Anda di halaman 1dari 10

-PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN OBAT ORAL-

-PERINSIP 6 BENAR DALAM PEMBERIAN OBAT ORAL-

-JENIS-JENIS DAN BENTUK-BENTUK OBAT ORAL-

-INDIKASI, KONTRAINDIKASI & EFEK SAMPING OBAT ORAL-

ANNISA DEA VALENTINA


SRI BINTANG REGITA
-Peran Perawat Dalam Pemberian Obat Oral-

Karena obat dapat menyembuhkan atau merugikan pasien,


maka pemberian obat menjadi salah satu tugas perawat yang
paling penting. Perawat adalah mata rantai terakhir dalam proses
pemberian obat kepada pasien. Perawat yang bertanggung jawab
bahwa obat itu diberikan dan memastikan bahwa obat itu benar
diminum.

Bila ada obat yang diberikan kepada pasien, hal itu harus
menjadi bagian integral dari rencana keperawatan. Perawat yang
paling tahu tentang kebutuhan dan respon pasien terhadap
pengobatan. Rencana perawatan harus mencangkup rencana
pemberian obat, bergantung pada hasil pengkajian, pengetahuan
tentang kerja dan interaksi obat, efek samping, lama kerja, dan
program dokter.
Pemberian obat per oral adalah memberikan obat yang
dimasukkan melalui mulut.

 Keuntungan  Kelemahan

Keuntungan Pemberian Obat Rute Oral -Kelemahan dari pemberian obat per oral
diantaranya cocok dan nyaman bagi adalah pada aksinya yang lambat sehingga
klien, Ekonomis, Dapat menimbulkan efek cara ini tidak dapat di pakai pada keadaan
local atau sistemik, dan Jarang membuat gawat.
klien cemas.

-Rasa dan bau obat yang tida enak sering


mengganggu pasien. Cara per oral tidak
dapat di pakai pada pasien yang
mengalami mual-mual, muntah, semi koma,
pasien yang akan menjalani pangisapan
cairan lambung serta pada pasien yang
mempunyai gangguan menelan.

-Beberapa jenis obat dapat mengakibatkan


iritasi lambung dan menyebabkan muntah
(mislanya garam besi dan Salisilat).
Tujuan Pemberian :

 Untuk memudahkan dalam pemberian


 Proses reabsorbsi lebih lambat sehingga bila timbul
efek samping dari obat tersebut dapat segera diatasi
 Menghindari pemberian obat yang menyebabkan nyeri
 Menghindari pemberian obat yang menyebabkan
kerusakan kulit dan jaringan
 Pasien mendapatkan pengobatan sesuai program
pengobatan dokter.
 Memperlancar proses pengobatan dan menghindari
kesalahan dalam pemberian obat.
-Perinsip 6 Benar dalam Pemberian Obat Oral-

Benar Pasien

Benar Obat

Benar Dosis

Benar Cara/Rute

Benar Waktu

Benar Dokumentasi
-Jenis-jenis dan Bentuk-bentuk Obat Oral-

TABLET CAIR

KAPLET SUSPENSI

KAPSUL EKSTRAK
 INDIKASI
Yaitu obat tersebut dapat diberikan ke pasien.
Contoh : Paracetamol / Antalgin

 INDIKASINYA
Penggunaannya adalah sebagai : Antipiretik & Analgetik
Efek Antipiretik (efek utamanya) adalah : menurunkan suhu tubuh /
demam.
Efek Analgetik (efek utamanya ) adalah : menghilangkan atau
mengurangi rasa nyeri dari ringan sampai berat.

 KONTRA INDIKASI
Yaitu obat tersebut tidak dapat diberikan atau bila diberikan akan
berbahaya.
Contoh : Obat Oxytosin
Kontra Indikasinya adalah bila kelainan pada uterus ; Uterus pernah
dioperasi (SC), atau pada panggul sempit.
 EFEK SAMPING (SIDE EFFECT)  EFEK UTAMA ( MAIN EFFECT =
Istilah efek samping (side effect) lebih PRINCIPAL EFFECT)
diartikan dari efek obat yang Efek utama suatu obat adalah efek
merugikan pasien yang menggunakan yang paling menonjol dari sekian
obat tersebut. banyak efek yang mungkin dapat
Misalnya : ditimbulkan oleh obat tersebut
apabila diberikan kepada pasien.
a. Obat Diphenhidramine
Misalnya :
Efek utamanya adalah Antihistamin
(anti allergi), Diazepam → efek utamanya :
menenangkan (tranquilizer)
Efek sampingnya adalah menghambat
SSP → pasien menjadi mengantuk. Frusemid (Lasix) → efek utamanya :
diuresis.
b. Obat Atropin
Efek utamanya adalah relaksasi usus /
ureter
Efek sampingnya adalah mulut / bibir
menjadi kering.
 REAKSI ALLERGI
Adalah efek atau akibat penggunaan obat yang tidak terkait dengan sifat aktivitas
obat dan terjadi pada pasien tertentu.

Reaksi allergi tidak berhubungan dengan dosis obat akan tetapi bergantung pada
reaktiviti / hepersensivitas dari pasien yang mendapatkan obat oleh karena terbentuknya
kompleks antigen – antibody yang menimbulkan efek / reaksi.

Ditinjau dari saat terjadinya reaksi allergi, dibagi menjadi :


Reaksi segera
Dapat terjadi Shock Anafilaktik, edema larynx, urtikaria yang menyeluruh, conjunctivitis.

Reaksi tidak terlalu lama


Dapat terjadi manifestasi pada :
- Kulit dan mukosa : urtikaria.
- Pada darah : anemia aplastik.

Reaksi lambat ( 5 – 10 hari)


- Reaksi pada kulit dan mukosa : urtikaria.
- Reaksi pada darah : anemia aplastik.
T
E
R
I
M
A
K
A
S
I
H