Anda di halaman 1dari 19

POLA BERUSAHA

Adalah merupakan suatu dasar


untuk mengarahkan pengusaha
agar memperoleh sasaran yang
menguntungkan
LOGIKA, SIKAP & PERTIMBANGAN
MANAJEMEN BERUSAHA

( LOGIS, RATIONAL & DAPAT


DIPERTANGGUNGJAWABKAN )
MOTTO :
HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN,
HARI ESOK HARUS LEBIH BAIK DARI HARI
INI.
A P • KEMAMPUAN - PENGALAMAN
• KEMAUAN - KETERAMPILAN
C D • PENDIDIKAN - SITUASI, KONDISI
POKOK-POKOK PEMIKIRAN
BERUSAHA
• LANGKAH I : MENCARI INFORMASI PASAR
1. INFORMASI DARI REKAN-REKAN USAHA
2. MELALUI KUNJUNGAN LANGSUNG
3. MEMANFAATKAN INFORMASI DARI LEMBAGA –
LEMBAGA / INSTANSI PEMERINTAH
4. MELALUI PERCOBAAN USAHA - RELATIF KECIL
5. MELALUI KERJA MAGANG PADA BIDANG USAHA
6. MEMANFAATKAN RELASI YANG ADA
7. FAKTOR KEBETULAN.
INFORMASI PASAR AKAN MENGHASILKAN :

• SEJUMLAH PERMINTAAN DALAM BENTUK ORDER


ATAU
• MEMBERIKAN INFORMASI KEBUTUHAN PERKIRAAN
NYATA DARI :
a. PRODUK & JASA
b. JUMLAHNYA
c. KETATAPAN HARGA
d. WAKTU PENYERAHAN ATAU
e. MEMBERIKAN INFORMASI KEBUTUHAN PASAR
YANG TERSEMBUNYI ( POTENSI )
• LANGKAH KEDUA : MERANCANG PRODUK / JASA

1. MEMILIH DAN MENENTUKAN RANCANGAN PRODUK


2. RANCANGAN PASIF, PRODUK/JASA DIPESAN
MENURUT KETENTUAN YANG TELAH DITETAPKAN.
3. RANCANGAN KREATIF, DIKEMBANGKAN MELALUI
KREASI DAN DAYA CIPTA DARI PENGUSAHA UNTUK
MEMBUAT PRODUK BARU, PERLU DIPERHATIKAN :

a. MODEL YANG DISENANGI OLEH PASAR.


b. BIAYA SERENDAH MUNGKIN
c. MEMILIH SYARAT TEHNIS YANG MEMADAI
d. KUALITAS BAIK, SERTA
e. BAHAN YANG DIGUNAKAN MUDAH DIPEROLEH
• LANGKAH KETIGA : MENETAPKAN BAHAN

• PRINSIP :
- JENIS BAHAN APA YANG AKAN DIPAKAI
- SYARAT-SYARAT KEKUATAN DIPENUHI OLEH
BAHAN TERSEBUT
- BAHAN MUDAH DIPEROLEH
- TERSEDIANYA BAHAN PENGGANTI
- HARGA BARANG CUKUP MURAH
- BAHAN MUDAH DIRAWAT DAN AWAT
• LANGKAH KETIGA : MENETAPKAN BAHAN

• PRINSIP :
- JENIS BAHAN APA YANG AKAN DIPAKAI
- SYARAT-SYARAT KEKUATAN DIPENUHI OLEH
BAHAN TERSEBUT
- BAHAN MUDAH DIPEROLEH
- TERSEDIANYA BAHAN PENGGANTI
- HARGA BARANG CUKUP MURAH
- BAHAN MUDAH DIRAWAT DAN AWAT
• LANGKAH IV : MENETAPKAN PROSES PRODUKSI
• KEBERHASILAN DALAM PROSES PRODUKSI
ADALAH BAGAIMANA MEMADUKAN DENGAN
SERASI KOMPONEN-KOMPONEN SBB :

a. BAHAN
b. BIAYA
c. TENAGA KERJA
d. MESIN, PERALATAN DAN GEDUNG
• LANGKAH V : MENETAPKAN KEBUTUHAN T.K

KEGIATAN KELOMPOK

JABATAN

GAMBARAN SYARAT JUMLAH


TUGAS TUGAS TENAGA KERJA
SETIAP JABATAN BERISI
1. URAIAN TUGAS (JOB DESCRIPTION) YANG
JELAS.
2. KUALIFIKASI YANG SESUAI DENGAN
PERSYARATAN JABATAN.
3. JUMLAH ORANG YANG DIPERLUKAN
UNTUK SETIAP JABATAN
4. PEMBAGIAN TUGAS DILAKSANAKAN
DENGAN BAIK
• LANGKAH VI : MENETAPKAN KEBUTUHAN
PERALATAN DAN MESIN

