Anda di halaman 1dari 33

Modul Kepaniteraan Klinik Bedah dan

ATLS
Presentasi Kasus Bedah Onkologi

Presentasi Kasus:
Luka Bakar
Kelompok 7
Illustrasi Kasus
Identitas Pasien (Anamnesis 13/11/17)
• Nama : Tn. E
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Usia : 50 tahun (2/11/1967)
• Alamat : Tangerang
• Pekerjaan : Karyawan Bengkel
• Pendidikan : Tamat SMA
• Status Pernikahan : Menikah
• Agama : Islam
• Asuransi : BPJS
• Nomor RM : 00163795
• Waktu msk IGD RSUT : 2/11/17 pk 11.00
Keluhan Utama
• Luka bakar pada wajah, perut dan kedua tangan sejak 30 menit
sebelum masuk rumah sakit
Riwayat Penyakit Sekarang (i)
• Pasien mengalami luka bakar akibat tabung oksigen yang meledak
pada lokasi kerja 30 menit SMRS.
• Kejadian di ruang terbuka.
• Pasien mengalami luka bakar pada wajah, perut bagian bawah dan
kedua tangan.
• Pasien mengeluh nyeri (skala 5 dari 10) dan perasaan panas di tempat luka
bakarnya sesaat setelah ledakan.
• Saat meledak, pasien menggunakan APD yang berupa rompi yang
ukurannya longgar.
• Pasien langsung dibawa ke IGD RSUT menggunakan angkot.
• Selama perjalanan, luka bakar pasien tidak ditutup.
• Pasien tidak pingsan, tidak sesak, tidak ada mual dan muntah.
Pasien merasa haus; minum 2 botol air putih @600 mL selama
perjalanan ke IGD.
• Saat di IGD RSUT, pasien mengaku diinfus cairan, diberikan anti
nyeri dan dibersihkan lukanya.
Riwayat Penyakit Sekarang (ii)
• Pasien sudah dilakukan debridement dan skin graft pada
9/11/17.
• Saat ini pasien hari perawatan ke 12, pasien mengaku nyeri
berkurang; skala 1 dari 10, nafsu makan baik, tidak ada keluhan
BAK dan BAB. Pasien sudah dapat berjalan dan ke toilet
sendiri.
• Pasien direncanakan debridement lanjutan pada 16/11/17.
Riwayat Lainnya
• Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat diabetes, hipertensi, stroke, alergi, asma, dan penyakit
jantung sebelumnya disangkal.
• Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat diabetes, hipertensi, stroke, alergi, asma, dan penyakit
jantung pada keluarga disangkal.
• Riwayat Sosioekonomi
Pasien bekerja di bengkel, tidak merokok dan tidak minum
alkohol, tidak ada riwayat IVDU, pembayaran BPJS.
Pemeriksaan Fisik (13/11/17)
Status Generalis
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Habitus : Picnicus
Tekanan Darah : 124/74 mmHg
Denyut Nadi : 92 x/menit
Suhu : 36 oC
Frekuensi Napas : 20x/menit
BB/TB/IMT : 65 kg / 1.63 m / 24,5 kg/m2 (Overweight)
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Kepala : Normosefal, tidak ada deformitas
Mata : Konjungtiva tidak pucat, sclera tidak ikterik
Leher : Tidak teraba pembesaran KGB atau tiroid
Jantung : S1-S2 reguler, tidak ada murmur dan gallop.
Paru : Simetris statis dan dinamis, tidak tampak sesak,
vesikuler pada semua lapang paru, tidak ada ronki,
wheezing, dan stridor.
Abdomen : Datar, lemas, nyeri tekan tidak ada, bising usus normal
Ekstremitas : Tungkai atas diperban
Pemeriksaan Fisik (13/11/17)
• Status Lokalis: Wajah, Abdomen, Extremitas Superior
Inspeksi: Terbalut perban, tidak ada rembesan, sulit dinilai
Foto ketika di IGD RSUT (2/11/17)
• Status Lokalis: Kepala (BSA: 4,5%), Leher (BSA 1%)
Foto ketika di IGD RSUT (2/11/17)
• Status Lokalis: Trunkus Anterior (BSA: 4,5%) dan Posterior
(0%)
Foto ketika di IGD RSUT (2/11/17)
• Status Lokalis: Ekstremitas Superior Sinistra (BSA: 5%) , Dextra (BSA:
5%)
Perhitungan Luas Luka Bakar

