Anda di halaman 1dari 76

PSAK 23

PENDAPATAN
REVISI 2014
KELOMPOK 4 :
• CHRISTINE MONICA 123161025
• FEBRIANTO 123161042
• KLARAH MASARI DEWI 123161061
• TRIDAKSA ANGGRAENI L 123161108
PENDAHULUAN

• Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari pelaksanaan aktivitas


entitas yang normal yang dikenal dengan sebutan berbeda, seperti
penjualan, penghasilan jasa, bunga, deviden, royalty dan sewa.
• Permasalah utama dalam akuntasi pendapatan adalah menentukan saat
pengakuan pendapatan. Pendapatan diakui ketika kemungkinan besar
manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke entitas dan manfaat ini
dapat diukur secara andal. Pernyataan ini mengidentifikasikan keadaan
saat kriteria tersebut terpenuhi, sehingga pendapatan dapat diakui.
RUANG LINGKUP

Pernyataan standar ini diterapkan untuk :


• Penjualan barang;
• Penjualan jasa; dan
• Penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan
bunga, royalti dan dividen
RUANG LINGKUP

Pernyataan standar ini tidak mengatur pendapatan yang timbul dari:


• Perjanjian sewa (PSAK 30);
• Deviden yang timbul dari investasi yang diperlakukan dengan metode ekuitas (PSAK
15);
• Kontrak asuransi (PSAK 62);
• Perubahan nilai wajar dari asset dan liabilitas keuangan atau pelepasannya (PSAK
55);
• Perubahan nilai asset lancer lain; dan
• Ekstraksi hasil tambang
DEFINISI

• Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul
dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi
penanam modal.
• Nilai wajar – harga yang akan diterima untuk menjual suatu asset atau
harga yang akan dibayarkan untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
• Pendapatan meliputi hanya arus kas bruto dari manfaat ekonomi yang
diterima dan dapat diterima oleh entitas untuk entitas itu sendiri.
PENGUKURAN PENDAPATAN

• Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima.
• Diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dan dikurangi
diskon atau rabat.
• Jika pendapatan ditangguhkan, nilai wajar ditentukan dengan mendiskontokan arus kas
yang akan diterima dengan tingkat bunga tersirat (imputed).
• Pertukaran barang serupa tidak dianggap transaksi yang menghasilkan pendapatan.
• Pertukaran tidak serupa dianggap transaksi yang menghasilkan pendapatan.
PENGIDENTIFIKASIAN TRANSAKSI

• Kriteria pengakuan dalam pernyataan ini diterapkan secara terpisah


pada setiap transaksi.
• Dalam kondisi tertentu kriteria diterapkan pada komponen-
komponen yang dapat diidentifikasi secara terpisah dari suatu
transaksi tunggal atau suatu transaksi tidak dapat dilepaskan dari
transaksi lainnya maka dianggap sebagai transaksi tunggal.
• Penjualan dengan kontrak pemeliharaan
• Sale and leaseback
PENJUALAN BARANG

Jika seluruh kondisi memenuhi:


• Entitas telah memindahkan resiko dan manfaat kepemilikan barang secaa signifikan
kepada pembeli;
• Entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan
atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual;
• Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
• Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan
mengalir ke entitas;
• Biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut dapat
diukur secara andal.
PENJUALAN JASA

• Jika hasil transaksi penjualan jasa dapat diestimasi secara andal maka
penjualan dapat diakui dengan acuan tingkat penyelesaian transaksi
pada akhir periode pelaporan.
• Dapat diestimasi dengan andal jika memenuhi kriteria berikut:
• Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.
• Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi
tersebut akan mengalir ke entitas;
• Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode
pelaporan dapat diukur secara andal; dan
• Biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk
menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur secara andal
• Jika hasil transaksi tidak dapat diestimasi secara andal maka
pendapatan diakui hanya yang berkaitan dengan beban yang telah
diakui yang dapat dipulihkan.
PENJUALAN JASA

