Anda di halaman 1dari 19

NYERI

DADA
berasal dari jantung atau dari luar jantung

dari jantung:

•berasal dari koroner ?


•riwayat infark miokard akut (IMA) sebelumnya
•faktor-faktor resiko seperti hipertensi, DM, dislipidemia, merokok, stres, serta
riwayat keluarga
•faktor pencetus sebelum IMA
•aktivitas fisik yang berat, stres emosi,penyakit medis

lokalisasi nyeri

onset nyeri

sifat nyeri

tingkat keparahannya? (skor 1-10)

Apa yang memperberat dan meringankan yeri

penjalaran
PEMERIKSAAN FISIK

cemas dan tidak bisa istirahat ekstremitas pucat disertai


(gelisah). keringat dingin

nyeri dada substernal > 30 menit


hiperaktivitas saraf simpatis
dan banyak keringat dicurigai
(takikardia dan/atau hipotensi)
kuat adanya IMA.

disfungsi ventrikular  S3 dan


S4 gallop, penurunan intensitas
hiperaktivitas saraf parasimpatis
bunyi jantung pertama dan split
(bradikardia dan/atau hipotensi)
paradoksikal bunyi jantung
kedua.

Peningkatan suhu sampai 38º C


murmur midsistolik atau late
dapat dijumpai dalam minggu
sistolik
pertama pasca IMA
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Elektrokardiogram (EKG)

 presentasi awal elevasi ANALISA GAS DARAH


segmen ST mengalami evolusi
menjadi gelombang Q pada
 menurunnya kadar PO2
EKG yang akhirnya
 shunting akibat ventilasi
didiagnosis infark miokard
yang berkurang.
gelombang Q
 pCO2 dapat normal atau sedikit
 Jika obstruksi trombus tidak
menurun disebabkan oleh
total/obstruksi bersifat
 keadaan hiperventilasi
sementara
 biasanya tidak
 Sensitivitas dan spesifitas analisa
ditemukan elevasi
gas darah untuk penunjang
segmen ST.
diagnostic emboli paru adalah
 Biasanya mengalami
relatif rendah
angina pektoris tidak
stabil atau non STEMI.
LABORATORIUM
Peningkatan kadar enzim/ isoenzim sbg indikator spesifik IMA
•kreatinin fosfokinase (CPK/CK), SGOT, laktat dehidrogenase (LDH), alfa hidroksi
butirat dehidrogenase (α-HBDH), troponin T, dan isoenzim CPK MP atau CKMB.
•CK meningkat dalam 4-8 jam, kemudian kembali normal setelah 48-72 jam tetapi tidak
spesifik

•CKMB lebih spesifik


•bila rasio CKMB : CK > 2,5% namun nilai kedua-duanya harus meningkat dan
penilaian dilakukan serial dalam 24 jam pertama.
•CKMB mencapai puncak 20 jam setelah infark.

•rasio CKMB2 : CKMB1


•Lebih sensitif
•yang mencapai puncak 4-6 jam setelah kejadian.
•CKMB2 adalah enzim CKMB dari miokard, yang kemudian diproses oleh enzim
karboksipeptidase menghasilkan isomernya CKMB1.
•Dicurigai bila rasionya > 1,5 SGOT meningkat dalam 12 jam pertama

Reaksi nonspesifik
• leukositosis polimorfonuklear (PMN) mencapai 12.000-15.000
dalam beberapa jam dan bertahan selama 3-7 hari
• LED meningkat
RADIOLOGI
FOTO TORAKS
• Terlihat kalsifikasi koroner ataupun katup jantung
• Pada penderita
• gagal jantung
• penyakit jantung katup
• perikarditis
• aneurisma
• cenderung nyeri dada karena kelainan paru-paru

EKOKARDIOGRAFI
• Murmur sitolik
• Memperlihatkan stenosis aorta yang signifikan atau kardiomiopati hipertrofik.

• luasnya iskemia bila dilakukan waktu nyeri dada sedang berlangsung.


