Anda di halaman 1dari 32

Pengenalan

SNI 1727:2013
Beban minimum untuk perencanaan
bangunan gedung dan struktur lain

Ferri Eka Putra

Medan, 30 November 2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


B A D A N P E N E L I T I A N D A N P E N G E M B A N G A N
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN
J l . P a n y a u n g a n – C i l e u n y i W e t a n – K a b u p a t e n B a n d u n g 4 0 3 9 3
Telp:(022) 7798393 (4 lines) - Fax: (022) 7798392 E-mail: info@puskim.pu.go.id Website: http://puskim.pu.go.id
Undang-Undang tentang Bangunan Gedung
UUBG 28-2002

Peraturan Pemerintah :
Peraturan Pelaksanaan UUBG : PP 36-2005

Pedoman Teknis dan


Standar Teknis : Peraturan Daerah tentang
Mis :
Permen PU 29/PRT/M/2006 Bangunan Gedung
SNI 1726:2012
SNI 1727:2013
SNI 2847:2013
Dipengaruhi kondisi
geografi, ekonomi,
sosial budaya setempat
(1) Persyaratan keselamatan bangunan gedung
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1)
meliputi persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk
mendukung beban muatan, serta kemampuan bangunan
gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya
kebakaran dan bahaya petir.
(2) Persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk
mendukung beban muatannya sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) merupakan kemampuan struktur bangunan
gedung yang stabil dan kukuh dalam mendukung beban
muatan.
“The power to recover equilibrium”
Kemampuan struktur bangunan untuk tetap seimbang
walaupun ada gaya luar

http://doraj.com/ http://www.imgrum.net/ beautifulrealizations.wordpress.com

How?

Bresing Dinding Perkaku join


“The power to resist loads”
Kemampuan komponen struktur bangunan untuk menerima
beban yang diberikan

http://www.madestrength.com/

Kuat agar tidak rusak


dan kaku agar tidak
http://wallpoper.com/
berdeformasi berlebihan
(1) Persyaratan kemampuan ....... beban muatan hidup
dan beban muatan mati, serta untuk daerah/zona
tertentu kemampuan untuk mendukung beban muatan
yang timbul akibat gempa bumi dan/atau angin.
(2)Besarnya beban muatan dihitung berdasarkan fungsi
bangunan gedung pada kondisi pembebanan maksimum
dan variasi pembebanan agar bila terjadi keruntuhan
pengguna bangunan gedung masih dapat
menyelamatkan diri.

?
http://www.globaltimes.cn/
1. Pembebanan
1. SNI 1726 : 2012, Tata Cara Perencanaan
Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung dan non
gedung
2. SNI 1727 : 2013, Beban Minimum untuk
Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur lain

2. Perencanaan struktur
a. SNI 2847 : 2013,
Persyaratan Beton
struktural untuk bangunan
gedung
b. SNI 1729 : 2015,
Spesifikasi untuk bangunan
gedung baja struktural
c. SNI 7973:2013,
Spesifikasi Desain untuk
Konstruksi Kayu
SKBI - SNI 1727
PMI 1970 1.3.53.1987 : 2013

SNI 03-1727-
PBIUG 1989
1983

“Standar
terkini yang
berlaku”
Beban minimum untuk perencanaan bangunan
gedung dan struktur lain

• Adopsi modifikasi dari ASCE 7-10


• Merupakan ketentuan beban minimum untuk gedung
dan struktur lain
• Mengakomodasi metode kekuatan (LRFD) dan metode
tegangan izin (ASD)
• Mengikuti perkembangan terkini (state of the art)
• Sinkron dengan standar lainnya (SNI gempa, beton,
baja dan kayu)
• Mengatur beban mati,
beban tanah & tekanan
hidrostatis, beban hidup,
beban hujan, beban banjir
dan beban angin serta
kombinasinya
• sementara itu beban gempa
diatur dalam standar
terpisah (SNI 1726:2012)
Menunjukkan tingkat keseriusan konsekuensi
terhadap struktur dan penghuni bangunan jika
beban maksimum terlewati