• Estimasi andal dapat dibuat jika ada persetujuan


• Hak masing‐masing pihak dapat dipaksakan;
• Imbalan yang dipertukarkan;
• Cara dan syarat penyelesaian.
• Metode untuk estimasi
a) Survei pekerjaan yang telah dilaksanakan;
b) Jasa yang dilakukan hingga tanggal tertentu sebagai prosentase dari
total jasa yang dilakukan; atau
c) Proporsi biaya yang timbul hingga tanggal tertentu dibagi estimasi total
biaya. Hanya biaya yang telah terjadi terkait jasa tersebut. Hanya biaya
yang mencerminkan total biaya jasa tersebut.
Pembayaran berkala dan uang muka tidak mencerminkan jasa yang
dilakukan.
BUNGA, ROYALTI DAN DEVIDEN

• Acuan umum:
• Jika manfaat ekonomi akan mengalir pada entitas
• Dapat diukur dengan andal
• Pendapatan diakui dengan dasar sebagai berikut:
• Bunga – menggunakan suku bunga efektif
• Royalti – dasar akrual sesuai dengan substansi perjanjian
• Dividen – jika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran
ditetapkan
PENGUNGKAPAN

• Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, termasuk metode yang
digunakan menentukan penyelesaian transaksi penjualan jasa;
• Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode tersebut
termasuk pendapatan yang berasl dari:
• Penjualan barang;
• penjualan jasa;
• Bunga;
• Royalti;
• Dividen; dan

• Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap
kategori signifikan dari pendapatan.
LAMPIRAN
PENJUALAN BARANG

'Bill and hold' sales – penjualan ketika pengiriman ditunda sesuai permintaan
pembeli tetapi pembeli mendapatkan hak milik dan menerima tagihan.
• kemungkinan besar pengiriman akan dilakukan
• Barang sudah ditangan, teridentifikasi dan siap untuk dikirimkan ke pembeli pada saat
penjualan diakui;
• Pembeli secara khusus menyatakan instruksi pengiriman ditangguhkan
• Berlaku syarat yang pembayaran yang lazim

Pendapatan tidak diakui ketika terdapat keinginan untuk memperoleh kembali atau
memproduksi barang di waktu pengiriman.
PENJUALAN BARANG

Barang dikirim tunduk pada suatu kondisi.


a) instalasi dan inspeksi – diakui setelah selesai kecuali jika instalasi sederhana
dan inspeksi hanya dilakukan untuk penentuan akhir atas harga kontrak
b) Persetujuan saat pembeli telah menegosiasikan hak terbatas atas
pengembalian – diakui jika jangka waktu pengembalian berlalu
c) Penjualan konsinyasi – diakui ketika barang dijual oleh penerima pihak ketiga.
d) Pembayaran secara kas pada pengiriman penjualan – diakui jika pengiriman
dilakukan dan kas diterima penjual atau agen.
PENJUALAN BARANG

Penjualan Lay away – penjualan yang mana barang akan dikirimkan


jika pembeli telah melakukan pembayaran terakhir dalam suatu
rangkaian cicilan
Pendapatan diakui pada saat barang dikirimkan. Kecuali jika pengalaman
menunjukkan semua penjualan terealisasi maka pendapatan dapat diakui ketika
setoran yang signifikan diterima atas barang yang ada di tangan, diidentifikasi
dan siap dikirimkan kepada pembeli
PENJUALAN BARANG

• Pendapatan diakui pada saat barang dikirimkan


• Pemesanan ketika pembayaran (atau pembayaran parsial)
• Perjanjian jual dan beli kembali (selain transaksi swap)
• Penjualan kepada pihak perantara, seperti distributor, dealer atau pihak
lain untuk dijual kembali
• Langganan publikasi dan hal serupa
• Penjualan cicilan ketika imbalan dapat diterima secara cicilan
• Penjualan real estat
PENJUALAN JASA

• Imbalan instalasi
• Imbalan jasa termasuk dalam harga produk
• Komisi iklan
• Komisi keagenan asuransi
• Imbalan jasa keuangan
PENJUALAN JASA

• Imbalan admisi
• Imbalan Pendidikan
• Imbalan inisiasi, penerimaan dan keanggotaan
• Imbalan waralaba
• Imbalan dari pengembangan piranti lunak yang sesuai
kebutuhan
PENJUALAN JASA

