Anda di halaman 1dari 67

MASA PENYAPIHAN:

Memahami kebutuhan nutrisi anak


sesuai perkembangan keterampilan
makan

JC. Susanto
Pendahuluan
Pengertian :
Masa penyapihan adalah saat dimana bayi
mulai mendapat makanan selain ASI secara
bertahap dan makin lama makin mendekati
makanan keluarga
Kenapa bayi diberi makan ?

1. ASI belum keluar bayi diberi kelapa


muda di kerok atau tajin.
2. Ibu mau mengerjakan pekerjaan rumah
atau bayi masih lapar setelah menyusu :
bayi diberi pisang ulek atau nasi ulek.
3. Ibu kasihan jika bayi hanya mendapat
cairan : bayi diberi bubur, pisang ulek.
Pendahuluan
Masa penyapihan = masa kritis
Hasil Susenas : baduta tumbuh kurang baik
Orang tua sering memberi makan terlalu
– Terlalu dini
– Terlalu sering
– Terlalu banyak  mengganti ASI
– Kandungan gizi rendah
Berikan sesuai perkembangan dan kebutuhan
anak
Mengetahui kesiapan bayi disapih
Volume lebih banyak,
frekuensi lebih sering,
makanan kombinasi

Mulai dikenalkan makanan


keluarga yang lunak

Mulai umur 6 bulan,


tunggal, sedikit, sekali
Tahap Penyapihan

1. Tahap I 6-7 bl ASI makanan utama.


Mulai dikenalkan MP ASI
2. Tahap II 7-12 bl ASI semau anak.
MP ASI ditingkatkan :
volume, frekuensi,
kekerasan
3. Tahap III >12 bl ASI dikurangi
Makanan keluarga

King dan Burgess, 1996.


Mengetahui kesiapan bayi diberi
1. Sistem syaraf
makanan
- 4-7 bl  gerakan mengisap kuat
gerakan ekstrusi hilang
- 7-12 bl  membersihkan sendok di bibir
menggigit, mengunyah,
bubur beras & FF
- 12-14 bl  rahang stabil
makanan keluarga
2. Saluran cerna
Kadar enzim-enzim masih rendah
Kadar asam empedu <<

3. Ginjal
Asi : kandungan protein dan elektrolit
rendah  cocok untuk ginjal yang belum
matur.
Tahap perkembangan anak (1)
Tahap I 6 bulan
– Mulai kenal orang tua
– Memperhatikan benda
– Menahan kepala saat didudukkan
– Mengenal objek, mulai merangkak
– Makanan tunggal
Tahap II umur 6 bulan
– Dapat memegang makanan dan
memasukkan ke mulut
– Dapat duduk dan diberi makan
– Merangkak
– Diberi makanan kombinasi
Tahap perkembangan anak (2)
Tahap III 8-12 bulan
– Dapat duduk sendiri, berdiri dengan pegangan
– Makanan lebih kasar dan lebih sering (Tim)

Tahap IV 1-2 th
– Dapat berkomunikasi, dapat berjalan, dapat
mengingat keluarga
– Makanan keluarga
Mengapa menunda 6 bulan
ASI makanan terbaik
ASI dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai 6 bulan
Setelah 6 bulan anak masih tumbuh cepat dan aktivitas
meningkat
Manfaat lain :
1. Mengurangi alergi
2. Meningkatkan kemampuan
3. Memanfaatkan ASI
4. Lebih mudah diberikan
5. Mengurangi infeksi
6. Mengurangi kesuburan
next
Tumbuh normal (N2)
Growth faltering tumbuh kurang sesuai = T1
back
Mulai sedikit (1 sendok teh), sehari sekali, makanan tunggal
Setelah 5 hari diamati kemudian berikan sehari sekali semau anak
Hari ke 8 coba makanan baru
Bubur ASI
Bahan :
4 sendok ASI
1 sendok (peres) tepung
beras
Cara membuat :
Panaskan hingga mendidih
selama 5-7 menit.
Berikan 1 kali sehari @satu
sendok
Mulai memberi MP ASI
1. Hilangkan kesan mengganti ASI tetapi
hanya mendampingi ASI
2. Tujuan : - memperkenalkan  cegah alergi
- belajar merasakan, mengunyah,
menelan.
3. Berikan makanan tunggal lebih dahulu, sekali
sehari, sedikit, makin lama makin banyak.
4. Mencoba makanan baru setelah 1 minggu
Masa penyapihan = masa kritis
1. Terlalu dini, terlalu >>, terlalu sering,
terkontaminasi, kandungan gizi rendah
2. Kekebalan mulai habis
3. Anak sering memasukkan benda ke
mulut
4. Sosialisasi
5. Tidak terpantau
Bahaya penyapihan
Di negara berkembang  kekurangan makanan,
infeksi  gangguan pertumbuhan yang mungkin
disertai dengan hambatan pertumbuhan otak.
1. Filipina : anak yang pendek saat umur 2 tahun
prestasi belajarnya kurang baik
2. Pollit : rehabilitasi gizi pada anak gizi buruk
umur lebih dari 2 tahun mengakibatkan
gangguan memori
3. Lozoff : kekurangan besi pada bayi muda
menyebabkan perkembangan yang kurang baik
Makanan sapihan
1. Disukai bayi
2. Lembut dan mudah dicerna
3. Mudah didapat
4. Murah
5. Mudah disajikan
6. Kandungan gizi baik
7. Diberikan bertahap
Bertahap

