori
(kkal) yang lazim ditulis kalori (Kal)
Keseimbangan Energi adalah selisih
antara asupan energi yang dapat
dimetabolisasi dan total pemakaian
energi. Energi tubuh manusia dapat
dikatakan seimbang saat pemakaian
energi setara dengan asupan energi.
Jika terjadi ketidakseimbangan antara asupan
dan pemakaian energi, hasilnya dapat berupa
keseimbangan energi positif, yang berarti
simpanan energi tubuh (terutama lemak)
bertambah, atau kesimbangan energi negatif,
yang berarti tubuh banyak mempergunakan
cadangan energinya (lemak, protein dan
glikogen). Akibatnya, keseimbangan energi tubuh
(serta faktor-faktor lain) sangat menentukan
berat badan serta kesehatan secara umum.
Energi yang dipergunakan tubuh dapat dibagi
menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu :
1. Energi untuk kebutuhan fisiologis minimal tubuh
dalam keadaan basal (Basal Metabolisme =
Metabolisme Basal). Kondisi basal adalah bila tubuh
dalam keadaan tidur, tetapi secara relaks
terlentang, tidak melakukan pekerjaan jasmaniah
maupun rohaniah dalam kondisi lingkungan yang
nyaman (suhu, kelebaban)
2. Energi untuk melakukan kerja luar adalah
energi yang dibutuhkan untuk melakukan
kegiatan atau aktifitas fisik seperti berjalan,
berlari.

3. Energi untuk menutup pengaruh makanan


(Spesific Dynamic Action), yaitu banyaknya
energi yang digunakan untuk mencerna atau
mengangkut makanan dalam tubuh.
Cara Menentukan Kebutuhan Gizi dalam Keadaan
Sehat
• Kebutuhan Energi
Komponen utama yang menentukan
kebutuhan energi adalah AMB atau BMR dan
aktifitas fisik. Selain itu adalah pengaruh termis
makanan atau SDA. Karena jumlahnya relatif,
komponen SDA ini dapat diabaikan.
AMB dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, BB dan
TB. Ada beberapa cara untuk menentukan AMB,
yaitu :
1)Rumus Harris Benedict (1919)

Laki-laki = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)


Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U )
2)Cara Cepat

a) Laki-laki = 1 Kal x kgBB x 24 jam


b) Perempuan = 0,95 Kal x kgBBx 24 jam

Faktor Aktifitas Fisik : Aktifitas fisik dapat dibagi


dalam 4 golongan, yaitu sangat ringan, ringan,
sedang dan berat. Kebutuhan enrgi untuk aktifitas
fisik dinyatakan dalam kelipatan AMB.
Jenis Kelamin
Aktifitas
Laki-laki Perempuan

Sangat Ringan 1,30 1,30


Ringan 1,65 1,55
Sedang 1,76 1,70
Berat 2,10 2,00
Faktor Berat Badan

Cara Menetapkan BB ideal dengan rumus


Brocca :
BBI (kg) = (TB(cm) – 100) – 10%
atau
BBI (kg) = (TB(cm) – 100) x 90%
Protein, Lemak dan Karbohidrat
Menurut WHO, cara menentukan kebutuhan
protein, lemak dan karbohidrat adalah :
Protein : 10 – 15% dari kebutuhan energi total
Lemak : 10 – 25% dari kebutuhan energi total
Karbohidrat : 60 – 75% dari kebutuhan energi
total, atau sisa dari kebutuhan energi yang telah
dikurangi dengan energi yang berasal dari protein
dan lemak
Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Nilai yang menunjukkan jumlah zat gizi yang
diperlukan untuk hidup sehat setiap hari bagi hampir
semua penduduk menurut kelompok umur, jenis
kelamin dan kondisi fisiologis seperti kehamilan dan
menyusui.
• Kegunaan :
 Menilai kecukupan gizi yang telah dicapai melalui
konsumsi makanan masyarakat/penduduk
 Merencanakan PMT balita maupun perencanaan institusi
 Merencanakan penyediaan pangan regional / nasional
 Patokan label gizi makanan kemasan
 Bahan pendidikan gizi