Anda di halaman 1dari 10

PANCASILA

SILA KE-3
Astika Adzansari S./232015275
Sherliana Dewi/232015293
Titisari Dian P./232015292
Adella Diaz/232015296
Dirgayany Pala’biran/232015331
Ema Yulianing Tyas/232015288
I’in Devitasari/232015281
Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin (Ficus benjamina) di bagian
kiri atas perisai berlatar putih, Pohon beringin merupakan sebuah pohon Indonesia
yang berakar tunjang. Hal ini mencerminkan kesatuan dan persatuan Indonesia. Pohon
Beringin juga mempunyai banyak akar yang menggelantung dari ranting-rantingnya, ini
mencerminkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun memiliki berbagai latar belakang
budaya yang berbeda-beda (bermacam-macam).
Makna Persatuan Indonesia
• Makna persatuan hakikatnya adalah satu, yang artinya
bulat tidak terpecah. Jika persatuan Indonesia dikaitkan
dengan pengertian modern sekarang ini, maka disebut
nasionalisme. Oleh karena rasa satu yang begitu kuatnya,
maka dari itu timbul rasa cinta bangsa dan tanah air.
Makna Persatuan Indonesia
• Sila “Persatuan Indonesia” menempatkan manusia Indonesia pada
persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan
Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Menempatkan
kepentingan Negara dan Bangsa di atas kepentingan pribadi berarti,
manusia Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan
Negara dan Bangsa bila diperlukan. Persatuan dikembangkan atas
dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi
kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.
• TIAP JUMAT PNS WAJIB PAKAI SERAGAM
BATIK
Penggunaan seragam batik ini dilakukan sesuai perintah Pangdam
II/Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson SIP tentang penggunaan
pakaian batik bagi PNS TNI AD di lingkungan Kodam II/Swj.
Terhitung mulai tanggal 11 Maret 2016, pada hari Jumat seluruh
PNS TNI AD dilingkungan Kodam II/Swj wajib menggunakan
Pakaian Batik.

Kasus-Kasus dalam Sila Ke-3


• “Perang Suku di Mimika Masih Berkobar”
Perang di antara suku Amungmue yang mendiami Kampung Banti
berhadapan dengan gabungan antara suku Dani dan Damal yang
mendiami Kampung Kimberli, Distrik Tembagapura, Kabupaten
Mimika, Papua, yang dimulai sejak Senin (15/10) hingga Kamis dini
hari masih terus berkobar.Sementara itu, jumlah korban yang meninggal
dunia mencapai delapan orang, dan ada puluhan anggota suku yang
terluka akibat terkena panah dan senjata tajam lainnya, serta kerusakan
rumah dan harta benda lainnya.

Kasus-Kasus dalam Sila Ke-3


• Organisasi Papua Merdeka (OPM)
Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah sebuah
gerakan nasionalis yang didirikan tahun 1965 yang
bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan Papua bagian
barat dari pemerintahan Indonesia. Sebelum era
reformasi, provinsi yang sekarang terdiri atas Papua dan
Papua Barat ini dipanggil dengan nama Irian Jaya. OPM
merasa bahwa mereka tidak memiliki hubungan sejarah
dengan bagian Indonesia yang lain maupun negara-
negara Asia lainnya.

Kasus-Kasus dalam Sila Ke-3


• Tahun ini hari raya umat Islam Maulid Nabi
Muhammad dan umat Kristen Natal jatuh hampir
bersamaan yakni pada tanggal 24 Desember dan 25
Desember 2015
Natal tahun ini juga kebetulan jatuh pada hari Jumat. Oleh
karena itu, Gereja Immanuel di Malang akan melakukan
perayaan hari Natal pada pukul 08.00 - 10.30 WIB untuk tidak
mengganggu jalannya Salat Jumat. Gereja tersebut berada
dekat dengan sebuah masjid, yakni Masjid Agung Jami yang
juga mengadakan pengajian Maulid Nabi pada Kamis (24/12)
malam, bertepatan dengan misa malam Natal.

Kasus-Kasus dalam Sila Ke-3


• Lepasnya Timor Timur dari NKRI
Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor
Lorosa'e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur.
Ketika menjadi anggota PBB, mereka memutuskan untuk
memakai nama Portugis "Timor Leste" sebagai nama
resmi negara mereka. Sebagai sebuah negara sempalan
Indonesia, Timor Leste secara resmi merdeka pada
tanggal 20 Mei 2002.

Kasus-Kasus dalam Sila Ke-3


Kesimpulan
• Persatuan sangatlah penting bagi sebuah negara yang ingin hidup
sejahtera. Dengan persatuan pula sebuah negara bahkan bisa bersatu
dengan negara lain. Persatuan juga akan mewujudkan kerjasama
yang baik diantara orang di dalamnya. Ingatlah semboyan negara kita
“Bhineka Tunggal Ika” yang megandung arti meskipun kita berbeda-
beda tetapi kita tetap satu. Satu negara dan satu bahasa nasional
bahasa Indonesia.