Anda di halaman 1dari 24

TEKNIK AGITASI (PENGADUKAN)

Instruktur : Dr. Mulyazmi, S.T., M.T


TUJUAN
• Mampu menjelaskan jenis impeller terhadap pola
aliran dan daya pegadukan
• Mampu menjelaskan peengaruh kecepatan putar
terhadap daya pengadukan pada aliran fluida
• Mampu menjelaskan pengaruh ketinggian
terhadap waktu pencampuran pada fluida
dengan pewarna
• Mengetahui pola aliran dari berbagai jenis
impeller
PARAMETER
• Parameter tetap
Volume fluida : 4000 mL
Waktu : 20 sekon
Massa sekam : 15 gram
• Parameter peubah
Voltase : 3, 4, 4,5, 5
Tinggi impeller : 2,5, 5
Tanpa baffle dan baffle
• Parameter luaran
Rpm
Ampere
Pola aliran
Waktu pencampuran
Daya pengadukan
HASIL
Tabel 1. Hasil percobaan menggunakan impeller turbin, propeller, paddle dengan
baffle dan tanpa baffle di Udara
Non-Baffle Baffle Non-Baffle Baffle

Impeller jarak t (s) V (volt) P campuran P campuran


I (A) N (rpm) I (A) N (rpm)
(watt) (watt)

20 3 1,5 89 1,5 92 4,5 4,5


20 4 1,9 165 1,8 156 7,6 7,2
2,5
20 4,5 2,0 197 1,9 197 9 8,55
20 5 2,1 242 1,9 228 10,5 9,5
Turbin Besar
20 3 1,6 113 1,5 101 4,8 4,5
20 4 2,0 172 1,8 156 8 7,2
5
20 4,5 2,0 208 1,9 193 9 8,55
20 5 2,1 236 1,9 224 10,5 9,5
20 3 1,5 87 1,5 82 4,5 4,5
20 4 1,8 128 1,7 139 7,2 6,8
2,5
20 4,5 2 159 1,8 165 9 8,1
20 5 2,1 188 1,9 191 10,5 9,5
Turbin kecil
20 3 1,5 91 1,4 60 4,5 4,2
20 4 1,9 138 1,7 125 7,6 6,8
5
20 4,5 2 175 1,8 150 9 8,1
20 5 2,3 213 1,9 187 11,5 9,5
20 3 1,6 110 1,4 75 4,8 4,2

20 4 1,7 182 1,7 132 6,8 6,8


2,5
20 4,5 1,8 205 1,8 145 8,1 8,1

20 5 2 231 1,9 206 10 9,5


propeller besar
20 3 1,5 104 1,4 59 4,5 4,2

20 4 1,6 159 1,7 172 6,4 6,8


5
20 4,5 1,7 184 1,8 208 7,65 8,1

20 5 1,9 224 2 231 9,5 10

20 3 1,4 68 1,6 98 4,2 4,8

20 4 1,6 117 1,8 181 6,4 7,2


2,5
20 4,5 1,8 174 2 212 8,1 9

20 5 1,9 198 2,1 243 9,5 10,5


propeller kecil
20 3 1,5 94 1,4 72 4,5 4,2

20 4 1,7 143 1,7 127 6,8 6,8


5
20 4,5 1,7 172 1,8 154 7,65 8,1

20 5 1,9 210 1,9 202 9,6 9,5

20 3 1,5 97 1,6 103 4,6 4,5


20 4 1,8 154 1,9 176 7,2 6,8
2,5
20 4,5 2 190 2,1 206 9 8,55

20 5 2 219 2,2 232 10 10


paddle besar
20 3 1,5 78 1,5 88 4,5 4,8

20 4 1,9 141 1,7 132 7,6 7,6


5
20 4,5 2 184 1,9 174 9 9,45

20 5 2 210 2 198 10 11

20 3 1,5 84 1,4 83 4,5 4,5

20 4 1,7 127 1,7 142 6,8 7,2


2,5
20 4,5 1,8 170 1,8 184 8,1 8,55

20 5 2 203 1,9 213 10 9,5


paddle kecil
20 3 1,4 82 1,5 104 4,2 4,2

20 4 1,7 134 1,8 161 6,8 6,8


5
20 4,5 1,8 175 1,9 184 8,1 8,1

20 5 1,9 197 1,9 207 9,5 9,5


Tabel 2. Hasil percobaan menggunakan impeller turbin, propeller, paddle dengan
baffle dan tanpa baffle (air 4000 mL)
Non-Baffle Baffle Non-Baffle Baffle

