Anda di halaman 1dari 17

Perubahan Sosial dan

Kebudayaan
Oleh : Natalansyah
Pengantar :
 Perubahan : setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami
perubahan. Perubahan bagi masy yang bersangkutan maupun bagi
orang luar yang menelaahnya, dapat berupa perubahan-perubahan
yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-
perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada
pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, tetapi juga berjalan
cepat
 Perubahan bisa berkaitan dengan :
a. Nilai sosial
b. Pola-pola perilaku
c. Organisasi
d. Lembaga kemasyarakatan
e. Lapisan dalam masyarakat
f. Kekuasaan dan wewenang dll
 Perubahan sosial : segala perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan didalam suatu masy, yang mempengaruhi sistim
sosialnya, termasuk didalam nilai-nilai, sikap-sikap dan pola perilaku
diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat
Definisi Perubahan Sosial menurut
para sosiolog & Antropolog
 William F.Ogburn : ruang lingkup perubahan sosial
meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material
maupun yang inmaterial yang ditekankan adalah
pengaruh besar unsur kebudayaan material
terhadap unsur-unsur inmaterial.
 Kingley Davis. Perubahan sosial ; sebagai
perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi
masyarakat.misalnya timbulnya pengorganisasian
buruh dalam masyarakat kapitalis, telah
menyebabkan perubahan dalam hubungan buruh
dan majikan.
 Maclver, Perubahan sosial sebagai perubahan-
perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai
perubahan terhadap keseimbangan sosial
Definisi Perubahan Sosial………
 Gillin dan Gillin : perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-
cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi
geografis, kebudayaan materiil, komposisi pendudukideologi
maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru
dalam masyarakat
 Samuel Koenig, perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-
modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan mansuia yang
terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern.
 Selo Soemardjan : perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan didalam suatu masy, yang mempengaruhi sistem
sosialnya, termasuk didalam nya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku
diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.tekanan pada
definisi tersebut terletak pada lembaga kemasyarakatan sebagai
himpunan pokok manusia, yang kemudian mempengaruhi segi-segi
struktur masyarakat lainya.
Teori Perubahan Sosial :
 Para Ahli filsafat, sejarah, ekonomi dan sosiologi :
Kecendrungan Perubahan sosial merupakan gejala
wajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia.
 Ahli lain perubahan sosial terjadi karena adanya
perubahan dalam unsur-unsur geografis, bilogis,
ekonomis, atau kebudayaan
 Beberapa sosiolog berpendapat, bahwa ada kondisi
sosial primer menyebabkan terjadinya perubahan (
misalnya kondisi ekonomi,teknologis atau biologis)
Wlliam F.Ogburn menekan pada kondisi teknologis.
Hubungan antara perubahan sosial dan
perubahan kebudayaan

 Kingsley Davis : berpendapat bahwa perubahan sosial


merupakan bagian dari perubahan kebudayan. Perubahan
kebudayan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu
pengetahuan, teknologi, filsafat, dan seterusnya, bahkan
perubahan-peribahan dalam bentuk serta aturan organisasi
sosial.
 Sebagai contoh dikemukakan perubahan logat bahasa Aria
setelah terpisah dari induknya. Akan tetapi perubahan tersebut
tidak mempengaruhi organisasi masyarakatnya.
 Perubahan-perubahan tersebut lebih merupakan perubahan
kebudayaan ketimbang perubahan sosial.
Contoh :
 Perubahan dalam model pakaian dan kesenian dapat terjadi
tanpa mempengaruhi lembaga-lembaga kemasy atau sistem
sosial, namun sukar dibayang terjadinya perubahan-perubahan
sosial tanpa didahulu oleh suatu perubahan kebudayaan
 Lembaga – lembaga kemasyarakatan seperti ; keluarga,
perkawinan, hak milik perguruan tinggi atau negara akan
mengalami perubahan apapun bila tak didahului oleh perubahan
fundamental didalam kebudayaan.
 Suatu perubahan sosial dalam bidang tertentu tidak mungkin
berhenti pada satu titik karera perubahan bidang lain akan
segera mengikutinya. Ini disebabkan karena struktur lembaga-
lembaga kemasy sifatnya jalin menjalin. Apabila suatu negara
,mengubah undang-undang dasarnya atau bentuk pemerintah-
annya, perubahan kemudian terjadinya tidak hanya terbatas
pada lembaga-lembaga politik saja.
Perubahan sosial dan perubahan
Budaya
 Sebenarnya didalam kehidupan sehari-hari, acap
kali tidak mudah untuk menentukan letak garis
pemisah antara perubahan sosial dan perubahan
budaya
 Hal ini disebabkan tidak ada masyarakat yang tidak
mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak
mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam
masyarakat
 Hal itu mengakibatkan bahwa garis pemisah dida-
lam kenyataan hidup antara perubahan sosial dan
kebudayaan lebih sukar lagi untuk ditegaskan.
Biasanya antara kedua gejala itu dapat ditemukan
hubungan timbal balik dan sebab akibat.
Bentuk-bentuk perubahan :
1. Perubahan lambat (evolusi) dan perubahan
cepat (revolusi)
2. Perubahan kecil dan perubahan besar
3. Perubahan dapat berupa yakni :
 yang dikehendaki (intended change) atau perubahan
yang direncanakan (planned unintended change) dan
 perubahan yang tidak dikehendaki (unintended
change) atau perubahan yang tidak direncanakan
(unplanned change)
Contoh : akibat adanya perubahan
 Perubahan yang terjadi DIY sejak akhir kekuasaan belanda
sekaligus perubahan-perubahan yang dikehendaki dan tidak
dikehendaki .
 Perubahan yang dikehendaki menyangkut bidang politik dan
administrasi, yaitu suatu perubahan dari sistem sentralistik
autokratik ke desentralisasi demokratis, perubahan ini dipelopori
Sri Sultan Hamengku Bowono IX.
 Sebagai salah satu akibatnya timbul perubahan yang tidak
dikehendaki. Akan tetapi telah diperhitungkan oleh pelopor
perubahan, yaitu para pamong praja kehilangan wewenang
desa.
 Suatu keadaan yang tidak diharapkan dalam kerangka ini
adalah bertambah pentingnya dukuh-dukuh (bagian-bagian desa
atas dasar adminitratif) yang menyebabkan berkurangnya ikatan
antara kekuatan sosial yang merupakan masy desa, akibat lain
yang juga tidak diharapkan adalah hilangnya peranan kaum
bangsawan, secara berangsur-angsur sebagai warga kelas tinggi
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan
sosial dan kebudayaan

