Anda di halaman 1dari 10

Masa Kehidupan Politik dan

Ekonomi Awal Reformasi


Anggota :
1. Annisa Namira 02
2. Aulia Maharani A. 05
3. Rosa Erdina Z. 20
4. Vanessa Viaga 25
5. Yona Millenia F. 28
6. Yulinda Dika w. 29
Kehidupan Polutik Masa Reformasi
Sejak reformasi bergulir telah banyak terjadi perubahan dalam bidang politik tersebut. Perubahan
dalam bidang tersebut antara lain:

a. Pemilu Pilpres dan Pilkada signifikan dalam penyelenggaran pemilu. Masalah pemilu diatur dalam
UUD 1945 pasal 22 E dan dijabarkan lebih lanjut dengan undang - undang pemilu Nomor 12 Tahun
2003. Atas dasar hukum tersebut, untuk pertama kalinya, Indonesia menyelenggarakan pemilu
sebanyak dua kali, yaitu memilih anggota DPR/DPRD dan memilih presiden/wakil presiden secara
langsung. Demikian pula pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di tingkat provinsi dan
kabupaten/kota dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah setempat yang memenuhi syarat.
Kehidupan Polutik Masa Reformasi
Sejak reformasi bergulir telah banyak terjadi perubahan dalam bidang politik tersebut. Perubahan
dalam bidang tersebut antara lain:
b. Perubahan Kedudukan dan Struktur MPR
Struktur MPR sebelumnya atas DPR, utuan daerah dan utusan
golongan. Setelah mengalami perubahan, MPR terdiri atas
anggota DPR dan DPD. Tugas dan wewenang MPR adalah
mengubah dan a menetapkan UUD, melantik presiden dan
wakil presiden, serta hanya dapat memberhentikan presiden
dan/atau wakil presiden dalam masa jabatannya menurut
UUD.
C. Penghapusan Dwifungsi ABRI dan Restrukturisasi ABRI
Tuntutan reformasi dalam tubuh ABRI diakomodasi dengan
mengadakan perubahan struktural ABRI. Perubahan tersebut
adalah
1) Pemisahan POLRI dan TNI yang semula bersama-sama
tergabung dalam ABRI.
2) Penghapusan Dwi Fungsi ABRI likuidasi fungsi kekaryaan dan
sosial politik TNI, penghapusan keberadaan Fraksi TNI/POLRI,
serta perubahan doktrin dan organisasi TNI
d. Otonomi Daerah
Era reformasi ditandai oleh bangkitnya demokrasi. Peran
pemerintah pusat yang besar dan menjadi titik sentral yang
menentukan gerak kehidupan daerah, berakhir yaitu dengan
lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan
Daerah dan UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Undang-
undang ini memberi kewenangan luas kepada daerah untuk
mengatur serta mengurus kepentingan masyarakat setempat,
sesuai dengan prakarsa, aspirasi masyarakat yang sejalan
dengan semangat demokrasi.
e. Pembentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
DPD adalah lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Republik
Indonesia yang merupakan wakil - wakil daerah provinsi dan dipilih
melalui pemilihan umum. DPD memiliki fungsi mengajukan usul ikut
pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan
bidang legislasi tertentu, serta mengawasi pelaksanaan undang-undang
tertentu.

f. Kebebasan Pers
Setelah jatuhnya pemerintahan orde Baru pada tahun 1998, kebebasan
pers mengalami masa perpecahan. Kehadiran pers saat ini dianggap
sudah mampu mengisi kekosongan ruang publik yang menjadi celah
antara penguasa dan rakyat. Dalam kerangka ini, pers telah
memainkan peran sentral publik dalam rangka menyebarluaskan
informasi untuk penentuan sikap, dan memfasilitasi pembentukan
opini mencapai konsensus bersama atau mengontrol kekuasaan
penyelenggara negara.
2. Kehidupan Ekonomi pada Masa Reformasi
Sejak krisis moneter menerpa Indonesia pada tahun 1997, banyak
perusahaan yang mengalami kerugian. Banyak perusahaan yang tidak
sanggup lagi membayar gaji karyawannya. Sementara itu agar harga
kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Akibatnya para pekerja
menuntut kenaikan gajinya dapat hidup dengan layak.
Di era reformasi pembenahan di berbagai sektor ekonomi sangat penting.
Beberapa kebijakan untuk perbaikan perekonomian nasional antaral
lain sebagai berikut.
a. Kebijakun Fiskal dan Moneter
Sebagai upaya menstabilkan kurs rupiah dan menghindari inflasi yang
tidak terkendali (hiperinflasi), Bank Idonesia berketetapan untuk
mempertahankan kebijakan moneter ketat. Begitu juga dalam bidang
fiskal.
b. Reformasi di Sektor Keuangan / perbankan
Restrukturisasi perbankan mempunyai tujuan utama untuk secepatnya
memulihkan kembali sistem perbankan agar dapat melaksanakan
fungsinya sebagai pendukung kegiatan ekonomi.
c. Restrukturisasi utang swasta Dalam dan Luar Negeri
Restrukturisasi utang penting untuk mengurangi tekanan permintaan
yang sangat terhadap valuta asing yang pada gilirannya juga akan sangat
mengganggu neraca pembayaran luar negeri.
d. Reformasi Struktural di Sektor Riil
Reformasi struktural di sektor riil mencakup kegiatan penghapusan
berbagai praktik monopoli, deregulasi dan debirokratisasi di berbagai
bidang, termasuk bidang perdagangan dalam dan luar negeri serta
bidang investasi, serta privatisasi BUMN.
e. Praktik KKN yang Merugikan Negara dan Rakyat
Pemerintah gencar mengampanyekan perang melawan KKN,
namun para pelakunya sungguh sulit untuk diberantas karena
umumnya sudah merupakan sebuah konspirasi terstruktur sejak
lama, dan banyak pemain di dalamnya.
f. Program Naslonal Pemberdayaan Masyarakat(PNPM)
Pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat(PNPM) Mandiri. Keberadaan
(PNPM) sangat membantu masyarakat. Beberapa kegiatan PNPM
yang telah dinikmati masyarakat antara lain pembangunan
Posyandu, jalan, seko dan bantuan peralatan sekolah.
g. Dana Bos untuk Pendidikan
Secara umum program Dos bertujuan meringankan beban
masyarakat terhadap pembiayaan pendidikam dalam rangka
wajib belajar 9 tahun yang bermutu.
h. Kebijakan Bahan Bakar Mlnyak (BBM)
Kebijakan menaikkan harga BBM pada dasarnya dilakukan guna
mengurangi dan subsidi BBM. Bentuk dari program ini antara
lain pemberian Bantuan Langsung Tunai ( BLT ), penyediaan
beras murah, dan pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin.