Anda di halaman 1dari 61

KEBIJAKAN PROGRAM

PEMBERIAN TTD BAGI REMAJA PUTRI

DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT


2017
Sistematika
Pengertian Anemia Gizi

Situasi Masalah Anemia Gizi di Indonesia

Dampak Masalah Anemia

Kebijakan dan Strategi

Indikator Kegiatan
PIRAMIDA PENDUDUK INDONESIA
Kelomp
Laki- Peremp
ok Total
Laki uan
LANSIA 21,3JT (9%)
Umur
11.662.36 11.016.33 22.678.70
0-4
9 3 2
11.974.09 11.279.38 23.253.48
PRODUKTIF 149,4 JT 5 -9
(63%) 4 6 0
Remaja usia 10- 11.662.41 11.008.66 22.671.08
10 - 14
19 tahun 7 4 1
berjumlah 10.614.30 10.266.42 20.880.73
15 - 19
BALITA-ANAK 0-14TH 6 8 4
43.551.815 jiwa 68 JT (28%) 55.161.35 54.942.37 110.103.7
20 - 49
yang atau 0 6 26
18.556.37 19.497.22 38.053.60
sekitar 18,2 %
dari total
DISTRIBUSI REMAJA 50 +
7
119.630.9
6
118.010.4
3
237.641.3
Jumlah
penduduk di 13 13 26

Indonesia.

Sumber : SP 2010
PENGERTIAN ANEMIA
 Suatu kondisi rendahnya kadar Hb dibandingkan
dengan kadar normal, yang menunjukkan
kurangnya jumlah sel darah merah yang
bersirkulasi. Akibatnya jumlah oksigen yang
diangkut ke jaringan tubuh berkurang.
Klasifikasi Anemia menurut Kelompok Umur
Non Anemia (mg/dl)
Populasi Anemia Ringan Sedang Berat
(mg/dl)
Anak 6 – 59 bulan 11 10,0 – 10,9 7,0 – 9,9 < 7,0
Anak 5 – 11 tahun 11.5 11,0 – 11,4 8,0 – 10,9 < 8,0
Anak 12 – 14 tahun 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0
Perempuan tidak hamil 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0
(≥ 15 tahun)
Ibu hamil 11 10,0 – 10,9 7,0 – 9,9 < 7,0
Laki-laki ≥ 15 tahun 13 11,0 – 12,9 8,0 – 10,9 < 8.0

Sumber: WHO, 2011


Why
Blanket Approach?

* Prev Iron Deficienci =


2.5 x Anemia Deficienci of Iron

* More cost-effective

Rencana program gizi 2009 7


JENIS ANEMIA
 Anemia defisiensi Fe : 62,3%
 Anemia megaloblastik : 29,0%
 Anemia hipoplastik : 8,0%
 Anemia hemolitik : 0,7%
ETIOLOGI:
1. Asupan terbatas
2. Absorpsi abnormal
3. Berkurangnya cadangan
4. Kebutuhan meningkat

Jenis 3 : Def Fe, asam folat dan vitamin B12


PENYEBAB DAN DAMPAK ANEMIA

9
MASALAH GIZI GANDA
No. MASALAH GIZI Dampak_1 Dampak_2 Dampak_3

1. Kurang Energi Protein Bayi Berat Stunting AKI dan AKB


(KEP) Lahir Rendah (Pendek dan
(BBLR) Sangat
- KEK <2.500 gr. Pendek) UHH
- Gizi Kurang
Panjang SDM dan
- Gizi Buruk Badan Bayi Daya Saing
2. Anemia Gizi Besi Lahir <48 cm Bangsa

3. Kurang Vitamin A (KVA)


4. Gangguan Akibat Kurang
Iodium (GAKI)

5. Gizi Lebih Obesitas PTM


Perkembangan Status Gizi
Masalah yang telah dapat
dikendalikan Kekurangan Vit A,
Gangguan Akibat Kurang Yodium

Masalah yang belum selesai


(un-finished) Stunting dan Gizi Kurang
Anemia pada Ibu Hamil

Masalah baru yang


mengancam kesehatan
masyarakat (emerging) Gizi lebih
Prevalensi Anemia, Riskesdas 2013

