Anda di halaman 1dari 14

Hubungan

Tehnik Status GiziMasyarakat


Pemberdayaan Ibu Hamil
Terhadap Outcome Kehamilan

OLEH :
Titin Dewi Sartika Silaban

Dosen Pembimbing : Dr.dr.Masrul, M.Sc. SpGK


OUTLINE....
F. KEK Pada Ibu Pendahuluan
Hamil

E. Bahaya Hubungan Status B. Status Gizi


Gizi Ibu Hamil
Kekurangan Gizi Terhadap Outcome
Ibu Hamil
Kehamilan

D. Faktor2 Yg
Mempengaruhi Status C. Kebutuhan Gizi
Gizi Ibu Hamil Ibu Hamil
A...Pendahuluan
Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator dalam
mengukur status gizi masyarakat (Sjahmien Moehji,
2003: 14). Jika masukan zat gizi untuk ibu hamil dari
makanan tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh
maka akan terjadi defisiensi zat gizi.
Kekurangan zat gizi dan rendahnya derajat kesehatan ibu
hamil masih sangat rawan, hal ini ditandai masih
tingginya angka kematian ibu (AKI) yang disebabkan
oleh perdarahan karena anemia gizi dan kekurangan
energi kronik (KEK) selama masa kehamilan.
B...status gizi ibu hamil

Status gizi merupakan suatu kondisi


keseimbangan di dalam tubuh ibu hamil sebagai
bentuk dari akibat yang ditimbulkan konsumsi
makanan serta penggunaan zat yang digunakan
oleh tubuh untuk mempertahankan kelangsungan
hidup serta mempertahankan fungsi dari organ
tubuh.
WHO (World Health Organization)
menganjurkan jumlah tambahan energi sebesar
150 Kkal sehari pada trimester I, 350 Kkal
seharian pada trimester II dan trimester III
(Waryana, 2010).
4
C...Kebutuhan Gizi Ibu Hamil
 kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan
kira-kira 80.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini
berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori
setiap hari selama hamil.
 Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal.
 Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus
meningkat sampai akhir kehamilan. Energi tambahan selama
trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti
penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, dan payudara,
serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi tambahan
digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Zulhaida Lubis,
2003: 2).
 Sama halnya dengan energi, kebutuhan wanita hamil akan protein
juga meningkat, bahkan mencapai 68 % dari sebelum hamil.
Jumlah protein yang harus tersedia selama akhir kehamilan
diperkirakan sebanyak 925 g yang tertimbundalam jaringan ibu,
plasenta serta janin.
D..faktor-faktor yg mempengaruhi status gizi
ibu hamil

• jumlah makanan,
• beban kerja,
• pelayanan kesehatan
• statuskesehatan,
• absorbsi makanan,
• paritas dan jarak kelahiran,
• konsumsi kafein,
• konsumsi tablet besi (Soetjiningsih, 1995: 103).

6
E..Bahaya Kekurangan Gizi

• Masa hamil adalah masa dimana seorang wanita


memerlukan berbagai unsur gizi yang jauh lebih
banyak dari pada yang diperlukan dalam
keadaan biasa.

• Disamping untuk memenuhi kebutuhan


tubuhnya sendiri, berbagai zat gizi itu juga
diperlukan untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin yang ada dalam kandungan
(Sjahmien Moehji, 2003: 15).
1.) Pada ibu

• Gizi kurang pada ibu hamil dapat


menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu
hamil : anemia, berat badan tidak bertambah
secara normal dan terkena infeksi.
• Pada saat persalinan gizi kurang dapat
mengakibatkan persalinan sulit dan lama,
persalinan sebelum waktunya (premature),
perdarahan setelah persalinan.
2.) Pada anak

Gangguan suplai makanan dari ibu


mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan
dapat menimbulkan keguguran (abortus), bayi
lahir mati (kematian neonatal), cacat bawaan,
lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
F..Kurang Energi Kronis (KEK)
Pada Ibu Hamil
• Kurang Energi Kronis merupakan keadaan dimana ibu
menderita kekurangan makanan yang berlangsung
menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya
gangguan kesehatan pada ibu (Depkes RI 1995).

• Pada ibu hamil lingkar lengan atas digunakan untuk


memprediksi kemungkinan bayi yang dilahirkan
memiliki berat badan lahir rendah. Ibu hamil diketahui
menderita KEK dilihat dari pengukuran LILA, adapun
ambang batas LILA WUS (ibu hamil) dengan risiko KEK di
Indonesia adalah 23,5 cm.
• Wanita yang mempunyai risiko KEK dan
diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir
rendah (BBLR). BBLR mempunyai risiko
kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan
dan gangguan perkembangan anak.
G..Pengukuran Status Gizi
Tujuan: identifikasi ibu berisiko, kebutuhan
khusus, konsultasi khusus, perencanaan
tindakan gizi.
• TB
• BB
• LILA
• Usia Ibu
• Paritas
• jarak Kelahiran
referensi

Felistine Maya. (2015), jurnal status gizi terhadap


ibu hamil. Fakultas Kedokteran Program Studi
Keperawatan Universitas Hasanuddin Makassar,
Indonesia.