Anda di halaman 1dari 12

Dynotest Yamaha

Jupiter Z1 2014
Dynotest

 Dynotest adalah suatu metode pengujian performa mesin kendaraan (mobil


maupun sepeda motor) dengan cara melihat power (tenaga) dan torque
(torsi). Torsi adalah kemampuan mesin untuk menggerakkan atau
memindahkan mobil maupun sepeda motor dari kondisi diam hingga berjalan.
Sedangkan power adalah seberapa cepat kendaraan itu mencapai kecepatan
tertentu. Metode ini perlu dilakukan oleh produsen yang mengandalkan
performa mesin. Dengan melampirkan hasil uji dynotest, produknya dapat
dipertanggungjawabkan.
 Biasanya power dan torque yang ditampilkan pada brochure spesifikasi
kendaraan bermotor adalah power dan torque pada cranksaft bukan pada
roda. Sederhananya klaim pabrikan belum dipengaruhi oleh factor factor
seperti rantai, gear, tekanan roda, dan lain lain atau masih tenaga pada mesin
itu sendiri. Jika saat dyno sendiri sudah dipengaruhi oleh itu, tetapi tidak
dipengaruhi oleh factor luar seperti angin maupun factor lain. Jika di
bandingkan hasil dynotest dan klaim pabrikan seharusnya lebih tinggi klaim
pabrikan.
Hasil Dyno Jupiter Z1 2014
Klaim Pabrikan ( Brochure)
Curva Persebaran Power dan Torsi dalam Grafik
Kurva Power dan Torsi dalam
Tabel
Perbandingan Brochure dan Dyno
Karakteristik Motor

 Motor ini cocok untuk dalam perkotaan atau stop and go karena power dan
torsi dapat diraih pada rpm rendah yang menjadikan motor ini irit, karena
tidak perlu rpm tinggi untuk mengeluarkan power dan torsi yang tinggi.
karena power ideal hanya akan keluar pada rpm 7800 selebih itu hanya akan
menimbulkan power drop (seperti grafik). Rpm semakin tinggi juga hanya
akan memboroskan bahan bakar saja karena torsi juga ikut turun saja.
Kesimpulannya

 Kesimpulannya motor ini memiliki power dan torsi yang cukup besar untuk
kategori motor 110cc dibanding motor motor lain yang sejenis bahkan motor
125cc merk tetangga. Sebaiknya pergantian gigi pada 7000 Rpm karena saat
itu grafik persilangan antara power dan torsi pada posisi yang pas, untuk 9.7
Hp dan torsinya 9.81 N.M. jika mengganti gigi pada selain rpm tersebut maka
hanya salah satu yang paling besar missal pada 7893 Rpm itu hanya akan besar
pada power tapi torsinya tidak sebanding.
 Untuk mesin dynometer sendiri menurut kelompok kami kurang akurat karena
power on cranksaft dan power on wheel seharusnya berbeda karena ada
variable variable lain yang seharusnya ada seperti roda, gear, rantai
seharusnya terjadi perbedaan di on cranksaft (brochure) dan on wheel (dyno)
padahal pada hasil dyno beda tipis bahkan lebih tinggi dengan klaim
(brochure) pabrikan.