Kelompok Umur Persen


Balita:
• Laki-laki 29.7
• Perempuan 26.5
Anak 6-12 thn:
• Laki-laki 28.0
• Perempuan 27.4
Perempuan ≥ 15 thn (tidak hamil) 22.7
Laki-laki ≥ 15 thn 16.6
Ibu Hamil 37.1
Laki-laki 18.4
Perempuan 23.9
12
Proporsi Anemia menurut Umur, Jenis
Kelamin dan Tempat Tinggal, 2013
50.0
46.0

40.0
34.2

30.0 28.1
26.4
25.0 23.9 22.8 21.7
20.1 20.6
20.0 18.4 18.3 18.4
16.9

10.0

0.0

*) Nilai rujukan menurut WHO/MNH/NHD/MNN/11.1,2011 dan Kemenkes,1999


MASALAH GIZI PADA SETIAP SIKLUS KEHIDUPAN
DI INDONESIA
LANSIA

- GIZI LEBIH
IBU HAMIL
- PTM
REMAJA DAN
- ANEMIA 37.1%
USIA
-KEK: 22.4%
PRODUKTIF
-KONSUMSI ENERGI
KEK : > 30%
DAN PROTEIN < 70%
- ANEMIA: > 15% IBU MENYUSUI
AKG: 70% - 80%
- KURANG KONSUMSI
SAYUR DAN BUAH: > - IMD : 49%
90% - Pemberian ASI
- BBLR : 10.2% Eksklusif: 42%
- WASTING: 12.1%
ANAK
- UNDRWEIGHT: 19.6%
SEKOLAH
- STUNTING: 37.2%
- STUNTING: 31% – 35% - OVERWEIGHT: 11.9%
- WASTING: 8.9% - 10.1%
- KEGEMUKAN: 1.4% - 2.5% BAYI DAN
- USIA PERTAMA KALI MEROKOK : 4.8% BALITA
Masalah anemia pada remaja putri
 SKRT 1995 : 57,1% remaja putri (10-14 th) dan 39,5%
WUS (15-44 th) menderita anemia
• Permaesih (2005) : prevalensi anemia wanita10-
19 thn 30,0% (SKRT 2001)
• Riskesdas 2007 : prevelensi anemia dewasa 19,7%; (18
prov dg prev anemia >20%)
MASALAH GIZI PADA PEKERJA PEREMPUAN
Hasil Riskesdas 2013:
 Proporsi anemia kelompok umur 15-64 tahun berkisar antara
16,9-25%
 Proporsi KEK pada WUS yang sedang hamil 17,3-38,5% dan
tidak hamil 10,7-46,6%
 Obesitas pada usia >18 thn laki-laki sebesar 19,7 dan perempuan
32,9
 Studi lain  pekerja perempuan yg anemia produktivitas kerja 20
% lebih rendah, output kerjanya rata-rata 5% lebih rendah serta
kapasitas kerjanya per minggu rata-rata 6.5 jam lebih rendah
dibanding dgn yg tidak anemia (Scholz, dkk, 1997; Untoro dkk,
1998).
 Permasalahan lainnya: pendidikan pekerja perempuan masih
rendah, tinggal di pemukiman yang kurang baik dan kurang
memperoleh perhatian dari perusahaan.
GRAFIK KECENDERUNGAN CAKUPAN IBU HAMIL
MENDAPAT 90 TABLET TAMBAH DARAH (Fe3)
DI INDONESIA TAHUN 2005-2015

100
90 83.3 85.0 82.0 85.1
78.1
80 68.7 71.2
70 60.0 64.5 57.5
60 48.1
50
40
30
20
10
0
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Sumber: Laporan Dinas Kesehatan Provinsi


<70%
> 82%
70-82%
100.0

20.0
30.0
40.0
60.0
70.0

10.0
50.0
80.0
90.0

-
Papua 24.4

Kategori Capaian
Papua Barat 32.4
Maluku 47.2
Kalimantan Barat 51.0

29.4
23.5
47.1
Sulawesi Utara 57.8
Banten 62.7
Sulawesi Tengah 63.4

Provinsi
NTT 64.5
Sulawesi Barat 64.6
Maluku Utara 69.8
Kalimantan Tengah 71.2
Jawa Barat 72.3
Aceh 73.2
Sulawesi Selatan 73.4
Sulawesi Tenggara 73.9
Sumatera Utara 74.4
Kepulauan Riau 79.1
Sumatera Barat 79.2
Lampung 82.9

Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri, Jabar, Kalteng, Sulsel, Sultra


Jawa Timur 83.1
Riau 83.2
Gorontalo 85.0
Sumatera Selatan 85.3
Banten, NTT, Kalbar, Sulut, Sulteng, sulbar, maluku, malut,papbar, papua
Bengkulu 87.2
Kalimantan Selatan 87.8
Kalimantan Utara 88.0
DIY 89.0
Kep. Babel 90.2
Jambi 90.3
Menurut Provinsi Di Indonesia Tahun 2015

Jawa Tengah 92.1


NTB 92.7
Bali 95.1
Cakupan Ibu Yang Selama Hamil Mendapat 90 Tablet Fe

Kalimantan Timur 97.0


DKI Jakarta
Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Babel, DKI, Jateng, Jatim, DIY, Bali, NTB, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Gorontalo

97.1
INDONESIA 78.1
Tanda-tanda Anemia
• Wajah, terutama kelopak
 Kurang nafsu makan
mata dan bibir tampak pucat
 Lesu dan lemah
 Cepat lelah
 Sering pusing dan
mata berkunang-kunang
DAMPAK ANEMIA GIZI
AKIBAT LEBIH LANJUT
Remaja Anemia

Akan memperparah anemia saat hamil


 Resiko mengalami keguguran
Perdarahan saat melahirkan
Melahirkan Bayi BBLR
Penyebab kematian ibu melahirkan
karena perdarahan : 32 % (profil kes
2012)
STRATEGI PENDEKATAN
PROGRAM PERBAIKAN GIZI
Lebih diperlukan
Protein dan Gizi Mikro Lebih diperlukan
Kalori

Membangun BB potensial
Membangun TB potensial

Perlu
Perlu Gizi Seimbang
Gizi Seimbang
Perlu
Gizi Seimbang

Pra- ASI dan


MP-ASI
hamil Kap. Vit. A

I II III

Kehamilan
DAMPAK LANJUT:

 Cenderung menjadi dewasa yang pendek 


melahirkan bayi yang kecil;
 Bayi dg BBLR memiliki risiko tinggi menderita:
PTM (Obesitas, Penyakit Jantung, Hipertensi,
dan Diabetes)
 Gangguan kecerdasan  prestasi rendah
 Pendidikan rendah  status ekonomi rendah

Ref: Chandrakant L. The Lancet Series and Indian Perspective


Indian Pediatrics, Volume 45, April 17, 2008.
MENIKAH USIA DINI

Tingginya
umur
kehamilan
pertama di
bawah 20
tahun (
46,7% )

Remaja rentan terhadap gaya hidup


tidak sehat :
• 22,7% remaja perempuan < 20
tahun mengalami kehamilan di
luar pernikahan
• 74,3% dalam ikatan pernikahan
• 2,9% tidak diketahui .

Studi Jabotabek :
Studi Australian National University &
UI , 2010
Prevalensi anemia pada WUS Persentase Umur Kawin
tidak hamil Pertama pada Wanita Pernah
Kawin Usia 10-59 tahun
45
41.9
22.9
25 20 40
17.8
20 35 33.6

15 30
%

25
10
anemia 20
5
15
11.5
0
15-24 25-34 35-49 10
4.8 5.7
thn thn thn
5
Wanita Usia Subur (WUS) tidak 1.9
0.6
hamil usia 15-49 tahun 0
10-14 20-24 30-34 Tdk
menjawab
Riskesdas 2013
DAMPAK KESEHATAN PADA PERNIKAHAN USIA MUDA
Angka perkawinan
(Kurang dari 20 Tahun)
Usia dini masih tinggi : Kehamilan remaja 4,5 kali berpeluang terjadinya kehamilan risiko tinggi
Kelompok umur 15-19 tahun
Preeklamsia 2-5 kali lebih berpeluang terjadi

46,7 % Kerusakan otak janin dan gangguan tumbuh kembang bayi


akibat kekurangan yodium

Partus macet (“Obstucted Labor”)


