Anda di halaman 1dari 29

Konsep Perawatan Pasien Kritis

Defeniton
• Pasien kritis adalah pasien-pasien yang
beresiko tinggi untuk atau berpotensial
mengalami kematian akibat masalah
kesehatan yang sedang dialaminya.
– Memerlukan alat bantu hidup dasar dan
memerlukan pemantauan yang sangat ketat yang
jauh berbeda jika dirawat di ruangan
Konsep Perawatan Pasien Kritis
1. Pemantauan yang lengkap sangat diperlukan
2. Respiratory care
3. Cardiovascular care
4. Gastrointestnal care/nutritional care support
5. Neuromuscular care
6. Kenyamanan
7. Komunikasi dengan pasien
8. Pencegahan Venous trombosis
Konsep Perawatan Pasien Kritis
Usaha Terus menerus
• Mengontrol dan mencegah infeksi
• Perawatan kulit, Kebersihan umum,
kebersihan mulut
• Cairan, elektrolit, kesimbangan glukosa
• Perawatan blader (vesica urinaria)
• Perawatan luka
• Komunikasi dokter-perawat
1. Monitoring yang lengkap (komplit)
The ABCDE approach
Airway & oxygenation

Exposure &
A
examination
(eksposure/sel Breathing &
uruh
permukaan
E B ventilation
(pernapasan)
tubuh)

Circulation & shock


Disability due to management
neurological
deterioration
D C (sirkulasi)

(Kesadaran)
2. Respiratory care
• Pasien mungkin
mengalami
– Gangguan ventilasi
– Susah /tidak bisa
membuang sekreatau
dahak
– Atelektasis
– Gangguan otot
• Management
– Ajari batuk
– Bernapas dalam
– Perkusi dada
– Pemberian bronkodilator
– Perawtan trakeostomi
– Suksion
3. Cardiovascular care
• Tidak bergerak dalam
waktu lama
(immobilisasi)
menyebabkan gangguan
respon vasodilatasi dan
vasokonstriksi
menyebabkan postural
hypotension syndrome
• Meja tilt mungkin
membatu untuk
mobilisasi
4. Gastrointestinal/nutritional care
• Posisi telentang atau posisi
supine beresiko menyebabkan
gastroesopagheal reflux dan
aspiration pneumonia
• Untuk mencegahnya sebaiknya
kepala pasien ditingikan 30
derajat
• Pasien yang lama berbaring
sangat rentan terjadi
perlambatan pengosongan
lambung, konstipasi sehingga
mungkin diperlukan
penggunaan laksansia
5. Neuromuscular care
• Pasien yang terimobilisasi beresiko terjadinya
atropi otot (pengecilan otot), kontraktur sendi
dan foot drop
• Fisioterapi dapat digunakan untuk mencegah
ini
FOOT DROP

PENC
EGAH
AN
6. Kenyamanan
• Cemas, tidak nyaman,
NYERI, harus segera
dikenali dan ditangani
– Menggunakan sedasi
dan analgetik
• Umumnya pasien yang
terpasang ETT, NGT,
kateter urin, distensi
abdomen mengeluhkan
tidak nyaman
n
• Hati-hati, nyeri sendi, nyeri
akibat kateter urin sering
menjadi penyebab pasien
tidak nyaman dan keluhan ini
sering diabaikan
• Penggunaan kipas angin
masih kontroversi karena daat
menyebarkan debu,
mikroorganisme yang
berbahaya buat pasien ICU.
• Sebaiknya disedikan jam,
dapat menolong pasien
mengatur ritme istirahat (pagi-
siang-malam)
7. Komunikasi dengan pasien
• Hati-hati penggunaan
obat yang dapat
menyebabkan amnesia
(midazolam)
penjelasan berulang
kepada pasien
• Jika pasien masih sadar
sebaiknya segala prosdur
yang akan dilakuan
kepada pasien dijelaskan
setidaknya pasien
diberitahu
8. Pencegahan Venous trombosis
• Pasien trauma, sepsis,
pembedahan, pasien
imobilisasi sangat
rentan terjadinya
venous trombosis
• Pencegahan secara
mekanik dan obat-
obatan sangat berguna
mencegah pasien
mengalami emboli paru.
• Mekanikal • Obat-obatan
Mengontrol dan mencegah infeksi
• Mencuci tangan dengan
enam langkah
• Usahakan semua
tindakan dilakukan
dengan steril
– Misalnya: sarung tangan,
masker, topi, gaun,
alkohol dsb
Usaha Terus menerus
• Ruang isolasi (tekanan positip atau negatip)
• Rajin membersihkan tempat tidur pasien
Perawatan kulit, Kebersihan umum,
kebersihan mulut
• Pressure ulcer atau
ulcus decubitus
• Sering terjadi pada
pasien yang imobilisasi
dalam waktu lama
• Daerah tertentu
tertekan
terhamabatnya aliran
darahsikemiknekro
sispembusukan
Daerah yang sering tertekan
Pencegahan Pressure ulcer (luka
tekanan)
• Miringkan pasien setiap 2 jam dan sedapat
mungkin lindungi area yan tertekan
• Gunakan tempat tidur khusus untuk
mencegah pressure ulcer
• Kebersihan mulut dan kebersihan umum
sangat penting dijaga
Cairan, elektrolit, kesimbangan glukosa
• Secara teratur nilai
kecukupan cairan dan
elektorlit
• Kondisi resistesi insulin
dan hiperglikemia
seringditemui di ICU
• Perthanakan kadar gula
darah tetap normal.
Vesika urinaria/kandung kemih
• Kateter urin sering membuat pasien tidak
nyaman dan sering menimbulkan nyeri
• Semakin cepat kateter urin dilepas maka
resiko infeksi makin kecil
Perawatan luka
• Luka sebaiknya dirawat
dengan steril
• Ganti perban
• Ganti perban CVC atau
kanul arteri setiap 48-
72 jam sekali
Komunikasi dengan dokter-perawat
• Informasi yang diberikan dan diterima oleh
keluarga pasien sebaiknya satu kesatuan
• Tim ICU sebainya memberikan informasi
sesuai apa yang ditemukan
• Setiap percakapan sebaiknya
didokumentasikan
• Sebaiknya informasi yang diberikan kekeluarga
pasien harus seragam
TERIMAKASIH..