Anda di halaman 1dari 21

Laporan Kasus

APPENDISITITS

Disusun oleh :
Cut Lisa Afrianna
Aini Muhmainah
Bunga Fahlevi
Fadhil Syafridon

Pembimbing:
dr. Dian Adi Syahputra, Sp. BA
Bagian / SMF Ilmu Bedah
FK Unsyiah/Rumah Sakit Umum dr.
Zainoel Abidin Banda Aceh
TEORI
Identitas pasien

Nama : MS
Jenis kelamin : Laki
Usia : 1 tahun 11
bulan Berdasarkan teori, Angka kejadian
Alamat : Aceh Besar pada appendisitis lebih banyak pada
No-CM : 1-15-68-51 laki-laki 9% dibandingkan
Tanggal masuk : 06/01/2018 perempuan 7%. Sepertiga pasien
Tanggal pemeriksaan : appendisitis berusia lebih mudah
09/01/2018 dari 18 tahun. Puncak kejadiannya
terjadi pada usia11 dan 12 tahun

kASUS
TEORI

Keluhan Utama: perut kembung

Keluhan Tambahan : demam, muntah,


tidak nafsu makan

Riwayat penyakit sekarang : Pasien Pada appendisitis, gejala


datang dengan keluhan perut awal menggambarkan
kembung yang sudah dialami sejak ± 3 gastrointestinal ringan
hari SMRS. Perut kembung disertai
sebelum onset nyeri. Gejala
muntah. Pasien juga tidak nafsu
makan. Ibu pasien mengeluhkan seperti : Anoreksia,
anaknya juga terlihat lemas dan gangguan sal. Pencernaan,
sering tidur. Riwayat demam ada. perubahan kebiasaan BAB.
Riwayat BAB keras.

KASUS
KASUS

Riwayat peny. Dahulu: Pasien tidak


pernah mengeluhkan keluhan ini
sebelumnya. Berdasarkan teori, appendisitis
disebabkan oleh obstruksi luminal yang
Riwayat peny. Keluarga: Tidak ada yang diikuti infeksi. Penyebabnya :
keluarga pasien yang mempunyai riwayat
sepeti yang dikeluhkan pasien
Fecalit
Riwayat pengobatan : Pasien Virus (Salmonella, Shigella, Yersinia)
sebelumnya sudah pernah dibawa ke Carcinoid tumor
rumah sakit lain, sebelum dikirm ke Benda asing (biji-bijian)
RSUDZA  Stress psikologik
Genetik
Riwayat kebiasaan:

KASUS
Pemeriksaan Fisik
KASUS
Vital Sign ( 6/1/2018)

GCS 142 kali 24 kali /


38.0 ° C
E4M6V5 /menit menit
TEORI

Pada pemeriksaan fisik appendisitis


didapatkan :
-Suhu 38,6 C
• Kulit : warna kulit putih, turgor kulit normal
• Kepala : Normochepali, simetris
• Mata : konjungtiva anemia (-/-), mata cekung (-/-),
sklera ikterik (-/-).
• Thorak :
inspeksi : gerakan nafas dada kanan = dada kiri
palpasi : SF kanan = SF kiri
perkusi : sonor (+/+)
Auskultasi : vesikuler (+/+)
• Jantung :
BJ I > BJ II
SL a/r abdomen :
Inspeksi : Distensi (-)
Auskultasi : Bising Usus lemah
Palpasi : sopel (+), defans (-)
Perkusi : Tympani (+)

RT :
TSA : ketat
Ampula : Feces (+)
Mukosa : Darah (-)
Mc Burney’s Sign dan Aaron
Sign
Blumberg’s Sign
Rovsing’s Sign
Obturator Sign dan Psoas Sign
Dunpy’s Sign
Pemeriksaan penunjang KASUS
TEORi

Pada pemeriksaan Laboratorium untuk kasus appendisitis


didapatkan peningkatan leukosit dengan adanya shift to the
left dipikirkan telah terjadi perforasi atau penyakit infeksi.
Radiologi
Abdomen 2 posisi
KASUS
Foto thorak AP
- Cor : bentuk dan ukuran
kesan normal
- Pulmo : Tak tampak kelainan
Sinus phrenicocostalis kanan
dan kiri tajam.

Kesimpulan : foto thoraks


normal
TEORi
Pemeriksaan radiografi membantu untuk menegakkan
diagnosis appendisitis. 10% sampe 20 % ditemukan
adanya gambaran fecalith. Dan pemeriksaan radiologi juga
menjadi indikasi untuk tindakan pembedahan pada pasien
dengan gejala yang ringan.
KASUSi
TEORi

• Tatalaksana
Pasien diberikan terapi medikamentosa yaitu
berupa : dengan observasi
IVFD Futrolit 20 gtt/menit ketat dan pemberian
Inj. Cefepim 1 gr/12 jam antibiotik serta
Inj. Ranitidin 50mg/12 jam analgesik, dengan
Drip Paracetamol 1 gr/8 cairan intravena, dan
jam pemasangan NGT
bila diperlukan.
TERIMAKASIH