Anda di halaman 1dari 13

Instalasi Penerangan

Tegangan Rendah 3 Fasa

 Kebutuhan penerangan suatu


industri merupakan beban listrik yang
besar yang akan mempengaruhi
besarnya tagihan listrik.

Untuk itu perlu didesain


penerangan listrik yang irit, efektif
dan efisien
Ada beberapa persyaratan dasar yang harus
dipenuhi suatu desain penerangan yang efisien
pemakaian listriknya yaitu :
a. Penetapan intensitas cahaya yang tepat
bagi ruangan
b. Pemakaian sumber cahaya paling efisien
untuk menghasilkan intensitas yang diperlukan
c. Pemusatan cahaya hanya pada tempat
dimana tugas tertentu sedang dilakukan.
d. Membatasi pemakaian cahaya hanya
didaerah dimana dibutuhan
Untuk itu diperlukan langkah-langkah
pengiritan listrik antara lain adalah :

a. Membatasi tingkat penerangan


(intensitas) yang lebih besar dari pada
yang diperlukan disemua tempat didalam
dan diluar gedung.
> dengan menurunkan ketinggian lampu`
b. Memakai lampu fitting (fixtures,
luminaires) yang lebih efisien dari pada
yang telah dipakai.
> menggunakan sedikit lampu dg daya yg
besar
c. Melakukan pengendalian secara
manual dan atau otomatis terhadap
berbagai peralatan penerangan
didaerah tertentu.
> Sakelar hrs mudah dijangakau
d. Melakukan perawatan secara teratur.
e. Melancarkan program "sadar listrik"
yang intensif bagi semua staf dan
karyawan untuk mendapatkan
partisipasi mereka yang aktif dalam
mengendalikan beban listrik bagi
penerangan.
JENIS INSTALASI LISTRIK

 Menurut Arus listrik yang dialirkan


1.Instalasi Arus Searah (DC)
2. Instalasi Arus Bolak-Balik (AC)

 Menurut Pemakaian Tenaga Listrik


1. Instalasi Penerangan (Cahaya)
2. Instalsi Tenaga (Mesin-mesin Listrik)
 Menurut Tegangan yang digunakan

1. Tegangan Rendah (110 V, 220V,


380V)
2. Tegangan menengah (20 kV)
3. Tegangan Tinggi (30, 70, 150 kV,
250 kV)
4. Tegangan Ekstra Tinggi (500 kV,
750 kV, 1000 kV)
Menurut jumlah penghantar fasa :
 Instalasi satu fasa : yaitu instalasi listrik
yang disuplai oleh satu jenis penghantar
fasa.
Jumlah penghantar dlm instalasi ada 3 yaitu
1 penghantar fasa, Netral dan Arde (ground)

 Instalasi tiga fasa : yaitu instalasi listrik yang


disuplai oleh tiga jenis penghantar fasa.
Jumlah penghantar dlm instalasi ada 5 yaitu
3 penghantar fasa, Netral, dan Arde`
Sumber Cahaya (Lampu)
1. Lampu Fluoresen
• Durasi pemakaian lampunya mencapai 8.000 jam,
• Lampu fluoresen menurut jenis temperatur
warnanya serta cara pemakaiannya dijelaskan
sebagai berikut:
a. Warm White (warna putih kekuning-kuningan)
dengan temperatur warna 3.300 K.
b. Cool White (warna putih netral) dengan
temperatur warna antara 3.300 K sampai dengan
5.300 K.
c. Daylight (warna putih) dengan temperatur
warna 5.300 K.
2. Lampu Pijar
• Keunggulannya antara lain :
a. Mempunyai nilai ”color rendering index” 100%
yang cahayanya tidak merubahwarna asli objek;
b. Mempunyai bentuk fisik lampu yang
sederhana, macam-macam bentuknya yang
menarik, praktis pemasangannya;
c. Harganya relatif lebih murah serta mudah
didapat di toko-toko;
d. Instalasi murah, tidak perlu perlengkapan
tambahan;
e. Lampu dapat langsung menyala;
f. Terang-redupnya dapat diatur dengan dimmer;
g. Cahayanya dapat difokuskan.
Kelemahan lampu pijar antara lain:
1. Mempunyai efisiensi rendah, karena energi
yang dihasilkan untuk cahaya hanya 10% dan
sisanya memancar sebagai panas (400°C);
2. Mempunyai efikasi rendah yaitu sekitar 12
lumen/watt;
3. Umur lampu pijar relatif pendek
dibandingkan lampu jenis lainnya (sekitar
1.000 jam);
4. Sensitif terhadap tegangan;
5. Silau.
Jenis Lampu pijar yang banyak dipakai
pada instalasi penerangan di industri :
Lampu Halogen
• Lampu halogen dibuat untuk mengatasi
masalah ukuran fisik dan struktur pada
lampu pijar dalam penggunaannya
sebagai lampu sorot, lampu projector,
lampu projector film. Dalam bidang-
bidang ini diperlukan ukuran lampu
yang kecil sehingga sistem pengendalian
arah dan fokus cahaya dapat dilakukan
lebih presisi
• Lampu halogen bekerja pada suhu 2.800°C
jauh lebih tinggi dari kerja lampu pijar yang
hanya 400°C, karena adanya tambahan gas
halogen, seperti iodium.
3. Neon Sign (Lampu Tabung)
• Bila pada kedua elektroda dipasang tegangan yang tinggi,
maka terjadi suatu cahayamerah yang dalam. Oleh karena di
dalam tabung diisi dengan gas neon, lampu tabung ini sering
disebut juga lampu neon.
• Pengisian pada tabung dengan jenis gas-gas yang lain dapat
menghasilkan beraneka warna-warni cahaya, sehingga lampu
ini banyak digunakan untuk keperluan hiasan dan iklan.
• Berbeda dengan jenis lampu pijar, lampu tabung tidak
menghasilkan cahaya dari filamen pijar, tetapi melalui proses
eksilasi gas atau uap logam yang terkandung di dalam tabung
gelas.
• Warna dari cahaya yang dipancarkan bergantung pada jenis
gas atau uap logam yang terkandung di dalam tabung.