Anda di halaman 1dari 5

Regenerasi Epimorfis

pada Salamander
Pengertian Epimorfis
Menurut Surjono (2011), regenerasi epimorfis adalah jika
potongan tubuh sekecil 1/200 bagian tubuhnya masih dapat
melakukan regenerasi mejadi satu individu hewan yang
lengkap. Dalam kasus ini jelas bahwa proses regenerasi bukan
merupakan proses penambahan bagian yang hilang
melainkan pembentukan kembali tubuh yang telah hilang
dengan suatu masa tubuh yang baru.
Sedangkan menurut Browder (1984) regenerasi epimorfosis,
merupakan rekontruksi bagian yang hilang melalui proliferasi
dan deferensiasi jaringan baru dari permukaan luka.
Regenerasi Salamander
• Darah mengalir menutupi permukaan luka, luka
beku, membentuk “scab” yang sifatnya melindungi.
• Epitel kulit menyebar di permukaan luka, di bawah
“scab”. Sel epitel itu bergerak secara amoeboid.
• Dedifferensiasi sel-sel jaringan sekitar luka

• Sel - sel otot berdiferensiasi, serat myofibril hilang,
inti membesar, sitoplasma menyempit.
• Pembentukan Blastema, yakni kuncup regenerasi
pada permukaan bekas luka. “Scab” mungkin sudah
lepas pada waktu ini. Blastema berasal dari
penimbunan sel-sel dedifferensiasi.
• Proliferasi sel - sel dedifferensiasi secara mitosis.