6 bulan 12 bulan
Frekuensi 1x 5x
Volume 1 sendok/x 1 piring/x
Kekerasan Halus Kasar
Alergi Hipoalergi Semua ukuran
(coba-coba)
Terhadap Mendampingi Mengganti
ASI
Memperbaiki mutu MP ASI
1. Menambah energi
contoh : menambah minyak
2. Menambah protein
contoh : menambah daging, hati, telur
3. Menambah makanan tinggi energi dan nutrien
contoh : susu, kacang-kacangan
4. Menambah mineral
contoh : sayur, buah
Bahan makanan (tim)

1 2
Makanan Pokok Zat Pembangun
Beras protein hewani,
protein nabati

ASI
3
Zat pengatur
Sayur, buah
Bahan makanan (tim)

1 2
Makanan Pokok Zat Pembangun
Beras protein hewani,
protein nabati

ASI
3 4
Zat pengatur Sumber Energi
Sayur, buah Minyak, margarine,
Santan,
gula
Berikan kepada anak anda bubur setengah padat dan selalu
tambahkan minyak atau santan
Beda Anjuran gizi
dewasa dan bayi
Piramida gizi untuk anak diatas 2 tahun sampai
dewasa. Anjuran banyak karbohidrat banyak
serat rendah lemak (< 30% kalori) dan rendah
kolesterol (< 300 mg/hari). Lemak < 30% kalori.
Anak dibawah 2 tahun anjuran gizi mengacu
ASI. Sekitar 50% kalori berasal dari lemak.
Anak tumbuh cepat tetapi lambungnya kecil.
Anak harus diberi makanan sering, porsi kecil
dan padat gizi
Pemberian makanan pada anak
Jenis Makanan
Umur
Percobaan Definitif
Hari 1-7 Bubur ASI
Hari 8-15 Bubur susu 1 x Bubur ASI
6 bulan
Hari 16-23 Buah jeruk 1 x Bubur susu
Hari 24-30 Buah melon 1 x Bubur susu, Buah jeruk
Hari 1-7 Bubur susu hati 2 x Bubur susu
1 x buah
7 bulan Hari 8-15 Bubur susu daging
Hari 16-23 Tim
Hari 24-30 2 x Bubur susu, 1 x tim, 1 x buah
Hari 1-7 Tim 2 x Bubur susu, 1 x buah
Hari 8-15 Finger food 2 x Bubur susu, 1 x tim, 1 x buah
8 bulan
Hari 16-23 2 x Bubur susu, 1 x tim, 1 x buah,
1 x snack
Hari 1-7 Tim ikan 2 x tim, 1 x bubur susu, 1 x buah
1 x finger food/snack
9 bulan Hari 8-15 Telur
Hari 16-23 3 x tim, 1 x buah
Hari 24-30 1 x finger food/snack
12 bulan 1 x nasi, 2 x tim, 1 x buah,
1 x finger food/snack
Pemberian MP tergantung :
Apakah perkembangan telah mencukupi ?
Apakah masukan/intake cukup ?
(dinilai dari pertumbuhannya/KMS)
Bubur Susu (6 bl)
Tim saring
Problema
1. Anak malas makan, makan lama
2. Pertumbuhan kurang baik
3. Tumbuh terlalu cepat
4. Alergi
5. Anemi
6. Diare
7. Bayi lahir prematur
Anak malas makan, makan lama
Perhatikan intake secara umum (susu
mau tetapi tidak mau makan). Apakah
cukup ? Lihat pertumbuhan anak (KMS)
Jika anak menolak  hentikan, dicoba lain
waktu.
Jika lama makan > 30 menit hentikan.
Pertumbuhan kurang baik
KMS menunjukkan : turun (T3), datar (T2)
atau naik tidak sesuai (T1).
Satu kali T1 sudah harus dicari
penyebabnya.
Penyebab : banyak, pada umumnya
karena faktor makan (kurang padat gizi
atau kurang banyak) atau karena infeksi.
Tumbuh terlalu cepat
Tumbuh terlalu cepat  gemuk.
Anak di bawah 2 tahun tidak boleh diberi
diet rendah kalori seperti orang dewasa.
Alasan : perlu gizi untuk pertumbuhan
otak.
Alergi
Diturunkan dari orang tuanya. Orang tua
alergi kemungkinan besar anak alergi.
Berikan ASI eksklusif 6 bulan atau susu
kedelai kemudian MP ASI secara
bertahap.
Susu sapi / susu formula setelah 1 tahun
kacang-kacangan setelah 2 tahun.
Anemi
Anemi pada awal kehidupan dapat
menyebabkan hambatan perkembangan anak di
kemudian hari.
Penyebab yang paling sering kurang besi.
Sumber besi : hem (daging, ayam, ikan, hati),
non hem (sayur, kacang-kacangan, padi-
padian).
Penyerapan besi non hem ditingkatkan oleh
vitamin C, daging. Dihambat oleh teh, serat.
Sebaiknya buah dimakan bersama MP ASI
Diare
Sering disebabkan karena kekurangan
enzim laktase akibat infeksi akut.
Berikan bubur tempe atau bubur susu
kedelai dengan tepung beras.
Setelah diare membaik kembali ke
makanan semula.
Bayi lahir prematur
Dianjurkan bayi mulai menggunakan KMS
pada hari taksiran lahir, bukan tanggal
kelahiran.
Cadangan besi lebih sedikit, perlu
masukan / suplementasi lebih awal.
Mulai MP ASI tergantung pertumbuhan
dan perkembangan anak.
Kesimpulan
MP ASI mulai diberikan berdasarkan
perkembangan dan pertumbuhan anak.
Masa penyapihan bersamaan dengan masa
pertumbuhan cepat otak.
Anak tumbuh cepat tetapi lambungnya kecil oleh
karena itu anak perlu makanan dengan porsi
kecil, sering dan padat gizi.
Pemantauan pertumbuhan perlu untuk
mengetahui kecukupan gizi.
TERIMA KASIH