Anda di halaman 1dari 23

VERTICULA SEPTAL DEFECT

Anggun Puji(001) _ EnnisaAlvionita(021) _ Kurnia Rizqi(038)


Ventrikel Septum Defect (VSD)
merupakan kelainan bawaan yang berupa
menutupnya sekat antara ventrikel kanan dengan
ventrikel kiri jantung. Ini merupakan malformasi
jantung yang paling sering, meliputi 25% penyakit
jantung kongenital. Defek juga dapat terjadi pada
setiap bagian sekat ventrikel. Namun, sebagian besar
adalah tipe membranosa.
etiologi

• Penyebab kegagalan ini juga belum diketahui


faktor predisposisinya mungkin karena faktor
biokimiawi pada ibu, trauma atau juga konsumsi
obat-obatan dengan toksik yang tinggi seperti
kloramfenikol atau obat-obatan antivirus yang
semuanya dapat menggangu pembentukan sel
pada janin.
patofisiologi
• Pada kondisi normal seharusnya tidak terdapat septum pada
ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Muncul shunt akan
berakibat darah akan mengalir dari ventrikel kiri ke ventrikel
kanan, karena tekanan yang terdapat pada ventrikel kiri lebih
besar (110 MmHg) dari pada ventrikel kanan (60 MmHg).
• Perbedaan tekanan yang cukup tinggi ini menjadikan aliran
darah yang mengalir cukup deras sehingga menimbulkan
bising dan naiknya beban pada ventrikel kanan.
Ditinjau dari kondisi patofisiologi VSD terbagi
pada 4 type :
1. VSD dengan shunt kecil dan tahanan pada arteri
pulmonalis masih normal
2. VSD dengan shunt sedang dan tahanan arteri
pulmonalis masih normal
3. VSD dengan shunt yang lebih besar dan diikuti
dengan hipertensi pulminal yang dinamis .
4. VSD dengan shunt besar dan hipertensi pulmonal
yang permanen karena sudah terjadi sclerosis.
Gejala klinis

1. VSD dengan shunt kecil


VSD dengan shunt kecil biasanya tidak muncul keluhan apa-
apa pada penderita. Anak atau penderita tetap dapat
menjalankan aktifitasnya seperti biasa, anak tidak mengalami
keluhan jantung berdebar-debar setelah aktifitas. Data klinis
yang muncul adalah adanya bising pada akhir sistolik (tepat
pada S2)
Gejala klinis

2. VSD dengan shunt yang sedang


• Gejala yang sering terjadi adalah :
• Keluhan cepat lelah terutama saat aktifitas fisik berat
seperti barlari.
• Batuk (karena mudah mengalami insfeksi paru)
• Terdapat bising sistolik yang cukup keras kalau kita
dengarkan pada interkosta 3-4 linea sternalis kiri.
Gejala klinis

• VSD dengan shunt besar


1. Sesak nafas
2. Mudah lelah
3. Batuk
4. Kenaikan berat badan yang lambat
5. Pucat
6. Terdengar bunyi sistolik yang keras dan kasar yang terdengar
pada interkosta 3-4 linea parasternalis kiri.
Gejala klinis
• VSD dengan shunt besar dan hipertensi pulmonal permanen
• Type ini merupakan type yang kompleks atau disebut juga dengan sindrom
eisemenger. Gejala klinis yang muncul pada tipe ini antara lain :
1. Sianosi (terjadi karena gangguan yang besar pada proses difusi oksigen dan
karbondioksida kadarnya pada jaringan tubuh lebih banyak.
2. Mudah lelah
3. Palpitasi
4. Sesak nafas
5. Batuk
6. Adanya bising sistolik dengan type ejeksi (bunyi bising yang lemah makin
lama makin keras dan makin lama makin lemah lagi.
KLASIFIKASI

Klasifikasi VSD berdasarkan pada lokasi lubang


1. Perimembranous
2. Subarterial Doubly Commited (defek
subpulmonal)
3. Defek Arterioventrikuler
4. Muskuler
KLASIFIKASI

• Klasifikasi berdasarkan ukurannya


1. VSD Kecil (Maladie de roger)
2. VSD Sedang
3. VSD Besar
DIAGNOSA
• Ekokardiogram juga berguna
dalam maemperkirakan
ukuran shunt dengan
memeriksa tingkat beban
volume berlebihan atrium kiri
dan ventrikel kiri, luas
penambahan dimensi
menggambarkan ukuran
shunt dari kiri ke kanan.
Diagnosa
• Pemeriksaan Doppler akan menunjukkan apakah VSD merupakan
retriktif (bersifat membatasi) tekanan dengan menghitung perbedaan
tekanan disebelah defek.hal ini memungkinkan memperkirakan tekanan
ventrikel kanan dan membantu menentukan apakah penderita berisiko
untuk perkembangan penyakit vaskuler pulmonal awal.
Prognosis
Penderita VSD dengan shunt kecil mempunyai prognosa yang cukup
baik dengan tanda adanya keluhan dari pasien. Diduga 50% dari tipe ini
dalam kurun waktu 10 tahun shuntnya dapat menutup. Mekanisme
penutupan katup dapat melalui proses sebagai berikut:
1. Terjadi hipertropi pada pars muskularis septi dikelilingi defect. Akibat
dari hipertropi tersebut shunt dapat menutup.
2. Ada juga mekanisme yang ditandai dengan tumbuhnya daun katup
trikuspidalis (katup antara atrium kanan dan ventrikel kanan ke arah
defect) sehingga shunt menjadi menutup.
• Kompilkasi yang muncul pada anak yang
mengalami VSD antara lain :
1. Kardiomegali
2. Gagal jantung kanan
3. Endocarditis lenta
• kardiomegali
Endocarditis lenta
Penatalaksanaan
• Pada penderita dengan defek kecil,

orang tua harus diyakinkan lagi mengenai sifat lesi yang


relative jinak, dan anak harus didorong untuk hidup secara
normal, tanpa pembatasan aktifitas fisik.
lanjutan
• Pada bayi dengan VSD besar,
• manajemen medik mempunyai dua tujuan yaitu mengendalikan
gagal jantung kongestif dan mencegah terjadinya penyakit vaskuler
pulmonal.
• Cara-cara pengobatan ditujukan pada pengendalian gejala gagal
jantung dan mempertahankan pertumbuhan normal
• Jika pengobatan awal berhasil, shunt ukurannya dapat mengurang
dengan perbaikan spontan, terutama selama umur tahun pertama.
Klinisi harus waspada untuk tidak menghancurkan perbaikan klinis
karena pengurangan ukuran defek dengan perbaikan klinis karena
terjadi fisiologi eisenmenger.