Anda di halaman 1dari 20

TEXT BOOK READING

ENSEFALOPATI HIPERTENSI

Dr. Muttaqien Pramudigdo, Sp.S


LATAR BELAKANG

Hipertensi : penyebab kematian


ke-3 di Indonesia

Prevalensi semakin meningkat :


8,3% (2001) ; 27,5% (2004) ; 31%
(2007)

Risiko komplikasi 
kardiovaskuler, serebrovaskuler,
ginjal, mata, hipertensi berat
Hipertensi berat (>180/110 mmHg)

HT urgensi : tanpa kerusakan


organ
HT emergensi : kerusakan organ +

Ensefalopati hipertensi  adanya


gangguan otak akibat HT,
reversibel dengan pengobatan
adekuat
Pengertian EH

 Ensefalopati hipertensi (EH)  keadaan


neurologi akut akibat peningkatan TD tiba2
 Klinis : cephalgia, gelisah, penurunan kes,
penurunan visus, tanda2 neurologis fokal
 Reversibel dengan pengobatan
 Pengobatan tidak adekuat  komplikasi
Etiologi

 Hipertensi lama   Siklosporin dosis tinggi


paling sering  Katekolamin
 GNA  Rekombinan
 Eklamsia eritropoietin
 Feokromositoma  Oklusi arteri renalis
 Stop obat anti HT,  Atheroembolic renal
terutama α-agonist
Patofisiologi

 Erat kaitannya dengan autoregulasi otak


(mean arterial pressure & cerebral blood flow)

Gambar 1.
Autoregulasi
tekanan dan
aliran darah
otak
Patof 1 : Reaksi autoregulasi
berlebihan
Patof 2 :reaksi autoregulasi
berlebihan
Gambaran Klinis

 Anamnesis
 Gejala2 neurologis  cephalgia, mual, muntah,
penurunan kes, kejang
 Berlangsung perlahan (24-48 jam)
 Tanyakan  riwayat HT, penyakit ginjal, obat2an
 Pemeriksaan fisik
 KU/Kes
 TTV  TD > 180/110 mmHg
 Status generalis  kerusakan organ lain? Jantung
(peningkatan tekanan vena jugularis), ginjal
(edema anasarka), mata (edema papil, perdarahan
retina)
 Status neurologis  tanda2 neurologis fokal
 Pemeriksaan penunjang
 Faal ginjal
 Urinalisis
 EKG
 X-foto thorax
 CT-scan/ MRI
MRI pasien dengan EH : A, B, C (saat baru
masuk RS) ; D, E, F (setelah 12 hari perawatan)
 Diagnosis banding
 Stroke
 Perdarahan intrakranial
 Ensefalitis
 Massa intrakranial
 Diagnosis pasti  perbaikan gejala klinis
setelah kontrol tekanan darah
Tatalaksana

 Talak umum  obat antihipertensi,


pengawasan ketat, ICU, kontrol MAP
(turunkan <25% dalam 1-2 jam)
 Obat2an lain  anti kejang, manitol
 Pengawasan jangka panjang  kontrol
tekanan darah, perubahan life style,
pengawasan organ risiko komplikasi
Komplikasi

 Koma  kematian
 Stroke
 Nefropati
 infark/ iskemik miokardium
 Neuropati
 Retinopati
Prognosis

 Umunya baik  pengobatan adekuat akan


segera mengalami perbaikan
 Angka kematian relatif jarang, yaitu sekitar
5%
DAFTAR PUSTAKA
 Rahajeng, E., & S. Tuminah. 2009. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di
Indonesia. Majalah Kedokteran Indonesia, 59(12): 580-7.
 Depkes RI. 2010. Hipertensi Penyebab Kematian NomorTiga. Diambil dari:
http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/810-hipertensi-penyebab-
kematian-nomor-tiga.html%20%5B2. Diakses tanggal 8 Mei 2013.
 Fauci, A. S., D. L. Kasper, D. L. Longo, E. Braunwald, S. L. Hauser, J. L. Jameson, et
al. 2008. Hypertensive Vascular Disease. In : Harrison’s: Principles of Internal
Medicine. 17th Edition. McGraw-Hill’s.
 Malaysian Society of Hypertension. 2008. Clinical Practice Guidelines: management
of Hypertension. 3rd Edition. Putrajaya: Medical Development Division of Malaysia.
 Cuciureanu, D. 2007. Hypertensive Encephalopathy: Between Diagnostic Error and
Reality. Romanian Journal of Neurology, 4(3): 114-7.
 Bonovich, D. C. 2008. Chapter 9: Hypertension and Hypertensive Encephalopathy.
Diakses dari:
http://neurologiauruguay.org/home/images/hypertension%20and%20hypertensive
%20encephalopathy.pdf. Diakses tanggal 4 Mei 2013.
 Susanto, I. 2003. Hypertensive Encephalopathy. Diakses dari:
http://emedicine.medscape.com/article/166129-overview. Diakses tanggal 4 Mei
2013.
 Majid, A. 2004. Krisis Hipertensi: Aspek Klinis dan Pengobatan. Diambil dari:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1999/1/fisiologi-
abdul%20majid.pdf.Diakses tanggal 4 Mei 2013.
 Thambisetty, M., V. Bioussec, & N. J. Newman. 2003. Hypertensive brainstem
encephalopathy: clinical and radiographic features. Journal of the Neurological
Sciences, 208: 93-9.
 Amraoui, F., G. A. van Montfrans, & B. J. H. van den Born. 2010. Value of retinal
examination in hypertensive encephalopathy. Journal of Human Hypertension,
24:274-9.
 Shintani, S., T. Hino, S. Ishihara, S. Mizutani, & T. Shiigai. 2008. Case report:
Reversible brainstem hypertensive encephalopathy (RBHE): Clinicoradiologic
dissociation. Clinical Neurology and Neurosurgery, 110: 1047-53.
 Haubrich, C., M. Mull, J. Hecklinger, J. Noth, & F. Block. 2001. Hypertensive
encephalopathy with a focal cortical edema in MRI. Journal Neurology, 248: 900-
2.
 Deguchi, I., A. Uchino, H. Suzuki, & N. Tanahashi. 2012. Case Report : Malignant
hypertension with reversible brainstem hypertensive encephalopathy and
trombothic microangiopathy. Journal of Stroke and Cerebrovascular Disease,
21(8): 915e17-20.
 Cline, D.M., & A. Amin. 2008. Drug Treatment for Hypertensive Emergencies:
New Comcepts and Emerging Technologies for Emergency Physicians.
Emergency Medicine Cardiac Research and Educational Group. Volume 1: 1-9
TERIMA KASIH