Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 4

 Hemodialisa adalah menggerakkan cairan


dari partikel-pertikel lewat membran semi
permiabel yang mempunyai pengobatan yang
bisa membantu mengembalikan
keseimbangan cairan dan elektrolit yang
normal, mengendalikan asam dan basa, dan
membuang zat-zat toksis dari tubuh. ( Long,
C.B. : 381).
 Hemodialisa dilakukan kerena pasien
menderita gagal ginjal akut dan kronik akibat
dari : azotemia, simtomatis berupa
enselfalopati, perikarditis, uremia,
hiperkalemia berat, kelebihan cairan yang
tidak responsive dengan diuretic, asidosis
yang tidak bisa diatasi, batu ginjal, dan
sindrom hepatorenal.
 PATOFISIOLOGI
 Terjadi gagal ginjal, ginjal tidak bisa melaksanakan
fungsinya faktor-fkator yang harus dipertimbangkan
sebelum melaui hemodialisis pada pasien gagal ginjal
kronik terdiri dari keadaan penyakit penyerta dan
kebiasaan pasien.
 Waktu untuk terapi ditentukan oleh kadar kimia
serum dan gejala-gejala.
 Hemodialisis biasanya dimulai ketika bersihan kreatin
menurun dibawah 10 ml/mnt, yang biasanya
sebanding dengan kadar kreatinin serum 8-10
mge/dL namun demikian yang lebih penting dari nilai
laboratorium absolut adalah terdapatnya gejala-
gejala uremia.
A. PATHWAY

Gagal Ginjal

Kreatinin
menurun

Fungsi ginjal
menurun

Ketergantungan
Terapi pada dialisis Ketidak
karena sifat
hemodialisis penyakit berdayaan

A.
Ketidaktahuan Pendarahan Efek Akses vascular +
B. Komplikasi
penyakit dan Ultrafiltrasi
C. sekunder
kebutuhan
terhadap
dialisis Kurang Vol cairan penusukan dan
akses vaskuler
D. emboli.
Kurang
E.

Pengetahuan

Resiko
Cedera
◦ Sebagai ginjal buatan dan pada prinsipnya adalah
meningkatkan pgendealian oleh model kinetik urea.
◦ Membuang produk metabolisme protein seperti
urea, kreatin, dan asam urat.
◦ membuang kelebihan air dengan
mempengaruhitekanan bending antara darah dan
bagian cairan, biasanya terdiri atas tekanan positif
dalam arus darah dan tekanan negatif ( penghisap )
dalam kompartemen dialisat ( ultrafiltrasi ).
◦ Mempertahankan / mengembalikan ssytem buffer
tubuh.
 Siapkan pasien untuk pemasangan kateter dan prosedur dialisis dengan
memberikan penjelasan tentang prosedur secara menyeluruh, formulir ijin
tindakan di tandatangani sesuai kebijakan rumah sakit.
 Kandung kemih harus dikosongkan tepat sebelum prosedur untuk menghindari
kecelakaan tusukan trokar.
 Pasien dapat menerima obat pra operasi untuk meningkatkan relaksasi selama
tidur.
 Cairan pendialisis dihangatkan sampai sushu tubuh atau sedikit hangat,
menggunakan alat yang dibuat khusus umtuk tujuan ini tidak dianjurkan
menghangatkan dilisis peritonial dalam oven gelombang mikro karena
penghangatan cairan ridak sama dan inkonsistensi dari satu oven gelombang.
 TTV dasar seperti suhu, nadi, pernafasan dan berat badan dicatat. Sebuah tempat
tidur berskala sangat ideal untuk mementau berat badab pesien dengan sering
dan karenanya haeus digunakan bila memungkinkan. Memindahkan pasien letargi
atau disorientasi pada temapt tidur berskala akan menimbulakan masalah seperti
perubahan lrtak kateter.
 Dilakukan pengkajian fisik abdomen atau trauma sebelum pemasangan kateter.
 Instruksi khusus tentang pembuangan cairan, penggantian dan pemberian obat
harus ditulis dokter sebelum prosedur.
 Sebelum dialisa
◦ Tinjau kembali catatan medis untuk menentukan alas an perawatan di rumah sakit.
 Ketidakpatuhan terhadap rencana tindakan.
 Fistula tersumbat bekuan.
 Pembuatan fistula.
◦ Menanyakan tipe diet yang digunakan dirumah,jumlah cairan yang diijinkan, obat – obatan yang saat ini
digunakan, jadwal hemodialisa, jumlah haluaran urin.
◦ Kaji kepatenan fistula bila ada. Bilapaten, getaran ( pulsasi ) akan terasa desiran akan terdengar dengan
stetoskop di atas sisi. Tak adanya pulsasi dan bunyi desiran menandakan fistulatersumbat.
◦ Kaji terhadapmanifestasi klinis dan laboratorium tentang kebutuhan tentang dialisa :
 Peningkatan berat badan 3 pon / lebih diatas berat badan pada tindakan dialisa terakhir.
 Rales, pernafasan cepat pada saat istirahat,peningkatan sesak nafas dengan kerja fisik maksimal.
 Kelelahan dan kelemahan menetap.
 Hipertensi berat
 Peningkatan kreatinin, BUN, dan elektrolit khususnya kalium.
 Kemungkinan perubahan EKG pada adanya hiperkalemia.

