Anda di halaman 1dari 69

Pelayanan Kesehatan Anak

Divisi Tumbuh-Kembang & Pedatri Sosial, Dep. I.K. Anak,


FKUI-RSCM, Jakarta
PERAWATAN KESEHATAN
BAYI BARU LAHIR
Tindakan pada bayi baru lahir
• Jaga kebersihan selama persalinan
• Cegah infeksi kuman pada bayi
– Begitu bayi lahir, mintalah salep antibiotik untuk
matanya
• Perawatan tali pusat
• Pastikan bayi sudah buang air besar dalam 24 jam
pertama
– Saat lahir warna kotoran berwarna hijau tua, bukan
berwarna kuning
• Pastikan bayi sudah buang air kecil dalam 48 jam
pertama
Tanda bayi sehat
• Tubuh bayi kemerahan
• Bayi bergerak aktif
• Bayi menyusu dari payudara ibu dengan kuat
• Berat lahir 2500 sampai 4000 gram
Posisi dan perlekatan menyusui yang benar
Keuntungan IMD

Menghangatkan bayi

Menstabilkan irama napas, detak jantung

Merangsang kekebalan bayi

Memberikan perlindungan alamiah bagi bayi


Mengurangi perdarahan ibu sesudah melahirkan
Tindakan pada bayi baru lahir...
• Memandikan bayi baru lahir
• Mintalah suntikan vitamin K1
– Vitamin K1 berfungsi untuk mencegah perdarahan
pada bayi.
• Minta imunisasi hepatitis B sebelum bayi
berusia 24 jam.
• Selalu menjaga kebersihan bayi
• Menidurkan bayi
Perawatan tali pusat
• Jangan membubuhkan apapun pada pangkal
tali pusat
• Jaga tali pusat selalu bersih, kering dan
biarkan terbuka
• Jika tali pusat kotor atau basah, cuci dengan
air bersih dan sabun mandi dan keringkan
dengan kain bersih
• Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,
sebelum dan sesudah memegang bayi
Memandikan bayi baru lahir
• Saat lahir bayi tidak boleh segera dimandikan
• Bayi baru boleh dimandikan paling cepat 6 jam
setelah lahir
• Mandikan dengan cepat (5-10 menit)
– Bersihkan muka, kepala, leher, ketiak, tali pusat dan
seluruh tubuh dengan air dan sabun
– Keringkan seluruh tubuh dengan cepat menggunakan
handuk atau kain kering.
– Pakaikan baju, topi bayi dan dibungkus dengan
selimut/kain kering.
• Bayi tidak boleh dibedong terlalu ketat dan tidak
perlu diberikan gurita
• Jangan memandikan bayi jika bayi demam atau pilek
Menidurkan bayi
• Pasang kelambu pada saat tidur siang dan
malam
• Tidurkan bayi secara terlentang atau miring
• Bayi perlu banyak tidur dan hanya bangun
kalau lapar
• Jika bayi telah tidur selama 2-3 jam
bangunkan untuk disusui
Bayi berat lahir rendah
Apa itu BBLR?
BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. BBLR
bisa terjadi pada bayi kurang bulan atau cukup bulan.
Apa penyebab BBLR?
Ibu hamil kurang gizi, kurang darah (anemia)
Ibu hamil dengan muntah-muntah berlebihan selama kehamilan
Ibu hamil berumur < 20 tahun atau > 35 tahun.
Jarak kelahiran kurang dari 2 tahun
Ibu hamil merokok dan minum alkohol
Ibu memiliki tekanan darah tinggi
Ibu yang menderita penyakit kronis
Pernah melahirkan bayi kurang bulan sebelumnya
Ibu yang mengalami perdarahan selama kehamilan
Ibu yang mengalami infeksi pada saat kehamilan
Ibu yang mengalami hamil kembar
Perawatan Metode Kanguru (PMK)
Apa itu perawatan metode kanguru
Perawatan pada bayi baru lahir dengan kontak kulit bayi dengan kulit
pendekapnya untuk mempertahankan dan mencegah bayi kehilangan
panas.
Gunakan tutup kepala bayi/topi
Keuntungannya untuk bayi
Bayi menjadi hangat
Bayi lebih sering menetek
Bayi tidak rewel
Kenaikan berat badan lebih cepat
Keuntungan untuk ibu
Hubungan kasih sayang lebih erat
Ibu bisa bekerja sambil menggendong bayinya
Perawatan pada bayi baru lahir dengan kontak kulit
PELAYANAN KESEHATAN BAGI BAYI
BARU LAHIR
Pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir
Bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan dari
bidan/dokter/perawat minimal 3 kali yaitu pada hari pertama,
hari ketiga dan minggu kedua.
Mengapa perlu pemeriksaan kesehatan
bayi baru lahir?

