Anda di halaman 1dari 25

SANITASI INDUSTRI DAN PENGELOLAAN LIMBAH

Oleh:
Dr. Ir. Gerry Silaban, M.Kes.

Disampaikan pada TOT Pengetahuan Praktis K3 Bagi Instruktur


Diselenggarakan oleh Pusat K3 Kemenakertrans RI 07 - 13 Sept.
2014
Sanitasi Industri: usaha yang dilakukan untuk memelihara,
meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan industri
termasuk cara-cara pengendalian dan pemeliharaan faktor-
faktor lingkungan kerja serta pengendalian terhadap
penyebaran penyakit menular, sehingga aktivitas produksi
diharapkan tidak memberikan dampak negatif terhadap
tenaga kerja, lingkungan kerja serta masyarakat sekitarnya.
Dasar Hukum:
 UU RI No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal
3 ayat 1 point h dan l
 UU RI No. 3 Tahun 1969 tentang persetujuan Konvensi
ILO No. 120 mengenai Hygiene dalam Perniagaan dan
Kantor-kantor
 Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964 tentang
Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan dalam
Tempat Kerja
 SE Menakertrans RI No. SE.01/Men/1979 tentang
Pengadaan Kantin dan Ruang Makan
UU RI No. 1 Tahun 1970 pasal 3 ayat 1:
point h: Mencegah dan mengendalikan timbulnya
penyakit akibat kerja baik fisik maupun psikis,
peracunan, infeksi, dan penularan
point l: Memelihara kebersihan, kesehatan, dan
ketertiban
UU RI No. 3 Tahun 1969 tentang Persetujuan
Konvensi ILO No. 120 mengenai Hygiene dalam
Perniagaan dan Kantor-kantor:
 Ventilasi
 Penerangan
 Suhu
 Susunan tempat duduk
 Penyediaan air
 Sanitair
 Tempat duduk yang cukup dan sesuai
 Confine space
 APD dan sarana perlindungan
 Pengendalian lingkungan kerja (bising, getaran)
 Penyediaan apotik dan pelaksanaan P3K
Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964
tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan Serta
Penerangan dalam Tempat Kerja:

 Pencegahan kebakaran
 Pencegahan keracunan, penularan penyakit dan PAK
 Housekeeping
 Penerangan
 Suhu
 Kadar udara
 Bangunan
 Sampah
 Ruang udara dan ruang kerja
 Kakus
 Dapur
 Air
 Penyelenggaraan makanan bagi TK
 Ergonomi, dll.
SE Menakertrans RI No. SE.01/Men/1979 tentang
Pengadaan Kantin dan Ruang Makan

Dianjurkan kepada:
 Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh antara 50
sampai 200 orang supaya menyediakan ruang tempat
makan di perusahaan yang bersangkutan.
 Semua perusahaan mempekerjakan buruh lebih dari 200
orang supaya menyediakan kantin di perusahaan yang
bersangkutan.
Ruang Lingkup Sanitasi Industri:
Kebersihan lingkungan kerja
Penyediaan air bersih
Sanitasi makanan
Pemeliharaan fasilitas industri
Pencegahan dan pembasmian vektor penyakit
Pembuangan limbah domestik dan industri
Perlengkapan fasilitas higiene personal
Ketatarumahtanggaan perusahaan
Kebersihan Lingkungan Kerja
Bermanfaat untuk mencegah timbulnya PAK.
Meliputi:
1. Kebersihan di dalam perusahaan (dinding, lantai, atap,
peralatan dan perkakas, gudang penyimpanan bahan
baku, gudang penyimpanan produk)
2. Kebersihan di luar perusahaan (halaman, jalanan)
Penyediaan Air (Water Supply)

Jenis Peruntukan: Domestik, Proses Produksi

1. Tidak perlu diolah


2. Hanya perlu desinfektan
3. Perlu treatment
4. Perlu treatment pelengkap
5. Perlu pengolahan spesifik

Kualitas
1. Fisika
2. Kimiawi
3. Biologi
4. Radioaktif
Sanitasi Air: proses perlakukan fisik, kimia, dan biologis yang
dilakukan secara terpadu dengan tujuan untuk
menghilangkan faktor yang mencemari mutu air.

Proses sanitasi air:


 Penyaringan, pengendapan
 Desinfeksi
 Pengurangan mineral terlarut
 Pengendalian karat, rasa dan bau
Sanitasi Makanan

1. Usaha pencegahan penyakit


2. Pertimbangan ekonomi dalam penyediaan
makanan
3. Sebagai usaha pencegahan yang efektif

 Penyakit akibat buruknya sanitasi makanan


Aspek yang Menjadi Perhatian:
1. Kebersihan makanan (penyediaan, pengolahan)
2. Pengangkutan bahan dan makanan
3. Kebersihan peralatan
4. Kebersihan fasilitas
5. Kantin dan ruang makan
6. Keracunan makanan
Pemeliharaan Fasilitas Industri

Lantai
Atap
Dinding ruangan
Peralatan kerja
Mesin-mesin
Gang
Gudang penyimpanan
Tempat beristirahat
Smoking area

Harus dibersihkan dan dirawat dengan baik, bebas


dari debu dan sisa-sisa bahan produksi.
Pencegahan dan Pembasmian Vektor dan Rodent

Vektor: Sumber penyakit

Nyamuk
Penyakit: malaria, yellow fever, break bone fever, filariasis

Pemberantasan:
 Air tergenang-dialirkan
 Dasar parit-menyempit
 Air rawa-rawa: dialirkan vertikal
 Larva-penurunan O2
 Memelihara aliran sungai
 Penyemprotan insektisida
 Alamiah-ikan gabus-larva mati
 Kawat kasa-kelambu
Lalat
Penyakit:
1. typhoid fever
2. paratyphoid
3. disentri basiller/amuba
4. infantile diarrhea
5. Cacing

Pemberantasan:
 Usaha-usaha kesehatan lingk.: kotoran, sampah, TTU
 Larva: pengendalian sampah, keadaan kering: larva mati
 Lalat dewasa: penyemprotan, didalam dan luar
Kecoa

Penyakit:
Typhoid
Disentri

Pemberantasan:
 Membuang sisa makanan-tutup
 Penyimpanan makanan: terlindung
 Penyemprotan
Rodent

 Kebanyakan sebagai tempat dan sumber penyakit


 Jenis rodent: Ratus norwogicus, Rattus-rattus (tikus atap), Mus
musculus (tikus rumah)
 Penyakit: Murine typhus fever, pes, salmonellosis, weills diseases,
disentri amuba, cacing

Pemberantasan:
 Poisoning
 Trapping
 Fumigasi
 Rat proofing
 Food sanitation
 Musuh alam (kucing)
 Penyehatan umum (mengurangi kontak)
 Penyemprotan
Pembuangan Limbah Domestik dan Industri
1. Limbah padat ditempatkan pada bak sampah tersendiri yang telah
dipilah-pilah.
2. Limbah cair harus diolah terlebih dahulu sesuai spesifikasinya.

Perlengkapan Fasilitas Higiene Personal


 WC
 Tempat cuci tangan, mandi dan ruang ganti
 Ruang makan dan kantin
 Setiap TK wajib memelihara dan meningkatkan hygiene personal
dan perusahaan wajib menyediakan fasilitas kebersihan sesuai
dengan yang dipersyaratkan.
Ketatarumahtanggaan Perusahaan

 Gedung: bersih, dicat, pencahayaan cukup, dan sirkulasi udara.


 Bahan baku disimpan secara aman.
 Peralatan kerja disimpan secara aman.
 Tempat pembuangan dan penyimpanan sampah tersedia, layak dan
sering dikosongkan dan diatur.
 Lantai dibersihkan, bebas dari hambatan, bebas dari bahan/barang
yang dapat menyebabkan terjatuh atau terpeleset.
 Ruangan, tempat lalu lintas, jalan keluar dari tempat kerja harus bebas
dari bahan buangan.
 Sudut ruangan harus dibersihkan, penerangan cukup, dan bebas dari
bahan buangan.
 Bahan yang mudah terbakar dibuang.
 Sisa-sisa produksi disimpan dalam wadah tertutup,
disimpan dalam ruang tertutup dan tahan api.
 Bahan berbahaya disimpan diluar bangunan utama.
 Tempat penyimpanan bahan diberi label.
 Bahan-bahan yang kelebihan tidak boleh ditinggalkan di
tempat kerja.
 Lantai, dinding, atap, jendela, pipa, lampu dibersihkan
secara berkala.
 Alat kerja yang tua/rusak dibuang atau dipindahkan dari
tempat kerja.
 Bekerja sesuai SOP.
 Inspeksi berkala.
Pengelolaan Limbah Industri

Limbah Industri: buangan yang kehadirannya pada suatu


saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki
lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi.

Klasifikasi :
• Nilai Ekonomi: dengan proses lanjut akan memberikan
nilai tambah
• Nilai Non Ekonomi: diolah dengan proses bentuk
apapun tidak akan memberikan nilai tambah kecuali
mempermudah sistem pembuangan
Klasifikasi Limbah Berbasarkan Jenis Bahan
Pencemarannya:
•Limbah oksigen demanding
•Bahan-bahan penyebab penyakit
•Bahan makanan tumbuhan
•Bahan kimia organik
•Bahan kimia anorganik
•Sedimen
•Polusi radioaktif
•Panas
Pengelolaan Limbah:
• Secara fisik: Clarification/Sedimentasi, Flotation, Oil Water
Separation
• Secara kimiawi: Coagulation, Precipitation, Neutralization
• Secara Biologi: Aerobic Suspended Process, Aerobic
Attached Growth Process, Aerobic Lagoons, Anerobic
Lagoons