Impeller jarak t (s) V (volt) P campuran P campuran


I (A) N (rpm) I (A) N (rpm)
(watt) (watt)

20 3 1,6 97 1,6 81 4,8 4,8


20 4 2 159 2,1 123 8 8,4
2,5
20 4,5 2,1 171 2,5 146 9,45 11,25
20 5 2,2 198 2,8 171 11 14
Turbin Besar
20 3 1,6 97 1,5 70 4,8 4,5
20 4 1,9 148 2 117 7,6 8
5
20 4,5 2,1 179 2,3 134 9,45 10,35
20 5 2,2 208 2,6 153 11 13
20 3 1,6 92 1,6 108 4,8 4,8
20 4 1,9 146 2,1 165 7,6 8,4
2,5
20 4,5 2,0 166 2,1 169 9 9,45
20 5 2,1 194 2,4 201 10,5 12
Turbin kecil
20 3 1,5 86 1,7 119 4,5 5,1
20 4 1,8 131 2 148 7,2 8
5
20 4,5 2,0 175 2,2 170 9 9,9
20 5 2,1 198 2,4 199 10,5 12
20 3 1,4 67 1,3 85 4,2 3,9

20 4 1,7 132 1,5 152 6,8 6


2,5
20 4,5 1,7 156 1,7 181 7,65 7,65

20 5 1,8 187 1,9 210 9 9,5


propeller besar
20 3 1,5 85 1,4 88 4,5 4,2

20 4 1,7 147 1,5 141 6,8 6


5
20 4,5 1,8 180 1,6 160 8,1 7,2

20 5 1,9 205 1,8 203 9,5 9

20 3 1,5 88 1,3 84 4,5 3,9

20 4 1,7 147 1,6 148 6,8 6,4


2,5
20 4,5 1,8 156 1,7 156 8,1 7,65

20 5 1,9 180 1,8 184 9,5 9


propeller kecil
20 3 1,5 76 1,4 86 4,5 4,2

20 4 1,7 129 1,6 121 6,8 6,4


5
20 4,5 1,8 164 1,7 165 8,1 7,65

20 5 1,9 195 1,8 190 9,5 9

20 3 1,5 83 1,4 81 4,5 4,2

20 4 1,7 122 1,9 139 6,8 7,6


2,5
20 4,5 1,9 154 2,1 159 8,55 9,45

20 5 2 179 2,3 181 10 11,5


paddle besar
20 3 1,6 111 1,4 70 4,8 4,2

20 4 1,8 141 1,9 131 7,2 7,6


5
20 4,5 2 178 2,1 161 9 9,45

20 5 2,1 182 2,3 174 10,5 11,5

20 3 1,5 86 1,4 75 4,5 4,2

20 4 1,7 131 1,6 123 6,8 6,4


2,5
20 4,5 1,8 176 1,8 152 8,1 8,1

20 5 2 207 2 181 10 10
paddle kecil
20 3 1,5 97 1,3 72 4,5 3,9

20 4 1,8 168 1,6 114 7,2 6,4


5
20 4,5 1,9 172 1,7 148 8,55 7,65

20 5 2 208 1,9 177 10 9,5


Tabel 3. Hasil percobaan menggunakan impeller turbin, propeller, paddle dengan
baffle dan tanpa baffle (oli 4000 mL)
Non-Baffle Baffle Non-Baffle Baffle

Impeller jarak t (s) V (volt) P campuran P campuran


I (A) N (rpm) I (A) N (rpm)
(watt) (watt)