• Untuk mengetahui sedini mungkin adanya


kelainan pada bayi atau bayi sakit.

Risiko kematian bayi terbesar terjadi pada 24 jam pertama


kelahirannya
Mengetahui tanda bahaya bayi
baru lahir
Mengapa penting mengetahui tanda bahaya pada bayi baru
lahir
Bayi baru lahir gampang sakit. Kalau sakit, cepat menjdi berat dan
serius bahkan bisa meninggal
Gejala sakit pada bayi baru lahir sulit dikenali
Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat mendapat
pertolongan sehingga dapat mencegah kematian
Bayi baru lahir banyak yang meninggal karena:
Terlambat mengetahui tanda bahaya
Terlambat memutuskan untuk membawa bayi berobat ke
petugas kesehatan
Terlambat sampai ke tempat pengobatan
Tanda bahaya pada bayi baru lahir

Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Ini tandanya bayi terkena infeksi
berat
Bayi kejang

Bayi lemah, bergerak hanya jika dipegang ini tandanya bayi sakit berat.

Sesak napas (≥ 60 kali/menit), Tarikan dinding dada bagian bawah (retraksi)

Bayi merintih. Ini tandanya bayi sakit berat

Tali pusat kemerahan sudah sampai ke dinding perut, tandanya sudah infeksi berat.

Demam (suhu tubuh bayi lebih dari 37,50C) atau tubuh teraba dingin (suhu tubuh bayi kurang dari
36,50C
Mata bayi bernanah banyak. Ini dapat menyebabkan bayi menjadi buta.

Bayi diare, mata cekung, tidak sadar, jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini tandanya
bayi kekurangan cairan berat, bisa menyebabkan kematian.
Tampak biru pada ujung jari tangan dan kaki atau bibir.

Kulit bayi terlihat kuning.

Buang air besar/tinja bayi berwarna pucat.


PERAWATAN BAYI DAN BALITA
SEHAT
Tanda Anak Sehat

Berat badan naik sesuai garis pertumbuhan, mengikuti


pita hijau di Kartu Menuju Sehat (KMS) atau naik ke
pita warna di atasnya
Anak bertambah tinggi
Kemampuannya bertambah sesuai umur.
Jarang sakit
Ceria, aktif dan lincah
Pemantauan
Pantau pertumbuhan dan perkembangannya. Caranya :
Timbang berat badannya tiap bulan di Posyandu, fasilitas pelayanan
kesehatan lain, atau Pos Pelayanan Anak Usia Dini (PAUD).

Rangsang perkembangan anak sesuai umurnya.


Ajak anak bermain dan bercakap-cakap.
Bawa anak ke petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)
Umur 0-1 tahun : 4 kali dalam setahun
Umur 1-6 tahun : 2 kali tiap tahun (setiap 6 bulan)

Mintalah kader mencatatnya di KMS


TUMBUH KEMBANG BAYI - BALITA
 Masa lima tahun pertama kehidupan anak (balita),
merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan
dan masa ini berlangsung sangat pendek serta tidak dapat
diulang lagi, maka masa balita disebut sebagai “masa
keemasan” (golden period), “jendela kesempatan” (window
of opportunity) dan “masa kritis” (critical period).

 Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif


dan berkualitas yang dilakukan melalui kegiatan stimulasi,
deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh
kembang balita dilakukan pada “masa kritis” tersebut di
atas.
PERTUMBUHAN

Apa itu pertumbuhan?


• Bertambahnya ukuran jumlah sel serta
jaringan interselular
• Bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh
sebagian/keseluruhan
• Dapat diukur dengan satuan panjang dan
berat
• Stimulasi/rangsangan adalah kegiatan merangsang
kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak
tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak
perlu mendapat stimulasi/rangsangan rutin sedini
mungkin dan terus menerus pada setiap
kesempatan.
• Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang artinya
mendeteksi secara dini adanya penyimpangan
tumbuh kembang balita.
PERKEMBANGAN
Apa itu perkembangan?

Bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang


lebih kompleks dalam kemampuan:
• Gerak kasar
• Gerak halus
• Bicara dan bahasa
• Sosialisasi dan kemandirian
Aspek-aspek perkembangan yang dipantau

1. Gerak kasar atau motor kasar adalah aspek yang


berhubungan dengan kemampuan anak melakukan
pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot
besar seperti duduk, berdiri dan sebagainya.
2. Gerak halus atau motor halus adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan
yang melibatkan dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi
memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati
sesuatu, menjimpit, menulis dan sebagainya.
3. Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan untuk
memberikan respons terhadap suara, berbicara,
berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya.
4. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan mandiri anak
(makan sendiri, membereskan mainan selesai
bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak,
bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya,
dan sebagainya.
SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini
Tumbuh Kembang)
 Stimulasi/rangsangan adalah kegiatan
merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6
tahun agar anak tumbuh dan berkembang
secara optimal. Setiap anak perlu mendapat
stimulasi rutin sedini mungkin dan terus
menerus pada setiap kesempatan.
Prinsip dasar dalam melakukan stimulasi/rangsangan anak:
1. Stimulasi/rangsangan dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan
kasih sayang.
2. Selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan
meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.
3. Stimulasi/rangsangan dilakukan sesuai dengan kelompok umur anak.
4. Melakukan stimulasi/rangsangan dengan cara mengajak anak
bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan
tidak ada hukuman.
5. Melakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur
anak, terhadap keempat faktor kemampuan dasar anak.
6. Menggunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada
di sekitar anak.
7. Memberikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan
perempuan.
8. Memberikan anak pujian, bila perlu diberi hadiah atas
keberhasilannya.
IMUNISASI
Kenapa perlu Imunisasi?

• Agar kebal terhadap penyakit.


• Bila tidak diimunisasi  mempermudah
terserang penyakit yang dicegah dengan
imunisasi.
• Dimana?
– Posyandu, Polindes/Poskesdes, Puskesmas
pembantu, Puskesmas, Rumah Sakit, & sarana
kesehatan lain
Jadwal Imunisasi
Umur Jenis imunisasi Manfaat
0-7 hari HB 0 Mencegah hepatitis B yang menyebabkan
kerusakan hati
1 bulan BCG, Polio 1  BCG untuk mencegah tuberkulosis;
 Polio untuk mencegah lumpuh layu pada
tungkai kaki dan lengan)