• Imbalan admisi
• Imbalan Pendidikan
• Imbalan inisiasi, penerimaan dan keanggotaan
• Imbalan waralaba
• Imbalan dari pengembangan piranti lunak yang sesuai
kebutuhan
BUNGA, ROYALTI DAN DEVIDEN

Imbalan lisensi dan royalti


• Imbalan dan royalty yang dibayarkan untuk penggunaan asset entitas
(seperti merek dagang, paten, piranti lunak, hak cipta music, rekaman
master, dan film) normalnya diakui sesuai dengan substansi perjanjian,
contohnya, ketika pemegang lisensi memiliki hak untuk memakai
teknologi tertentu selama jangka waktu tertentu.
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Penentuan apakah entitas bertindak sebagai principal atau agen


• Entitas bertindak sebagai principal jika terekspos atas dampak manfaat dan
resiko signifikan terkait dengan penjualan barang atau jasa. Fitur yang
mengindikasikan bahwa entitas bertindak sebagai principal mencakup:
• Entitas mempunyai tanggung jawab utama menyediakan barang atau jasa
untuk pelanggan, atau memenuhi pesanan, contohnya, entitas bertanggung
jawab untuk penerimaan atas produk dan jasa yang dipesan atau dibeli
oleh pelanggan;
• Entitas mempunyai risiko persediaan sebelum atau setelah pesanan
pelanggan, selama pengiriman atau pengembalian;
• Entitas mempunyai kebebasan untuk menentukan harga baik secara
langsung maupun tidak langsung, contohnya menyediakan barang
dan jasa tambahan; dan
• Entitas menanggung risiko kredit pelanggan atas jumlah yang dapat
diterima dari pelanggan.
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Entitas bertindak sebagai agen jika entitas tidak menanggung


dampak manfaat dan risiko signifikan terkati dengan penjualan barang
dan jasa. Salah satu fitur yang mengindikasikan entitas bertindak
sebagai agen adalah jumlah yang diterima entitas ditetapkan
sebelumnya, apakah dalam bentuk imbalan tetap per transaksi atau
persentase tertentu dari jumlah tagihan pelanggan.
PSAK 46
AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN
REVISI 2014
PERBEDAAN PAJAK DAN
AKUNTANSI
Undang-
PSAK
Undang

AKUNTANSI PAJAK

PERBEDAAN

Permanen Temporer

Pajak Tangguhan:
 Aset / Liabilitas
 Beban/Pendapatan
TUJUAN
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi pajak penghasilan
yaitu bagaimana menghitung konsekuensi pajak kini dan masa depan untuk hal
berikut ini :

 pemulihan (penyelesaian) masa depan jumlah tercatat aset (liabilitas) yang diakui
dalam laporan posisi keuangan entitas; dan
 transaksi dan peristiwa lain pada periode berjalan yang diakui dalam laporan
keuangan entitas.

Pernyataan ini juga mengatur pengakuan aset pajak pajak yang timbul dari rugi pajak
belum dikompensasi atau kredit pajak belum dimanfaatkan.

RUANG LINGKUP
Penyataan ini diterapkan pada akuntansi pajak penghasilan. Pajak penghasilan yang
dimaksud mencakup seluruh pajak dalam negeri dan luar negeri yang didasarkan
pada laba kena pajak. Pajak penghasilan juga termasuk pajak-pajak seperti
pemotongan pajak (atas atribusi kepada entitas pelapor) yang terutang oleh entitas
anak, entitas asosiasi, atau pengaturan bersama.
PRINSIP DASAR AKUTANSI PAJAK PENGHASILAN

• Pajak penghasilan yang kurang dibayar tahun berjalan atau terutang diakui sebagai liabilitas pajak kini,
sedangkan pajak penghasilan yang lebih bayar tahun berjalan diakui sebagai aset pajak kini
• Konsekuensi pajak periode mendatang yang dapat diatribusikan dengan perbedaan temporer kena pajak
diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, sedangkan efek perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan
sisa kerugian yang belum dikompensasikan diakui sebagai aset pajak tangguhan
• Pengukuran liabilitas dan aset pajak didasarkan pada peraturan perpajakan yang berlaku, efek perubahan
peraturan perpajakan yang akan terjadi dikemudia hari tidak boleh diantisipasi atau diestimasikan
• Penilaian aset pajak tangguhan harus dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan , terkait
dengan kemungkinan dapat atau tidaknya pemulihan aset pajak tangguhan direalisasikan dalam periode
mendatang
DEFINISI

• Aset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat


dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya:
Laba Pajak >
a) perbedaan temporer yang boleh dikurangkan; Laba Akuntansi
b) akumulasi rugi pajak belum dikompensasi; dan
c) akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal
peraturan perpajakan mengizinkan.

• Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan


terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya Laba Akuntansi
perbedaan temporer kena pajak. >
Laba pajak

31
DEFINISI
• Beban pajak (penghasilan pajak) terdiri dari beban pajak kini (penghasilan pajak)
dan beban pajak tangguhan (penghasilan pajak tangguhan) yang diperhitungkan
dalam menentukan laba rugi pada suatu periode

• Laba akuntansi adalah laba atau rugi selama satu periode sebelum
dikurangi beban pajak.
• Laba kena pajak atau laba fiskal (rugi pajak atau rugi fiskal) adalah laba
(rugi) selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan yang
ditetapkan oleh Otoritas Pajak atas pajak penghasilan yang terutang.
• Pajak penghasilan adalah pajak yang dihitung berdasarkan peraturan
perpajakan dan pajak ini dikenakan atas laba kena pajak entitas.
DEFINISI

• Pajak kini adalah jumlah pajak penghasilan yang terutang (dilunasi) atas laba
kena pajak (rugi pajak) untuk satu periode.Untuk entitas konsolidasi termasuk
laba atas anak perusahaan

• Perbedaan temporer adalah perbedaan antara jumlah tercatat aset atau


liabilitas pada posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya. Perbedaan
temporer dapat berupa:
• Perbedaan temporer kena pajak - liabilitas
• Perbedaan temporer dapat dikurangkan – aset

33
PENGAKUAN ASET PAJAK KINI
DAN LIABILITIS PAJAK KINI

• Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui
sebagai liabilitas

• Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang
terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset

• Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
sebelumnya (sepanjang peraturan pajak indonesia mengizinkan) diakui sebagai aset. Jika rugi
pajak digunakan untuk memulihkan pajak kini dari suatu periode sebelumnya, maka entitas
mengakui manfaat tersebut sebagai aset pada periode dimana rugi pajak terjadi karena
terdapat kemungkinan besar bahwa manfaat mengalir ke entitas dan manfaat tersebut dapat
diukur secara andal.
PAJAK TANGGUHAN

• Pada saat entitas memiliki Laba sebelum pajak > Penghasilan kena pajak  ada
pengakuan pajak menurut akuntansi sehingga diakui beban pajak tangguhan dan
kewajiban pajak tangguhan.
• Pada saat entitas memiliki Laba sebelum pajak < Penghasilan kena pajak  pajak
yang dibayarkan lebih besar daripada laba menurut akuntansi sehingga diakui aset
pajak tangguhan dan manfaat pajak tangguhan.
• Perusahaan memiliki kerugian  dapat dikompensasikan di masa mendatang 
manfaat tersebut diakui pada saat kerugian tersebut terjadi  Aset pajak tangguhan
dan manfaat pajak tangguhan.
• Aset pajak tangguhan direview untuk memastikan bahwa manfaat di masa mendatang
akan diperoleh entitas

35
KREDIT PAJAK

Kredit pajak merupakan jumlah pembayaran pajak yang sudah dibayar oleh wajib pajak
sendiri, setelah ditambah dengan pajak yang dipotong atau dipungut oleh pihak lain dan
dikurangkan dari seluruh pajak yang terhutang termasuk apabila ada jumlah pajak atas penghasilan
yang terutang di luar negeri. Wajib Pajak memperhitungkan pajak penghasilan yang telah dibayar
atau dipungut di muka dengan jumlah pajak yang terutang pada akhir tahun pajak. Untuk Wajib
Pajak Badan yang merupakan kredit pajak antara lain :
PPh 22
PPh 23
PPh 24
PPh 25
KASUS 1
KASUS 2
PENGAKUAN ASET PAJAK TANGGUHAN DAN
LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN
Perbedaan Temporer Kena Pajak – Liabilitas Pajak Tangguhan
 Kombinasi Bisnis
Jumlah tercatat aset bertambah atas nilai wajar dalam kombinasi bisnis dan tidak ada penyesuaian setara dibuat untuk tujuan
pajak