Lokasi %BSA
Kepala 4,5%
Leher 1%
Trunkus Anterior 4,5%
Right arm 5%
Left arm 5%
TBSA 20%
Pemeriksaan Penunjang (2/11/17)
Pemeriksaan Hasil Satuan Pemeriksaan Hasil Satuan
Hemoglobin 17,1 g/dL GDS 103 mg/dl
Hematokrit 50 % PT 15,0(16,0) detik
Leukosit 14,09 Ribu/L APTT 22,8(33,5) detik
Trombosit 317 Ribu/L Albumin 4,5 g/dL
Ureum 34 mg/dL
Kreatinin 1,1 mg/dL
Natrium Darah 141 mmol/L
Kalium Darah 3,4 mmol/L
Klorida Darah 103 mmol/L
Daftar Masalah
1. Luka bakar grade II-III dengan 20% TBSA, post debridement
skin graft, hari ke-12
Tatalaksana

Awal Lanjutan
• Rumus Parkland  RL • Diet lunak
• 4 cc x BB x %TBSA • Pasang kateter
• 4 cc x 65kg x 20% • Ceftriaxone 2x1gr
• 5200cc/24 jam • Paracetamol 3x500mg
• 2600cc/8 jam pertama
• 2600cc/16 jam berikutnya • Vit C 2x1
• Zinc 15mg
Tinjauan Pustaka
Standar Kompetensi Dokter Indonesia
Anatomi dan Fungsi Kulit

1. Thermoregulasi

2. Respons imun

3. Permukaan sensoris

4. Proteksi

5. Keseimbangan cairan

6. Fungsi metabolik

7. Psikososial

Khan SA, Bank J, Song DH, Choi EA. Dalam: Brunicardi, et al. Schwartza’s principles of surgery. Edisi kesepuluh. New York: McGraw Hill;
Definisi,Etiologi, Epidemiologi

• Luka bakar: kerusakan kulit yang dapat disertai dengan kerusakan


jaringan sekitarnya akibat trauma panas atau trauma dingin (frost bite).
• Sebab: air panas, api, listrik, zat kimia, kontak, zat kimia.
• 1,1 juta kasus di AS / tahun, 50.000 membutuhkan perawatan, 4.500
meninggal
Patofisiologi

Respon lokal: Respon sistemik:


-ekstravasasi lokal -Ekstravasasi ke tempat jauh (≥ 20% TBSA pada orang dewasa
-grade 2,3 dan ≥ 10% TBSA pada anak-anak)
-zona luka model Jackson -Syok, sepsis
Primary & Secondary Survey

* Emergency Management of Severe Burns. Education Committee of ANZBA Course Manual 17 th ed. 2013
Rule of 9 & Lund and Browder
Chart
Menghitung estimasi luas luka bakar

Palmar Wallace Rule Lund and


Surface of 9 Browder Chart
Tubuh dibagi
Area palmar
menjadi beberapa
kurang lebih Paling akurat
area masing-masing
0.8% TBSA
bernilai 9%

