Anda di halaman 1dari 29

Pengaruh Pemberian Ekstrak

Tamarindus Indica atau Asam Jawa


sebagai Anti Kolesterol pada Tikus
Jantan Galur Wistar

FARIDATUL AFIFAH
12700450
A. Latar Belakang
Saat ini perhatian masyarakat terhadap lemak
pangan sangat besar terutama setelah diketahui
bahwa mengonsumsi lemak berlebihan akan
mempengaruhi kesehatan. Salah satu jenis lemak yang
paling dikenal oleh masyarakat adalah kolesterol.
Upaya untuk mencegah peningkatan kadar
kolesterol ini mulai banyak mendapat perhatian. Salah
satunya yaitu dengan pengobatan tradisional. Oleh
karena itu sekarang ini banyak masyarakat yang
menggunakan tanaman tradisional yang diyakini
sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah, seperti
Tamarindus Indica.
Beberapa penelitian telah dilakukan namun
jumlahnya masih sedikit, sehingga data empiris untuk
penggunaan Tamarindus Indica sebagai obat anti
kolesterol belumlah cukup.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh Tamarindus Indica terhadap
kadar kolesterol dalam darah tikus wistar?

C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahuipengaruh Tamarindus Indica
terhadap kadar kolesterol total dalam darah
tikus wistar
D. Manfaat Hasil Penelitian
 Bagi peneliti, melalui penelitian ini diharapkan
untuk dapat memperdalam pengetahuan peneliti
tentang pengaruh tumbuhan Tamarindus indica
terhadap penurunan kadar kolesterol dalam
darah.
 Bagi institusi, penelitian ini diharapkan dapat
dijadikan sebagai bahan referensi dalam
penelitian-penelitian yang sejenis yang dilakukan
dalam institusi.
 Bagi masyarakat, diharapkan penelitian ini dapat
menambah wawasan dan pengetahuan tentang
manfaat Tamarindus indica terhadap penurunan
kadar kolesterol.
A. Tamarindus Indica
 Taksonomi Tamarindus Indica
Kingdom: Planae
Division: Spermatophyta
Sub Division: Magniliphyta
Class: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Family: Fabaceae
Genus: Tamarindus L
Species: Tamarindus indica L
 Penggunaan Tradisional Tamarindus Indica
Tamarindus indica digunakan untuk
mengurangi inflamasi, tumor, cacing gelang,
penyakit darah, cacar, ophthalmia dan penyakit
mata lainnya, sakit telinga, gigitan ular,
melancarkan pembuangan urin dan menghilangkan
bau keringat, dapat sebagai pencahar, tonik
untuk jantung, menyembuhkan luka dan fraktur,
dan gangguan empedu. Selain itu Tamarindus
indica digunakan pula sebagai obat tradisional
untuk pengelolaan diabetes mellitus.
 Kandungan Kimia Tamarindus Indica
Kandungan kimia yang dihasilkan dari Tamarindus
indica pada studi fitokimia Tamarindus indica adalah
senyawa fenolik, glikosida jantung, asam tartarat, pektin,
asam lemak, dan unsur-unsur penting; Seperti, Ca, Cu, Fe,
Mn, Mg.
B. Kolesterol
Kolesterol terdapat di jaringan dan plasma
sebagai kolesterol bebas atau dalam bentuk
simpanan. Di dalam plasma, kedua bentuk tersebut
diangkut dalam lipoprotein. Kolesterol adalah lipid
amfipatik dan lapisan luar lipoprotein plasma.
Sebagai produk tipikal metabolisme hewan,
kolesterol terdapat dalam makanan yang berasal
dari hwan misalnya kuning telur, daging, hati, dan
otak. Kolesterol adalah unsur pokok batu empedu.
Namun, peran utamanya dalam proses patologis
adalah sebagai faktor pembentukan aterosklerosis
arteri-arteri vital, yang menimbulkan penyakit
pembuluh darah perifer, koroner, dan
serebrovaskular
 Pengaruh Tamarindus Indica Terhadap Kadar
Kolesterol
Menurut Doughari (2006) Tamarindus indica
dari hasil uji fitokimia dengan menggunakan
ekstrak etanol didapatkan zat kimia utama yaitu
alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin.
Mekanisme tanin sebagai anti
hiperkolesterolemia adalah dengan cara
menghambat adipogenesis dan menghambat
absorbsi di intestinal. Catechin yang merupakan
derivat dari tannin juga menstimulasi sekresi
garam empedu dan membuang kolesterol melalui
feses.
A.Kerangka Teori

Tamarindus Indica

Kilomikron

Jaringan Peningkatan
Makan
adiposa kadar kolesterol
darah
FFA
B. Kerangka Konsep

Peningkatan Jaringan Peningkatan


kadar kolesterol adiposa kadar kolesterol

Tannin dalam
Tamarindus Indica
C. Hipotesis

H0 : Tidak ada pengaruh Tamarindus Indica


terhadap kadar kolesterol dalam darah tikus
wistar.
H1 : Ada pengaruh Tamarindus Indica terhadap
kadar kolesterol dalam darah tikus wistar.
A. Rancangan dan Desain
Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
eksperimental dengan desain Control Group
Pretest Posttest Design.

