Anda di halaman 1dari 43

Pembimbing:

dr. Endang Tri Wahyuni , Sp. KK, M. Kes


Oleh: Tito Syahjihad
SCABIES
 Penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan
penetrasi tungau parasit Sarcoptes scabiei var.
Hominis ke dalam epidermis

Penyakit ini banyak ditemukan di daerah lembab, dan


menyebabkan rasa gatal yang hebat pada malam hari
atau kondisi dimana suhu tubuh meningkat
SINONIM

The itch

Gatal
Budukan
agogo

Nocturnal
pruritus
EPIDEMIOLOGI
> 300 juta orang di seluruh dunia
terinfeksi skabies

Semua umur, terutama remaja

Laki-laki = Wanita

Faktor penunjang : sosek rendah,


higiene buruk
ETIOLOGI
- Sarcoptes scabiei var.hominis termasuk filum
Arthropoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, super
famili Sarcoptes

Morfologi :
- Tungau kecil, Bentuk oval, punggung cembung perut
rata
-Tungau translusen, putih kotor, tidak bermata
-Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki
Siklus Hidup Sarcoptes scabiei

Jantan & betina


PATOGENESIS
Infestasi Kulit

Masuk ke
Sarcoptes Scabiei 2-4 minggu
dalam kulit

Host tersensitisasi tungau


dan produknya lalu
Pruritus menimbulkan hiper
sensitivitas

Erosi, ekskoriasi, krusta, dan


Garukan infeksi sekunder
Patogenesis
Cara penularan

Kontak langsung Kontak tidak


langsung (melalui
(kulit dg kulit) benda)

Melalui
Berjabat pakaian,
tangan handuk, sprei,
bantal, dll

Tidur bersama

Hubungan
seksual
GEJALA KLINIS

Pruritus noktura

Menyerang secara kelompok

Terdapat terowongan pada tempat predileksi berwarna


putih/keabu-abuan, berbentuk garis lurus/berkelok,
pada ujung terowongan ditemukan papul / vesikel

Menemukan tungau
Predileksi :

Tempat predileksi dari Skabies yaitu sela-sela jari, telapak tangan,


pergelangan tangan bagian volar, siku, ketiak, aerola mammae, daerah
pusar dan perut bawah, daerah genitalia eksterna dan pantat.

Pada anak bayi dapat mengenai bagian lain seperti telapak kaki,
telapak tangan, bahkan seluruh permukaan kulit.
Februari 18 Universitas Muhammadiyah Malang 11
DIAGNOSIS

Anamnesa

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang
DD scabies  the great immitator  dapat menyerupai
banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal
Skabies Prurigo Pedikulosis Dermatitis Pioderma
Penyakit kulit korporis peradangan infeksi bakteri 
menular yang penyakit kulit kulit yang adanya lesi yang
disebabkan oleh rasa gatal
kronik dengan bersifat tertutup oleh
infestasi dan keluhan gatal, akibat gigitan krusta dan
sensitisasi Pedikulus menahun dan
berupa papula sebagai akibat
terhadap humanus residif dengan
Predileksi : dari eksudat
sarcoptes scabiei varitas effloresensi yang mengering.
var, hominis dan bagian bawah polimorfik dan
pantat, corporis Lokasi pada
produksinya gatal, bersifat tempat terbuka
ekstremitas, Pedikulus
Predileksi : terutama bagian toksik dan yaitu muka,
kubiti.
korporis alergi. tangan, leher,
Elbow point,
berupa dan ekstremitas
niple, umbilicus,
Manus, pedis, ekskoriasi dan
genital krusta.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Pemeriksaan mikroskopik untuk menemukan tungau,
telur, dan atau larva dari Sarcoptes scabei yaitu
dengan mengerok lesi kulit dasar vesikula, pustula
atau terowongan kemudian ditetesi minyak
emersi/gliserin.
PENATALAKSANAAN
• Semua anggota keluarga / seisi rumah yang kontak dengan
penderita harus diperiksa dan bila menderita skabies diobati
bersamaan agart tidak terjadi penukarean kembali
• Semua baju dan alat tidur dicuci dengan air panas.

Topikal
• Permethrin 5% cream
• Sulfur Presipitatum 4-20% salep/cream
• Krotamiton 10% cream/lotion
• Gama benzena heksa klorida (gameksan = gammexane) kadarnya 1 % crem /
lation

Sistemik
• Antihistamin
• antibiotika
PENCEGAHAN

Individu yang sering kontak dengan penderita harus di terapi


dengan obat skabies topikal

PROGNOSIS

Baik
Definisi
• Tinea Korporis
Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur superfisial
golongan dermatofita, menyerang daerah kulit tak
berambut pada wajah, badan, lengan, dan tungkai.

Prevalensi pria = wanita


Etiologi
• Trichophyton
-T. Rubrum
-T. Mentagrophytes
• Microsporum
- M. Canis

• Epidermohyton
Faktor predisposisi
• kelembaban yang lama
• luka basah yang terpapar
• kurangnya kebersihan
Manfestasi Klinis
- Gatal
- Lesi berbatas tegas
- Tepi lesi tampak radang
lebih aktif
- Bagian tengah
cenderung
menyembuh
- Pola polisiklik

- Lesi besar
- Plak bersisik
- eritema
Tinea Kruris Tinea Kapitis

Tinea Pedis
Tinea Unguium
Manifestasi Klinis...

- Fase resolusi (penyembuhan)

- Lesi menjadi annular


Diagnosis Banding
• Dermatitis
• Psoriasis
• Pitiariasis
• Eritema Anular
Pemeriksaan

• KOH 20%

• Pembiakan
• Wood Lamp
Penatalaksanaan
1. Terapi Topikal
 Golongan Azol-Imidazol
- Ekonazol 1%
- Ketokonazol 2%
- Klotrimazol 1%
- Mikonazol 2%
 Golongan Alilamin
- Naftifine 1%
- Butenafin 1%
- Terbinafin 1%
Penatalaksanaan...
2. Terapi Sistemik
o Antihistamin.
o Griseofulvin, anak-anak: 15-20 ng/kg BB/hari.
dewasa : 500-1000 mg per hari.
o Itrakonazol 100 mg/hari selama 2 minggu.
o Ketokonazol 200 mg/hari dalam 3 minggu.
Pencegahan
• Mengurangi Kelembaban
• Menghindari Sumber Penularan
• Menghilangkan Fokal Infeksi
• Meningkatkan Higiene
Prognosis

Tinea Korporis Membaik dengan tingkat


kesembuhan 70-100% setelah pengobatan
dengan azol topikal atau alilamin atau anti jamur
sistemik.
PSORIASIS VULGARIS
PSORIASIS

Definisi

Psoriasis ialah penyakit kulit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronik


dan residif.Ditandai dengan adanya bercak eritema berbatas tegas dengan
skuama kasar berlapis lapis dan transparan.
Etiologi

Masih belum di ketahui.


Mekanisme imunologi dikaitkan dengan psoriasis karrena terdapat Set T yang
teraktivasi secarra signifikan dalam perubahan epidermis dan dermis.
Terdapat peran genetik dikaitkan dengan gen lokus terutama HLACw6
Jenis-jenis Psoriasis

• Psoriasis Vulgaris
• Psoriasis Gutata
• Psoriasis Inversus
• Psoriasis Pustulosa Generalisata
• Psoriasis Erythroderma
Psoriasis Vulgaris

Psoriasis Eritoderma
Psoriasis Gutata
Gejala Klinis

Plak Skuama tebal Rasa gatal


eritematous keperakan disertai panas

Distribusi simetris mengenai Skalp,siku,lutut dan bokong. Sering di sertai gatal


Pemriksaan Psoriasis
• Fenomena tetesan lilin : ialah skuama yang berubah
warnanya menjadi putih pada goresan (menggores
dengan pinggiran gelas objek) , seperti lilin yang di
gores.
• Fenomena Auspitz : tampak serum dan darah
berbintik bintik jika di gores oleh pinggiran gelas
objek
• Fenomena kobner ialah bila kulit penderita psoriasis
terkena trauma misalnya garukan maka akan muncul
kelainan yang sama dengan kelainan psoriasis
Diagnosa Banding

Psoriasis Vulgaris

Tinea Corporis

Pityriasis Rosea

Dermatitis Seboroik

Superficial Fungal Infection. 2012.


Diagnosis

• Bercak
Anamnesis
kemerahan
• gatal

• Plak eritematous
Pemeriksaan Fisik • Skuama putih tebal

Pemeriksaan • Karsvlek, Auspitz,Koebner


Penunjang • Histopatologi
Tatalaksana Farmakoterapi

Topikal Sistemik
Kortikosteroid Kortikosteroid (hanya digunakan pada
Anthralin jenis psoriasis artritis, eritroderma, dan
Vitamin D analog pustula generalisata)
Asam Salisilat Methotrexat
Siklosporin A

Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 8th Ed. 2012.


KOMPLIKASI

Psoriasis dapat menyebabkan kesulitan emosional dan


psikososial penderitanya. Pada keadaan yang lebih
lanjut, penderita dapat mengalami depresi dan
kegelisahan.

Topical Treatment of Common Superficial Tinea Infection. 2002.


PROGNOSIS

• Prognosis baik jika diterapi efektif


• Kekambuhan dapat terjadi
TERIMAKASIH