Anda di halaman 1dari 17

REFERAT

INVERSIO UTERI
OLEH
NAOMI HELDA UAGA, S.Ked
0120840192

PEMBIMBING
dr. FITRI RIA DINI PRAJAWIDYAWATI,Sp.OG
LATAR BELAKANG
Penyebab kematian maternal cukup kompleks salah satunya adalah perdarahan post
partum
Yang termasuk etiologi perdarahan post partum adalah atonia uteri, retensio plasenta,
trauma jalan lahir, inversio uteri, ruptur uteri dan gangguan sistem pembekuan darah .

Inversio uteri adalah kasus yang jarang, tetapi masih merupakan salah satu
penyebab dari perdarahan pasca persalinan dini.
inversio uteri dilaporkan pertama kali dalam kepustakaan avuverde, yaitu sistem
kesehatan hindu (2500-600 SM). Hipocrates adalah orang yang pertama kali mengetahui
dan menamakan inversio uteri (460-370 SM).

Para ahli sepakat bahwa inversio uteri merupakan kasus yang serius dan
merupakan kasus kedaruratan obstetri, oleh karena dapat menimbulkan syok
bahkan sampai menimbulkan kematian.
Tujuan penulisan referat ini adalah
untuk mengetahui gejala dan
tanda-tanda serta penanganannya
yang adekuat terhadap inversio
uteri sehingga resiko morbiditas dan
mortalitas dapat dikurangi.
DEFINISI

• Inversio uteri berarti uterus terputar balik,


sehingga fundus uteri terdapat dalam vagina
dengan selaput lendir disebelah luar.
• Inversio uteri mengacu pada turunnya fundus
uterus ke atau melalui serviks, sehingga
rahim secara harfiah berbelok kedalam.
• Inversio uteri terdiri dari inversio uteri
komplet dan inkomplit.
• Bila uterus yang terputar balik itu sampai
keluar dari vulva, inversio prolaps.
KLASIFIKASI

Inversio uteri akut

Inversio uteri Kronik


EPIDEMIOLOGI

Kematian karena inversio Insiden inversio uteri


uteri telah dilaporkan Insidensi sangat bervariasi
bervariasi, dan dalam 3
sebanyak 15%. Namun, di dari 1 per 1.584
laporan yang berjumlah
negara-negara dengan pengiriman hanya sampai
sekitar 116.500 pelahiran,
sumber daya tinggi 1 per 20.000 pengiriman
Insiden ini berkisar 1
sekarang sangat langka, dalam studi berbasis
dalam 3000 (Achanna,
mungkin karena populasi baru-baru ini di
et.all.,2006; Baskett,2002;
identifikasi sebelumnya Belanda.
Platt dan Druzin, 1981).
dan manajemen yang
tepat
ETIOLOGI
Penyebab spontan : Tindakan : Lainnya

• Pada inversio uteri non-


• Tali pusat pendek • Tarikan berlebihan pada tali obstetri, tumor yang berada
• Implantasi fundus plasenta pusar pada daerah fundum biasanya
• Adanya tekanan berlebihan menjadi penyebabnya.
• Retensio plasenta dan
perlekatan abnormal dari pada fundus sebelum
plasenta pemisahan plasenta
• Endometritis kronis (Maneuver Crede)
• Kelahiran pervaginam setelah • Tarikan cepat sebelum
operasi caesar sebelumnya pemisahan plasenta
• Atonia uterus • Penarikan plasenta yang
terburu-buru
• Ukuran janin sangat besar
• Polihidramnion
• Kanalis cervikalis yang longgar
• Riwayat inversio uteri
sebelumnya serta
• Penggunaan obat antepartum
tertentu seperti magnesium
sulfat (obat tocolysis)
GAMBARAN KLINIS

Inversio uteri ditandai dengan adanya syok, nyeri


perut disertai perdarahan (hampir dalam 94% kasus).

Stadium 1 : Stadium 2 :
Stadium 3 : Stadium 4 :
Inversio uteri Inversio
Fundus Inversio uteri
tetap berada lengkap,
terbalik dan dinding
dalam fundus
menonjol vagina
rongga melalui leher
melalui vulva melalui vulva
rahim. rahim
Gambar 1. Stadium inversio uteri
DIAGNOSA

Gambaran Klinis

Pemeriksaan Penunjang

•MRI
•USG
PENATALAKSANAAN
INTERVENSI MANUAL
• Manual reduction (Johnson manoeuvere)
• Teknik hidrostatik O'Sullivan
INTERVENSI BEDAH
• Abdominal : Haultain dan Huntington dan Vaginal :
Kustner (forniks posterior) dan spinelli (forniks anterior)
• Laparatomi
• Histerektomi
Manual reduction of
Uterus:
•Form a fist or grasp the
uterus and push it through
the cervix of a lax uterus
towards the umbilicus to its
normal position.
•Use the other hand to
support the uterus. (Johnson
manoeuvere)
Teknik hidrostatik O'Sullivan

•Trendelenburg position.
•Place the nozzle of the tube in the
posterior fornix.
•An assistant start the fluid with full
pressure (at least 2m high)
•Fluid escape is prevented by blocking
the introitus by using the labia and
operator’s hand.
•The fluid distend the vagina, relieves
the mild cervical constriction and result
in correction or replacement of the
inverted uterus.
KOMPLIKASI
• Perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri
• Syok hipovolemik dan semua konsekuensinya
• Syok vasovagal (karena sakit parah)
• Endometritis (sepsis)
• Infeksi adneksa
• Nekrosis adneksa (indung telur) karena kompresi ovarium
saat uterus masuk ke dalam
• Kerusakan pada usus / septik ileus paralitik5
PROGNOSIS

• Semakin lambat keadaan ini teridentifikasi dan diobati,


semakin buruk pula prognosisnya. Namun, jika penderita
inversio uteri dapat bertahan selama 48 jam, prognosis
berangsur baik.
KESIMPULAN
• Inversi uteri merupakan kasus yang jarang terjadi namun
termasuk dalam kasus kegawat daruratan obstertri.
• Hindari faktor-faktor penyebab terjadinya inversi uteri
terutama berhubungan dengan kesalahan penolong.
• Kenali gambaran klinis dari inversi uteri agar di bedahkan
dengan kasus lainnya.
• Manajamen awal dapat dilakukan dengan metode
manouver Jhonson.
• Pada kasus yang kronik perlu tindakan operasi dengan
metode Abdominal : Haultain dan Huntington Vaginal :
Kustner spinelli.
• Pada penanganan kasus yang lambat dapat memicu
terjadinya komplikasi yang fatal.
• Diagnosis secara dini dapat mengurangi angka morbiditas
dan mortalitas.
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH