Anda di halaman 1dari 7

Terbentuknya kepulauan di Indonesia

Lya Lasmala, S.Pd


TEORI PEMBENTUKAN BUMI
Salah satu teori pembentukan bumi yakni, teori Big Bang (dentuman
besar). Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan
gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya. Jika digunakan teleskop besar
Mount Wilson untuk mengamatinya akan terlihat ruang jagad raya itu
luasnya mencapai radius 500.000.000 tahun cahaya. Gumpalan gas itu suatu
saat meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat. Setelah itu, materi
yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi
suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energi berupa
proton, neutron dan elektron, yang bertebaran ke seluruh arah. Ledakan
dahsyat itu menimbulkan gelembung-gelembung alam semesta yang menyebar
dan menggembung ke seluruh penjuru, sehingga membentuk galaksi-galaksi
bintang-bintang, matahari, planet-planet, bumi, bulan dan meteorit.
 Selanjutnya proses evolusi alam semesta itu memakan waktu
kosmologis yang sangat lama sampai beribu-ribu juta tahun.
Proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode sebagai
berikut.
1. Azoicum (Yunani: a = tidak; zoon = hewan), yaitu zaman
sebelum adanya kehidupan. Pada saat ini bumi baru terbentuk
dengan suhu yang relatif tinggi. Waktunya lebih dari satu
milyar tahun lalu.
2. Palaezoicum, yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudah
meninggalkan fosil flora dan fauna. Berlangsung kira-kira
350.000.000 tahun.
3. Mesozoicum, yaitu zaman purba tengah. Pada masa ini hewan
mamalia (menyusui), hewan amfibi, burung dan tumbuhan
berbunga mulai ada. Lamanya kira-kira 140.000.000 tahun.
4. Neozoicum, yaitu zaman purba baru, yang dimulai sejak
60.000.000 tahun yang lalu. Zaman ini dapat dibagi lagi
menjadi dua tahap (Tersier dan Quarter), zaman es mulai
menyusut dan makhluk-makhluk tingkat tinggi dan manusia
mulai hidup
Teori terbentuknya kepulauan di Indonesia
 Di beberapa kepulauan di Indonesia merupakan pertemuan
diantara 3 lempeng, yaitu :
a. Lempeng Indo-australia di selatan
b. Lempeng Eurasia di utara
c. Lempeng Pasifik di timur

Pergerakan

a. Subduksi ( pergerakan lempeng ke atas)


b. Obduksi ( pergerakan lempeng ke bawah )
c. Kolisi ( tumbukan lempeng)