• menganalisis fungsi myocardium segmental bila hal ini terjadi pada pasien AP
stabil kronik atau bila telah pernah infark jantung sebelumnya.
• tidak dapat memperlihat iskemik yang baru terjadi
EPIDEMIOLOGI

• Penelitian di Amerika Serikat


•setiap tahunnya 1% dari laki – laki 30-62 tahun tanpa gejala pada permulaan
pemeriksaan akan timbul kemudian gejala penyakit jantung koroner yaitu dari
jumlah tersebut
•38 % dengan angina stabil dan 7 % dengan angina tak stabil

• Penelitian di China: nyeri dada dari 2.209 penduduk


•nyeri dada terjadi pada 20,6% penduduk, dan
•68% di antaranya merupakan nyeri dada akut nonkardiak.
•Menurut Fruergaard et al., penyakit gastroesofageal merupakan penyebab nyeri
dada nonkardiak tersering, mencapai 42%.
Nyeri ulu hati
Perubahan
Sakit kepala
kesadaran

Nyeri yang
Wajah
diproyeksikan
tegang,
ke lengan,
merintih,
leher,
menangis
punggung

Diaforesis /
Kelemahan
Manifestasi keringat
dingin

klinis
Cemas,
gelisah, fokus
Sesak nafas
pada diri
sendiri

Mual,
Muntah, Takikardi
Anoreksia
Sulit tidur
Kulit pucat
(insomnia)
JENIS NYERI DADA
Jenis Nyeri Penyebab Nyeri Dada Jenis/Tipe
Dada Akut Iskemik Non-iskemik

Kardiak  Angina +
 Infarkmiokard +
 Kardiomiopati hipertrofi +
 Vasospasme koroner
 Perikarditis +
 Diseksi aorta +
 Prolaps katup aorta +
+

Non-Kardiak  Gastroesofageal - -
 Pulmonal - -
 Muskuloskeletal - -
 Dermatologis - -
 Psikologis - -
NYERI DADA AKUT: KARDIAK
PENYAKIT JANTUNG KORONER STENOSIS AORTA
• Angina pektoris • Penyempitan pada lubang katub aorta,
• insufisiensi pasokan oksigen miokardium. yang menyebabkan meningkatkan tahanan
• rasa ditekan beban berat atau diremas terhadap aliran darah dari ventrikel kiri ke
yang timbul setelah aktivitas atau stress aorta
emosional. • PF dijumpai
• Gejala lain: diaforesis, mual, muntah, • murmur ejeksi sistolik yang paling jelas
dan kelemahan. didengar di ruang antar iga kedua kanan
• Sindroma koroner akut  menggambarkan yang menjalar ke karotis.
hasil akhir dari iskhemia miokard akut • Splitting paradoks bunyi jantung kedua
• angina pektoris tidak stabil, Non-ST • Pola kenaikan denyut karotis terlambat
Segment Elevation Myocardial Infarction dan beramplitudo rendah.
(NSTEMI), dan ST Elevation Myocardial • kuat angkat (heaving) pada apeks
Infarction (STEMI). jantung dan thrill pada ruang antar iga
kedua kanan

PERIKARDITIS
•peradangan primer maupun sekunder pericardium
parietalis/viseralis atau keduanya
•virus, bakteri tuberculosis, jamur, uremia,
neoplasia, autoimun, trauma, infark jantung
sampai ke idiopatik.
•Nyeri dada menyerupai nyeri dada pleura
•Demam
•Friction rub tanda utama perikarditis
NYERI DADA AKUT: NON-KARDIAK
Gastroesofageal
Kelainan Esofagus Kondisi Abdomen Atas
•Perforasi esofagus •kolesistitis, pankreatitis
•pemakaian instrumen secara iatrogenik, muntah hebat, akut, dan perforasi ulkus
dan penyakit esofagus (contoh: esofagitis atau peptikum
neoplasma). •menyerupai tanda dan
•nyeri hebat, mendadak, dan terus menerus dari leher gejala infark atau iskhemia
sampai epigastrium yang diperberat dengan menelan miokard inferior
•pembengkakan leher dan emfisema subkutan yang
jelas di-rasakan sebagai krepitasi, efusi pleura •Tanda Murphy
•tanda kolesistitis akut
•Spasme esofagus
•tidak dipengaruhi oleh aktivitas. •Pankreatitis
•Menelan makanan dingin atau hangat dapat memicu •nyeri terus menerus di
daerah epigastrium
•Esofagitis
•obat seperti anti inflamasi nonsteroid dan alendronate •Perforasi ulkus peptikum
•nyeri epigastrium hebat
•Esofagitis reflux •Tanda-tanda peritonitis,
seperti perut keras seperti
•sensasi terbakar  heartburn atau pyrosis. Pyrosis papan
dipicu dengan berbaring dan memburuk setelah
makan. Gejala penyerta lain meliputi batuk kronis dan
disfagia. Pasien juga mengeluhkan adanya rasa getir di
mulut yang merupakan isi lambung
PULMONAL MUSKULOSKELETAL PSIKOLOGIS