Disproporsi panggul dengan kepala janin (“Cephalo pelvic
5% disproportion”)
Kelompok umur 10-14 tahun Malposisi Janin
Kontraksi rahim tidak optimal

Kelahiran Prematur lebih banyak terjadi pada remaja

Bayi lahir dengan berat lahir rendah (dibawah 2.500 gram)

Risiko kematian saat melahirkan 2 kali lebih besar


Pernikahan anak usia <19 tahun mempunyai risiko 2-8
x ebih besar untuk tertular penyakit menular seksual

Angka kelahiran pada perempuan usia 15-19 tahun ialah


48 per 1000 kelahiran (dari sekitar 4,5 juta bayi
lahir dalam setahun di Indonesia, 2,3 juta berasal
Dari pasangan yang menikah dini

Angka kematian ibu 359 per 100.000 kelahiran hidup


Angka Kematian bayi 32 per 1.000 kelahiran hidup

Sumber Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan


Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010

26
Gizi Ibu yang tidak Optimum menjadi penyebab
utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak
Proporsi ibu KEK cukup tinggi, Angka BBLR yang tinggi menunjukkan
khususnya pada remaja buruknya gizi ibu sebelum dan saat kehamilan
Berkaitan
dengan
kejadian
preterm dan
berat lahir
rendah

Dibanding tahun 2007 terjadi


peningkatan bumil KEK

Sumber : Data Riskesdas 2013


Masalah Kurang Gizi (gizi kurang dan stunting)
pada Balita masih menjadi masalah SERIUS
Disparitas cukup lebar pada angka stunting per
provinsi; 5/33 provinsi angka stunting < 32%

Target RPJMN untuk menurunkan angka


gizi kurang dan stunting belum tercapai

25% balita stunted mengindikasikan adanya


permasalahan pada gizi ibu sebelum dan saat kehamilan
Penyebab Kematian Ibu di Indonesia

50% kematian
maternal disebabkan
oleh perdarahan &
eklampsia

Penyebab tidak langsung ~ 45% :


 Infeksi, a.l : Malaria, TBC, Hepatitis
 Penyakit Jantung, Decomp Cordis
 Hipertensi
 Diabetes Mellitus
 Epilepsi

Sumber: SKRT 2001


KONSUMSI PANGAN

INFEKSI DAN PENYAKIT KRONIS

PENYEBAB LAINNYA
POLA KONSUMSI MASYARAKAT
DIDOMINASI PANGAN NABATI (NON HEME)

RENDAHNYA KONSUMI ZAT GIZI MAKRO > 50%


REMAJA (13 – 18 TAHUN)

DEFISIT ENERGI DAN DEFISIT PROTEIN


Prevalensi Remaja yang mengalami
Defisit Energi dan Protein

Sumber: Riskesdas 2010


INFEKSI DAN PENYAKIT KRONIS
SERTA PENYEBAB LAINNYA
 TBC
 KEHILANGAN DARAH AKIBAT INFEKSI PARASIT
(MALARIA)
 KEBUTUHAN MENINGKAT KARENA MASA
PERTUMBUHAN
 MENSTRUASI
KEMENKES RI PENDEKATAN KELUARGA
DINKES
PROVINSI
DINKES
KAB/KOTA DISKRIPSI
PERAN
NAKES
UKBM
KADER