20 3 1,6 98 1,2 68 3,6 3,6

20 4 1,8 127 1,7 119 6,4 6,4


2,5
20 4,5 2,1 151 2 150 8,1 9

20 5 2,3 167 2,3 168 10 11


Turbin Besar
20 3 1,3 76 1,3 70 3,9 3,3

20 4 1,7 114 1,8 127 6 6


5
20 4,5 1,9 132 2,1 153 7,65 8,1

20 5 2,1 161 2,3 173 10 10,5

20 3 1,3 82 1,2 74 3,6 3,6

20 4 1,6 124 1,7 141 6 6,4


2,5
20 4,5 1,7 136 1,8 161 7,65 7,65

20 5 2,0 185 2 195 10 10


Turbin kecil
20 3 1,5 105 1,5 119 3,3 3,6

20 4 1,8 146 1,9 170 6 6


5
20 4,5 2,0 182 1,9 168 7,2 7,65

20 5 2,2 214 2 183 9 10


20 3 1,4 97 1,2 76 4,2 3,6

20 4 1,8 167 1,5 139 7,2 6


2,5
20 4,5 1,9 196 1,7 167 8,55 7,65

20 5 2,1 217 1,9 197 10,5 9,5


propeller besar
20 3 1,3 80 1,3 101 3,9 3,9

20 4 1,6 159 1,6 167 6,4 6,4


5
20 4,5 1,9 194 1,7 173 8,55 7,64

20 5 2,1 218 2 200 10,5 10

20 3 1,3 97 1,4 127 3,9 4,2

20 4 1,6 160 1,7 163 6,4 6,8


2,5
20 4,5 1,8 190 1,7 174 8,1 7,65

20 5 2 220 1,8 192 10 9


propeller kecil
20 3 1,2 82 1,2 85 3,6 3,6

20 4 1,5 137 1,5 135 6 6


5
20 4,5 1,8 172 1,7 174 8,1 7,65

20 5 1,9 198 1,8 192 9,5 9

20 3 1,2 76 1,2 82 4,8 3,6

20 4 1,6 117 1,6 138 7,2 6,8


2,5
20 4,5 1,8 152 2 178 9,45 9

20 5 2 188 2,2 201 11,5 11,5


paddle besar
20 3 1,3 90 1,1 79 3,9 3,9

20 4 1,5 112 1,5 127 6,8 7,2


5
20 4,5 1,7 138 1,8 152 8,55 9,45

20 5 2 180 2,1 189 10,5 11,5

20 3 1,2 78 1,2 72 3,9 3,6

20 4 1,5 133 1,6 147 6,4 6,8


2,5
20 4,5 1,7 169 1,7 159 7,65 8,1

20 5 2 214 2 208 10 10
paddle kecil
20 3 1,1 71 1,2 84 4,5 4,5

20 4 1,5 139 1,5 138 7,2 7,6


5
20 4,5 1,6 166 1,7 171 9 8,55

20 5 1,8 195 2 213 11 10


PEMBAHASAN
1. Pengaruh Kecepatan Putar terhadap Daya Pengadukan pada percobaan Fluida tanpa
Baffle Jarak 2,5 cm

Gambar 1. Pengaruh Kecepatan Putar terhadap Daya Pengadukan pada percobaan Fluida
tanpa Baffle Jarak 2,5 cm
Semakin tinggi kecepatan putar maka daya pengadukan
semakin meningkat. Maka dapat disimpulkan hubungan
antara kwduanya adalah berbanding lurus. Hal ini sesuai
dengan teori yang menyatakan :

P    N  2
Kecepatan pengadukan tanpa menggunakan baffle
lebih besar karena aliran tidak pecah sehingga tidak ada
beban yang mengganggu proses pengadukan dan daya juga
lebih kecil.
2. Pengaruh Kecepatan Putar terhadap Daya Pengadukan pada percobaan Fluida tanpa
Baffle Jarak 5 cm

Gambar 2. Pengaruh Kecepatan Putar terhadap Daya Pengadukan pada percobaan Fluida
tanpa Baffle Jarak 5 cm
Semakin besar kecepatan putar maka daya pengadukan
juga semakin meningkat. Maka dapat disimpulkan bahwa
hubungan antara keduanya adalah berbanding lurus. Hal ini
sesuai teori dinyatakan dalam persamaan :

P    N  2

Kecepatan pengadukan menggunakan baffle lebih kecil


karena aliran mudah pecah karna adanya beban yang
mengganggu proses pengadukan. Daya pengadukan baffle lebih
besar dibandingkan penyerapan karna adanya sekat yang akan
menambah beban pengadukan.
3. Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Daya Pengadukan Pada Percobaan Oli
Pakai Baffle Jarak 2,5 cm