• nyeri pleura  nyeri • nyeri dada akut • Serangan panik 


berubah-ubah sesuai meliputi kostokondritis nyeri dada akut.
siklus pernapasan, (Sindrom Tietze) akibat
bersifat tajam dan inflamasi costochondral • berupa rasa tertekan,
unilateral junction; fraktur iga, ditusuk, sesak
• Pleuritis dan mialgia berlangsung 30 menit
• inflamasi pleura akut atau lebih.
akibat infeksi saluran • palpasi dada dapat
nafas bawah/penyakit mencetuskan nyeri. • Nyeri ini tidak
autoimun berkaitan dengan
• Nyeri bersifat tajam • Pergerakan vertebra aktivitas dan dari
dan bertambah ketika pasif seperti fleksi, anamnesis dapat
batuk, menarik nafas ekstensi, dan rotasi diperoleh riwayat
dalam, atau bergerak. vertebra thorakal dan gangguan emosional
• Pleural friction rub servikal juga dapat sebelumnya.
• Pneumothoraks menimbulkan nyeri
• nyeri tajam yang
menjalar ke bahu
ipsilateral
• PF menunjukkan
hilangnya suara nafas
dan hipersonor dari
paru yang sakit
TATALAKSANA
 Tirah Baring
 Diet makanan lunak/saring serta rendah garam (bila ada gagal jantung).
 Pasang infus dekstrosa 5% persiapan pemberian obat IV.
 Atasi nyeri :
 Morfin 2,5-5 mg IV atau petidin 25-50 mg IM, bisa diulang-ulang.
 Lain-lain : nitrat, antagonis kalsium, dan beta blocker.
 Oksigen 2-4 liter/menit.
 Sedatif sedang seperti diazepam 3-4 x 2-5 mg per oral. Pada insomnia dapat
ditambah flurazepam 15-30 mg.
 Antikoagulan :
 Heparin 20.000-40.000 U/24 jam IV tiap 4-6 jam atau drip IV dilakukan atas
indikasi.
 Streptokinase/trombolitik
 untuk memperbaiki kembali aliran pembuluh darah koroner. Dengan
trombolisis, kematian dapat diturunkan sebasar 40%.
TINDAKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
 Fasilitas penanganan aritmia (monitor).

 Pemeriksaan darah rutin, gula darah, BUN, kreatinin, CK, CKMB, SGPT, LDH,
dan elektrolit terutama ion K serum.

 Pemeriksaan pembekuan darah

 Pemantauan irama jantung dilakukan sampai kondisi stabil.

 Rekaman EKG dapat diulangi setiap hari selama 72 jam pertama infark.

 Nitrat sublingual atau transdermal digunaan untuk mengatasi angina,


sedangkan nitrat IV diberikan bila sakit iskemia berulang kali atau
berkepanjangan.

 Bila masih ada rasa sakit, diberikan morfin sulfat 2,5 mg IV dapat diulangi setiap
5-30 menit, atau petidin HCl 25-50 mg IV dapat diulangi setiap 5-30 menit
sampai sakit hilang.

 Selama 8 jam pasien dipuasakan dan selanjutnya diberi makanan cair atau
makanan lunak dalam 24 jam pertama lalu dilanjutkan dengan makanan lunak.
PENCEGAHAN
 Mencegah aterosklerosis
 kadar kolesterol darah
 tekanan darah
 Berhenti merokok
 berat badan
 Berolah raga secara teratur

 Tidak Merokok
 kadar kolesterol HDL dan kadar kolesterol LDL
 kadar karbon monoksida di dalam darah  cedera pada lapisan
dinding arteri
 mempersempit arteri  darah yang sampai ke jaringan
 kecenderungan darah untuk membentuk bekuan, sehingga
resiko terjadinya penyakit arteri perifer, penyakit arteri koroner
dan stroke setelah pembedahan.
KOMPLIKASI

Gangguan irama Gagal jantung


shock cardiogenik
jantung seperti aritmia kongestif

tromboemboli pericarditis aneurisma aorta

Kematian mendadak
diakibatkan
insufisiensi aorta ruptur jantung tromboemboli, fibrilasi,
atau takikardi
ventrikel
KESIMPULAN

 Nyeri dada adalah masalah umum pada ruang


perawatan akut dan disebabkan baik oleh
kardiak maupun nonkardiak

 Anamnesis dan pemeriksaan fisik masih menjadi


lini terdepan dalam mengevaluasi dan
mengidentifikasi nyeri dada.
TERIMA KASIH