2 bulan DPT/HB 1, Polio 2 DPT untuk mencegah difteri (penyumbatan


jalan napas), pertusis/ batuk rejan/ batuk
100 hari, serta tetanus

3 bulan DPT/HB 2, Polio 3 Pemberian ulangan untuk menjaga kadar


antibodi dalam tubuh cukup untuk
perlindungan
4 bulan DPT/HB 3, Polio 4 Pemberian ulangan untuk menjaga kadar
antibodi dalam tubuh cukup untuk
perlindungan
Peran Petugas Kesehatan
dalam Imunisasi
• Mendata kelompok sasaran yang perlu diimunisasi
• Memberikan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi
• Mengajak masyarakat agar memanfaatkan fasilitas pelayanan
imunisasi di posyandu atau sarana kesehatan lainnya
• Memberitahu Kepala Puskesmas apabila ditemui kasus atau
kelainan yang dihadapi kelompok sasaran.
• Setelah selesai pelayanan, mencatat (tanggal dan lokasi
penyuntikan, nama vaksin, nomor batch) dan melaporkan
hasil imunisasi serta melakukan kunjungan rumah bagi
sasaran yang tidak datang.
VITAMIN A
Sumber Vitamin A
• ASI
• Bahan makanan
hewani, seperti hati,
kuning telur, ikan,
daging ayam dan bebek.
• Buah dan sayur
berwarna kuning dan
jingga seperti wortel,
pepaya, mangga masak,
alpukat, jambu biji
merah, pisang.
Vitamin A Dosis Tinggi
• Kapsul yang mengandung vitamin A:
– 100.000 SI yang berwarna biru
– 200.000 SI yang berwarna merah
Manfaat Vitamin A
• Menjaga kesehatan mata dan mencegah
kebutaan.
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
• Mempercepat penyembuhan diare, campak,
atau infeksi lain.
PERAWATAN SEHARI-HARI BALITA
Menjaga Kebersihan Badan, Pakaian
dan Lingkungan Bermain
• Mandikan anak dengan sabun 2 kali sehari menggunakan air
bersih
• Cuci rambut dengan sampo 3 kali seminggu
• Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah buang air
besar, buang air kecil, dan setelah bermain.
• Jaga kebersihan telinga anak. Bersihkan telinga dengan
membasuh menggunakan air bersih saat anak mandi.
• Gunting kuku tangan dan kaki anak jika sudah panjang.
Sumber infeksi dan sebabkan luka.
• Ajari buang air besar dan kecil di WC.
• Jaga kebersihan pakaian, mainan, dan tempat tidur.
• Jaga kebersihan perlengkapan makan dan minum.
Kebersihan Lingkungan
• Jauhkan anak dari asap rokok, asap dapur, asap
sampah, dan polusi kendaraan bermotor 
gangguan saluran napas.
• Buang air besar dan kecil di WC.
• Bersihkan rumah dan lingkungan anak bermain
dari debu dan sampah.
• Semua balita sebaiknya tidur di dalam kelambu
supaya tidak terpapar serangga.
• Untuk daerah endemis malaria, balita harus tidur
di dalam kelambu antinyamuk
Perawatan Gigi
• Jika gigi belum tumbuh, bersihkan gusinya tiap selesai
menyusu dengan kain yang dibasahi air hangat.
• Jika gigi sudah tumbuh, gosok giginya dengan odol dan
sikat gigi kecil sesudah sarapan dan sebelum tidur.
• Tanyakan petugas cara menggosok gigi yaitu dengan
sikat gigi dan odol, digosok pelan ke satu sisi pada
semua gigi. Jangan lupa untuk juga menggosok gusi.
• Ajari anak menggosok gigi sendiri .
• Jangan biasakan makan manis dan lengket.
• Periksakan tiap 6 bulan sekali ke puskesmas dan
dokter gigi supaya gigi tetap sehat dan bersih hingga
dewasa.
PENCEGAHAN DAN PERAWATAN
BAYI - BALITA SAKIT
Obat yang harus disediakan di rumah
• Oralit untuk diare, yang selalu diminumkan
bila anak terus diare supaya anak tidak kurang
cairan.
• Obat merah (povidon iodine) untuk luka
supaya luka tidak terinfeksi.
• Parasetamol untuk demam, terutama
diberikan jika anak demam dan rewel.
Pneumonia (Radang Paru) Balita
• Penyakit infeksi yang menyerang paru-paru
yang ditandai dengan batuk serta napas cepat
dan atau napas sesak pada usia balita (0-<5
tahun).
• Disebabkan oleh kuman Pneumococcus.
• Ditandai dengan batuk dan napas cepat atau
napas sesak.
Pneumonia (Radang Paru) Balita
• Cara menghitung napas:
– Usia kurang dari 2 bulan:
dianggap sesak bila
napas ≥ 60 kali/menit.
– Usia 2 bulan – 12 bulan:
dianggap sesak bila
napas ≥ 50 kali/menit.
– Usia 12 bulan – 5 tahun:
dianggap sesak bila
napas ≥ 40 kali/menit.
Cara Penularan & Faktor Risiko Pneumonia