ANUNG utk RETREET KELUARGA SEHAT 2016 36


GERAKAN MASYARAKAT HIDUP
KEBIJAKAN PROGRAM KESMAS SEHAT
KAMPANYE GIZI NASIONAL
2017 REVITALISASI UKS PROMOSI KESEHATAN TEMATIK REVITALISASI POS YANDU
Penguatan Kelembagaan TP UKS PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN Penguatan Kelembagaan POKJANAL
Pemberian PMT AS HOLISTIK
Penggunaan Rapor Kesehatan
STBM/ODF JAMINAN MUTU
LOMBA atau PENILAIAN KEGIATAN
PENCATATAN DI BUKU KIA
Penguatan SDM Puskesmas
Penguatan Kader Pos Yandu
PMT Balita
PENUNDAAN USIA PERKAWINAN SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL
Penambahan Puskesmas PKPR FOKUS JAMINAN MUTU KN LENGKAP
PEMBERIAN TABLET MUTU
PEMBANGUNA
N KESEHATAN
INTEGRA
KONSELING ASI EKSKLUSIF
TEMATIK PELAYANAN
TIF KB PASCA PERSALINAN
TAMBAH DARAH PELAY
MASYARAKAT Pemberian MP ASI
Pendidikan Kespro di Sekolah ANAN
KONSELING PRA NIKAH JAMINAN MUTU ANC TERPADU
GP2SP – wanita perkerja RUMAH TUNGGU KELAHIRAN
Pemberian Imunisasi dan TTD PERSALINAN DI FASKES
Konseling KB Pra marital KONSELING IMD & ASI
SPASIAL
KONSELING GIZI PENGUATAN PEMBIAYAAN
EKSKLUSIF
KB Pasca Persalinan
SEIMBANG PEMBANGUNAN KESEHATAN Penyediaan Buku KIA
DAERAH (DEKON dan DAK)
PENGUATAN MANAJEMEN
PEMBANGUNAN KESEHATAN
DAERAH

ANUNG utk RETREET KELUARGA SEHAT 2016 37


INDIKATOR PEMBINAAN GIZI MASYARAKAT 2015-2019

DIT. GIZI MASY. MENKES WHA 2025


1. % bumil KEK 1. ↓ AKI per 1. ↓ proporsi balita
yg mendapat 100.000 pendek 40%
PMT kelahiran 2. ↓ proporsi
2. % bumil yang 2. ↓ AKB per 1.000 balita kurus < 5%
mendapat DITJEN KESMAS kelahiran hidup 3. ↓ BBLR 30%
TTD 3. ↓ prev. anemia 4. Tidak ada
3. % bayi usia s/d 6 1. % persalinan di ibu hamil kenaikan
bln yg mendapat
ASI eksklusif fasyankes (PF) 4. ↓ BBLR proporsi anak gizi
4. % bayi baru lahir 5. ↑ bayi usia <6 lebih
mendapat IMD 2. % kunjungan bulan mendapat 5. ↓ proporsi ibu
5. % balita kurus yg neonatal ASI ekslusif usia subur
mendapat
makanan pertama (KN1) 6. ↓ prev. gizi anemia sebanyak
tambahan kurang pada 50%
6. % remaja 3. % ibu hamil KEK balita 6. ↑ % ibu yang
puteri yg 7. ↓ prev. wasting memberikan ASI
mendapat anak balita Eksklusif selama
TTD 8. ↓ prev. stunting 6 bulan paling
baduta kurang 50%
Kerangka Konsep Jangka Menengah dan Panjang
Perbaikan Gizi di Indonesia

39
Lansia
Pendekatan Program
“Continuum of Care across the Life Cycle”
Usia • Kes
Kerja kerja di
industri,
Pelayanan
informa
bagi anak
l
SMP/A &
Pemeriksaan remaja
kehamilan
Pelayanan • Kespro
Persalinan, Pelayanan bagi anak SD remaja/PKPR
nifas & bagi balita • KIE: Gizi
neonatal Pelayanan
HIV/AIDS,
bagi bayi NAPZA dll
• Fe

• Kespro
remaja/PKPR
•Fe & asam folat • KIE: Gizi
•PMT ibu hamil, HIV/AIDS,
PMTCT, ANC- •Penjaringan NAPZA dll
Malaria •IMD • Penanganan •BIAS • Fe
•TT ibu hamil •Vit K 1 inj balita sakit •UKS
•Imunisasi Hep B • ASI eksklusif • Pemantauan •PMT
• Imunisasi dasar tumbuh
lengkap kembang
• Pemberian • PMT
makan
Intervensi Gizi Spesifik

1. Ibu hamil 6. Lansia


• Konseling gizi
 Suplementasi besi folat • Pelayanan gizi
 PMT ibu hamil KEK Lansia
2.Ibu Menyusui  Penanggulangan kecacingan
Suplemen kalsium

5. Remaja &
Kepada ibu menyusui
 Promosi menyusui / Usia produktif
ASI Eksklusif
 Konseling Menyusui
• Kespro remaja
• Konseling: Gizi
• Suplementasi Fe
3.Bayi & Balita


