Anda di halaman 1dari 11

PERENCANAAN JEMBATAN

ADE TRI ROMADONI (14.52.0005)


ANDIK PRABOWO (14.52.0014)
ENDRA SUKMANA K. (14.52.0038)
RIHKI RUSTANDIANTO (14.52.0076)
WAHYU FATHURROCHMAN (14.52.0090)
PENGERTIAN JEMBATAN
Jembatan merupakan suatu konstruksi yang
gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu
rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini
biasanya jalan lain (jalan air atau jalan lalulintas
biasa).

Jembatan terdiri dari beberapa jenis diantaranya:


jembatan plat beton (slab), jembatan gelagar/
rangka baja, jembatan pratekan/prategang,
jembatan cable, jembatan kayu dan jembatan
bambu.
PERENCANAAN JEMBATAN
Tahapan perencanaan jembatan :

Survei dan Investigasi

Analisis Data
Bahan Material

Pemilihan Lokasi

PEMBEBANAN
Survei dan Investigasi
Meliputi :
• Kondisi tata guna baik yang berada di jalan
pendukung maupun lokasi pembuatan jembatan
• Ketersediaan anggaran yang mencukupi untuk
pengadaan material dan kebutuhan sumber daya
manusia
• Penyesuaian kelas jembatan terhadap situasi
jalan dan tingkat kepadatan lalulintas
• Penyesuaian konstruksi jembatan terhadap
topografi, kriteria tanah, geologi, hidrologi, dan
perilaku sungai
Back
Analisis Data
Yang harus diperhatikan pada tahap ini di antaranya :
• Analisa data lalulintas untuk menentukan kelas
jembatan yang sesuai dengan beban lalulintas dan
lebar jembatan
• Analisa data hidrologi untuk mengetahui kapasitas
debit banjir rancangan, potensi gerusan sungai, dan
kecepatan aliran air
• Analisa data tanah untuk mengetahui parameter tanah
dasar yang menentukan pemilihan jenis pondasi
• Analisa geometri untuk menentukan elevasi jembatan
serta mempengaruhi alinemen vertikal dan panjang
jalan pendekat

Back
Pemilihan Lokasi
Poin-poin yang juga wajib dicatat dalam memilih
lokasi pembuatan jembatan yaitu :
• Lokasi harus direncanakan dengan efektif dan
efisien sehingga pembuatan jembatan tidak
memerlukan lahan yang terlalu luas
• Lokasi sebaiknya terletak di posisi yang strategis,
tidak terlalu banyak mengenai rumah penduduk,
dan usahakan mengikuti pola as jalan existing
yang tersedia
• Lokasi harus memenuhi faktor ekonomi dan
faktor keamanan
Back
Bahan Material

Pemilihan material bahan bangunan yang


digunakan untuk membangun jembatan harus
memenuhi unsur-unsur sebagai berikut :
• Biaya konstruksi
• Biaya perawatan
• Ketersediaan material
• Fleksibilitas
• Kemudahan pengerjaan
• Kemudahan mobilisasi
Back
PEMBEBANAN JEMBATAN

Beban Primer Beban Sekunder

Beban Khusus
Beban Sekunder
Beban utama dalam perhitungan tegangan pada
setiap perencanaan jembatan, meliputi :

• Beban Mati
• Beban Hidup
• Beban Kejut
Beban Mati
Beban mati adalah beban yang berasal dari
berat jembatan itu sendiri yang ditinjau dan
termaksud segala unsur tambahan tetap yang
merupakan satu kesatuan dengan jembatan

Beban hidup
Beban yang berasal dari berat kendaraan-
kendaraan yang bergerak dan pejalan kaki yang
dianggap bekerja pada jembatan.
Beban kejutan/Sentuh
beban kejut diperhitungkan pengaruh getaran-
getaran dari pengaruh dinamis lainnya,
tegangan-tegangan akibat beban garis (P) harus
dikalikan dengan koefisien kejut. Sedangkan
beban
terbagi rata (q) dan beban terpusat (T) tidak
dikalikan dengan koefisien kejut. Besarnya
koefisien kejut
ditentukan dengan rumus:
K = 1 + ((20 / (50+L))