Anda di halaman 1dari 21

FRAUD

Asistensi Pertemuan ke-4

1 Prepared By Raka Fauzan Akbar


 Pada dasarnya, entitas perlu menciptakan sebuah
pengendalian internal yang baik, guna mencegah adanya fraud
dan error yang dapat menyebabkan adanya RSSM pada LK
 Namun, ketika sudah dibentuk I/C yang baik, jikalau subjek
pelaksana I/C secara bersama-bersama berniat melakukan
kecurangan, bagaimana hal ini dijelaskan ?

2 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Perbedaan Mendasar Fraud dan Error
 Fraud
 Tindakan opportunistik yang disengaja untuk melakukan sebuah
tindakan yang salah  ada niat jahat
 Error
 Tidakan non-opportunistik yang tidak disengaja, termasuk
kealpaan berkenaan dengan angka atau pengungkapan  tidak
ada niat jahat

Error lazimnya terendus dan terdeteksi oleh I/C, fraud justru


‘memotong’ atau mematikan sistem I/C.

3 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Fraud
 ISA 240
 An intentional act by one or more individuals among management,
TCWG, Employees, or third parties, involving the use of deception
to obtain an unjust or illegal advantages
 Perbuatan yang disengaja oleh satu orang atau lebih dalam tim
manajemen, pengawas, karyawan, pihak ketiga, dengan cara menipu
untuk memperoleh keuntungan yang tidak halal (melawan hukum)

4 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Mengapa auditor gagal mendeteksi
fraud ?
 Tidak memahami dengan baik klien, bisnisnya, dan
industrinya
 Transaksi normalnya apa
 Apakah ada transaksi yang bersifat anomali
 Transaksi yang tidak ada  Ex: Penyisihan dll
Bagaimana kapasitas pendapatan klien <---> indutri; kondisi I/C dan tata
kelola
 Hal-hal kecil yang lolos dari pengamatan auditor

5 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Apa yang perlu dilakukan auditor ?
 Sudut pandang auditor
 Untuk mengidentifikasi dan menilai RSSM dari laporan keuangan
terhadap adanya fraud
 Untuk mencari bukti audit yang cukup dan tepat dalam menilai
RSSM yang dikarenakan fraud
 Melakukan desain dan mengimplementasikan respon yang cukup
atas dideteksinya sebuah fraud
Sehingga dalam kejadian adanya fraud, maka audit program perlu
didesain khusus supaya fraud dapat dideteksi dan direspon dengan
baik; merubah pendekatan audit untuk menguji pada poin yang
beresiko tinggi.

6 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Fraudulent Financial Reporting
 Achieved by:
 Manipulation accounting records
 Misrepresentation significant information
 Misapplication of accounting principles
 Inappropriate classification or disclosure in the account

7 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Some Manipulative Action
 Transaksi fiktif
 Boosting profit
 Aset entitas disajikan overstated
 Income Smooting diraih dengan cara melakukan provisi dan
dikeluarkan di periode mendatang

8 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Mengetahui motif dalam melihat
indikasi adanya fraud
 Beberapa tekanan untuk menyajikan laporan keuangan yang
keliru:
 Mendapatkan kinerja keuangan yang buruk, membuatnya
semakin buruk  CKPN Bank
 Adanya tekanan dari ekspektasi pasar atas kinerja laba  meet
market expectation
 Ingin menyajikan laba yang konsisten terus tumbuh
 Setelah adanya akuisisi, tetap menginginkan terlihat ‘cantik’
 Tidak mengingkan P/S mengetahui masalah-masalah yang ada

9 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Fraud Triangle
 Intensive / Pressure
 Adanya suatu tekanan yang dinilai sebagai main reason
dilakukannya aktivitas fraud
 Opportunities
 Terdapat kesempatan untuk dapat melaksanakan ativitas fraud
 Attitudes / Rationalization
 Berfikir bahwa tindakan yang dilaksanakan ‘dianggap wajar’ oleh
komunitas

10 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Prosedur Penilaian Resiko Dalam
Fraud
 Auditor perlu diskusi mendetail dengan TCWG tentang
pendekatan audit guna mendeteksi fraud
 Mendapatkan informasi dari manajemen dan internal auditor
atas adanya / potensi fraud
 Menanyakan bagaimana entitas melakukan prosedur penilaian
resiko atas adanya fraud