Hal-hal yang mempengaruhi KRB


1. Jumlah penghuni yang akan terkena resiko jika struktur
gagal

2. Kemungkinan jumlah orang yang berkumpul dalam satu


ruangan

3. Mobilitas penghuni

4. Kemampuan penghuni dalam mengatasi situasi berbahaya

5. Potensi bocornya bahan beracun/berbahaya

6. Potensi hilangnya layanan vital bagi keberlangsungan


hidup
Metode kekuatan Metode tegangan izin

Pengecualian:
Faktor L poin 3,4&5 boleh 0,5 jika
Lo pada tabel 4-1 ≤ 4,79 kN/m2
kecuali untuk fungsi garasi dan
pertemuan umum

Ket:
D : Beban mati R : Beban hujan
L : Beban hidup W : Beban angin
Lr : Beban hidup atap E : Beban angin
Metode kekuatan Metode tegangan izin

1. Beban Fluida, F 1. Beban Fluida, F


Faktor beban sama Faktor beban sama
dengan beban mati dengan beban mati
berlaku untuk poin 1-5 berlaku untuk poin 1-6
dan 7 dan 8

2. Beban tekanan tanah 2. Beban tekanan tanah


lateral, H lateral, H
a. Menambah variabel a. Menambah variabel
efek beban = 1,6 efek beban = 1,0
b. Menahan variabel b. Menahan variabel
efek beban = 0,9 efek beban = 0,6

3. Beban Banjir, H 3. Beban Banjir, H


Untuk komb 4 & 6 : Untuk komb 5,6 & 7 :
a. Zona V & pantai a. Zona V & pantai
zona A maka W zona A maka tambah
diganti 1,0W + 2,0Fa 1,5Fa
b. Non pantai zona A b. Non pantai zona A
maka W diganti 0,5W maka maka tambah
+ 1,0Fa 0,75Fa
• Berat bahan konstruksi:
– Berat sesungguhnya bahan
– Data berat jenis dan berat bahan pada standar
sebelumnya bisa digunakan
• Berat peralatan layan tetap :
– peralatan/mesin yang menyatu & selalu ada selama masa http://www.finehomebuilding.com/

layan bangunan seperti : peralatan plambing, M/E, alat


pemanas, ventilasi, sistem pengkondisian udara dll.

Sumber : SNI 03-1727-1989


Sumber : SNI 03-1727-1989
• Untuk perancangan struktur di bawah tanah:
– Didapat dari laporan penyelidikan tanah atau
– Gunakan Tabel 3.2-1

http://www.kenthomeservices.com/

http://www.bgstructuralengineering.com/
www.handez.wordpress.com

• Beban merata:
– Minimum sesuai tabel 4-1
• Beban terpusat :
– Untuk lantai, atap dan sejenisnya
– Bekerja merata di area 762 mm x 762 mm
– Minimum sesuai tabel 4-1 http://www.finehomebuilding.com/

– Penempatan pada lokasi yang menghasilkan efek beban maksimum


• Beban partisi:
– Minimal 0,72 kN/m2
• Beban impak:
– Tangga berjalan : mengacu pada ASME A17.1
– Mesin :
• Mesin ringan : berat ditingkatkan 20%
• Mesin bergerak maju mundur : berat ditingkatkan 50 %

www.alibastomi.blogspot.com
• Reduksi beban hidup merata
– Untuk struktur dengan KLLAT ≥ 37,16 m2
– L ≥ 4,79 kN/m2, garasi mobil
penumpang dan tempat pertemuan tidak
boleh direduksi
– Beban hidup tereduksi dihitung
dengan:
4.57
L = 𝐿0 0.25 +
𝐾𝐿𝐿 . 𝐴𝑇

L ≥ 0.50 L0 - Komponen Struktur Penyangga 1 Lantai


L ≥ 0.40 L0 - Komponen Struktur Penyangga ≥ 2 Lantai

L = beban hidup desain tereduksi


L0 = beban hidup desain tanpa reduksi
KLL = faktor elemen beban hidup (Tabel 4-2)
AT = luas tributari
Beban hidup merata yang mengalami kenaikan nilai

SNI 03-1727-1989 SNI 1727:2013


No. Fungsi
(kg/m2) (kN/m2)
1. Apartemen, Asrama, Hotel, dll
• Ruang Publik 300 4.79
2. Gedung Parkir / Garasi
• Lantai Dasar 800 11.97
3. Pertokoan
• Lantai Dasar 4.79
• Lantai Lainnya 250 3.59
• Lantai Grosir 6.00
4. Ruang Pertemuan 400 4.79
5. Perpustakaan
• Ruang Baca 2.87
400
• Ruang Buku 7.18
6. Restoran 250 4.79
7. Rumah sakit
• Ruang Operasi & Laboratorium 2.87
250
• Ruang Pasien 1.92
8. Pabrik
• Ringan 400 6.00