Pemantauan pertumbuhan
Suplemen vitamin A
4. Usia sekolah
 Pemberian garam iodium
 PMT / MPASI • Penjaringan
 Fortifikasi besi dan kegiatan suplementasi • Bln Imunisasi Anak Sekolah
(Taburia) • Upaya Kes Sekolah
 Zink untuk manajemen diare • PMT anak sekolah
• Promosi MJAS di sekolah
 Pemberian obat cacing 41
41
INTERVENSI GIZI SENSITIF
Pengarusutamaan Pembangunan Gizi pada Lintas Sektor

BKP/PERTANIAN PU
Air Bersih &
Ketahanan
Sanitasi
Pangan dan Gizi

PP DAN PA
BPJS Remaja
Jaminan Perempuan
Kesehatan
Masyarakat

AGAM
SOSIAL
A
Pendidikan Gizi
Penanggulangan BKKB Masyarakat
Kemiskinan
N DIKBU
D
Keluarga
Berencana 42
• Lintas Program
• UKS
Dinas
Kesehatan
• Lintas Sektor:
• Kemendikbud/Kemenag
• Kemendagri TP UKS
• Sekolah/KUA
• Organisasi Profesi
Lintas
Sektor
Cara Mencegahan dan Penanggulangan Anemia
pada Remaja Putri

A. Pedoman Gizi Seimbang


1. Mengonsumsi aneka ragam pangan
2. Membiasakan perilaku hidup bersih
3. Melakukan aktivitas fisik
4. Memantau Berat Badan (BB) secara teratur untuk mempertahankan berat badan
normal
B. Fortifikasi Makanan
Contoh bahan makanan yang difortifikasi adalah tepung terigu dan beras dengan
zat besi, seng, asam folat, vitamin B1 dan B2.
C. Suplementasi TTD
Pemberian TTD pada rematri dan WUS melalui suplementasi yang mengandung
sekurangnya 60 mg elemental besi dan 400 mcg asam folat.
Pemberian suplementasi ini dilakukan di beberapa tatanan yaitu fasyankes,
institusi pendidikan dan tempat kerja.
Terapkan Pola Hidup BerGizi seimbang

1. Piring berisi sajian makanan : makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, dan buah-
buahan (porsi seimbang) untuk kebutuhan tubuh;
2. Minum air putih;
3. Batasi gula, garam dan minyak/lemah;
4. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum makan
Sumber Zat Besi
Pencegahan & Penanggulangan Anemia Gizi
Spesifikasi TTD WUS & Bumil
 Komposisi : Zat besi setara 60 mg besi elemental
(dalam bentuk sediaan Ferro sulfat, Ferro Fumarat
atau Ferro Gluconat); dan Asam Folat 0,400 mg.
 Spesifikasi produk: Warna: merah tua; Bentuk: Bulat
atau lonjong; Tablet Salut Gula  salut film.
 Kemasan: Sachet, blister, strip, botol dengan dimensi
yang proporsional.
___________________________
Permenkes No.88 Tahu 2014 tentang Standar TTD
Cara Pemberian:
 REMATRI (12-18 TAHUN) di Inst. Pendidikan:
SE Dirjen Kesmas No.HK.03.03/V/0595/2016 tgl 20 jun 2016
perubahan dari SE No.GK.01.02/V.3/0042/2016 tgl 18 jan 2016.

1 tab/minggu sepanjang tahun di institusi pendidikan


(SMP/SMA atau yang sederajat

 WUS (19-49 TAHUN)  GP2SP


GP2SP
Pelayanan kesehatan reproduksi pra hamil:
• Promosi kesehatan ttg kespro dan gizi
• Bahaya di tempat kerja
• Konseling IMS & ISR
• Pemberian tablet Fe untuk anemia
• Imunisasi TT calon pengantin
• Pelayanan KB
Pelayanan kesehatan reproduksi saat hamil:
• Promosi & edukasi ttg kespro & tumbuh kembang janin, gizi ibu hamil,
• Pemeriksaan kehamilan standar (5T) minimal 4 kali selama kehamilan (1-1-2)
• Buku KIA stiker perencanaan persalinan dng pencegahan komplikasi (P4K)
• Mendapatkan jaminan untuk melahirkan di fasilitas kesehatan
• Mendapatkan jaminan untuk penanganan bila terjadi komplikasi
SASARAN KIA dan GIZI dalam RPJMN 2015-2019