 Aset Tercatat pada Nilai Wajar


Aset keuangan atau properti investasi dicatat pada nilai wajar di atas biaya perolehan tetapi tidak ada penyesuaian setara
dibuat untuk tujuan pajak

 Goodwill
Pengurangan jumlah tercatat goodwill tidak dapat dikurangkan dalam menentukan laba kena pajak dan biaya atas goodwill tidak
akan dikurangkan dalam pelepasan bisnis. Liabilitas pajak tangguhan diakui jika hal tersebut tidak ditimbulkan dari pengakuan awal
goodwill. Contohnya jika dalam kombinasi bisnis entitas mengakui goodwill sebesar Rp 100 yang dapat dikurangkan untuk tujuan
pajak dengan tarif 20% per tahun mulai pada tahun akuisisi, maka pada dasar pengenaan pajak goodwill sebesar Rp 100 pada pengakuan
awal dan sebesar Rp 80 pada akhir tahun akuisisi. Jika jumlah jumlah tercatat goodwill pada akhir tahun akuisisi tidak berubah sebesar Rp
100, maka perbedaan temporer kena pajak adalah Rp 20 timbul pada akhir tahun tersebut yang mengakibatkan pengakuan liabilitas
pajak tangguhan.

 Pengakuan Awal Aset atau Liabilitas


Jika sebagian atau seluruh biaya perolehan aset tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak
PENGAKUAN ASET PAJAK TANGGUHAN
DAN
LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN
• Perbedaan Temporer dapat Dikurangkan – Aset Pajak Tangguhan

• Goodwill
Jika jumlah tercatat goodwill yang timbul dalam kombinasi
bisnis lebih rendah dari dasar pengenaan pajaknya, maka
perbedaan tersebut menimbulkan aset pajak tangguhan.

• Pengakuan Awal Aset atau Liabilitas


Hibah pemerintah yang termasuk dalam laporan posisi
keuangan diakui sebagai penghasilan ditangguhkan yang tidak
akan kena pajak di periode masa depan

• Rugi Pajak Belum Dikompensasi dan Kredit Pajak Belum Dimanfaatkan 


Aset
PENILAIAN KEMBALI ASET PAJAK TANGGUHAN
YANG BELUM DIAKUI

• Pada setiap akhir periode pelaporan, entitas menilai kembali aset pajak
tangguhan.
• Entitas mengakui aset pajak tangguhan yang belum diakui sebelumnya apabila
kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dipulihkan.
• Sebagai contoh, perbaikan kondisi perekonomian meningkatkan kemampuan
entitas untuk menghasilkan laba kena pajak dalam jumlah yang memadai pada
periode masa depan sehingga aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui
menjadi memenuhi kriteria pengakuan
ANAK, ASOSIASI, PENGATURAN
BERSAMA
• Entitas mengakui liabilitas pajak tangguhan pada anak, cabang, dan asosiasi, serta
pengaturan bersama, kecuali sepanjang kedua kondisi berikut telah terpenuhi:
• entitas mampu mengendalikan waktu pemulihan perbedaan temporer; dan
• kemungkinkan besar perbedaan temporer akan terpulihkan di masa depan.

• Entitas mengakui aset pajak tangguhan dari anak, cabang dan entitas asosiasi, serta
pengaturan bersama sepanjang dan hanya sepanjang kemungkinan besar terjadi:
– perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa depan yang dapat
diperkirakan; dan
– laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai sehingga
perbedaan temporer dapat dimanfaatkan.
PENGUKURAN

• Asset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan biasanya diukur dengan tariff pajak (dan
peraturan pajak) yang telah berlaku.
• Pengukuran asset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang
sesuai dengan cara entitas memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk
memulihkan atau menyesuaikan jumlah tercatat asset dan liabilitasnya.
• Cara entitas dalam memulihkan (menyelesaikan) jumlah tercatat asset (liabilitas) dapat
mempengaruhi satu atau dua hal berikut :
• Tariff pajak yang berlaku ketika entitas memulihkan (menyelesaikan) jumlah tercatat
asset (liabilitas); dan
• Dasar pengenaan pajak asset (liabilitas).
CONTOH 1
CONTOH 2
PENGUKURAN