11 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Jika sudah mengidentifikasi RSSM dari
fraud, maka prosedur audit perlu
disesuaikan, dengan cara:
 Meningkatkan ruang lingkup dan variasi dari tes yang dilakukan
 Uji pengendalian
 Uji substantif
 Kalau perlu menguji populasi; bukti audit harus sangat mendukung

 Memberikan penugasan kepada staf yang terkualifikasi


 Melakukan prosedur audit yang tidak terprediksi
 Fokuskan pada area yang subjektif, yangmana kemungkinan
dipengaruhi oeleh judgement management
 Berikan perhatian pada area I/C yang terdapat management
override
12 Prepared By Raka Fauzan Akbar
Auditors limitation
Auditors argue they cannot guarantee detection of all frauds
and errors because of:
 Inherent limitations in audit techniques and tests.
 Deceit, collusion and other means to conceal fraud make
detection difficult.
 Audit evidence is that required to form an opinion and not
specifically to find fraud.

13 Prepared By Raka Fauzan Akbar Dalam Adelia Budiarto Slide


Obtaining audit evidence
 Problems in obtaining audit evidence arise where:
 external or auditor-generated evidence is not available.
 the lack of evidence relates to material or unusual or complex transactions.
 the lack of evidence results from managerial action.
 Once auditors have ascertained that fraud might be taking place they
decide on appropriate action:
 confirm understanding of facts, nature of fraud and likely magnitude to aid
determination of additional audit tests.
 discuss the fraud or error with senior management, directors or audit
committee.
 If fraud has been discovered, auditors should:
 ask directors to consider changing financial statements.
 ask management to determine the extent of fraud or error.
 assess the impact on other audit work.

14 Prepared By Raka Fauzan Akbar Dalam Adelia Budiarto Slide


Going Concern

G/C  Going Concern


A/P  Action Plan

15 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Opini tanpa Opini
modifikasi modifikasi

Ya Tidak
Tidak

Wajar/Tidak A/P
Apa ada
yang ada ?
masalah
G/C ?

Ya Ada A/P dari


Ya
manajemen ?

Disuruh Tidak
16 Prepared By Raka Fauzan Akbar Tidak
bikin A/P mau
Tanda-Tanda Entitas Mengalami
Masalah Going Concern
 Menghasilkan arus kas negatif
 Mendapati kerugian berturut yang signifikan
 Hutang yang besar dan ada permasalahan pembayaran
 Memiliki net liabilities
 Negosiasi yang alot dengan debitur
 Penundaan pembayaran kewajiban
 Reorganisasi karyawan
 Adanya penurunan market share yang signifikan
 Beberapa pelanggan besar bankrut
 Adanya penjualan aset besar-besaran

17 Prepared By Raka Fauzan Akbar


Going Concern
 Directors’ responsibilities include determining whether a
company is a going concern.
 Auditor should responsible to the firm’s going concern for 12
months. They should determine how directors concluded the
company is a going concern, and assess the logic, rationale and
strength of information used.
 Auditors obtain written confirmation of directors’
representations about going concern.

18 Prepared By Raka Fauzan Akbar Dalam Adelia Budiarto Slide


Auditor should
 Make enquiries of directors and examine appropriate
available financial information.
 Having regard to the future period to which the directors
have paid particular attention, plan and perform procedures
specifically designed to identify any material matters that
could indicate concern about the entity’s ability to continue
as a going concern.
 When planning, auditors should:
 assess business/inherentand control risk.
 perform analytical procedures.

19 Prepared By Raka Fauzan Akbar Dalam Adelia Budiarto Slide


Doubt about Going Concern
Assumption
 Financial indicators  net liability position, debt, loss
 Operational indicators  management plan, market issues,
HR
 Others  attorneys, law changes, disaster

20 Prepared By Raka Fauzan Akbar Dalam Adelia Budiarto Slide


Going concern in audit process stages
 Risk assessment
 Assess
 Review
 Warning
 Risk response
 Identify, evaluate, review event
 Find evidence
 Reporting
 Determine the going concern
 Management representation

21 Prepared By Raka Fauzan Akbar Dalam Adelia Budiarto Slide