1. PERTIMBANGAN TEKNIS.
* BAGAIMANA KEMAMPUAN PERALATAN2 TSB.
* BAGAIMANA KETELITIAN ALAT TERSEBUT
* BAGAIMANA CARA PELAYANAN ALAT TSB.
* BAGAIMANA KESERBAGUNAAN ALAT TSB.
* APA KEISTIMEWAAN DARI MASING2 ALAT TSB.
* BAGAIMANA KEMUNGKINAN2 KERUSAKAN DARI
ALAT2 TSB.
* APAKAH ONDERDILNYA MUDAH DIDAPAT.
2. PERTIMBANGAN EKONOMIS

• BERAPAKAH HARGA PERALATAN DAN MESIN SAMPAI


DITEMPAT TUJUAN DAN DPT DIGUNAKAN
• BERAPAKAH BIAYA PEMELIHARAAN/PERAWATAN
• BERAPAKAH BIAYA PERBAIKANNYA
• BERAPAKAH BIAYA TENAGA KERJA YANG DIGUNAKAN
UNTUK MENGOPERASIKANNYA
• BERAPAKAN BIAYA PENGERJAAN PERSATUAN PRODUK
• BERAPAKAH PAJAK DAN BUNGA
• BERAPA LAMA TINGKAT PENGEMBALIAN MODAL
• PENGHEMATAN APA YANG DAPAT DIPEROLEH DARI
PENGGUNAAN PERALATAN DAN MESIN TERSEBUT
• LANGKAH VII : MENETAPKAN GEDUNG DAN SARANA
PEMBANTU.

1. PERTIMBANGAN TEKNIS :
* GEDUNG DAN SARANA MANA YANG AKAN DI –
GUNAKAN.
* BAGAIMANA KEGUNAAN MUTU GEDUNG DAN
SARANA PEMBANTU.
* BAGAIMANA CARA PENGGUNAAN GEDUNG DAN
SARANA TERSEBUT.
* APAKAH GEDUNG DAN SARANA TERSEBUT
MUDAH DIDAPAT.
• PERTIMBANGAN EKONOMIS

• BERAPA BIAYA YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMILIH


GEDUNG DAN SARANA TERSEBUT
• BERAPA BIAYA PERALATAN GEDUNG DAN SARANA
TERSEBUT
• BERAPA BIAYA PENGGUNAAN GEDUNG DAN
SARANA TERSEBUT
• BERAPA BIAYA PENGGUNAAN GEDUNG DAN
SARANA TERSEBUT PER SETIAP PRODUKSI.
• LANGKAH VIII : MENETAPKAN BIAYA

• MENETAPKAN HARGA POKOK


• MENETAPKAN HARGA JUAL
• MENENTUKAN TITIK PULANG POKOK (BEP)
• RENCANA LABA
• PENGHEMATAN
• RESIKO
• STRATEGI PENENTUAN HARGA

• HARGA SETINGKAT DENGAN HARGA PASAR

Tujuan persaingan sangat tajam, serta hasil


produk tidak mudah dibedakan dengan produk
saingan, juga jika dipasar telah terdapat “
standar “ harga dari hasil produksi tersebut
seperti sabun mandi kualitas menengah
minimum.
2. HARGA DIBAWAH HARGA PASAR

Hal ini biasanya dilakukan oleh pengecer dengan tujuan


memperoleh laba maksimal, dengan jalan penurunan
harga yang kecil tapi diimbangi oleh perputaran modal
dan tern over besar dari barang dagangan

3. HARGA DIATAS HARGA PASAR

Kebijakan ini dilakukan pada periode2 pertama oleh


perusahaan yang memperkenalkan suatu produk yang
baru dan unique dipasaran, atau perusahaan yang
memiliki reputasi terkemuka sehingga pembeli akan
bersedia membayar diatas harga pasar.
• LANGKAH IX : PELAKSANAAN

1. MENYUSUN JADWAL PELAKSANAAN


2. MELAKUKAN KOORDINASI
3. MEMBERIKAN PENGARAHAN
4. MELAKUKAN PENGAWASAN
5. MELAKSANAKAN PENCATATAN
6. MEMBERIKAN MOTIVASI
• LANGKAH X : EVALUASI DAN PENILAIAN

• DITITIK BERATKAN PADA PERBANDINGAN ANTARA :


PERENCANAAN
( I s/d VIII )
DENGAN

PELAKSANAAN
( IX )

• ANALISA LAPORAN KEUANGAN