Anda di halaman 1dari 14

Oleh :

DRS. H. RUSBANDI, MA
A.JAJARAN KEMENTERIAN AGAMA YANG BERPERAN
DALAM RANGKA KEMITRAAN UNTUK
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENURUNAN AKI DAN
AKB
 SEBAGAI BERIKUT :

I. TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN :


BIDANG URAIS DAN BINSYAR
( KASI PEMBERDAYAAN KUA )

II. TINGKAT KABUPATEN / KOTA :


KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KAB / KOTA
( KASI BIMAS ISLAM )
III. TINGKAT KECAMATAN
KANTOR URUSAN AGAMA
KECAMATAN :
- PENYULUH AGAMA ISLAM
- PENYULUH AGAMA HONORER
- PEMBANTU PENGHULU
B. PERAN KEPALA KUA KECAMATAN :
1. Pelayanan bidang administrasi.
meliputi: administrasi NTCR,
kemesjidan, perwakafan, bimbingan
keluarga sakinah, zakat dan ibadah
sosial, serta adminstrasi keuangan.
2. Pelayanan bidang kepenghuluan.
3. Pelayanan bidang perkawinan dan
keluarga sakinah.
4. Pelayanan bidang perwakafan.
5. Pelayanan bidang zakat dan ibadah
sosial.
6. Pelayanan bidang kemesjidan dan
kehidupan beragama.
7. Pelayanan bidang pangan halal dan
kemitraan umat Islam.
8. Penyuluhan dan sosialisasi undang-
undang perkawinan.
9. Pelayanan bidang perhajian.
10. Kegiatan lintas sektoral. Banyak sekali
kegiatan-kegiatan lintas sektoral yang
memerlukan keterlibatan KUA secara
langsung, misalnya : Penyuksesan
program pembangunan, seperti; Keluarga
Berencana, Kamtibmas, Kesehatan
(peningkatan kemampuan penurunan
AKI dan AKB ), serta Sanitasi,
Pemberantasan buta aksara,
Penanggulangan penyalahgunaan
narkoba, dll. Tentu saja kesemuanya
disampaikan secara apik kepada
masyarakat dengan menggunakan bahasa
agama.
C.PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DAN
PENYULUH AGAMA HONORER
 PROFESIONALISME tenaga penyuluh agama
tidak terlepas dari tiga fungsi yang diemban:
informatif dan edukatif, konsultatif, serta
advokatif. Optimalisasi fungsi ini menjadi
penting ditingkatkan di tengah problem keumatan
dan kemasyarakatan yang kian kompleks. Idealnya
penyuluh agama juga menguasai peta dakwah,
piawai menganalisis data potensi wilayah, dan
menjadi agen perubahan melalui pemberdayaan.
 Tiga Fungsi yang diemban Penyuluh Agama :
 1. Fungsi informatif dan edukatif penyuluh agama
Islam harus memposisikan sebagai da’i yang berkewajiban
mendakwahkan Islam, dan mendidik masyarakat,
termasuk diantaranya untuk meningkatkan kemampuan
penurunan AKI dan AKB.
 2. Fungsi konsultatif bagi seorang penyuluh
mengandung makna kesediaan diri untuk memikirkan
dan memecahkan beragam persoalan yang dihadapi
masyarakat, diantaranya penurunan AKI dan AKB.
 3. Fungsi advokatif menuntut penyuluh agama
melakukan pembelaan umat dari berbagai ancaman dan
tantangan yang merugikan akidah, ibadah, dan akhlak,
 Tantangan para penyuluh agama dalam
pembinaan masyarakat agamis tidaklah
ringan. Ada tahapan dan pencapaian yang
harus dilakukan penyuluh agama. Diawali
dengan pembinaan pribadi yang shaleh,
dilanjutkan dengan pembinaan keluarga
yang sakinah. Dari sana baru meningkat
pada pembinaan masyarakat yang
marhamah dan negara yang thayyibah.
 Penyuluh agama yang ideal setidaknya
menguasai peta dakwah, mampu menyusun
rencana kerja, piawai menganalisis data
potensi wilayah, dan cermat membidik
sasaran yg belum tergarap para
ulama/kyai/da’i. Tak kalah pentingnya
adalah kemampuan menyusun dan
menetapkan materi bimbingan berbasis
media, baik cetak maupun elektronik
dengan mengoptimalkan kekuatan sosial
budaya masyarakat.
 D. PERAN PEMBANTU PENGHULU
 Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor
477 Tahun 2004 tentang Pencatatan Nikah
yang didalamnya memuat beberapa hal
tentang pembantu penghulu, maka dalam
produk hukum tersebut pembantu penghulu
diberi pengertian pemuka agama Islam di
Desa/Kelurahan yang ditunjuk dan
diberhentikan oleh Kepala Kantor Departemen
Agama Kab/Kota atas nama Kepala Kantor
Wilayah Dep. Agama Propinsi atas usul Kepala
Seksi Urusan Agama Islam / Kepala Seksi yang
sejenis pada Kantor Dep. Agama Kab/Kota.
 Tugas pokok dan fungsi pembantu
penghulu dalam KMA 477/2004 tersebut
diuraikan bahwa pembantu penghulu di
wilayah Jawa,dapat membantu mengantar
anggota masyarakat di wilayahnya yang
berkepentingan dengan KUA Kecamatan
yang mewilayahi dalam hal pemeriksaan
nikah dan atau rujuk serta mencatat
kehendak nikah dan atau rujuk tersebut
dalam buku administrasinya. Sedangkan
untuk wilayah luar jawa berhak untuk
memeriksa dan mencatat pernikahan dan
Rujuk.
 Pembantu penghulu juga difungsikan untuk
membantu KUA Kecamatan dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,
diantaranya adalah dalam pembangunan di
bidang agama, pembinaan kehidupan
beragama, penyuluhan agama, pembinaan
keluarga sakinah, pembinaan ibadah social
diantaranya penyuluhan peningkatan
kemampuan penurunan AKI dan AKB,
pembinaan kemitraan ummat, pembinaan
zakat, wakaf, haji dll.
SEKIAN
TERIMA KASIH WASSALAM