• Pajak penghasilan mungkin dapat dibayarkan sebagai dividen kepada


pemegang saham entitas. Dalam keadaan tersebut, asset atau liabilitas pajak
kini maupun pajak tangguhan diukur dengan tariff pajak yang diterapkan
atas laba yang belum didistribusikan.
• Konsekuensi pajak penghasilan atas dividen secara langsung lebih terkait
dengan transaksi atau peristiwa lalu daripada distribusi kepada pemilik.
CONTOH 1
PENGAKUAN PAJAK KINI DAN PAJAK
TANGGUHAN
1. Pos yang diakui dalam laba rugi
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laba rugi
periode, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang timbul dari :
• Transaksi atau peristiwa yang diakui, pada periode yang sama atau berbeda, diluar laba
rugi baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas; atau
• Kombinasi bisnis (selain akuisisi entitas investasi, sebagaimana didefinisikan dalam PSAK
65: Laporan keuangan Konsolidasian, atas entitas anak yang disyaratkan untuk diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi).
PENGAKUAN PAJAK KINI DAN PAJAK
TANGGUHAN
2. Pos yang diakui di luar laba rugi

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui di luar laba rugi jika pajak terkait
pos yang pada periode yang sama atau berbeda, diakui di luar laba rugi. Oleh
karena itu, pada periode yang sama atau berbeda, pajak kini dan pajak tangguhan
terkait dengan pos yang diakui :
• Dalam penghasilan komprehensif lain, diakui dalam penghasilan
komprehensif lain.
• Langsung di ekuitas, diakui langsung di ekuitas
PENGAKUAN PAJAK KINI DAN PAJAK
TANGGUHAN
3. Pajak tangguhan yang timbul dari kombinasi bisnis

Entitas mengakui setiap asset pajak tangguhan atau liabilitas pajak tangguhan
sebagai asset dan liabilitas teridentifikasi pada tanggal akuisisi. Sebagai konsekuensinya,
asset dan liabilitas pajak tangguhan tersebut mempengaruhi jumlah goodwill atau
keuntungan dari pembelian dengan diskon yang diakui entitas. Akan tetapi, entitas tidak
mengakui liabilitas pajak tangguhan yang timbul dari pengakuan awal goodwill.
PENGAKUAN PAJAK KINI DAN PAJAK
TANGGUHAN
4. Pajak kini dan pajak tangguhan yang timbul dari transaksi pembayaran berbasis
saham.
Dalam hal entitas menerima pengurangan pajak (yaitu jumlah yang dapat
dikurangkan dalam penghitungan laba kena pajak) terkait dengan remunerasi yang
dibayarkan dengan saham, opsi saham, atau instrumen ekuitas lain, maka jumlah
pengurang pajak tersebut dapat berbeda dari beban remunerasi kumulatif terkait
dan mungkin muncul pada periode akuntansi kemudian.
PENYAJIAN

Entitas melakukan saling hapus asset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya
jika, entitas :
• Memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang diakui; dan
• Memiliki intensi untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan asset
dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
PENYAJIAN

Entitas melakukan saling hapus asset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika :
• Entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus asset pajak kini
terhadap liabilitas pajak kini; dan
• Asset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh
otoritas perpajakan yang sama atas :
• Entitas kena pajak yang sama; atau
• Entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan asset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto, atau merealisasikan asset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas asset atau liabilitas pajak tangguhan
diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
PENGUNGKAPAN