• Tertular penderita batuk.


• Imunisasi tidak lengkap.
• Kurang gizi serta pemberian ASI tidak
memadai.
• Pencemaran udara dalam rumah (kebiasaan
ibu menggendong anak saat masak sehingga
menghirup asap dapur)
• Tinggal di lingkungan yang tidak sehat
misalnya kebiasaan merokok dalam rumah.
Cara Pencegahan Pneumonia
• Jauhkan bayi dari asap, debu, serta bahan-
bahan lain yang mudah terhirup oleh balita
anda, seperti asap rokok, asap tungku, asap
dari obat nyamuk bakar, asap kendaraan
bermotor, ataupun pencemaran lingkungan
lainnya.
• Jika dicurigai pneumonia, segera rujuk ke
petugas kesehatan.
Cara Perawatan Pneumonia di Rumah

• Tingkatkan pemberian makanan bergizi dan


tetap beri ASI.
• Beri minum lebih banyak dari biasanya.
• Bila badan panas, kompres dengan air hangat
dan jangan memakai selimut dan pakaian
tebal.
• Segera bawa ke fasilitas kesehatan bila kondisi
balita bertambah parah.
DIARE
Diare/ Mencret
• Adalah buang air besar encer atau bahkan
dapat berupa air saja (mencret) biasanya lebih
dari 3 kali/sehari.
• Penyebab diare:
– Makanan dan minuman yang tercemar kuman
penyakit, basi, dihinggapi lalat dan kotor.
– Minum air mentah/yang tidak dimasak.
– Botol susu dan dot yang tidak bersih.
Bahaya Diare
• Penderita akan kehilangan cairan tubuh.
• Penderita menjadi lesu dan lemas.
• Penderita bisa meninggal jika tidak segera
ditolong
Cara Penularan Diare
• Melalui mulut dan anus dangan perantaraan
lingkungan dan perilaku yang tidak sehat.
• Tinja penderita atau orang sehat yang
mengandung kuman bila buang air besar
sembarangan dapat mencemari lingkungan
terutama air.
• Melalui makanan dan atau alat dapur yang
tercemar oleh kuman dan masuk melalui
mulut, kemudian terjadi diare.
Pencegahan Diare
• Cuci tangan dengan sabun sebelum makan
dan sesudah buang air besar.
• Semua anggota keluarga buang air besar di
jamban yang sehat.
• Merebus peralatan makan dan minum bayi.
• Buanglah tinja bayi dan anak di jamban,
Penanganan Diare/ Mencret
 Berikan segera cairan oralit setiap
anak buang air besar
 Jika tidak ada oralit, berikan air matang,
kuah sayur, atau air tajin.
 Jika anak masih menyusu, terus menerus berikan ASI dan
MP-ASI.
 Jangan beri obat apapun kecuali dari petugas kesehatan.
 Berikan obat zinc selama 10 hari berturut-turut. Larutkan
obat zinc dalam 1 sendok makan air matang.
Segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan jika timbul
demam,
• ada darah dalam tinja, diare makin parah, muntah
terus menerus dan anak tidak mau makan minum
DEMAM
Demam
 Jika masih menyusu, berikan ASI lebih sering.
 Beri minum lebih sering dan lebih banyak.
 Jangan diselimuti atau memakai baju tebal.
 Kompres dengan air biasa atau air hangat, jangan dengan
air dingin di lipat ketiak dan lipat paha
 Beri obat penurun panas sesuai dosis ( >37.5oC)
 Untuk daerah endemis malaria  tidur di dalam kelambu
anti nyamuk
Segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan jika:
 Demam disertai kejang
 Demam tidak turun dalam 2 hari.
 Demam disertai bintik-bintik merah, perdarahan di hidung,
atau buang air besar hitam  DBD atau malaria
DEMAM BERDARAH DENGUE
Demam Berdarah Dengue