Estimasi luka bakar


Menyesuaikan
tidak terlalu luas Tidak selalu akurat
variasi bentuk tubuh
(<15%) atau sangat pada pasien anak sesuai usia.
luas(>85%)
Resusistasi Cairan
• Cairan inisial diberikan 24 jam pertama pasca trauma dengan Parkland Formula (modifikasi)
• Dewasa : 3-4ml x BB pasien x % TBSA
½ jumlah volume pertama dalam 8 jam, ½ jumlah volume sisanya dalam 16 jam.
• Anak: 3-4ml x BB pasien x % TBSA , ditambah
Cairan Maintenance
- 100ml/kg : untuk 10kg pertama
- 50ml/kg : untuk 10 kg kedua
- 20ml/kg : untuk tiap kg diatas 20 kg
*Anak : Infus RL untuk cairan resusitasi dan infus D5% dalam 0.45% (1/2 normal saline) untuk
maintenance.
Derajat luka bakar
Superficial Burn Partial Thickness burn Deep Partial Thickness burn Full thickness
burn
Bercak merah/putih, Putih/abu/coklat/hit
Merah, kering, Merah, basah, am/merah tua,
nyeri hanya dengan
nyeri nyeri, bullae (+) kering, nyeri(-),
tekanan, bullae (+/-),
bullae (-
membutuhkan skin ),membutuhkan
graft skin graft
Dressing (i)
Superficial • Film dressing
Partial • Foam dressing
• Vaseline gauze
Thickness
Deep Partial • Antibiotic cream
• Silver based dressing
Thickness • Early excision and skin grafting

Full thickness • Early excision and skin grafting


Burns
Dressing (ii)
•Konvensional
• Tulle
• Kassa

•Modern
• Transparent film dressing (cling film)
• Foam dressing
• Hydrogel
• Nano Crystalline Silver (Aquacel ag.)
Kriteria Rujuk
• Luka bakar > 10% TBSA
• Luka bakar > 5% TBSA pada anak
• Luka bakar full thickness > 5% TBSA
• Luka bakar pada area khusus
• Luka bakar dengan trauma inhalasi
• Luka bakar listrik
• Luka bakar karena zat kimia
• Luka bakar yang disertai trauma mayor
• Luka bakar pada anak sangat muda dan lansia
• Luka bakar pada wanita hamil
Sebelum Merujuk

The Royal Children’s Hospital melbourne Guidelines of initial management of severe burn. Burn injuries >20% TBSA or who meet criteria of Victorian State Burn Service transfer criteria. 2012.
Tatalaksana
Resusitasi Cairan
4 mL x BB x TBSA = volume 24 jam pertama (50%/8 jam, 50%/16 jam)
Bersihkan luka dan debridement setiap 12-24 jam
Pembersihan dilakukan dengan cairan pembersih, cairan steril, dan
pelepasan manual dengan pinset
Dressing luka
Luka ditutup dengan kassa hidrokoloid atau yang sudah dicampur dengan
antibiotic
Kemungkinan trauma inhalasi
Luka bakar pada ruang tertutup, wajah, keluhan sesak dan batuk

CVC bila hemodinamik tidak stabil, NGT dan kateter bila TBSA >20%
Referensi
1. Khan SA, Bank J, Song DH, Choi EA. Dalam: Brunicardi, et al. Schwartza’s principles of surgery. Edisi kesepuluh.
New York: McGraw Hill; 2015.
2. Thorne CH, Beasley RW, Aston SJ, Bartlett SP, Gurtner GC, Spear SL. Grabb & Smith's Plastic Surgery. Edisi
keenam. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2007
3. World Health Organization. A WHO plan for burn prevention and care. Geneva: WHO; 2008.
4. Herndon DN. Total burn care. Edisi keempat. Philadelphia: Elsevier Saunders;2012.
5. Jeschke MG, Herndon DN. Burns. Dalam : Townsend CM, Beauchamp R, Evers M. Mattox KL. Sabiston textbook of
surgery. Edisi kedua puluh. Philadelphia: Elsevier; 2012. p.505-31.
6. Milner SM. Burn wound management. Dalam: Cameron JL, Cameron AM. Current surgical therapy. Edisi kesebelas.
Maryland: Elsevier Saunders; 2014. p.1128-31.
7. Karpelowsky JS. Basic principles in the management of thermal injuries. South African Family Practice. 2008;
50(3):24-31.
8. Alharbi Z, Piatkowski A, Debinski R, Reckort S, Grieb G, Kauczok J, et al. Treatment of burns in the first 24 hours:
simple and practical guide by answering 10 questions in a step-by-step form. World Journal of Emergency Surgery
2012, 7:13
9. Wardhana A. Panduan praktis manajemen awal luka bakar. Edisi pertama. Jakarta: Lingkar Studi Bedah Plastik
Foundation; 2014.