Entitas mengungkapkan jumlah asset pajak tangguhan dan sifat bukti yang mendukung
pengakuannya, jika :
• Penggunaan asset pajak tangguhan bergantung pada apakah laba kena pajak masa
depan melebihi laba dari pembalikan perbedaan temporer kena pajak yang telah ada;
dan
• Entitas telah mengalami kerugian pada periode berjalan atau periode terdekat
sebelumnya dimana asset pajak tangguhan terkait.
TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN
TRANSAKSI
Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015. Pengakuan asset pajak tangguhan yang
diperoleh dalam kombinasi bisnis diterapkan secara prospektif. Sehingga, entitas
tidak menyesuaikan akuntansi untuk kombinasi bisnis sebelumnya, jika manfaat pajak
tidak memenuhi kriteria pengakuan terpisaah pada tanggal akuisisi dan diakui
setelah tanggal akuisisi, kecuali manfaat tersebut diakui pada periode pengukuran
dan dihasilkan dari informasi baru tentang keadaan dan fakta yang ada pada tanggal
akuisisi.
CONTOH PERBEDAAN TEMPORER

1. Contoh keadaan yang menimbulkan perbedaan temporer kena pajak

a.Transaksi yang mempengaruhi laba rugi


• Pendapatan bunga yang diterima atas tunggakan dan diperhitungkan dalam laba
akuntansi dengan dasar proporsi waktu tetapi diperhitungkan dalam laba kena pajak
atas dasar kas.
• Pendapatan dari penjualan barang yang diperhitungkan dalam laba akuntansi ketika
barang dikirim tetapi diperhitungkan dalam laba kena pajak ketika kas diterima.
• Penyusutan asset dipercepat untuk tujuan pajak.
CONTOH PERBEDAAN TEMPORER

b. Transaksi yang mempengaruhi laporan posisi keuangan

• Penyusutan asset tidak dikurangkan untuk tujuan pajak dan tidak ada pengurangan
yang tersedia untuk tujuan pajak ketika asset dijual atau menjadi sampah.
• Peminjam mencatat pinjaman senilai hasil diterima dikurangi biaya transaksi.
Selanjutnya, jumlah tercatat pinjaman bertambah oleh amortisasi biaya transaksi
dalam laba akuntansi.
• Utang pinjaman diukur pada pengakuan awal pada jumlah hasil neto, neto dari biaya
transaksi.
CONTOH PERBEDAAN TEMPORER
. Penyesuaian nilai wajar dan revaluasi
c

• Asset keuangan atau property investasi dicatat pada nilai wajar di atas biaya perolehan
tetapi tidak ada penyesuaian serta dibuat untuk tujuan pajak.
• Entitas merevaluasi asset tetap tetapi tidak ada penyesuaian setara dibuat untuk
tujuan pajak.
d. Kombinasi bisnis dan konsolidasi
• Jumlah tercatat asset bertambah atas nilai wajar dalam kombinasi bisnis dan tidak ada
penyesuaian setara dibuat untuk tujuan pajak.
CONTOH PERBEDAAN TEMPORER
• Pengurangan jumlah tercatat goodwill tidak dapat dikurangkan
dalam menentukan laba kena pajak dan biaya atas goodwill tidak
akan dikurangkan dalam pelepasan bisnis.
e. Hiperinflasi
• Asset nonmoneter disajikan kembali dengan unit pengukuran saat
ini pada akhir periode pelaporan dan tidak ada penyesuaian setara
yang dibuat untuk tujuan pajak.
CONTOH PERBEDAAN TEMPORER

2. Contoh keadaan yang menimbulkan perbedaan temporer kena pajak

a.Transaksi yang mempengaruhi laba rugi


• Biaya manfaat purnakarya dikurangkan dalam penghitungan laba akuntansi ketika
jasa telah diberikan oleh pekerja, tetapi tidak dikurangkan dalam menentukan
laba kena pajak sampai entitas membayar manfaat purnakarya atau iuran kepada
entitas pengelola dana.
CONTOH PERBEDAAN TEMPORER