No Indikator Status Awal Target 2019

1 Meningkatnya Status Kesehatan Ibu dan Anak


1. Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran 346 306
(SP 2010)
2. Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup 32 (2012) 24

2 Meningkatnya Status Gizi Masyarakat


1. Prevalensi anemia pada ibu hamil (persen) 37,1 (2013) 28

2. Persentase Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 10,2 (2013) 8

3. Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif 38,0 (2013) 50
4. Prevalensi kekurangan gizi (underweight) pada anak balita (persen) 19,6 (2013) 17

5. Prevalensi wasting (kurus) anak balita (persen) 12 (2013) 9,5


6. Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak baduta 32,9 (2013) 28
(persen)
Indikator Pembinaan Gizi Masyarakat (RPJMN)
Target KETERKAIT
INDIKATOR AN DENGAN
Base 2015 2016 2017 2018 2019 NAWACITA
line
% ibu hamil KEK yang 150.000 50% 65% 80% 95%
1 - 3.2; 4,8; 5.2
mendapatkan PMT (13%)
% ibu hamil yang
mendapatkan Tablet
82%
2 Tambah Darah (TTD) 82% 85% 90% 95% 98% 3.2; 4,8; 5.2
(2013)
90 tablet selama masa
kehamilan
% Bayi usia kurang
dari 6 bulan yang
3 38% 39% 42% 44% 47% 50% 3.2; 4,8; 5.2
mendapat ASI
Eksklusif
% Balita kurus yang
4 mendapat makanan - 70% 75% 80% 85% 90% 3.2; 4,8; 5.2
tambahan
53
Indikator Pembinaan Gizi Masyarakat ( RENSTRA )
Target KETERKAITAN
INDIKATOR DENGAN
Base NAWACITA
2015 2016 2017 2018 2019
line
% ibu hamil KEK yang 150.000 65%
1 - 50% 80% 95% 3.2; 4,8; 5.2
mendapatkan PMT (13%)
Persentase ibu hamil yang
2 mendapat Tablet Tambah 82% 82% 85% 90% 95% 98% 3.2; 4,8; 5.2
Darah (TTD)
Persentase bayi usia s/d 6
3 bulan yang mendapat ASI 38% 39% 42% 44% 47% 50% 3.2; 4,8; 5.2
eksklusif
Persentase bayi baru lahir
4 mendapat Inisiasi Menyusu 35% 38% 41% 44% 47% 50% 3.2; 4,8; 5.2
Dini (IMD)
Persentase balita kurus yang
5 mendapat makanan 0 70% 75% 80% 85% 90% 3.2; 4,8; 5.2
tambahan
Persentase remaja puteri
6 yang mendapat Tablet 0 10% 15% 20% 25% 30% 3.2; 4,8; 5.2
Tambah Darah (TTD)
54
Kesepakatan Yogyakarta, 14-17 September 2016
Penyediaan TTD untuk Prov. RIAU

KEBUTUHA
No. SASARAN JUMLAH %
N TTD (Tab)
1. Remaja Putri
12-18 tahun
2. Ibu Hamil 168.360
TOTAL 28.308 15,63 2.367.700
Mekanisme Penyediaan TTD Program

Distribusi

Pelaporan
PENUTUP
 Pencegahan dan penanggulangan anemia
pada Remantri perlu dilakukan secara
berkesinambungan untuk menciptakan
SDM yang berkualitas

 Peningkatan status kesehatan dan gizi


merupakan tanggung jawab bersama antara
orang tua dan keluarga serta perlunya
dukungan dari LP dan LS
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi
sebaiknya TTD dikonsumsi bersama dengan
buah-buahan sumber vit.C dan sumber protein
hewani.
Hindari konsumsi TTD besamaan dengan teh dan
kopi, tablet kalsium dosis tinggi, obat sakit maag

Apabila ingin mengonsumsi makanan dan


minuman yang dapat menghambat penyerapan
zat besi, sebaiknya dilakukan 2 (dua) jam
sebelum atau sesudah mengonsumsi TTD
61