Anda di halaman 1dari 29

Asuhan Pada Bayi

Usia 2 – 6 Hari
Objekftif Peserta

Setelah mengikuti pokok bahasan ini


Peserta mampu :
• Menguraikan mengenai pangkajian fisik
bayi baru lahir dengan tepat.
• Menjelaskan mengenai penampilan dan
perilaku bayi baru lahir dengan tepat.
• Menguraikan mengenai rencana asuhan 2-6
hari dengan tepat.
SUMBER PUSTAKA

• Saifuddin, Abdul Bari. 2001. Buku Acuan Nasional


Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta :
YBP-SP.
• PUSDIKNAKES-WHO-JHPIEGO. 2003. Panduan
Pengajaran Asuhan Kebidanan (Buku 5 Asuhan Bayi Baru
Lahir). Jakarta.
• JPN-KR. 2002. Buku Acuan APN. USAID. .Jakarta.
• Varney.1997.Varney’s Midwifery. New York.
• Depkes, R.I. 1999. Asuhan Bayi Baru Lahir Standar
Pelayanan Kebidana. Jakarta : Depkes, R.I.
PENGKAJIAN FISIK
BAYI BARU LAHIR

• pemeriksaan awal yang dilakukan terhadap


bayi setelah berada di dunia luar yang
bertujuan untuk mengetahui apakah bayi
dalam keadaan normal dan memeriksa
adanya penyimpangan/kelainan pada fisik,
serta ada atau tidaknya refleks primitif.
• dilakukan setelah kondisi bayi stabil, 1 jam
setelah lahir dan dalam 1 jam dilakukan
pem. Fisik Lengkap
Lanjutan . ....
• menjaga agar bayi
tidak mengalami
hipotermi dan trauma
dari tindakan yang
kita lakukan
Pengkajian Fisik Bayi Baru Lahir

Pengkajian pada bayi baru lahir antara lain:


• Riwayat : persalinan dan neonatal
• Tanda-tanda vital
• Keadaan umum : kepala, badan dan
ekstremitas, tonus otot dan aktifitas, warna
kulit dan bibir, serta tangisan bayi
Hal-hal penting
pada pemeriksaan bayi baru lahir

• Gunakan tempat yang hangat dan bersih untuk


pemeriksaan
• Cuci tangan
• Bersikap lembut pada waktu memeriksa bayi
• Lihat, dengar dan rasakan tiap-tiap daerah
pemeriksaan
• Jika ditemukan factor risiko atau masalah,
carilah bantuan lebih lanjut
• Rekam hasil setiap pemeriksaan dan tindakan
• Jika dalam 1 jam, bila
bayi tidak mengalami
masalah apa pun,
lakukanlah pemeriksaan
fisik secara lengkap
Penampilan dan Perilaku
Bayi Baru Lahir
Penampilan BBL
Ukuran :
• Menimbang berat badan bayi : berat rata-
rata bayi 2500-4000 gram
• Mengukur lingkar kepala : rata-rata 35
cm.
• Mengukur panjang bayi : panjang rata-
rata bayi 48-51 cm
• Mengukur lingkar dada.
Lanjutan 1 . . . . .
Verniks
• Cairan keputih-putihan, keabu-abuan, kekuning-
kuningan, berminyak dan berlendir.
• Fungsi : melindungi suhu tubuh bayi
Ubun-ubun
• Ukuran variasi, tidak ada standar.
• Merupakan titik lembut pada bagian atas kepala
bayi di tempat tulang tengkorak yang belum
sepenuhnya bertemu.
• Tulang tengkorak baru menyatu : dua tahun.
Lanjutan 2 . . . . .
Warna kulit dan kuku
• Masih di dalam rahim : merah muda
• Saat lahir : kebanyakan berwarna biru atau unu merah muda.
• Sebab : sianosis pada saat kelahiran. Segera setelah bernafas,
berubah menjadi merah muda.
Bentuk kepala
• Bentuk kepala : diameter kepala bayi mengecil karena tulang
kepala tergencet panggul dan saling bertindih.
• Molase (alamiah) : kepala akan kembali normal 24-48 jam
post partum.
• Molase  tergantung lamanya persalinan.
Mata
• Kebanyakan bayi lahir dengan mata agak cembung akibat
tekanan alamiah selama persalinan  mengempis setelah
beberapa hari.
Perilaku Bayi Baru Lahir

Tersedak dan bersin


• Tersedak
• Normal  kontraksi diafragma primitif (sekat rongga
badan antara dada dan perut) yang mendadak dan tidak
teratur, yang belum benar-benar bisa menarik dan
mengeluarkan napas dengan ritme teratur.
• Tersedak : tanda bahwa otot-otot pernapasan diantara
tulang iga, diafragma dan perut makin kuat dan mencoba
bekerja sama.
• Bayi sensitif terhadap sinar terang dan bersin jika
membuka matanya untuk beberapa hari pertama  cahaya
menstimulasi saraf yang menuju ke hidung dan mata.
Lanjutan……….