1. Sebab yang bersumber dalam masyakat sendiri.


1. Bertambah dan berkurang penduduk
2. Penemuan-pemuan baru.
3. Pertentangan-pertentangan (conflik) dalam masyarakat
4. Terjadinya pemberontakan atau revolusi didalam tubuh
masyarakat itu sendiri
2. Sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.
1. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan fisik yang ada
disekitar manusia.
2. Peperangan dengan negara lain
3. Pengaruh kecudayaan masyarakat lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya
proses perubahan.

a. Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan :


1. Kontak dengan budaya lain
2. Sistem pendidikan yang maju
3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan
maju
4. Toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang
5. Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
6. Penduduk yang heterogen
7. Ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan
8. tertentu
9. Orientasi ke muka
10. Nilai meningkatkan tarap hidup.
b. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya
perubahan :
1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat-
masyarakat lainya
2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
3. Sikap masyarakat yang tradisionalistis
4. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah
tertanam dengan kuat atau vested interest
5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi
kebudayaan
6. Prasangka terhadap hal-hal yang baru/asing.
7. Hambatan ideologis
8. Kebiasaan
9. Nilai pasrah
Proses-proses perubahan sosial dan
kebudayaan
1. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan:
a. Keserasian dalam masy (social equilibrium) merupakan keadaan yang
didam-idamkan dalam masy. Dengan keserasian dalam masy dimaksud
sebagai suatu keadaan dimana lembaga-lembaga kemasy yang pokok
berfungsi saling mengisi.
b. Suatu perbedaan dapat diadakan antara penyesuaian dari lembaga-
lembaga kemasy dan penyesuaian individu dalam masy. Yang pertama
menunjuk pada suatu keadaan , dimana masy berhasil menyesuaikan dgn
lembaga-lembaga kemasy dengan keadaan yang mengalami perubahan
sosial , sedang yang kedua menunjukan pada usaha-usaha individu untuk
menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga kemasy yang telah diubah
atau diganti.
2. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan
Saluran-saluran yang dilalui oleh suatu perubahan dalam masy pada
umumnya adalah lembaga-lembaga kemasyrakatan dalam bidang
pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, rekreasi dan seterusnya.
Lembaga kemasyarakatan mana yang marupakan titik tolok, tergantung
cultur fucus masyarakat pada suatu masa yang tertentu.
3. Disorganisasi(Disintegrasi) dan Reorganisasi (Reintegrasi)
a. Organisasi merupakan artikulasi dari bagian-bagian yang
merupakan bagian dari satu kebulatan yang sesuai dengan
fungsinya masing-masing
b. Disorganisasi atau disintegrasi adalah proses berpudarnya norma-
norma dan nilai-nilai dalam masyarakat, dikarenakan adanya
perubahan-perubahan yang terjadi dalam lembaga-lembaga
kemasyrakatan.
c. Reorganisasi atau reintegrasi adalah proses pembentukan norma-
norma dan nilai-nilai baru agar sesuai dengan lembaga-lembaga
kemasyarakatan yang mengalami perubahan. Reorganiassi
dilaksanakan apabila norma-norma dan nilai yang baru telah
melembaga (Institutionalized) dalam diri warg adalam diri warga.
Berhasil tidaknya proses pelembagaan tersebut dalam masyarakat,
menngikuti formula sebagai berikut :

( Efektivitas (kekuatan menentang


Pelembagaan menanam) dari masyarakat)
------------------ = ------------------------------------------------
(Institutionalized) kecepatan menanam
4. Didalam masyarakat sering ketidakserasian dalam perubahan-
perubahan unsur masyarakat atau kebudayaan.
Ketidak serasian diatas menimbulkan apa yang dinamakan
ketertingalan budaya (Cultur Lag)
Arah Perubahan (Direction of Change)

 Apabila seseorang mempelajari perubahan


masyarakat, perlu diketahui ke arah mana
perubahan tersebut itu bergerak.
 Gerak Perubahan ; yakni perubahan berge-
rak meninggalkan faktor yang diubah. akan
tetapi, setelah meninggalkan faktor itu, mung-
kin perubahan bergerak kepada suatu bentuk
yang sama sekali baru, akan tetapi mungkin
pula bergerak kearah suatu bentuk yang
sudah ada didalam waktu yang lampau.
Modernisasi
 Didalam proses modernisasi tercakup suatu transfor-
masi total dari kehidupan total dari kehidupan bersa-
ma yang tradisional atau pramodern dalam artian
teknologis serta organisasi sosial, kearah pola-pola
ekonomis dan politis yang menjadi ciri negara-
negara Barat yang stabil.
 Syarat-syarat modernisasi :
1. Cara berpikir ilmiah
2. Sistem administrasi negara yang baik
3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur
4. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat
5. Tingkat organisasi yang tinggi
6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan social planning