1 kN/m2  100 kg/m2


http://www.finehomebuilding.com/

• Fondasi/dinding penahan banjir harus didesain


menahan aliran air banjir
• Memerlukan peta banjir yang diterbitkan oleh yang
berwenang dengan memperhitungkan banjir dasar
(Banjir yang mempunyai kemungkinan 1% terlampaui
dalam 1 tahun, mis: di US akses
http://www.bgstructuralengineering.com/
http://msc.fema.gov/portal, di Indonesia ???
• Beban yang harus diperhitungkan :
1. Beban dasar 2. Beban hidrostatis

p=gh

http://www.bgstructuralengineering.com/

3. Beban hidrodinamis 4. Beban gelombang http://www.bgstructuralengineering.com/

5. Beban impak
(akibat material yang ikut hanyut, dipengaruhi berat
material, kecepatan tumbukan dan lama tumbukan)
http://www.bgstructuralengineering.com/
http://www.bgstructuralengineering.com/
http://www.finehomebuilding.com/

Beban angin dipengaruhi oleh :


1. Faktor kepentingan berdasarkan KRB
2. Ukuran dinding dan atap
3. Rata-rata ketinggian atap
4. Eksposur
5. Faktor topografi
6. Kecepatan angin

W = tekanan desain, p x luas bidang, A


Beban angin ditentukan berdasarkan tekanan
desain, p dimana :
p = q GC
q = 0.613 Kz Kzt Kd V2
G = Faktor efek tiup (gust)
C = Koefisien tekanan

qz = tekanan velositas
Kz = koefisien eksposur tekanan velositas
Kzt = faktor topografi (lihat Ps. 26.8.2)
Kd = faktor arah angin (lihat Ps. 26.6)
V = kecepatan angin dasar (lihat Ps. 26.5)

Tekanan angin minimum :


1. Dinding dan struktur lain, p = 0.77 kN/m2
2. Atap, p = 0.38 kN/m2
• Membutuhkan 3 peta kecepatan angin dasar
– Resiko 1 (periode ulang 300 tahun)
– Resiko II (periode ulang 700 tahun)
– Resiko III & IV (periode ulang 1700 tahun)
– Saat ini, Indonesia belum punya.

Metode analisis yang diizinkan:


● Metode 1 - Prosedur Pengarah (Directional Procedure)
● Metode 2 - Prosedur Amplop (Envelope Procedure)
● Metode 3 - Terowongan Angin (Wind Tunnel)
http://windspeed.atcouncil.org/
Metode pengarah
Bangunan gedung kaku tertutup &
tertutup sebagian

p = q G Cp - qi (GCpi)

Bangunan gedung fleksibel tertutup


& tertutup sebagian
p = q Gf Cp - qi (GCpi)

Gedung terbuka – atap bebas miring


sepihak, berbubung/cekung

p = qh G CN

Parapet
pp = qp (GCpn)
Metode amplop
Tekanan angin desain

ps = λ Kzt ps30

Tekanan angin desain bangunan


bertingkat rendah

p = qh [(GCpf) - (GCpi)]

Parapet
pp = qp (GCpn )
Prosedur terowongan angin

http://www.flowperformance.com/ http://sine.ni.com/
• Beban akibat terakumulasinya air di atap yang bisa
disebabkan tersumbatnya drainase ataupun kemiringan atap
yang sangat landai.

• Struktur harus didesain mambu menahan beban sbb:

R = 0.0098 (ds + dh)


R = beban air hujan pada atap
yang tidak melendut
ds = kedalaman air pada sistem
saluran sekunder apabila
saluran primer tertutup http://www.finehomebuilding.com/
dh = tambahan kedalaman air pada
saluran sekunder
• SNI 1727 : 2013 merupakan
persyaratan minimum untuk perencanaan
pembebanan pada bangunan gedung
• SNI pada umumnya bersifat voluntary , namun
mengingat aspek keselamatan (UUBG 28-2002),
SNI dapat diberlakukan wajib dengan cara
memasukkan SNI tersebut dalam kontrak.
• Kesuksesan pengunaan standar ini memerlukan
dukungan semua pihak : Konsultan,
Kontraktor, Pemilik Bangunan, Pemerintah