Gambar 3. Pengaruh kecepatan putar terhadap daya pengadukan pada


percobaan oli pakai baffle jarak 2,5 cm
Hubungan pengaruh kecepatan putar terhadp daya
pengadukan pada percobaan oli menggunakan baffle
dipengaruhi oleh viskositas bahan. Dapat dilihat bahwa
kecepatan putar pada propeller memiliki daya pengadukan
yang tinggi ( Paddle ) dan yang rendah adalah turbin
Menurut teori menyatakan baha impeller yang cocok
untuk viscositas yang tinggi adalah impeller paddle.
(wikipedia.2014)
4. Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Daya Pengadukan Pada Percobaan Oli
Tanpa Baffle Jarak 2,5 cm

Gambar 4. Pengaruh kecepatan putar terhadap daya pengadukan pada percobaan oli
tanpa baffle jarak 2,5 cm
Hubungan pengaruh kecepatan putar terhadap daya
pengadukan yang dihasilkan dipengaruhi oleh viscositas
bahan, dapat dilihat nilai propeller lebih tinggi kecepatan
putar nya diakibatkan karena jenis diameter yang kecil,
sedangkan kecepatan putar dengan menggunakan impeller
dengan menggunakan baffle memiliki kecepatan putar yang
rendah, disebabkan karena viscositas yang tinggi membuat
tahanan terhadap impeller lebih besar untuk bekerja.
( www. Wikipedia.com)
5. Pengaruh Ketinggian Impeller Terhadap Waktu Pencampuran Pada Fluida
dengan Pewarna Tanpa Baffle

Gambar 5. Pengaruh ketinggian Impeller terhadap waktu pencampuran pada


fluida dengan pewarna tanpa baffle.
Waktu pencampuran lebih cepat pada posisi impeller 5 cm
dari dasar tangki dari pada 2,5 cm dari dasar tangki. Hal ini
sesuai dengan teori yang dinyatakan yaitu posisi jika impeller
semakin mendekati daerah tengah ruang pengadukan fluida
maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk
pencmpuran (Wardoyo, 2007)

Impeller turbin hanya membutuhka waktu yang lebih singkat


dibandingkan propeler dan paddle dan proses homogenisasi.
Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa turbun
menghasilkan aliran jenis tangensial dan radial (mc.cabe, 1991)
sehingga lebih cepat terjadi pencampuran.
6. Pengaruh Ketinggian Impeller Terhadap Waktu Pencampuran Pada
Fluida Dengan Pewarna Pakau Baffle.

Gambar 6. Pengaruh ketinggian impeller terhadap waktu pencampuran pada fluida


dengan pewarna pakai baffle.
Impeller jenis paddle memiliki waktu tercepat
dibandingkan impeller lainnya. Pada hasil percobaan ini,
untuk menentukan waktu pencampuran adalah dengan
menggunakan pewarna dengan meneteskan pewarna
kedalam tangki yang telah berisi fluida, disebut waktu
pencampuran.

Ada tiga jenis impeller yang digunakan pada setiap


impeller memiliki waktu pencampuran yang berbeda. Selain
itu faktor ketinggian yang digunakan juga mempengaruhi
waktu pencampuran. Perbedaan waktu pencampuran ini
disebabkan oleh titik dimana pewarna diteteskan, apabila
meneteskan pewarna pada bagian tepi tangki, maka waktu
yang dibutuhkan lebih panjang.
7. Pola Aliran Berbagai Jenis Impeller Tanpa Baffle

Gambar 8. Pola aliran berbagai jenis impeller tanpa baffle


Pada aliran jenis turbin membentuk pola tangensial.
Poropeler aksial dan paddle radial dan tangensial. Hal ini
sesuai dengan teori dimana terdiri zona arus deras yng sangat
turbulen dengan geseran yang kuat. Arus utamanya besifat
radial dan tangensial, komponen tangensial menimbulkan
vorteks yang dihentikan mengguanakn sekat agar impeller itu
menjadi sangat efektif pada impeller paddle aliran radial &
tangensial.

Arus aliran mengakibatkan pengaduk secara kontinu


melewati fluida ke satu rah tertentu sampai dibelokkaan ileh
fluida ke dinding tangki atau dasar tangki.
8. Pola Aliran Berbagai Jeia Impeller Pakai Baffle

Gambar 8. Pola aliran berbagai jenis impeller pakai baffle