• Akumulasi penyusutan asset dalam laporan keuangan lebih besar daripada


penyusutan kumulatif yang diizinkan untuk tujuan pajak pada akhir periode
pelaporan.
• Nilai realisasi neto persediaan atau jumlah terpulihkan asset tetap, adalah kurang
dari jumlah tercatat sebelumnya dan oleh karena itu entitas mengurangi jumlah
tercatat asset, tetapi pengurangan tersebut diabaikan untuk tujuan pajak hingga
asset dijual.
CONTOH PERBEDAAN TEMPORER

b. Penyesuaian nilai wajar dan revaluasi


• Asset keuangan atau properti investasi dicatat pada nilai wajar yang kurang dari biaya perolehan, tetapi
tidak ada penyesuaian setara dibuat untuk tujuan pajak.
c. Kombinasi bisnis dan konsolidasi
• Liabilitas diakui pada nilai wajar dalam kombinasi bisnis, tetapi tidak ada beban terkait dikurangkan dalam
penghitungan laba kena pajak hingga periode kemudian.
• Laba yang belum direalisasi timbul dari transaksi intrakelompok usaha yang dieliminasi dari jumlah
tercatat asset, seperti persediaan atau asset tetap, tetapi tidak ada penyesuaian setara dibuat untuk
tujuan pajak.
CONTOH PERBEDAAN TEMPORER

3. Contoh keadaan saat jumlah tercatat asset atau liabilitas setara dengan dasar pengenaan pajaknya.
• Beban terakru telah dikurangkan dalam menentukan liabilitas pajak kini entitas untuk periode berjalan
atau periode lebih awal.
• Utang pinjaman diukur pada jumlah awal yang diterima dan jumlah ini sama dengan jumlah yang
dibayarkan kembali ketika jatuh tempo akhir dari pinjaman tersebut.
• Beban terakru tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak.
• Pendapatan terakru tidak pernah dikenakan pajak.
ISAK 20
PAJAK PENGHASILAN PERUBAHAN DALAM
STATUS PAJAK ENTITAS ATAU PARA
PEMEGANG SAHAMNYA
PERMASALAHAN

1. Perubahan dalam status pajak entitas atau para pemegang sahamnya


dapat mengakibatkan liabilitas atau asset pajak entitas naik atau turun.
Sebagai contoh, hal ini mungkin terjadi pada saat pendaftaran instrument
ekuitas entitas di bursa atau pada saat restrukturisasi ekuitas entitas. Hal
ini mungkin juga terjadi bila pemegang saham pengendali pindah ke
negara asing. Sebagai akibatnya, entitas dapat dikenakan pajak secara
bebrbeda, contohnya entitas dapat memperoleh atau kehilangan insentif
pajak aau menjadi subjek tarif pajak berbeda di masa depan.
PERMASALAHAN

2. Perubahan dalam status pajak entitas atau para pemegang sahamnya dapat
mempengaruhi liabilitas atau asset pajak kini. Perubahan tersebut juga dapat
meningkatkan atau menurunkan liabilitas dan asset pajak tangguhan yang diakui
oleh entitas, bergantung pada dampak perubahan dalam status pajak yang
memiliki konsekuensi pajak yang akan timbul dari pemulihan atau penyelesaian
jumlah asset dan liabilitas entitas.
3. Permasalahannya adalah bagaimana entitas mencatat konsekuensi pajak atas
perubahan dalam status pajaknya atau status pajak para pemegang sahamnya.
INTERPRETASI

Perubahan dalam status pajak entitas atau para pemegang sahamnya menimbulkan kenaikan atau
penurunan jumlah yang diakui di luar laba rugi. Konsekuensi pajak kini dan pajak tangguhan atas
perubahan dalam status pajak termasuk dalam laba rugi periode, kecuali konsekuensi tersebut terkait
dengan transaksi dan kejadian yang menghasilkan ( pada periode sama atau berbeda ) kredit langsung
atau pembebanan pada jumlah yang diakui dalam ekuitas atau jumlah yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Konsekuensi pajak yang terkait dengan perubahan dalam jumlah yang diakui dalam
ekuitas, pada periode sama atau berbeda ( tidak termasuk dalam laba rugi ), dibebankan atau dikreditkan
langsung ke ekuitas. Konsekuensi pajak yang terkait dengan jumlah yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
CONTOH

Di Indonesia, pada tahun 2009 entitas dikenai tarif pajak 28


% pada tahun 2010 tarif pajak berubah menjadi 25 %
TANGGAL EFEKTIF

Entitas menerapkan interpretasi ini untuk periode tahun


buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 januari
2012. Penerapan dini dianjurkan. Namun, untuk entitas
yang melakukan kombinasi bisnis disyaratkan untuk
melakukan penerapan dini.