B. Lokasi dan Waktu


Penelitian
Lokasi dan waktu penelitian dilakukan di
Laboratorium hewan coba Universitas Wjaya
Kusuma Surabaya.
C.Populasi dan Sampel
1. Populasi
Hewan percobaan yaitu tikus putih jantan
galur wistar dengan kondisi sehat fisik
berumur 2-3 bulan dengan berat badan
150–170 gram yang ditandai bulu tampak
berkilau, mata tampak jernih, gerakan
lincah, sebanyak 20 ekor, 4 ekor sebagai
cadangan sehingga total tikus yang
digunakan 24 ekor.
2. Sampel
Berdasarkan bahan yang diberikan, dalam
tiap kelompok dilakukan 6 kali ulangan.
Jumlah ulangan ini didapat dari perhitungan
Suyatno (2013) sebagai berikut :
(t-1)(r-1)≥15
Keterangan :
t = banyaknya kelompok perlakuan
r = jumlah replika
E. Definisi Operasioal Variabel
1. Pemberian ekstrak Tamarindus indica dengan dosis
bervariasi yaitu dengan dosis 2700mg/kgBB dan
3600mg/kgBB.
2. Diet obesitas yaitu pemberian diet khusus yang
mengandung tinggi lemak.
3. Kadar kolesterol darah pada tikus yang diambil dari
darah vena ekor tikus diukur dengan easy touch gcu
3 in 1. Pengukuran dilakukan pada awal dan akhir
penelitian.
4. Berat badan yang ditimbang dengan timbangan
kusus tikus dalam satuan gram diukur pada awal dan
akhir penelitian.
F. Alat dan Bahan
1. Alat yang digunakan dalam 2. Bahan yang digunakan
penelitian : dalam penelitian :

 Kandang berukuran 20 x 30 x Bahan yang digunakan


45 cm sebanyak 4buah dalam penelitian adalah
 Tempat makanan (pelet) sampel darah tikus putih
jantan galur Wistar dengan
 Tempat minum untuk tikus berat badan 150-170 gram
 Timbangan torbal (Torsion berumur kurang lebih 2-3
balance) untuk mengukur bulan dengan kondisi sehat
berat badan tikus fisik yang dicampur dengan
 Tabung reaksi 5 ml larutan Ethylene Diamine
Tetra Acetate (EDTA) agar
 Spuit 3 mm untuk mengambil tidak menggumpal.
sampel darah
 Tissue, kapas, alkohol, dan
hand schoon
 Jarum suntik
 Alat ukur kolesterol darah
3. Pembuatan ekstrak Tamarindus Indica

 Mencampur 300 gram asam jawa dengan 750 ml aquades


 Setelah tercampur, dimasak sampai mendidih
 Kemudian di evaporasi, di oven selama 4 jam suhu 40°C
sehingga didapatkan bahan yang agak kering
 Kemudian di blender untuk mendapatkan bahan yang
lembut
 Setelah itu di timbang sesuai dengan dosis masing-masing
mencit dan dimasukkan dalam toples kecil
 Bahan yang diencerkan dengan menambahkan 0,5 ml
aquades
 Setelah itu disimpan didalam lemari es dengan suhu 4°c
sampai digunakan.
4.Pembuatan makanan tinggi lemak

 Mencampur semua bahan (Comfeed Pars-S 55%,


tepung terigu 28%, kuning telur 6%, asam kolat
0,2%, minyak kambing 10%, minyak kelapa 1% dan
air secukupnya).
 Kemudian dioven 70˚c
 Setelah dioven dipotong kecil-kecil kemudian
disimpan didalam toples sampai digunakan.
G. Prosedur Penelitian
1. Aklimitasi

Aklimatisasi hewan coba dilakukan selama 7


hari terhadap makanan serta hawa di dalam
laboratorium. Hewan coba yang mati dikelurkan
dari laboratorium
2. Pembagian kelompok hewan coba

Hewan coba yang telah melalui tahap


persiapan, kemudian dibagi menjadi 4 kelompok
secara random sebagai berikut:
◦ kelompok 0 (kelompok negatif): hewan coba tidak
mendapat perlakuan pemberian Tamarindus indica.
Yang terdiri dari 5 ekor tikus wistar jantan yang
diberikan makanan normal dan air suling.
◦ Kelompok 1 (kelompok kontrol positif): hewan coba
mendapat perlakuan Tamarindus indica. Yang terdiri
dari 5 ekor tikus wistar jantan yang diberikan
makanan tinggi lemak dan air suling.
◦ Kelompok 2 : kelompok yang terdiri dari 5 ekor tikus
wistar jantan diberikan makanan tnggi lemak dan TIE
dengan dosis 2700 mm/kg.
◦ Kelompok 3 : kelompok yang terdiri dari 5 ekor tikus
wistar jantan diberikan makanan tnggi lemak dan TIE
dengan dosis 3600 mm/Kg.
3. Pelaksanaan perlakuan

Pemberian ekstrak tamarindus indica


dilakukan pada kelompok 3 dan 4. Caranya adalah
sebagai berikut : pemberian TIE dimulai pada
minggu ke 2 (dilakukan setelah masa adaptasi
1minggu sebelumnya), dilakukan setiap hari
dengan dosis 2700 pada kelompok 2 dan 3600
pada kelompok 3, dilakukan secara per oral.
Pemberian TIE dilakukan hingga hari ke 42
(selama 42hari)
I. Analisa Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini


kemudian diolah dan dianalisis dengan ANOVA-
One way. ANOVA digunakan untuk menilai
perbedaan antar kelompok. Bila
signifikan/bermakna, maka dilanjutkan dengan
uji LSD untuk menilai perbedaan antar kelompok
tertentu. Perbedaan dinyatakan signifikan bila
p<0,05.