• Adalah demam yang disebabkan oleh virus


dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes
aegepti dan Aedes albopictus.
Tanda & Gejala Demam
Berdarah

 Panas mendadak tinggi 2-7 hari.


 Badan terasa lemah/ lesu.
 Sering disertai nyeri ulu hati.
 Regangkan kulit pada bintik merah, jika hilang berarti bukan
tanda demam berdarah.
 Kadang disertai mimisan, berak darah, atau muntah darah.
Tanda & Gejala Demam Berdarah

Hari ke-4 dan ke-5, panas bisa


turun secara tiba-tiba, hal ini perlu
diwaspadai sebagai tanda bahaya
dengan gejala: gelisah, ujung
tangan kaki dingin, banyak
mengeluarkan keringat dingin. Bila
keadaan berlanjut dapat
menimbulkan syok dan kematian.
Cara Penularan Demam Berdarah
 Melalui gigitan nyamuk yang
mengandung virus
 Virus kemudian
berkembangbiak di kelenjar
liur nyamuk selama kurang
lebih 1 minggu
 Dalam tubuh orang yang
tertular, virus berkembang
selama kurang lebih 1
minggu.
 Setelah tahap ini, akan
muncul gejala demam tinggi
Cara Pencegahan Demam Berdarah
 Memberantas nyamuk dewasa dan
jentik Aedes aegepti dan Aedes
albopictus.
 Memberantas tempat perindukan
nyamuk
 Kenali tempat perindukan
nyamuk yaitu tempat
tergenangnya air bersih
 Membunuh jentik nyamuk  3M+
Serbuk pembunuh jentik
Ikan pemakan jentik
Obat oles pencegah gigitan
nyamuk
Penanganan Demam Berdarah
 Beri minum sebanyak-banyaknya dengan air yang
sudah dimasak, seperti air putih, susu, dapat juga
dengan oralit.
 Beri kompres air hangat.
 Berikan obat penurun panas.
 Segera dibawa ke puskesmas/ RS atau sarana
kesehatan lainnya.
MALARIA
Malaria

 Adalah demam yang disebabkan oleh parasit malaria


(Plasmodium) yang ditularkan oleh nyamuk malaria dari
jenis Anopheles.
 Nyamuk Anopheles menggigit pada malam hari, di
dalam dan di luar rumah.
 Sewaktu menghisap atau menggigit, posisi tubuhnya
menungging.
Tanda-tanda Malaria
 Demam menggigil secara berkala disertai sakit
kepala.
 Tampak pucat dan lemah karena kurang darah.
 Mual-muntah, tidak napsu makan, kadang-kadang
diare.
Pencegahan Malaria
• Menghindari gigitan nyamuk
 Tidur dengan kelambu antinyamuk
(mengandung insektisida)
 Memasang kasa pada lubang angin
di rumah, obat oles
 Menjauhkan kandang ternak dari
rumah
• Membersihkan lingkungan
• Mengurangi banyaknya nyamuk
• Penyemprotan rumah
– Menebarkan ikan pemakan jentik
– Menebarkan racun jentik nyamuk
TERIMA KASIH