Bersin
• Lapisan hidung sensitif, diperlukan untuk
membersihkan lubang hidung, mencegah debu
agar tidak masuk ke dalam paru-paru.
Napas
• Kecepatan sekitar 40x tarikan napas/menit untuk 1
atau 2 hari pertama.
• Usia beberapa bulan : turun menjadi 25 x/menit.
• Bayi baru lahir : paru-paru kecip, napas dangkal
 paru-paru bayi (proporsional) lebih kecil
dibanding ukuran tubuhnya.
Refleks
 gerakan naluriah untuk
melindungi bayi.
 Refleks pada 24-36 jam
pertama post partum :

Refleks glabellar
 Ketuk daerah pangkal
hidung secara pelan
dengan menggunakan
jari telunjuk. Bayi akan
mengedipkan mata pada
4 sampai 5 ketukan
pertama.
Refleks hisap
• Benda menyentuh
bibir  disertai refleks
menelan.
• Tekanan pada mulut
bayi pada langit bagian
dalam gusi atas timbul
isapan yang kuat dan
cepat.
• Dilihat pada waktu
bayi menyusu.
Refleks genggam
• Dengan meletakkan jari
telunjuk pada palmar,
tekanan dengan gentle,
normalnya bayi akan
menggenggam dengan
kuat
• Jika telapak tangan bayi
ditekan  bayi
mengepalkan tinjunya
Refleks mencari (rooting)
• Bayi menoleh ke
arah benda yang
menyentuh pipi.
• Misalnya :
mengusap pipi bayi
dengan lembut 
bayi menolehkan
kepalanya ke arah
jari kita dan
membuka mulutnya.
Refleks babinsky
• Gores telapak kaki ,
dimulai dari tumit, gores
sisi lateral telapak kaki ke
arah atas kemudian
gerakkan jari sepanjang
telapak kaki. Bayi akan
menunjukkan respon
berupa semua jari kaki
hyperekstensi dengan ibu
jari dorsifleksi
Refleks Moro
• Timbulnya pergerakan
tangan yang simetris
apabila kepala tiba-tiba
digerakkan atau
dikejutkan dengan cara
bertepuk tangan.
• Fungsi : menguji
kondisi umum bayi
serta kenormalan
system saraf pusatnya.
Refleks berjalan
Bayi menggerak-
gerakkan tungkainya
dalam suatu gerakan
berjalan atau melangkah
jika diberikan dengan
cara memegang
lengannya sedangkan
kakinya dibiarkan
menyentuh permukaan
yang keras.
Refleks merangkak
 Jika ditengkurapkan, karena tungkainya masih bergulung.

Refleks muntah
 Refleks yang langsung muncul jika terlalu banyak cairan
yang tertelan. Lendir atau mukus akan dikeluarkan untuk
membersihkan saluran nafas..
 Menunjukkan fungsi neurology glosofaringeal dan syaraf
fagus normal

Refleks mengeluarkan lidah


 Apabila diletakkan benda-benda di dalam mulut, yang
sering dikira bayi menolak makanan atau minuman.
Tidur
 Bayi cukup bulan : sebagian besar
waktu untuk tidur (60%)

Kesiagaan-penglihatan dan
pendengaran.
 BBL dapat melihat dan fokus hanya
dengan jarak pandang 20-25 cm dari
wajahnya
RENCANA ASUHAN
BAYI 2 – 6 HARI
 Minum.
 BAB.
 BAK.
 Tidur.
 Kebersihan kulit.
 Keamanan.
 Tanda – tanda bahaya.
 Penyuluhan sebelum bayi pulang.
 Tinja / kemih  tidak berkemih dalam
24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua,
ada lender atau darah pada tinja.
 Aktivitas  menggigil atau tangis tidak
biasa, sangat mudah tersinggung,
lemas, terlalu mengantuk, lunglai,
kejang, kejang halus, tidak bisa tenang,
menangis terus menerus.

Cari pertolongan medis SEGERA jika


timbul hal diatas.
Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai
pada bayi baru lahir.

 Pernafasan  sulit atau lebih dari 60 kali permenit.


 Kehangatan terlalu panas  > 37,5° c atau terlalu dingin
 < 36,5ºc
 Warna kuning  terutama pada 24 jam pertama, biru atau
pucat, memar.
 Pemberian makan  hisapan lemah , mengantuk
berlebihan, banyak muntah.
 Tali pusat  merah, bengkak, keluar cairan (nanah), bau
busuk, berdarah.
 Infeksi  suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan
atau nanah, bau busuk, pernafasan sulit.
PENANGANAN
• Beri ASI sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam (paling
sedikit setiap 4 jam) mulai dari hari pertama.
• Pertahankan agar bayi selalu dengan ibu.
• Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering dengan
mengambil popok dan selimut sesuai dengan keperluan.
Pastikan bayi tidak terlalu panas dan terlalu dingin ( dapat
menyebabkan dehidrasi, ingat bahwa kemampuan
pengaturan suhu bayi masih dalam perkembangan). Apa
saja yang dimasukkan kedalam mulut bayi harus bersih.
 Jaga tali pusat dalam keadaan bersih dan
kering.
 Peganglah, sayangi dan nikmati kehidupan
bersama bayi.
 Awasi masalah dan kesulitan pada bayi dan
minta bantuan jika perlu.
 Jaga keamanan bayi terhadap trauma dan
penyakit atau infeksi.
 Ukur suhu tubuh bayi jika tampak sakit atau
menyusu kurang baik.
Penyuluhan sebelum bayi pulang

 Perawatan tali pusat


 Pemberian ASI
 Jaga Kehangatan Bayi
 Tanda – tanda bahaya
 Imunisasi
 Perawatan harian atau rutin
 Pencegahan infeksi dan kecelakaan