 Sesudah dialisa
 Kaji terhadap hipotensi dan perdarahan. Volume besar dari pembuangan cairan selama dialisa dapat mengakibatkan
hipotensi ortostatik dengan menggunakan anti koagulan selama tindakan menempatkan pasien pada resiko
perdarahan dari sisi akses dan terhadap perdarahan internal.
 Kekurangan volume cairan b.d efek ultrafiltrasi selama dialysis:
◦ Kaji TTV : BB, masukan dan haluaran pradialisis.
◦ Kaji derajat penumbunan cairan dalam jaringan pradialisis.
◦ Tentukan ketepatan derajat dan ketepatan ultrafiltrasi untuk tindakan.
◦ Berikan cairan pengganti sesuai instruksi dan indikasi.
◦ Periksa kadar kalsium, natrium, kalium, CO2 pradialisis.

 Kurang pengetahuan b.d penyakit dan kebutuhan untuk dialysis
◦ Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga tentang fungsi ginjal dan
alas an dialysis.
◦ Kaji kesiapan untuk belajar.
◦ Berikan informasi yang sesuai untuk kesiapan dan kemampuan belajar
termasuk alas an pasien kehilangan fungsi ginjal: tanda dan gejala yang
b.d kehilangan fungsi ginjal.
◦ Berikan dorongan untuk mengungkapkan perasaan takut dan ansietas.
 Ketidakberdayaan b.d perassan kurang kontrol,ketergantungan
pada dialysis, sifat kronis penyakit.
◦ Mendiskusikan perasaan pasien,meyakinkan bahwa perasaan tersebut
normal.
◦ Beri dukungan pasien dan keluarga.
◦ Bantu pasien untuk tetap terorientasi terhadap realitas,untuk tetap optimis
bahwa fungsi ginjal akan pulih normal bila keadaannya memungkinkan.

 Resiko tinggi untuk cidera b,d akses vascular dan komplikasi
sekunder terhadap penusukan dan pemeliharaan akses vascular,
emboli udara,ketidaktepatan konsentarsi / suhu dialisat.
◦ Mempertahankan lingkungan steril selama pemasukan kateter.
◦ Melakukan radiografi dada setelah pemasukan kateter kevena subklavia.
◦ Amati tanda pneumothorak, ketidakteraturan jantung, perdarahan hebat,
dan periksa bunyi nafas bilateral.
◦ Ganti balutan kateter secara rutin sesuai kebijakan unit.
◦ Pastikan bahwa detektor udara telah terpasang dan berfungsi baik selama
dialisis.